Arinta adalah seorang pria, suami, juga ayah yang telah melakukan perselingkuhan dengan teman sekantornya bernama Melinda dari istri sah nya, Alena setelah menjalani bahtera rumah tangga hampir tujuh tahun pernikahan hanya karena kekhilafan.
Ketika semua rahasianya terbongkar oleh sang istri, semuanya dianggap terlambat, Alena seolah menutup ruang untuknya kembali sekalipun ia berusaha memperbaiki.
Sesakit itukah yang dirasakan oleh Alena? Harapannya untuk bersama Alena pupus ketika wanita itu mantap untuk bercerai dan sepertinya ia mulai dekat dengan seorang pengusaha kaya raya bernama Aditya.
Arinta harus melepaskan Alena meski ia masih mencintai sang istri dan tampak menyesal, tapi kehidupan terus harus berjalan....
Bagaimana cara Arinta memulai kembali semuanya dari awal sementara penghakiman atas dirinya akan terus melekat entah sampai kapan....
"Apakah aku tak pantas dengan kesempatan kedua...?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31 : Gugatan perceraian
Arinta dan Alena kini sama-sama berdiri di dalam ruangan persidangan yang ada di laksanakan di Jakarta.
"Dengan ini saya menyatakan kalau Pak Arinta dan Bu Alena, telah resmi bercerai!"
Ketuk palu yang dilakukan hakim, resmi menegaskan bahwa rumah-tangga keduanya telah usai.
Semua orang termasuk dari pihak keluarga Alena tampak bernapas lega. Sementara pihak Arinta dan keluarga langsung kecewa, tak terima terutama ketika hak asuh Alea dipegang oleh Alena.
Ibunya Arinta berkali-kali menyalahkan Arinta yang sudah berani berselingkuh dan berkhianat tapi di sisi lain dia juga kesal dengan Alena yang begitu cepat meminta cerai tanpa berkompromi.
"Dasar anak bodoh! Kamu bikin Ibu malu! Ketahuan selingkuh begini, mana video kamu jadi viral pula!" Dia mengumpat keras.
Ternyata video berdurasi lima menit itu benar-benar tersebar luas. Entah siapa pelakunya karena Melinda mengatakan bukan dia pelakunya dan orang lain yang melakukan penyebaran video tersebut.
Kasus video viral itu tentu saja telah menjadi konsumsi publik dan sekarang ditangani secara hukum, berada dalam penyelidikan untuk mengetahui jelas siapa yang berani menyebarkan video tersebut.
Sementara Alena, dia udah gak perlu lagi repot memikirkan soal perbuatan yang dilakukan oleh suaminya, ah, mantan suaminya itu. Baginya sudah cukup semua masalah yang terjadi di hidupnya. Saat ini ia membutuhkan ketenangan.
Namun, meski demikian, ada satu yang masih tersisa dalam benak Alena. Rasa sakit hati dan sesak itu masih mengganjal dan seakan menjadi trauma tersendiri untuknya.
.
.
Usai persidangan Alena dan keluarga bergegas keluar menuju ke arah mobil. Arinta berusaha mengejar sambil berteriak memanggil.
"Alena! Alena tunggu, Len!!" Ia mendekati mobil Van berwarna hitam itu.
Namun sayangnya Alena sama sekali tidak peduli dengan panggilan pria itu. Dia sama sekali tak menoleh, tetap duduk di dalam mobil dan menatap lurus ke depan meski Arinta mulai berjalan mendekat.
"Alena, jangan pergi dulu, tolong!" Pria itu mengetuk kaca jendela mobil beberapa kali.
Alena tidak peduli. Matanya seakan-akan seperti tidak melihat keberadaan Arinta di sebelahnya.
"Len, itu Arinta bagaimana?" Pak Arif, ayah dari Alena sempat melirik ke samping jendela mobil.
"Udah biarin aja lah, Pak! Ayo jalan saja!" Balas sang istri dengan nada gusar. Dia sudah muak dan ingin lekas pulang agar putrinya bisa merasa nyaman jauh dari Arinta.
Lelaki itu tak banyak bicara lalu menyalakan mesin mobilnya untuk berjalan.
"Len, buka dulu! Paling gak, biarkan aku ketemu dulu sama Alea!" Wajah pria itu panik saat menyadari mobil hendak pergi. Dia tidak mau sampai tidak melihat Alea.
"Len, kamu gak mau kalau Arinta ketemu sama Alea dulu?" Pak Arif agaknya sedikit terganggu dengan keputusan Alena yang membisu tanpa memberi Arinta kesempatan. Entahlah, sebagai seorang ayah dan sesama lelaki, dia dapat merasakan kegundahan pria itu sekarang.
"Apa aku kejam kalau melakukan ini, Yah?" Alena menoleh menatap ke arah sang ayah mencoba agar ego ini dimenangkan untuknya sekali saja.
Pria itu menatap sang putri. Sebenarnya dia ragu dengan tindakan ini, tapi dia juga mengerti akan rasa sakit sang putri dan akhirnya menyetujui pilihan yang diambil Alena.
Meski saat mobil melaju, Alea melihat ayahnya dan berteriak di dalam mobil, menangis karena dia memang benar-benar merindukan sang ayah yang lama tak dilihatnya.
"Mamih jahat!!!" Satu kalimat itu terlontar dari bibir si kecil begitu saja.
Alea tidak paham konteks, dia hanya bertindak sesuai perasaannya yang rindu dan hanya ingin bertemu tapi tiba-tiba seperti dipisahkan begitu saja.
"Bukan Mamih yang jahat, Alea. Tapi Papih! Papih yang jahat sama kita!!" Balas Alena dengan perasaan yang meledak.
Dia tidak bisa menerima klaim itu dari sang putri, karena dia hanya ingin melindungi Alea meski terkesan egois dan dengan cara yang terlihat ekstrim.
Mobil itu tetap melaju pergi tanpa berhenti meski Alea menangis keras di dalamnya dan memanggilnya Papihnya dari dalam. Hati Alena seakan membeku. Dia tak peduli dengan ratapan putri kecilnya.
Tangisan itu bahkan terus berlanjut sampai mereka memasuki kawasan tol menuju Bandung dan akhirnya ia tertidur sendiri karena merasa kelelahan di pangkuan Yani.
Setelah Alea benar-benar tertidur pulas, Alena pun akhirnya runtuh. Semua topeng yang sejak awal terpasang di pengadilan hancur menjadi duka. Ia menangis, bersandar dalam pelukan sang ibunda.
Ibunya tak bisa berkata banyak. Ia mengusap lengan anaknya itu agar dapat diberi ketenangan dan kekuatan lebih atas semua badai yang sedang diterimanya ini.
"Kamu harus kuat ya, Len..., insyaallah setelah ini jalan hidupmu akan menjadi lebih baik...," ujarnya dengan nada yang menenangkan.
.
.
Sementara itu Arinta usai sidang perceraian, ia tak bisa bersantai, karena ia harus menjalani kasus lain. Ya, masalah video mesum yang tersebar itu kini telah menjadi masalah besar dan jadi pembicaraan di mana-mana. Memalukan nama dua keluarga.
Hari itu dia dengan cepat mendatangi kantor polisi. Di sana ia bertemu dengan Melinda yang juga datang memenuhi panggilan. Keduanya diselidiki atas kasus tersebut.
Pada akhirnya Melinda mengaku kalau dia memang yang merekam video itu dan mengirimkannya kepada Alena, tapi dia bukan pelaku penyebaran video tersebut ke media sosial.
Ada beberapa nama yang disebut oleh Melinda untuk sementara sebagai tersangka. Polisi akan kembali menyelidikinya dan sementara keduanya diberi ijin untuk pulang.
"Sudah puas kamu, Mel? Senang kamu melihat rumah-tangga aku hancur?!" Arinta menghardik wanita itu dengan keras di luar kantor polisi. Dia menumpahkan semua kekesalannya pada Melinda sebagai pelampiasan.
"Kalau iya, kenapa? Aku. Puas." Melinda tak menapik. Dia menatap angkuh dan mendongakkan wajah
"Aku puas karena aku gak terima kamu bersenang-senang di sana sementara aku harus mendapat penghakiman dari semua orang! Aku memang pelakor tapi semua itu berawal dari kamu!"
Kata-kata yang terlontar itu bagaikan sebuah tamparan yang sangat keras bagi Arinta.
Melinda benar, perselingkuhan ini semuanya memang berasal dari dirinya sendiri. Dia yang menciptakan itu semua terjadi.
Semua orang yang ada di sekitar dan mendengar pertengkaran mereka mulai menghakimi dengan pandangan mata yang seperti menguliti ke arah Arinta. Mereka bahkan menunjuk-nunjuk dan berbisik-bisik menyalahkan semua ini kesalahan Arinta.
Melinda tersenyum sinis ketika semua tatapan penuh penghukuman itu diarahkan kepada Arinta. Hatinya puas karena pria itu akhirnya dapat merasakan apa yang ia rasakan belakangan terakhir. Dilabeli, di anggap kotor, pendosa bahkan dianggap tidak pantas untuk hidup menjadi manusia.
Semua label-label kejam itu akhirnya tertuju juga kepada Arinta. Dia akan selamanya dicap sebagai seorang pendosa, pezina, peselingkuh yang hanya bisa menyakiti hati istri.
Arinta yang mendapat penghakiman secara tiba-tiba merasa tak nyaman dan memilih untuk cepat-cepat pergi.
Namun, ternyata hukuman itu tak hanya berhenti sampai di sana, karena sesaat ketika ia naik ke dalam mobil, dia mendapat pesan langsung dari atasannya di Bandung dan memutuskan hubungan kerja dengan cara tidak hormat karena Arinta telah membuat perusahaan malu akibat skandal videonya yang telah tersebar luas.
"Ya Tuhan!!! Kenapa semua jadi seperti ini!!?"
Pria itu mengerang frustasi mempertanyakan semua masalah beruntun yang terjadi dalam hidupnya, sampai menjedukkan keningnya sendiri ke atas kemudi mobil beberapa kali.
.
.
Bersambung....
rubah sifatmu lena jng sampai calon suamimu jg merasa tertekan oleh sifatmu