Sarah Vleryn menghindari makan malam perjodohan karena ia tidak tahu dengan siapa akan dijodohkan.
Tapi ternyata, pria yang di jodohkan dengan nya mengejarnya di luar resto tempat keluarga mereka bertemu.
"Sarah Vleryn! Berhenti disana." Rovano, pria tinggi dan tampan itu mendekat.
"Kau salah orang," ucap Sarah cepat.
"Aku tahu kau gadis yang harusnya di jodohkan denganku, tapi kau beralasan sedang sakit!" Ucap Rovano.
Tatapan tajam pria itu membuat Sarah terdiam, ia menelan ludahnya dengan berat. Ia tidak bisa menyangkal karena ucapan Rovano benar.
"Menikahlah denganku selama tiga tahun, lalu setelah itu kita bisa bercerai," lanjut Rovano.
Sarah tergelak, ia tidak mengira pria ini akan menawarkan pernikahan kontrak padanya.
"Apa kau bilang?"
"Aku, Rovano Jovian menawarkan pernikahan kontrak pada mu Sarah Vleryn." Ulang Rovano.
"Tunggu, Jovian? Kau... adik Ryan Jovian, Mantan kekasih ku?!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AmJiyeon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Pernikahan Tiba
Rovano duduk di depan meja makan bersama Ryan, namun kini pria itu terdiam karena pertanyaan Ryan. Memangnya ada apa dengan Lucas?
“Apa maksud mu, Kak?” tanya Rovano.
Ryan menoleh pada adiknya, ia baru saja akan menyantap sarapan yang di buat oleh Rovano, namun melihat wajah serius sang adik membuatnya berhenti.
“Jika Sarah belum bercerita, lebih baik kau tanyakan pelan-pelan padanya, karena saat ini bukan hanya aku, tapi Nico sendiri mencurigai Lucas dan Jonas, ayah dan anak itu masih bekerja sama dengan Sarah,” jawab Ryan.
Rovano seketika teringat ketika malam ia berkencan dengan Sarah dimana gadis itu mendapat telepon masuk dari Lucas. Ia bicara akan menceritakan semuanya setelah ia bisa mengatasinya, haruskah Rovano yang lebih dulu bertanya?
Hubungan mereka sudah berjalan lancar sejauh ini, berawal dari kontrak pernikahan hingga akhirnya mereka membatalkan itu, Ryan juga sudah menyadari kesalahan nya, tapi ternyata ada satu masalah lagi.
Lucas, bisa saja menjadi masalah serius dalam hubungan mereka.
“Sarah, bilang akan bercerita tentang Lucas nanti,” ucap Rovano akhirnya. “Tapi pria itu memang masih sering mengganggunya, aku sedikit khawatir.”
“Kalau begitu, segera bertindaklah, demi dirinya,” saran Ryan.
Rovano menatap lurus pada sang kakak, sekarang raut wajah Ryan ini berbeda, ketika mereka membicarakan Sarah. Biasanya, seakan penuh dendam namun sekarang biasa saja.
“Pernikahan ku hanya tinggal beberapa hari lagi, untuk saat ini aku akan memastikan Sarah fokus pada dirinya.”
...****************...
Sarah memandangi foto prewedding nya dengan Rovano yang sengaja ia cetak versi kecil nya agar bisa pajang di kamarnya, sementara yang besar di cetak untuk di pajang di rumah mereka.
Besok, merupakan hari yang tidak ia duga akan ia nantikan dengan tidak sabar seperti ini. Ia tidak pernah mengira akhirnya akan jatuh hati pada seorang Rovano.
Adik dari mantan kekasihnya yang pada awalnya menawarkan pernikahan kontrak namun mereka malah saling jatuh cinta sungguhan.
“Kau sudah siap dengan segalanya, Sarah?”
Suara Adrian terdengar, pria itu masuk ke dalam kamar adiknya. Ia melihat seisi kamar sang adik sudah hampir kosong, hanya tersisa beberapa barang yang sengaja tidak di bawa.
“Tentu saja, aku ini bukan gadis kecil lagi sekarang, Kak,” jawab Sarah.
Adrian menarik napasnya dalam, adik kecilnya akan menikah dan dia akhirnya bisa kembali ke keluarga ini setelah bertahun-tahun. Semua karena ia harus melindungi keluarganya, terutama perusahaan milik ibunya.
“Katanya, kau tidak akan kembali ke sana lagi, apa itu benar?” tanya Sarah pada Adrian.
Lima tahun juga bukan waktu yang sebentar bagi Sarah untuk tinggal di rumah hanya bertiga dengan ayah dan ibunya. Jika kakaknya pergi lagi, maka ayah dan ibunya hanya tinggal berdua.
“Tidak, urusanku di sana sudah selesai, kali ini giliranku untuk menemani ibu di sini,” jawab Adrian.
Sarah tersenyum senang, “lalu kapan kau akan menyusul?” canda Sarah.
Adrian membuang tatapan nya ke arah lain sementara Sarah tertawa melihatnya.
“Ah, aku tidak mau menikah muda seperti mu,” jawab Adrian.
Sarah menatap Adrian dengan kesal, lagi pula gara-gara siapa juga dia harus menikah muda? Semua gara gara Adrian tidak ada di sini jadi jalan tercepat adalah perjodohan Sarah.
Bagi keluarga pebisnis, menikahkan putra-putri mereka adalah jalan terbaik, untuk memperkuat bisnis mereka.
Apalagi, keluarga dari pihak Ayah Sarah kebanyakan licik dan ingin menjatuhkan sang ayah.
“Kau yakin dengan semua ini Sarah? Pernikahan itu hal sakral yang kalau bisa hanya di lakukan sekali seumur hidup atau tidak sama sekali,” tanya Adrian lagi.
Sarah mengangguk pelan, keputusan nya sudah bulat.
“Aku dan Rovano sudah yakin, meski semuanya terasa singkat, tapi sejauh ini kami bisa melengkapi satu sama lain, jadi itulah yang akan aku pertahankan.”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Musik romansa mengalun indah, nuansa alam menyentuh jiwa, pagi ini di bawah rindang pepohonan yang indah di tengah sebuah taman, Rovano dan Sarah sudah selesai mengikat sebuah janji suci sehidup semati.
Ciuman lembut dan sederhana menghiasi tangis bahagia.
Kedua insan itu saling mengulas senyum, melihat semua keluarga mereka berbahagia. Acara yang tidak terlalu mewah namun indah. Sarah yang memilih konsep outdoor ala negri dongeng ini.
Rovano merasa sangat bahagia sekali, semua permasalahan nya semakin hari semakin berkurang, segalanya membaik akhir-akhir ini semenjak ia bersama Sarah. Gadis itu memberikannya keberuntungan yang berlimpah.
"Ternyata, bersamamu itu tidak buruk, pilihan ku tidak salah," bisik Rovano.
Sarah menoleh dengan kesal, "memangnya sebelumnya kau berpikir akan di jodohkan dengan gadis seperti apa?"
Rovano tersenyum kecil, "gadis yang cengeng, mudah marah namun perhatian dan menggoda," bisik Rovano menjawabnya, Sarah memukul pelan perut Rovano karena kesal.
Candaannya membuat Sarah malu-malu, namun itulah Rovano yang sekarang. Pria yang sudah tidak kaku lagi.
Adrian menghampiri mereka, hari ini merupakan pertama kalinya Rovano berhadapan langsung dengan kakak Sarah yang tampangnya seperti jauh lebih muda darinya. Mereka bersalaman dan berpelukan sejenak, Adrian memberi selamat.
Mata Sarah sudah berkaca-kaca namun Adrian mengangkat jari telunjuk dan melotot padanya, "jangan menangis, ini hari pernikahan mu."
"Kakak, aku masih ingin tinggal bersama kakak setelah sekian lama," ucap Sarah pelan.
Adrian menggelengkan kepalanya, "kau harus tinggal bersama Rovano di rumah kalian sendiri, kita tidak berpisah selamanya, ish kau ini!"
"Iya, kalian masih bisa bertemu," tanggap Rovano.
"Rovano, meski kalian menikah karena perjodohan tapi aku tidak melihat hal itu sedikitpun sejak awal acara hari ini berlangsung, kau bahkan menangis begitu melihat Sarah berjalan menemui mu," ucap Adrian.
"Aku sebagai seorang kakak yang kurang perhatian dan tidak menjaganya dengan baik, aku ingin memohon padamu untuk menjaga Sarah dengan seluruh hatimu, seluruh hidupmu. Aku tau permohonan ini sangat egois, tapi kau mengertikan, Rovano?"
Rovano sedikit terkejut dengan penuturan Adrian, ini pertama kalinya ia melihat sorot mata seseorang sangat tulus padanya. Tidak ada penilaian sama sekali, Lucas bicara padanya dengan sorot mata teduh.
Jadi seperti ini ya, sosok seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya namun mereka tidak bisa bersama karena keadaan.
"Aku benar-benar tidak menyangka kau akan menjadi keluarga kami, titip Sarah ya, dia itu cengeng sejak kecil, lalu hobinya marah-marah!" Ucap Adrian pada Rovano sambil tertawa.
Sarah mendelik kesal pada Kakaknya, padahal sebelumnya ucapan Adrian terdengar bijak sekali.
"Anda tidak perlu mencemaskan nya," ucap Rovano.
"Ya, karena aku telah kembali, aku juga akan menggantikan mu di perusahaan, lalu ayah memberikan hadiah untuk mu," ucap Adrian pada Sarah kemudian.
"Ayah akan pensiun dan kau menjadi komisaris, Sarah."
Sarah terkejut bukan main, ia kemudian menatap pada sang ayah yang posisinya sedang tidak jauh dari mereka. Ayahnya tersenyum, begitu lembut dan ceria, sama hal nya dengan Sang ibu.
Sarah langsung memeluk kakaknya erat, "kakaaak, sekarang aku tau kenapa ayah bilang kalau ke depannya mungkin aku harus melakukan sesuatu, dan mungkin itu hal yang berat," ucap Sarah dengan nada merengek.
Adrian membalas pelukannya, "semangat ya, adikku!"
Rovano tersenyum kecil, melihat interaksi Sarah dan sang kakak. Sementara dari tempat lain, Itachi sedang memperhatikan nya, lagi-lagi ia tersentuh melihat Rovano nampak bahagia di sana.
Di matanya, Rovano hanyalah sosok remaja yang masa mudanya terbuang karena ambisi keluarganya, namun sekarang ia bisa melihat dengan jelas, kalau Rovano adalah seorang pria dewasa tangguh yang sudah mendapatkan kebahagiaan nya.
"Rovano, bisa tidak kita tambah hari bulan madunya?" Bisik Sarah dengan tatapan yang menggoda.
Sedetik kemudian Rovano sadar, kalau Sarah mungkin akan lebih liar darinya malam ini.