NovelToon NovelToon
Jika Cinta Tidak Cukup

Jika Cinta Tidak Cukup

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: LilacPink

Enam belas tahun lalu, ia menyimpan rasa pada seorang perempuan yang tak pernah ia temui secara nyata.

Waktu berlalu, hidup menuntutnya dewasa,
namun perasaan itu tak pernah benar-benar pergi.

Ketika takdir mempertemukan mereka kembali,
perempuan itu telah menjadi ibu dari tiga anak,
dan ia dihadapkan pada cinta yang tak lagi sederhana.

Di antara keyakinan, tanggung jawab, dan logika,
ia harus menjawab satu pertanyaan paling berat dalam hidupnya:

apakah cinta cukup untuk memulai segalanya dari awal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LilacPink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

POV: HANA. Dilema Hati

Aku… Hana. Sudah punya tiga anak, hidup bersama suami yang penuh tanggung jawab. Aku menikahinya karena cinta, dan kehidupan sehari-hari kami meski sederhana berjalan dengan rutinitas ibu-ibu mengurus rumah, sambil tetap menjalankan bisnis di rumah agar tetap berpenghasilan.

Tapi hari ini… aku melihat sesuatu yang berbeda di media sosial. Nama itu pasaran, tapi ada sesuatu yang membuatku berhenti sejenak. Raka.

Ya, Raka… dulu aku pernah dekat dengannya, tapi hanya sebatas SMS-an. Kami tidak pernah bertemu. Bahkan aku sudah lupa ia kuliah di mana dulu—seingatku, di Jakarta, karena katanya dapat beasiswa.

Dan sekarang… aku melihat akunnya. Kuliahnya sudah mencapai S2, dulu ia masih D3. Namun, aku ragu—benarkah ini Raka? Aku tidak ingin salah menilai. Nama Raka memang banyak.

Aku penasaran, tapi segera menahan diri. Pikirku.

“Apa gunanya aku memulai ini lagi? Aku punya suami dan anak-anak. Mengapa aku harus DM laki-laki lain?”

Namun hatiku tak mau diam. Beberapa kali aku mengetik DM, lalu menghapusnya lagi, berkali-kali. Ada rasa bersalah yang menekan, tapi juga ada rasa rindu yang tak bisa kutahan. Setiap kali aku menahan diri, hatiku berbisik,

“Ah… kenapa ya? Mengapa rasa ini muncul setelah sekian lama?”

Malam itu, aku menyadari satu hal: nostalgia itu lebih kuat dari logika, dan rindu itu bisa muncul bahkan saat kita berpikir sudah aman dalam rutinitas yang sempurna.

Akhirnya aku menyerah. Aku menatap profilnya lagi, dan rasanya… sepertinya ini memang dia. Tapi kenapa aku harus yakin hanya dengan feeling saja?

Aku teringat dulu, aku sering kesal padanya. Raka… kadang terlihat sombong, suka memamerkan prestasinya, atau berbicara dengan nada agak tinggi. Tapi mungkin, saat itu aku masih remaja dan belum pandai menilai orang. Jadi kalau memang benar ini dia… akankah ia sama seperti dulu?

Aku menahan napas, menatap layar. Penasaran ini semakin menekan hatiku. Apa benar ini Raka, teman dunia maya dari masa lalu yang pernah begitu dekat tapi tak pernah benar-benar kutemui?

“Dosa nggak ya kalau aku memulai chat duluan?” batinku.

Tapi segera kuingat aku tak berniat lebih dari sekadar memastikan identitasnya. Aku hanya ingin tahu, ini benar Raka atau bukan. Rasanya… sepertinya tidak apa-apa, kan? Hati ini berdebar, antara takut salah langkah dan penasaran yang tak tertahankan. Malam itu, aku menyadari satu hal kadang logika harus beradu dengan perasaan, dan rindu… kadang tidak bisa ditahan, meski hati tahu ada batas yang harus dijaga.

Akupun akhirnya memberanikan diri memulai chat. Rasanya jantungku berdegup tak karuan. Dan… sungguh, aku terkejut bukan main. Dia benar-benar RAKA. Aku yakin, karena semuanya cocok nama, timeline, bahkan detail kecil yang masih kuingat. Foto SMS yang dikirimnya juga membuatku tersenyum sendiri. Aku ingat itu memang tulisanku… meski banyak yang sudah kulupa dari apa saja yang dulu kukirim padanya.

Malam itu, hatiku berdesir aneh. Ada rindu yang datang begitu deras, tapi juga rasa aman karena mengetahui identitasnya pasti. Rasa penasaran yang menumpuk selama bertahun-tahun akhirnya terjawab.

Aku tersenyum, menatap layar, dan merasakan campuran nostalgia dan kehangatan yang belum pernah kurasakan sejak lama. Semua kenangan itu terasa hidup kembali, seolah waktu tidak pernah berjalan tapi juga memberi jarak yang membedakan kita sekarang.

Setelah memastikan dia benar-benar Raka, aku mencoba menenangkan diri.

“Mungkin… seperti biasa saja,” batinku. Tidak ada yang berubah, kecuali hatiku yang tiba-tiba berdetak lebih kencang. Aku takut melangkah lebih jauh, takut rasa ini melanggar batas yang aku tahu seharusnya dijaga. Aku mengingat jati diriku seorang istri, seorang ibu, dan perempuan yang punya tanggung jawab.

Tapi… aku tak bisa menahan diri. Aku mengunjungi profilnya. Dan… wow. Raka… ganteng sekali. Wajahnya dulu hitam manis, tapi sekarang lebih cerah, bibirnya pas, ngepink, tidak tipis, tidak tebal. Mata yang dulu kurasa biasa saja, kini terlihat lebih tajam, tapi hangat.

Aku bahkan memperhatikan, ia suka nge-gym. Tubuhnya… wow. Ototnya terlihat terbentuk, bahu bidang, lengan kekar tapi proporsional. Gantengnya… hahaha, aku tertawa sendiri dalam hati.

Rasanya aneh antara kagum, rindu, dan sedikit tergoda. Tapi aku menepisnya. Aku harus ingat siapa aku, dan di mana posisiku sekarang. Namun, jujur… sulit untuk tidak tersenyum sendiri saat menatap layar itu.

Aku menatap layar lagi, menahan napas. Rasanya aneh rindu dan kagum bercampur menjadi satu, tapi logika terus menahan langkahku. Aku ingin sekali menulis sesuatu, mengirim DM kecil, atau sekadar memberi tanda bahwa aku melihatnya. Tapi aku mengingat siapa aku sekaran istri, ibu, perempuan yang punya tanggung jawab.

Malam itu aku tersenyum sendiri. Hanya tersenyum. Menikmati perasaan ini dari kejauhan, seperti menatap bintang yang indah tapi tak bisa dijangkau. Namun hatiku tak bisa diam. Ada rasa penasaran yang terus menekan, bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika aku benar-benar memulai percakapan lagi…

Untuk sekarang, aku menahan diri. Tapi aku tahu, ini baru permulaan, dan sesuatu di antara aku dan Raka sesuatu yang lama tertunda mulai bergerak perlahan. ya tuhan..

1
Rara Purnama
q suka banget. kayak di dunia nyata. ceritanya reltade dan masuk akal ga dbuat2 gitu ga alay
LilacPink: makasih ya ka
total 1 replies
Rara Purnama
thor itu lagu Element ya. vokalisnya baru meningga tgl 25 tepat saat kamu mulai menulis ya thor. semangat thor💪
LilacPink: iya sedih banget lucky meninggal innailaihi wa innailaihi rojiun
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!