NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:597.1k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18. DEKAT

Malam turun perlahan di Kediaman Ravens.

Langit di luar jendela Liora berwarna biru tua pekat, bertabur bintang yang samar, sementara angin malam menyusup lembut melalui celah tirai, membawa aroma tanah basah dan dedaunan pinus. Di dalam kamar, cahaya lampu kristal memantul lembut di dinding berwarna gading.

Liora baru saja selesai membersihkan diri.

Rambutnya masih lembap, terurai panjang melewati bahu, sementara tubuhnya dibalut gaun rumah sederhana yang longgar dan nyaman. Ia duduk di kursi dekat meja kecil, beberapa dokumen terbuka di hadapannya, catatan laporan wilayah Count, pergerakan pedagang, dan potongan informasi yang ia susun rapi dengan tulisan tangannya sendiri.

Matanya serius, fokus.

Sampai ....

Tok.

Tok.

Ketukan pelan terdengar dari pintu kamarnya.

Liora tertegun.

Jam sudah larut dan Sasa juga sudah pamit kembali ke kamarnya untuk istirahat atas perintah Liora.

Liora akhirnya berdiri, berjalan mendekat, dan membuka pintu tanpa banyak berpikir.

Dan di sanalah ...

Duke Alaric berdiri di ambang pintu.

Tidak dengan pakaian formalnya. Tidak dengan mantel perang atau ekspresi dingin yang biasa ia pakai di hadapan dunia.

Ia mengenakan kemeja rumah berwarna putih dengan kerah terbuka, lengan digulung hingga siku, rambutnya sedikit berantakan, seolah baru saja selesai mandi atau melepas beban hari panjang dari istana tadi.

Liora terdiam.

Jantungnya mendadak berdetak lebih cepat.

"D-Duke?" suara Liora nyaris berbisik.

Alaric menatap sang gadis dengan senyum di wajah, tatapannya lembut namun dalam.

"Boleh aku masuk?" tanya Alaric tenang.

Liora tersadar dan segera menyingkir.

"Tentu saja," jawab Liora.

Alaric melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya dengan pelan.

Kamar itu mendadak terasa, lebih sempit. Lebih hangat.

Alaric berdiri di hadapannya, memerhatikan Liora dari kepala hingga kaki, bukan dengan tatapan menilai, melainkan perhatian yang tulus.

Matanya tertahan di rambut Liora yang masih basah. Tangan Alaric terangkat tanpa ragu. Ujung jarinya menyentuh helai rambut itu, dingin oleh air, dan berkata lirih,

"Kau harus mengeringkan rambutmu. Atau kau akan terkena demam," kata Alaric lembut.

Liora membeku.

"Oh, aku ... iya," jawab Liora gugup.

Alaric meraih handuk kain yang tersampir di sandaran kursi.

"Duduk," suruh Alaric. Nada itu bukan perintah keras, dan tidak lebih seperti permintaan yang tidak memberi ruang untuk ditolak.

Liora menurut.

Gadis itu duduk, punggungnya tegak, sementara Alaric berdiri di belakangnya, mengeringkan rambut Liora dengan gerakan pelan dan hati-hati, seolah menyentuh sesuatu yang rapuh dan berharga.

Jantung Liora berdetak begitu kencang hingga ia yakin Alaric bisa mendengarnya. Semoga tidak, tentu saja.

Tangannya mengepal di pangkuan.

"Alaric," ucapnya akhirnya, mencoba menenangkan diri. “Ada apa tiba-tiba datang ke sini?”

Alaric tersenyum samar dan menjawab, "Memangnya aku tidak boleh ke kamar istriku sendiri?"

Kalimat sederhana itu menghantam Liora jauh lebih keras dari yang ia kira. Wajahnya langsung memerah. Rasanya entah kenapa Alaric selalu menekankan tentang kata 'istri' yang membuat seolah Liora ingat kalau ia adalah milik dari Alaric seutuhnya, baik status mau pun raganya.

"B-bukan begitu maksudku," gumam Liora salah tingkah.

Alaric tertawa kecil, lalu berhenti mengeringkan rambutnya. Ia melangkah ke depan, berdiri tepat di hadapan Liora.

"Aku ingin bicara denganmu," kata Alaric.

Liora mengangkat wajahnya. "Soal siang tadi di istana? Soal bagaimana aku mendapatkan informasi tentang Count?" tebaknya.

"Iya," jawab Alaric jujur. "Tapi aku tidak akan memaksamu jika kau tidak ingin memberitahuku. Aku hanya tidak ingin kau melakukan sesuatu yang berbahaya dan aku tidak tahu."

Liora menatapnya lama.

"Kau ... percaya padaku walau aku tidak menceritakannya?" tanya Liora.

Alaric mengangguk tanpa ragu. "Tentu saja aku percaya padamu."

Liora menatap Alaric dalam.

Alaric berlutut di hadapan Liora, membuat posisi mereka sejajar.

"Apa pun yang kau lakukan. Apa pun yang kau katakan. Aku percaya," ucap Alaric tanpa ragu sedikit pun.

Tatapan pria itu menembus, penuh keteguhan.

Membuat Liora berani melepas benteng dirinya hanya untuk mencoba memahami Alaric.

"Bahkan jika seluruh dunia mengatakan kau jahat, bahkan jika suatu hari kau menjadi musuh semua orang, aku akan tetap percaya dan berpihak padamu," kata Alaric.

Napas Liora tercekat.

"Kenapa sampai seperti itu?" suara Liora lirih. "Kenapa kau percaya padaku sedalam itu? Aku tahu kalau kau tahu bahwa aku punya banyak rahasia."

Alaric menjawab tanpa berpikir lama, "Karena kau istriku."

"Hanya karena itu?" tanya Liora.

Tangan Alaric menggenggam tangan Liora.

"Benar. Tugasku sebagai suamimu adalah melindungi dan mendukungmu. Seperti kau yang mendukungku sebagai Duchess," ucap Alaric.

"Aku tidak melakukan apa pun," kata Liora.

"Kau memperbaiki kediaman ini. Membantu menyelesaikan masalah di beberapa wilayahku, mengurus keuangan, mengurus pasokan makanan, hingga mengurus hal-hal kecil yang Gideon saja luput. Kalau kau bilang itu tidak melakukan apa-apa, maka bagiku kau melakukan hal terbaik yang pernah orang lain lakukan untukku," jawab Alaric.

"Kau ... tahu?" Liora terkejut ketika Duke tahu apa yang Liora kerjakan selama menjadi Duchess.

"Tentu saja aku tahu, My Beautiful Lady. Aku tahu apa yang kau kerjakan dari kau bangun sampai kau tidur lagi. Dan aku mengucapkan terima kasih untuk kerja kerasmu itu," kata Alaric dengan senyum tulus.

Liora menunduk. "Aku tidak sebaik itu, Duke."

Alaric mengangkat dagu Liora perlahan.

"Kenapa kau selalu memasang wajah seolah aku akan membencimu setiap kali aku mencoba dekat denganmu?" kata Alaric.

Liora menatap suaminya itu, matanya seolah penuh rasa bersalah.

"Karena ... aku tidak merasa pantas mendapatkan kebaikanmu," suaranya bergetar. "Ini terasa asing bagiku. Ada orang yang peduli seperti ini."

Alaric tersenyum lembut dan mengecup punggung tangan Liora.

"Kalau begitu," kata Alaric pelan, "kau hanya perlu membiasakan diri. Karena aku berniat lebih memperhatikanmu lagi mulai saat ini. Jangan kaget kalau nanti aku jadi suami yang overprotective," candanya.

Wajah Liora memerah padam, lalu tertawa kecil.

Setelah menghela napas panjang, ia berkata lirih, "Bagaimana jika aku bilang ... aku pernah membunuh orang?"

Alaric menatap Liora lama. "Lalu masalahnya apa?"

Liora terkejut. "Aku bilang aku membunuh orang. Kenapa kau tampak biasa saja?"

Alaric tertawa kecil. "Kau lupa siapa diriku? Kau lupa medan perang yang pernah kulalui? Lupa rumor tentangku?"

Liora terdiam. Baru ingat kalau membunuh bukan hal tabu untuk Alaric.

"Karena di dunia ini. Yang kuat yang menang, yang jahat terkadang harus disingkirkan," kata Alaric.

Lalu Liora bertanya pelan, "Kau ... tidak terganggu dengan tubuhku yang gendut ini?"

Alaric melembutkan tatapannya dan berkata," Tidak sama sekali. Tubuhmu tidak mengurangi siapa dirimu. Keberanianmu. Kehangatanmu. Kelembutanmu. Kecerdasanmu. Itu yang aku lihat darimu."

Wajah Liora merona mendengarnya, tidak tahu kalau Duke yang terkenal dingin ini justru adalah orang paling hangat yang pernah Liora temui.

Alaric tersenyum dan melanjutkan, "Bagiku, kau jauh lebih baik dari pada wanita sosialita mana pun."

Liora tertawa kecil. "Kau tidak takut rumor seleramu buruk?"

Alaric mengedip. "Menambah satu rumor buruk lagi bukan masalah. Haruskah kita juga bermain peran menjadi penjahat?"

Mereka tertawa bersama.

Alaric kemudian berkata pelan, "Yang penting bagiku, kau sehat. Dan menjadi Duchess bersama denganku selamanya."

Tanpa sadar, tangan Liora mengelus wajah Alaric.

Alaric tidak menghentikannya.

"Bolehkah aku meminta sesuatu?" tanya Alaric.

Liora mengangguk.

"Berhenti memanggilku Duke. Panggil namaku," pinta Alaric.

Liora tersipu. "A-Alaric."

Senyum Alaric merekah, matanya berkilat. Ia mendekat, begitu dekat hingga Liora bisa merasakan napasnya.

"Bagaimana kalau ..." suaranya rendah, dalam, "... kita menjalani malam pertama kita yang tertunda?"

Wajah Liora memerah padam.

Dan Alaric menatap Liora seperti serigala yang akhirnya siap menerkam mangsanya.

1
Atik Kiswati
udah tamat aja nih.....
Nor Azlin
cerita tentang papa mama nya sudah tamat dengan ending nya yang penuh suka duka & bahagia yah aku sangat puas hati lah thor sukses buat mu yah sampai ketemu di lanjutan nya yah 😂😂
Archiemorarty: Makasih udah baca ceritanya kak, happy reading di sequel selanjutnya 🥰
total 1 replies
Alfia Amira
butuh kretek kyk nya si liola nih 😁😁
trueNetizen
suka sekali dengan cerita ini
Alfia Amira
panas lah kalo matahari nya dua kali lipat 🤭🤭🤭
Nor Azlin
thor penasaran ni kok ibu nya si Arron tidak ada bersama mereka yah ...apa dia sudah meninggal atau dia memang tidak dapat ikut yah🤔🤔🤔lanjutkan thor
Archiemorarty: Emaknya Aaron ada kok, nanti bakal ketemu di sequel 🤭
total 1 replies
Dian
lanjutt
Lusianina
akhirnya yg ditunggu2 OMG SO EXCITED!!!!😱😱😱
Nor Azlin
Alhamdulillah syukur akhirnya twins lahir ke dunia ini bertemu sama kakak Rowan nya sama anggota keluarga yang lain ... welcome baby twins semoga kalian berdua setangguh daddy mommy kalian yah jadilah anak2 yang berbakti pada kedua orang tua kalian begitu juga sama negara ... lanjutkan thor
Nor Azlin
🤣🤣🤣🤣betul sekali tu yang ngidam itu bukan Liora kan tapi si Alaric nya tu 😂😂😂kasihan sekali si Gideon nya tu sebut aja anak dalam perut Liora pasti Gideon pasti melunak kan hanya demi bayi si Liora aja tu 😆😆😆semoga senyuman juga keceriaan pada keluarga mereka berpanjangan yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah pasti lah kakak kandung nya mereka tiga bersaudara kan thor ...nah kerana mereka bersaudara lah hukuman nya Liora di kasih liburan ke utara tempat kelahiran mereka Alias kampung halaman mereka bukan...seperti nya Liora sangat di sayangi dalam keluarga Alaric yah ...semoga Alaric bisa memburu Monster yang lain nya agar kehidupan keluarga kecil nya bisa hidup damai yah 😂😂😂selamat berburu Duke...lanjutkan thor
Archiemorarty: Gimana gx disayang, dia udah ngelametin Alaric, keluarganya, satu kerajaan. pasti disayang dia 🤭
total 1 replies
Cicih Sophiana
suami idaman hanya memuja satu wanita yaitu istri nya...🥰😍😍
Archiemorarty: Benar sekali 🤭
total 1 replies
Ani Susanti
cembokur
Nor Azlin
sudah aku katakan yah mereka akan mendapat anak selepas perang habis 😂😂🤣🤣tebakan aku benar deh ...semoga bahagia selalu yah Alaric Liora nya & tidak sabar mau ketemu sama Pangeran kecil sama Puteri kecil yah ...lanjutkan rhor
Archiemorarty: Siap siap ketemu para pembuat onar cadel ya 🤭
total 1 replies
Nor Azlin
nah itu yang membuat ceritanya si author menjadi seru & menantang untuk di baca yah😂😂😂bayangkan aja membaca nya dengan dada berdebar-debar juga emosi yang ketakutan kayak kita nonton filem lah di tv gitu 😂😂😂menyenangkan sekali lho aku suka thor tidak bosan jadi nya aku terhibur banget deh...semoga selepas pulang dari medan perang ini khabar gembira menyusul Alaric sama Liora nya bahawa Alaric junior sama Liora junior udah ada di dalam perut nya Liora yah ...aku rasa kan iya deh si Liora hamil kerana wajah sama pipi nya udah gembul kembali tu 😂😂😂 lanjutkan thor
Archiemorarty: Hahaha... tenang tenang...para bocil bakal hadir nanti 🤭
total 1 replies
Cicih Sophiana
berbuat apa Marquess sampai di tendang Liora...
Cicih Sophiana
mungkin Lilola kurus krn gak ada yg ngasih makan Duke... kasian😪
Cicih Sophiana
semoga Alaric pulang dengan sehat...
Cicih Sophiana
Alaric pasti selamat krn kan semangat untuk Lilola nya tercinta...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee OFF💕
wkwwkkwk... klu udh Kaisar yg manggil hrs patuh yaa hahahaha
Terselamatkan krn ada Gideon 🤭🤭🤭😀
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee OFF💕: hahaha oh iyaa 🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!