NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Tiri

Obsesi Sang Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Selingkuh / Harem
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lalalati

Novel Keempat belas🌶
(area 🌶. no bocil-bocil please)

Bian menjalani kehidupan remajanya dengan sempurna. Ia cewek cantik dan bergaul dengan anak-anak paling populer di sekolah. Belum lagi Theo, cowok paling ganteng dan tajir itu kini berstatus sebagai pacarnya dengan kebucinan tingkat dewa.

Namun tiba-tiba kesempurnaan masa remajanya itu runtuh porak poranda setelah kedua orang tuanya memutuskan untuk bercerai dan bertukar pasangan dengan sepasang suami istri dengan satu anak laki-laki yang juga muncul sebagai guru baru di sekolahnya bernama Saga, cowok cassanova tampan dengan tubuh tinggi kekar idaman para wanita.

Di tengah masalahnya dengan Saga yang obsesif, hubungannya dengan Theo terus merenggang. Alasannya karena Theo selalu mengatakan hal yang sama, 'harus nemenin mama.'

Semakin hari Bian semakin curiga. Hingga ia mengetahui bahwa Theo...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Let it Flow

"I love you..." lirih Theo dengan nafas yang masih menderu kepada Bian yang berada di atasnya setelah Bian mengendalikan permainan. Dikecupnya bibir Bian beberapa kali.

"Gimana kalau aku hamil?" Bian begitu khawatir. dengan nafas yang lebih menderu dari Theo. "Kamu kenapa gak cabut dulu, malah dikeluarin di dalam."

Mereka tak ada persiapan. Saat mereka akan memulai Theo mengatakan akan mengeluarkannya di luar, namun nyatanya tak sempat, cairan putih Theo terlanjur menyembur di dalam rahim Bian.

"Aku gak apa-apa kalau kamu hamil," ujar Theo tanpa ragu. "Malah aku berharap itu terjadi."

Bian seketika terkejut bukan main. Ia bangkit dari pangkuan Theo dan menggerutu sambil membetulkan letak pakaiannya. "Kamu gila, Yang? Aku masih 17 tahun! Kamu tahu aku pengen jadi model. Gimana karir aku nantinya kalau aku hamil sekarang? Gimana sekolah aku? Kamu cowok, gak akan ada masalah buat kamu. Tapi aku?"

"Aku akan tanggung jawab. Kamu akan tetap jalanin modeling kamu setelah kamu melahirkan. Kita akan nikah dan rawat anak itu sama-sama."

Bian menatap Theo dengan heran. Ia baru sadar, wajah Theo nampak lelah. Ia seperti sedang tertekan. Lalu apa ini, kenapa tiba-tiba Theo berkata bahwa tak apa jika Bian hamil. "Kamu kenapa sih, Yang? Nikah dan punya anak itu bukan main-main. Kita belum waktunya ada di tahap itu." Bian khawatir.

Theo hanya menunduk lesu. "Aku cuma pengen selalu bareng kamu. Aku gak mau kehilangan kamu."

Bian kembali naik ke pangkuan Theo. "Tapi gak ke sana juga pikirannya, Yang. Aku juga pengen selalu bareng kamu, kok." Bian merengkuh Theo dan memeluknya. "Kamu gak usah khawatir, apa pun yang terjadi, kalau mama kamu mau misahin kita, aku gak akan nyerah dengan hubungan ini. Aku sayang banget sama kamu. Kita udah sejauh ini, kamu udah aku biarin buat ngelanggar janji kamu ke daddy, itu bukan tanpa alasan. Itu karena secinta itu aku sama kamu, Yang."

Theo begitu lega. Dan lagi rasa bersalah ikut mengikuti setelahnya. Namun ia tak bisa tidak egois setelah menghadapi obsesi Julia terhadapnya. Ia sangat membutuhkan Bian lebih dari sebelumnya untuk tetap waras dalam situasi yang gila ini. Dipeluknya Bian erat dan menghirup wangi tubuh sang pacar dalam-dalam, seakan mengisi energinya.

"Tapi jangan ngomongin hamil dulu. Itu masih jauh banget," sambung Bian. "Sekarang benerin celana kamu dan kita kembali ke kelas," ajak Bian kemudian menjauh dari Theo setelah sebelumnya ia mengecup bibir Theo sebagai akhir dari segalanya di pagi itu.

"Tapi aku serius, Yang," ucap Theo tegas. "Kalau itu terjadi, kita akan nikah, kita tinggal bareng, dan besarin anak itu sama-sama.

Membayangkannya saja Bian sudah ngeri. Ia menggeleng cepat. "Gak. Aku gak akan hamil, Yang. Kamu gak usah ngomong yang macem-macem." Selain meyakinkan Theo, Bian juga meyakinkan dirinya sendiri.

Siang hari, setelah sekolah, benar saja Theo langsung dijemput oleh sang ibu. Bian tak memiliki waktu bahkan untuk sekedar mengobrol saat bel pulang berbunyi. Akhirnya Bian bersama dengan yang lain ke rumah Luis seperti biasa.

Mereka berkumpul di pinggir kolam renang. Rencananya mereka memang akan berenang sore itu. Saat sudah mengganti pakaian dengan bik ini, Bian, Regina, dan Kayra, duduk di tepi kolam renang dan mulai membasahi tubuh mereka perlahan.

"Mana Dinda?" tanya Bian.

"Lagi ngasih jatah dulu buat Luis," ujar Kayra frontal.

"Ih, Kay! Malu dengernya!" teriak Bian heboh.

"Apa sih, kok malu? Biasa aja kali, 'kan udah biasa juga mereka. Kemarin bahkan Rere perdana pakai kamar tamu sama si Andre. Cieeee...." goda Kayra.

"Serius, Re?" tanya Bian cukup tercengang.

Regina dengan pembawaannya yang tenang pun mengangguk dengan anggun. "Gak ngapa-ngapain, kok."

"Bohong, pasti udah ehm...ehm..." Kayra mulai kepada mode 'sek sy' nya.

"Gak gitu, Kay," sanggah Regina. "Beneran gak nyampe sana. Gue punya cowok kali, gak akan sampai gitulah gue sama Andre."

"Akhirnya lo ngakuin kalau lo punya cowok. Siapa sih cowok lo, Re?" tanya Bian penasaran. "Jahat banget lo rahasiain semuanya dari kita-kita."

"Kalau itu gak bisa gue kasih tahu. Kalian cukup tahu cowok gue yang kedua, Andre."

"Jadi lo beneran selingkuh?" Bian merasa tak percaya. Ia kira sosok setenang Regina pasti memiliki hanya satu cowok di dalam hidupnya.

"Ya ampun, Bi. Kita ini masih muda. Gak usah serius amat deh. Lo sih bucin overload sama si Theo, sama tuh kayak si Dinda sama si Luis. Padahal umur kita ini belum waktunya kali buat seriusan kayak gitu. Gak masalah menurut gue punya dua atau tiga cowok sekaligus. Have fun aja, ya gak, Re?" ujar Kayra yang memang memiliki pandangan dan jiwa yang 'bebas' mengenai hubungan laki-laki dan perempuan.

Bian tertegun mendengarnya. Ia jadi terpikirkan dengan hubungannya dengan sang kakak tiri. Apa dirinya dan Saga bisa disebut selingkuh juga? Tapi bukankah Bian terpaksa untuk menyambut keberadaan Saga? Itu artinya bukan selingkuh 'kan? Jika Saga tidak ada, ia pasti sudah setia pada Theo.

Namun sekilas ia ingat dengan ciumannya dengan Saga terakhir kali. Bian yang menginginkannya. Lalu apa makna ciuman itu?

"Hati gue cuma buat cowok gue. Andre itu, sebagai apa ya gue sebutnya, anggap aja gue berbuat baik sama dia. Dia suka sama gue dan gue gak tega buat nolak. Jadi ya udah. I let it flow," ujar Regina.

"Gue setuju sih sama lo, Re. Kalau lo gak nyambut Andre, circle kita jadi gak enak. Ya gak sih? Secara kita deket karena Dinda pacaran sama Luis. Terus Si Theo ngejar Bian, bareng sama si Andre ngejar lo. Kalau lo cuekin si Andre tongkrongan kita bakal canggung. Baguslah kalian jadi TTMan."

"Lo sendiri gimana, Kay? Gimana sama si cowok yang bikin lo tertarik itu?" tanya Regina.

Kayra tersipu. "Lumayan, gue sama dia tambah deket."

"Serius? Terus kapan lo mau ngenalin dia sama kita?" tanya Bian antusias.

"Ih sabar kali, jadian juga belum. Entar deh kalau udah jadi gue pasti ngenalin sama lo semua."

"Tapi kalau lo udah jadi sama dia, lo gak akan main sama cowok lain lagi dong?" tanya Bian.

"Gak tahu ya, itu sih beda lagi."

"Gimana ceritanya sih, Kay? Maksud lo, lo bakal tetep main sama cowok lain meskipun lo udah dapetin dia? Gimana kalau dia juga ternyata main cewek di belakang lo? Lo gak masalah?" tanya Regina ikut penasaran.

"Ya gak bolehlah! Gila aja. Dia harus setia sama gue. Tapi kalau gue sendiri, gue bakal nyoba kok buat setia sama dia. Cuma gue gak janji bakal bisa bener-bener setia. Ya lihat ajalah nanti gimana."

"Terserah lo deh, Kay. Bingung sama pola pikir lo," komentar Bian.

"Ya gak usah ngerti, Bi. Yang perlu kalian tahu cuma gue akhirnya tahu gimana rasanya jatuh cinta kayak yang selalu kalian bilang. Sekolah bukan tempat ngebosenin lagi bagi gue," ujar Kayra berbunga-bunga.

"Bentar, bentar, jadi cowok itu anak Manohara juga?" tebak Bian.

"Bisa dibilang gitu sih," ujar Kayra memberikan sedikit spoiler.

"Siapa ih? Kasih tahu dong!" Bian benar-benar penasaran. "Cepetan kasih tahu kita. Kalau enggak gue gak mau temenan sama lo lagi!"

"Ya ampun sampai ngancem gitu sih lo," tolak Kayra gemas.

"Gue juga gak mau temenan sama lo lagi kalau lo gak speak up," ujar Regina setuju.

"Kalau itu gak adil," protes Kayra. "Lo juga 'kan sembunyiin identitas cowok lo."

"Iya bener," setuju Bian. "Biar adil lo berdua harus spill sekarang juga."

"Tapi..." Regina keberatan. Begitu juga dengan Kayra. "Gak bisa gitu, Bi..."

"Kalau kalian masih ngehargain pertemanan kita, kasih tahu gue sekarang juga," potong Bian dengan tegas.

"Wah lo serius nih, Bi?" ujar Kayra ngeri.

"Seriuslah. Kalau nggak kasih tahu, gue gak akan nongkrong lagi bareng kalian di sini."

"Gak mungkin. Kalau mau pake kamar tamu gimana," goda Kayra.

"Theo lagi dihukum. Buat sementara waktu dia gak bisa nongkrong-nongkrong kayak biasanya," keluh Bian. "Udah deh, jangan jadi ngomongin cowok gue. Sekarang kalian ngomong, siapa cowok kalian. Kalau enggak gue marah besar. Gue bakal murka banget sama kalian."

Regina dan Kayra saling pandang. Ternyata Bian serius.

"Okay, fine. Gue bakal bilang, tapi kalian bener-bener harus rahasiain ini," ujar Kayra. Lalu ia menatap Bian. "Terutama lo, lo jangan kaget, dan jaga mulut lo jangan sampai dia tahu."

"Kenapa emangnya? Apa hubungannya sama gue?" Bian bingung.

"Cowok yang gue incer itu..."

"Ya?" Bian tidak sabar.

"Kakak tiri lo," lanjut Kayra akhirnya.

1
D_wiwied
whattt ternyata ini yg ngajarin dan ngerusak saga to, yg membuat dia jd pemain.. ee dasar maniak brondong 😁🤭
D_wiwied
heh jule, cinta itu ga bs dipaksakan you know 😠
mending td ga usah ditolongin aja, biar kamu terbebas dr obsesi ibu yg ga ada akhlaknya itu
D_wiwied
ngeri kali si Juli ini, dah masuk kategori child grooming ga sih.. ky yg rame kmrn🤔🤭
D_wiwied: bisa dibikin lepas ga sih si Theonya, apa mmg sengaja dibikin gini alurnya? biar ketahuan Bian trs akhirnya jadi sm saga, dr terpaksa jd mau gitu
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!