Riana... ia sempat berpikir Apakah ada dirinya di dunia lain tapi ia tidak tahu? Pertanyaan itu terus melanda di pikiran Riana. namun...
Brakk! ia tertabrak oleh mobil laju karena Ada seseorang yang mendorongnya.. dan...
Apa yang terjadi dengan riana? selamat? mati? atau semacamnya? Ayo lihatt!
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penulis tapi ending sesuai mood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Percayalah padaku
Riana pun menghindar "Apa apaan? Kau kesurupan?" Tanya riana dengan wajah yang sedikit kesal
"Aku tidak kesurupan" Ucap julian
"Lalu kenapa kau menyerangku?" Tanya Riana dengan wajah sedikit Serius
"Hanya Ingin membunuhmu"
Riana sedikit terkejut lalu ia pun menyeringai "Wah.. Berarti tadi hanya sandiwara?"
"Tentu saja" ucap julian Sambil mendekat
Riana tetap berada di Posisinya, menatap julian sambil tersenyum licik "Buat apa kau membunuhku?"
"Kau.. Berbahaya bagi Kekaisaran ini" Ucap julian
Riana pun kebingungan, padahal Kekuatannya sudah ia ubah menjadi Kekuatan penyembuh Biasa "Maksud mu? Aku tidak mengerti apa yang kau maksud"
"tidak usah banyak Omong" Julian pun menyerang Riana dengan cepat
Riana melompat Yang membuat julian terkejut, ia pun langsung mengibaskan Pedangnya ke atas Yang membuat riana memundurkan tubuhnya. Riana Pun Mendarat di belakang julian, Ia memperbaiki Gaunnya yang terobek akibat tebasan Julian yang hampir mengenainya
"tck.. Gaun ini jadi rusak karenamu" Ucap riana, Ia mulai kesal dengan Julian
"Aku tidak peduli" Julian mengibaskan pedangnya lagi dengan cepat ke arah riana
Riana menghindar lagi, sambil berpikir bagaimana caranya Melawan balik
"Nona?.. Apa kau butuh bantuan kami?" Tanya sun lewat telepatinya
Riana Yang sibuk Menghindari Setiap Serangan julian pun akhirnya sedikit kelelahan "Katakan saja Kelemahannya" Ucap Riana dalam telepati
"Baik, kelemahannya ada tengkuknya" Ucap sun lewat telepati
"Huh? Tengkuk? Tunggu... Jangan bilang.."
"Ya, sesuai dugaan nona. Dia bukan julian" Ucap sun dalam telepati
"Ah.. Pantas saja kekuatannya luar biasa, baiklah"
Julian menyerang Riana dengan lebih kuat, Riana Melompat yang membuat Julian mengibaskan pedangnya lagi ke Atas. dan dengan cepat Riana Menginjak Tengkuknya dengan keras
Brukkk
Riana pun melihat kebawah, menatap julian yang sudah Tak sadarkan diri "Maafkan Kakak ya?"
Riana pun mundur, melihat julian yang palsu Mulai mencair layaknya Es yang mencair. Lalu ia menggunakan telepati nya lagi "Sun, apa Kau tahu dimana Julian?" Tanya Riana dalam telepati
"Dia ada di sekitar hutan ini" Ucap sun
"Baiklah" Riana pun memperhatikan Sekitar nya, Hari sudah mau malam yang membuat riana sedikit sulit mencarinya
beberapa menit kemudian, ketika Ia Mendapati sungai. riana melihat Sebuah pedang milik Julian, ketika ia memperhatikan sungai ia terkejut melihat julian yang sedang terapung tak sadarkan diri di buang arus
"Juliann!!!" Riana teriak sambil Berjalan ke julian
Riana Berusaha Ke tengah tengah sungai, mencoba Meraih tangan Julian "julian.. Sadarlah!"
Julian pun perlahan bangun, ia pun terkejut Melihat dirinya yang Terseret arus sungai "Kak!!"
"Jangan panik! Raih tangan ku!!" Ucap riana sambil Mencoba meraih tangan julian
Julian juga mencoba meraih tangan riana, namun susah Karena arus Sungai itu kuat
Julian mencoba meraih tangan riana lagi, Namun ia pun menghela nafas sambil tersenyum "Kakak pergilah"
Riana terkejut "Pergi? Apa kau bodoh? Raih tanganku cepat!"
"Aku tidak mau kakak Repot! Jadi pergilah!" teriak julian
Riana semakin kesal, ia Mencoba mendekati Julian. Mencoba menahan arus "repot huh? Seharusnya jika kau mati itu merepotkan ku tahu!? Jika kau tidak mau kakakmu ini repot karenamu, jadi Raih lah tanganku!"
Julian pun terdiam, Matanya sedikit melebar karena terharu akan kebaikan kakaknya walaupun di tunjukkan dengan Ejekan. Akhirnya Julian Mencoba Meraih tangan riana lagi
Mereka pun akhirnya berhasil berpegangan, riana pun menarik Julian mendekat padanya.
"Peganganlah" Ucap riana
Julian pun mengangguk sambil Memegang tangan riana dengan erat
Arus semakin kuat, Dan mereka mulai mendekati air terjun
"kak! kita akan jatuh!" Teriak julian dengan panik
"Jatuh? Kau mau Tahu letak asik nya disini?" teriak riana dengan Wajah semangat
Julian pun kebingungan dengan Wajah riana yang sangat tenang "L-letak asiknya? Emang ada?"
"Tentu saja ada! ayo ku tunjukkan" Ucap riana sambil Membiarkan arus Mengarahkan mereka ke air terjun
Julian pun semakin panik "Kakk! Jangan membuat Ini rumit! Jika kita turun, kita akan mati!"
"Mati? Heyy! air terjun nya sangat pendek tahu!" Ucap riana debgan semangat
"Kakk!!" Teriak Julian sambil menahan kakaknya
Riana pun menoleh ke belakang, Melihat julian dengan wajah yang tenang dan semangat "Bisakah kau percaya kakak?"
julian pun terdiam lagi, akhirnya ia Memberanikan diri "B-baiklah.."
Mereka pun mulai mendekati air terjunnya, Air terjun itu sekitaran 4 sampai 5 meter
Mereka pun terjun ke bawah
"Yahooo!!!" Teriak riana dengan Semangat ketika ia terjun ke bawah
Sedangkan julian menutup Matanya sambil mepasrahkan dirinya, ia sudah tidak peduli hidup atau mati sekarang
Srushh
..
...
Riana pun Menahan nafas, Membuka matanya dan melihat julian Yang tidak berenang
Riana sedikit terkejut melihat Julian seperti nya tidak bisa berenang, Akhirnya ia berenang ke bawah Meraih tangan julian dan Berenang ke atas
.
.
"Apa sudah cukup perburuan nya?" Tanya Zane pada Perajurit Perajurit nya
"Sudah, Tuan"
"Baik, Ayo pulang. Sudah malam"
Para Perajurit pun pergi, sedangkan zane Menatap langit malam yang indah
"Andai Aku bisa menikah dengan wanita licik itu" Gumam zane.
Tiba tiba ia melihat pergerakan aneh di air
Zane kebingungan dengan Air itu, Ia berjalan mendekat namun tidak turun. Ia memperhatikan Air yang Memiliki pergerakan aneh itu dan seketika tiba tiba Riana keluar dari air itu
riana terengah engah, Mencoba Mengambang
Zane terkejut akan Riana yang ada di dalam air "Riana?!"
Riana pun menoleh, dan tampak senang dengan Kedatangan zane "Zanee"
"Riana??! bertahan lah! Aku akan memanggil Perajurit ku" Ucap Zane dengan sedikit panik
Riana terkejut dengan perkataan Zane "T-tidak usah, aku bisa berenang" ucapnya sambil tersenyum
"riana, kau-"
Riana pun Menaikkan kepala Julian untuk mendapatkan udara, zane semakin terkejut "ada satu orang lagi?"
Riana pun menopang Julian dan Berenang ke Daratan
Zane pun langsung Memanggil ajudannya untuk datang
Mereka pun sampai di daratan, riana terengah engah Sambil Menaruh Julian yang terbaring di tanah
Riana berdiri, Memperlihat kan Rambut dan Gaunnya yang basah kuyup.
"nona riana.." Gumam zane
ia berjalan mendekat ke Arah julian Yang tak sadarkan diri, ia duduk dekat Julian yang terkepar
Zane kebingungan dengan Perlakuan Riana, Namun perlahan ia Tampak tahu apa yang akan riana Lakukan
Riana perlahan mendekati bibirnya ke bibir Julian
"Nona riana!"
Riana pun berhenti dan menoleh ke Zane "Apa?"
"A-.. Biarkan aku saja" Zane mendekat ke arah riana dan julian
Riana pun Geser tempat, Zane pun duduk di sebelahnya julian lalu langsung Membuat Nafas manual pada julian
julian pun perlahan membuka matanya, dan terkejut melihat seorang pria mencium bibirnya. Dengan cepat julian Melepaskan Bibir zane lalu berdiri dari Tidurnya
"Ohh, kau sudah sadar" Ucap riana sambil tersenyum
Julian sedikit terkejut "Kenapa Pria ini Mencium ku!??"
"ehmm ... Tadi aku ingin membuat nafas manual untukmu tapi dia mau menawarkan diri, jadi aku membiarkan nya" Ucap riana sambil tersenyum
sedangkan zane tampak tenang dengan perlakuan julian yang jijik akan Zane
"Seharusnya.. kakak yang membuatku nafas manual" Gumam julian dengan sedikit Gugup
Riana terdiam lalu tersenyum canggung, tidak tahu mau mengatakan apa. Tiba tiba Zane memberikannya sebuah jas Hitam berbulunya pada riana
"Kakakmu Lelah menarikmu ke daratan, Dan pasti Nafas nya pendek. Makanya Aku memberikan mu nafas manual" Ucap zane dengan tenang, Namun di balik semua ini ia bermaksud pada julian bahwa 'Ciuman nya hanya untukku, bukan untukmu'
"Tck .." Julian pun Mengalihkan pandangannya, sedangkan zane Tersenyum penuh kemenangan
"Tuan, saya datang" ucap Ajudan Zane
"Adikmu ya?" tanya zane ke riana
Riana mengangguk "Ya, dia adikku"
"Baiklah, Theo. antarkan Julian Pulang"
"Baik"
Julian pun terkejut "Tunggu, bagaimana dengan kakakku?"
"Aku akan mengantarkannya Nanti" Ucap Zane
"HAH?! Jadi kau mau menelantarkan dirinya di Sini?!" Teriak Julian dengan kesal
"Saya tidak akan begitu, Hanya saja kalian berdua beda Kereta" Ucap zane dengan tenang
"kak.. Apa kau-"
"Ya, Maaf ya? Aku dan Tuan zane perlu mengobrol sebentar. Jadi pulang lah dulu ya?" gumam riana sambil tersenyum
Julian sedikit terkejut, menatap zane yang tersenyum akan kemenangan lagi. Julian pun dengan kesal mengalihkan pandangannya "Tck.. Baiklah!"
"Anak pintar, Ayo" zane pun mengulurkan tangannya
Riana pun menerimanya dan mereka pun pergi