Steven seorang insinyur mesin, ia dikenal sebagai seorang bujang lapuk. Diusianya yang mencapai 28 thn, ia belum pernah pacaran.
Suatu hari, saat hujan turun dengan deras, Steven mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi. Di sebuah tikungan, dari arah berlawan muncul sebuah sepeda motor juga dalam kecepatan tinggi. Kedua motor itu bertabrakan dan Steven tidak sadarkan diri.
Saat ia terbangun, ia sadar jika tubuhnya sekarang bukanlah miliknya. Steven bertransmigrasi ke dalam tubuh Pangeran Kelima, kekaisaran Jiang. Pangeran kelima, Jiang Fengyun, yang berusia 15 thn. Walau Jiang Fengyun disayangi oleh kaisar, ia dikucilkan oleh saudara-saudarnya.
Hari dimana Steven mengambil alih tubuhnya adalah hari pernikahan Jiang Fengyun.
Wanita yang menjadi istrinya adalah putri sulung rumah Perdana Menteri Huang, tetapi ternyata istrinya juga sampah sia-sia yang terkenal di ibukota kekaisaran
Kedua pasangan sampah yang bersatu dalam pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon angin malam 888, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tungku Api Phoenix Langit
Huang Ruli lantas mengamati kedua orang tua itu, setelah mengamati cukup lama. Gadis itu akhirnya mengerti ini adalah teknik meracik pil dan teknik formasi. Huang Ruli kembali mengamati ruang ini, ada dua buah meja besar. Di samping salah satu meja terdapat sebuah tungku alkimia yang berwarna merah darah. Terdapat ukiran burung phoenix pada tungku alkimia tersebut. Di atas meja lainnya terdapat sebuah kitab juga ada juga beberapa deret rak buku yang tersusun rapi yang tidak jauh dari meja itu dan sebuah lemari besar.
Huang Ruli mendekati tungku api itu lalu ia menyentuh tungku itu. Huang Ruli merasakan hawa panas yang sangat kuat, segera ia menarik kembali tangannya tetapi tangannya menempel dengan erat pada tungku itu. Rasa panas mulai menjalar ke seluruh tubuhnya, bau daging terbakar memenuhi ruangan itu. Darah yang merembas keluar dari luka bakarnya mengering di tungku tersebut.
Huang Ruli mengerahkan energi spiritual, mencoba menghancurkan tungku itu agar tangannya terlepas tetapi sebelum dia sempat melakukan...
Sebuah sinar melesat ke dalam dahinya dan tangannya terlepas. Rasa sakit dari tubuhnya yang terbakar berlahan mereda bahkan luka bakar di telapak tangan sembuh dengan sendiri. Kini yang ada rasa sakit di kepalanya, ia merasa kepalanya hendak meledak saat ratusan gambar memasuki otaknya. Setelah rasa sakit mereda, wajah Huang Ruli justru kini berubah terlihat sangat bahagia. Ia baru saja mendapatkan ratusan formula pil dan yang membuatnya menjadi sangat antusias adalah formula Pil Pemurnian Roh dan Elixir Penempaan Tubuh juga ada. Bahkan itu hanya resep formula untuk Master Alkemis tingkat kuning atau tingkat awal.
Dengan dua formula ini, Huang Ruli tidak perlu melarikan diri. Ia bisa membantu mengobati dantian Jiang Fengyun, perjanjiannya dengan pria itu masih bisa dilanjutkan. Huang Ruli juga akhirnya mengerti dari mana ruang dimensi ini berasal. Tungku merah darah itu di sebut Tungku Api Phoenix Langit, sebuah artefak tingkat dewa. Ruang dimensi ini berasal dari tungku dan selama ini Tungku Api Phoenix Langit berada di dalam dantiannya. Ia tidak tahu darimana asal tungku ini tetapi ia sangat bersyukur tungku ini ada bersamanya.
Rasa panas yang ia rasakan sebelumnya itu karena tubuhnya sedang menerima api aneh yang di sebut Api Gagak Ungu, salah satu api aneh terkuat dari tujuh api aneh. Dengan bantuan Api Gagak Ungu, di masa depan ia akan lebih mudah menghasilkan pil berkualitas tinggi. Huang Ruli mendekati rak buku itu dan mulai membaca, ia membaca sekilas lalu berganti buku lain. Buku-buku tersebut hanya berisi pengetahuan tentang herbal, pengetahuan akan bebatuan untuk penempaan dan pengetahuan akan binatang roh. Huang Ruli merasa sedikit kecewa, ia berharap ada buku teknik kultivasi atau beladiri.
Huang Ruli mendekati sebuah meja yang terdapat sebuah kitab di atasnya. Saat membuka kitab yang terletak di atas meja itu, ternyata kitab itu berisi berbagai jenis pengambaran formasi. Gadis itu lantas berdiri termenung, Huang Ruli akhirnya memutuskan belajar alkamia di tempat ini. Huang Ruli membuka lemari besar itu, di dalamnya hanya ada sebuah kotak hitam yang berukiran indah. Huang Ruli meraih kotak hitam itu lalu membukanya.
Saat terbuka, ia melihat sebuah kitab Teknik Jarum Misteri Jiwa dan di balik penutup kotak itu tertulis Jarum Kristal Es Hitam. Huang Ruli mengambil kitab itu dan ia melihat jarum berwarna hitam dalam berbagai ukuran. Huang Ruli lantas membaca kitab Teknik Misteri Jiwa, teknik pengobatan akupuntur dan teknik menyerang dengan menggunakan jarum. Huang Ruli mengembalikan kitab itu ke dalam kotak hitam, ia lantas membuka pintu yang berada disamping tungku penempaan.
Huang Ruli lantas membawa beberapa buku tentang herbal ke dalam kamarnya. Gadis itu memutuskan untuk belajar alkamia, ia akan membaca buku-buku ini di tempat tidur. Menjadi seorang Master Alkemis akan mudah baginya untuk menghasilkan uang. Setelah selesai, Huang Ruli keluar kamar dan menuju ke arah tangga. Belum selesai gadis itu menuruni anak tangga hingga habis, ia kembali tidak percaya dengan pemandangan di depannya.
Ini sebuah swalayan yang sangat besar, ini adalah ruangan yang ia miliki di kehidupan sebelumnya. Gadis itu segera mendekati sebuah lemari pendingin yang berisi sosis, ia mengambil sebungkus sosis, membukanya dan langsung memakannya. Gadis itu tanpa sadar berujar, "hmm...rasanya sama."
Huang Ruli sekarang merasa benar-benar sangat hidup, ia takut akan merindukan makanan dari zaman modern tetapi sekarang ia tidak perlu mengkhawatirkannya. Gadis itu segera mengelilingi swalayan itu dan mencoba berbagai makanan yang ada. Setelah puas menikmati berbagai makanan, Huang Ruli pergi keluar untuk memeriksa sekelilingnya. Gadis itu melihat ada sebuah lahan seluas satu hektar disamping kolam, ia mendekati lahan itu dan memeriksanya. Saat mengambil segengam tanah, Huang Ruli tahu jika ini tanah yang subur. Tanah ini sangat cocok untuk menanam tumbuhan herbal.
Melihat tidak ada hal yang aneh lagi, gadis itu kembali memasuki swalayan dan membawa berbagai makanan ringan ke dalam kamarnya. Setelah itu Huang Ruli mulai membaca buku tentang herbal dan berlatih cara meracik pil. Tanpa terasa, Huang Ruli telah berada di dalam ruang dimensi selama tiga puluh hari lebih. Huang Ruli memutuskan untuk keluar setelah perutnya terasa sangat lapar. Selama tiga puluh hari lebih hanya memakan mie instan dan makanan ringan, gadis itu merasa bosan.
Sebelum keluar, gadis itu hendak mengambil beberapa sosis. Saat tiba di lemari pendingin, Huang Ruli terlihat sedang memikirkan sesuatu. Perasaan semalam, sosis di lemari pendingin ini hanya tersisa sepuluh. Kenapa sekarang menjadi penuh lagi? Ia membatin.
Huang Ruli lantas mengambil semua sosis di dalam lemari itu dan keluar dari ruang dimensi. Lantas gadis itu meletakkan semua sosis di atas meja dan kembali memasuki ruang dimensi. Ia segera menuju ke lemari pendingin yang berisi sosis, saat melihat ke dlaam lemari pendingin itu,
"Aku akan jadi orang kaya." Gadis itu berteriak dengan lantang, Huang Ruli mencoba mengosongkan rak makanan lainnya dan keluar dari ruang dimensi. Lantas gadis itu kembali masuk dan memeriksa rak sebelumnya, ternyata rak itu kembali terisi penuh. Huang Ruli segera keluar ruang dimensi dan mengirim kembali semua makanan ke dalam ruang dimensi.
Setelah keluar dari ruang dimensi, Huang Ruli merasa pergelangan tangan kirinya terasa panas. Saat memeriksanya, gadis itu kembali terperanjat, "Ini gelang dari mendiang kakek, bagaimana mungkin bisa muncul tiba-tiba? Apa karena gelang ini sehingga aku memiliki ruang dimensi."