NovelToon NovelToon
DI BALIK SOROT LAMPU

DI BALIK SOROT LAMPU

Status: tamat
Genre:Model / Karir / Tamat
Popularitas:23.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dinna Wullan

Adrina, 27 tahun, adalah gadis mandiri yang hidup dalam senyap. Setelah ibunya meninggal dan ayahnya memilih membangun keluarga baru, Adrina memutuskan tinggal sendiri di sebuah kosan sempit—tempat ia belajar berdamai dengan kesendirian dan masa lalu yang tak lagi ia bagi pada siapa pun. Lulus kuliah tanpa arah pekerjaan yang jelas, ia sempat menganggur cukup lama hingga sebuah tawaran tak terduga datang: menjadi asisten seorang artis papan atas yang sedang berada di puncak popularitas.

Nama itu adalah Elvario Mahendra—aktor sekaligus penyanyi terkenal, digilai publik karena wajahnya yang nyaris sempurna dan bakatnya yang luar biasa. Namun di balik sorot lampu, Elvario dikenal arogan, temperamental, dan sulit ditangani. Dalam satu bulan terakhir, ia telah mengganti enam asisten. Tidak ada yang bertahan. Semua menyerah oleh tuntutan, amarah, dan standar tinggi yang tampak mustahil dipenuhi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinna Wullan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HANGAT DISELA DINGIN

Namun, badai ternyata belum benar-benar berlalu. Sesaat setelah riasan selesai, Elvario kembali berdiri dengan wajah yang kembali mendung. "Wardrobe mana?"

Seorang penata busana mendekat membawa gantungan pakaian. Begitu melihat pilihannya, Elvario langsung mencibir. "Ini nggak dipersiapkan apa gimana? Kok kelihatannya asal banget?"

"Sesuai brief, Mas. Temanya—"

"Tema yang mana? Gue aja nggak ngerasa ini ada tema!" potong Elvario tajam.

Adrina kembali bergerak. Ia tidak mendekati Elvario, melainkan menghampiri asisten produser di dekat pintu untuk mengonfirmasi detail tema: Urban Classy. Dengan cepat, ia menyisir gantungan pakaian, mengambil beberapa potong yang menurutnya memiliki potongan lebih presisi. Ia meletakkan tiga opsi kemeja dan satu jaket tipis di depan Elvario.

"Apa lagi ini?" tanya Elvario datar.

"Ini beberapa opsi untuk tema Urban Classy," ucap Adrina tenang. "Saya belum tahu selera Mas seperti apa, jadi silakan dipilih."

"Lo nggak takut gue bilang ini jelek semua?" tantang Elvario.

Adrina menatap balik tanpa rasa gentar. "Kalau Mas bilang jelek, berarti kita coret dan cari lagi. Tapi setidaknya sekarang Mas punya pilihan."

Hening sejenak. Elvario mengambil salah satu kemeja, mengamatinya, lalu masuk ke ruang ganti. Ketika ia keluar beberapa saat kemudian, ia tampak jauh lebih rapi dan… puas. "Ini lumayan," akunya pelan. Ia menoleh ke arah Adrina sebelum berjalan keluar. "Lo cepat. Dan lo nggak banyak bicara. Pertahankan."

Rizal hanya bisa menggelengkan kepala melihat asisten barunya. "Hari pertama, dan lo udah dua kali bikin dia berhenti ngomel."

Adrina melihat catatannya dengan serius. "Omelannya masih ada lima belas poin lagi hari ini, Mas."

Memasuki ruang wawancara, suasana berubah menjadi lebih terkendali. Adrina berdiri di dekat kamera, mengamati ritme Elvario. Ia mencatat segala hal: bagaimana pria itu menjadi defensif saat ditanya soal keluarga, atau bagaimana senyumnya berubah menjadi "versi publik" saat dipuji berlebihan.

Saat wawancara mulai terasa berputar-putar pada pertanyaan yang sama, Adrina memberi isyarat kecil pada asisten produser untuk menutup sesi. Tindakan nekat itu membuat Elvario memanggilnya ke lorong sepi setelah sesi berakhir.

"Kenapa tadi lo kasih kode berhenti? Elu ngatur?" tanya Elvario, menyandarkan tubuh ke dinding.

"Evaluasi," koreksi Adrina. "Pertanyaannya mulai berulang dan nada pewawancaranya sudah berubah. Jadwal Mas lebih penting dari rasa takut saya untuk salah."

Elvario terdiam, menatap Adrina dengan tatapan yang sulit dibaca. Untuk pertama kalinya, ada sebuah pengakuan diam-diam di antara mereka. Hari pertama memang penuh kekacauan, namun Adrina sadar, ia baru saja membuat jejak kecil di hidup seorang Elvario Mahendra—sebuah jejak yang mungkin akan membawa konsekuensi yang jauh lebih besar dari sekadar pekerjaan.

Hangat di Sela Dingin

Lorong belakang studio mulai melengang ketika matahari condong ke barat, meninggalkan semburat jingga yang perlahan tertelan bayangan gedung. Lampu-lampu neon digantikan oleh pencahayaan malam yang lebih temaram. Kesibukan belum usai; para kru masih bergantian keluar-masuk membawa peti peralatan, seolah hari ini memang menolak untuk berakhir.

Adrina berdiri di dekat meja kayu kecil, menyesuaikan letak headset yang mulai terasa panas di telinganya. Matanya perih karena kelelahan, meski ia mati-matian menjaga punggungnya tetap tegak agar terlihat fokus. Catatannya sudah penuh sesak, tangannya pegal, dan kakinya mulai terasa berat seolah terbuat dari timah.

Tak jauh dari sana, Elvario baru saja menutup ponselnya setelah menerima panggilan terakhir sore itu. Ia menoleh, menangkap sosok asisten barunya yang masih setia berdiri di posisinya.

"Karena ini hari pertama lo," ucap Elvario datar, seolah hanya sedang membacakan poin jadwal, "nggak masalah kalau nggak pulang?"

Adrina sedikit tersentak, namun dengan cepat ia menguasai diri. "Maksudnya?"

"Jadwal gue penuh sampai tengah malam," lanjut Elvario tanpa ekspresi. "Latihan, meeting, lalu ada satu take lagi. Kalau lo nggak kuat—bilang sekarang."

Adrina menelan ludah. Tubuhnya sebenarnya sudah meronta ingin duduk, ingin diam, dan merindukan bantal di kosannya yang sempit. Namun, mulutnya menjawab lebih cepat dari logika yang ia miliki.

"Tidak apa-apa," sahutnya mantap. "Saya masih bisa."

Elvario menatapnya. Lebih lama dari yang diperlukan. Ada kilat tipis di matanya—mungkin keraguan, atau mungkin rasa heran. "Oke," katanya singkat, lalu berbalik dan melangkah pergi.

1
Emily
los lah si El...Gedeg juga macam orang tolol lama lama
nanuna26: sabar ka, boleh cibaca nov3lku yang lainnya ka
total 1 replies
Emily
adrina msih gak bisa lepas dari bayang elvario
Emily
belajar sabar to El...jgn suka nurutin emosi
Emily
El harus ke psikolog nih
nanuna26
ditunggu ya mom
Emily
walah walah di El
Mommy Dza
Saran saya untuk author buatlah kisah antara Arkan dan Alana 🤭
Emily
tuh kan
Mommy Dza
Alhamdulillah
Mommy Dza
Kenapa harus bertemu lagi sih..
kan bisa rehab sendiri atau bersama Rizal,biarkan Adrina pergi bersama Faris.. Elvario mestinya harus bangkit dgn kesadaran sendiri 😩

Balik Lg
yahhh whatever
Emily: yoi..kan biar ceritanya panjang🤭
total 1 replies
Emily
jgn pergi adrina kasian el
Mommy Dza
Adrina udah end
ngapain dicari sih ?
kurang kerjaan amat
masing2 lanjutin hidup
gitu aja 🤭💪
Emily
nah El Lo harus banyak belajar dari adrina tentang hidup
Mommy Dza
😩😩
Mommy Dza
Kalau jadi El saya akan menepi sejenak,, merenung dan memperbaiki yg SDH rusak..kembali dgn wajah baru,move on
Let it go
Emily: betul..semua kembali pada diri El..gak mungkin selamanya tergantung pada orang lain
total 1 replies
Mommy Dza
Kacau
Mommy Dza
Sebegitu banyaknya wanita di dunia ini El 😩 kok harus emosi
biarkan Adrina dgn pilihannya
berusahalah memulihkan diri
Mommy Dza
Aaahhh sudahlah mgkin drin mmng dijodohkan dgn Adrian
Mommy Dza
😩😩
Mommy Dza
Yahh kembali ke setelan pabrik deh Elvario 😅😩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!