NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Hamil di luar nikah / Cintapertama
Popularitas:874
Nilai: 5
Nama Author: Eka Nawa

Arumi gadis yang sebelumnya sangat bahagia dengan keluarga kecilnya harus menelan pil pahit yang mana ia harus kehilangan suaminya.

Di tambah lagi dia harus menikah dengan pria yang membuat suaminya tiada karena hamil dengan pria itu

Akan kah pernikahan mereka bertahan lama, dan bagaimana kehidupan Arumi setelah menikah dengan kenan Dirgantara

happy reading 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 31

Esok paginya tepatnya di kantor Kenan bercerita pada Jimmy tentang penelpon yang semalam. Mereka meminta agar Kenan datang untuk menyelematkan adiknya.

"Apa orang tua mu tau?" tanya Jimmy sangat khawatir dengan kesehatan Arsyad jika dia tau putrinya di culik pastilah dia akan drop kembali dan bisa-bisa kena serangan jantung.

Kenan menggelengkan kepalanya,"Aku bilang Riana sedang ke luar kota ada pekerjaan tidak sempat pamit," terang Kenan.

Sungguh rumit apa yang sebenarnya terjadi. Siapa yang menculik Riana? Mereka tidak sebutkan nama dan hanya menyuruh Kenan datang karena seseorang ingin bertemu.

"Narendra ... Sudah dipastikan dia yang menculik Riana," celetuk Jimmy sangat yakin.

"Kalau benar dia ... Aku tidak akan memaafkannya!" seru Kenan tangannya terkepal kuat raut wajahnya berubah serta sorot matanya yang tajam mengisyaratkan tidak ada lagi yang namanya persahabatan diantara mereka.

Kenan beranjak pergi lalu Jimmy menahannya,"Kau mau pergi ke sana?" tanya Jimmy dengan menahan pintu.

"Iya, aku akan menyelamatkan adik ku," ujar Kenan.

"Bodoh! Mungkin saja ini pancingan Kenan. Jangan gegabah kita buat rencana," Jimmy meraih ponselnya dan menelepon seseorang.

Di tempat lain seorang wanita muda sedang mengalami penyiksaan oleh pria yang sangat ia kenal. Riana tidak merasa takut sedikitpun walaupun memang dia sangat terkejut melihat penculiknya adalah Narendra, sahabat dari sang kakak dia tidak lantas panik dan tetap tenang.

"Mau apa kau sebenarnya! Jangan pernah kau melukai kakak ku dasar pengecut!" umpat Riana yang merasa marah andai saat ini dirinya tidak diikat sudah dipastikan dia kn menghajar Narendra.

"Pengecut! Kau bertanya aku mau apa?! Sudah pasti aku mau jasad kakak mu!" sentak Narendra pada Riana yang kini hanya memejamkan matanya. Perkataan Narendra serasa sangat sakit di telinga ia tidak tahan mendengar nya.

"Itu tidak akan pernah terjadi! Kakak ku orang baik dan tulus dia akan selalu dilindungi dari manusia brengsek seperti kau ... Dan Arumi!" tekan Riana tidak gentar sedikitpun membuat pria itu menatap tajam padanya mencengkram kursi ingin sekali ia merobek mulut wanita yang di hadapannya.

"Pria brengsek sebenarnya adalah kakak mu! Dia yang telah melenyapkan kakak ku!" Narendra melepaskan cengkraman nya ia berusaha menetralkan emosinya memalingkan wajah yang penuh amarah dari hadapan Riana.

Sedangkan wanita itu hanya berdecih menatap Narendra dengan tatapan kasihan,"Kau sudah kemakan omongan wanita itu. Tanya dalam hati mu selama kau berteman dengan kak Kenan apa pernah ia mencelakai orang lain dengan sengaja? Tidak kan? Kau tau itu,"

"Aku beritahukan kebenaran nya padamu, Narendra ... Saat kecelakaan terjadi kakak ku memang menyetir dalam keadaan melamun tapi dia di jalan yang benar lalu kakak mu datang melawan arah jadilah dia tertabrak oleh mobil kak Kenan. CCTV sudah membuktikan semuanya tapi karena rasa benci Arumi pada kakak ku ia merasa kebahagiaannya direnggut oleh kakak ku jadilah ia melebih lebihkan cerita yang bukan sebenarnya terjadi," Narendra beralih menatap kembali Riana seolah ia tertarik dan membandingkan ceritanya dan cerita yang ia dapatkan dari Arumi.

"Tapi mungkin ini memang takdir coba bayangkan jika kakak mu masih hidup ia akan tau bagaimana sifat asli dari istrinya dan menerima kenyataan jika dia mempunyai seorang adik pendendam dan selalu mengikuti amarahnya," sambung Riana lagi.

"Diam kau!" pekik Narendra ia kesal mendengar perkataan Riana yang seolah menyudutkannya membanting semua barang yang ada di ruangan itu.

Mungkin ruangan itu tidak bisa dikatakan sebuah tempat yang layak karena itu adalah gudang tepatnya kamar yang tidak terpakai yang berada di ruang bawah tanah di kediaman Narendra.

***

Di ruangan gelap Riana seperti sesak napas tubuhnya semakin melemah tidak bisa bergerak. Akhirnya tangisannya pun tumpah seketika pikirannya kalut karena rasa ketakutan akan kakaknya yang datang menolongnya. Bukan karena tidak ingin ditolong tapi ia tidak mau ambil resiko jika nantinya Narendra menghabisi kakaknya.

Riana menarik napas sangat dalam derap pintu yang terbuka mengalihkan pandangannya tubuhnya kembali menegang, tetapi saat seorang masuk ke dalam dengan langkahnya yang pelan membuat hatinya sedikit lega lalu ia menghampiri Riana dengan beberapa makanan di tangannya.

"Minumlah, kau pasti haus," Riana mengangguk ia mengikuti arah gelas yang mana dipegang oleh seseorang itu.

Kemudian ia menyuapinya dengan perlahan tidak ada raut wajah sedih atau rasa takut yang berlebih Riana makan nasi itu dengan amat tenang.

"Riana, aku akan membantumu keluar dari sini," ucap Helen tapi Riana menggelengkan kepalanya dan segera menelan makanannya

"Jangan kak itu beresiko terimakasih sudah menemui ku di sini, aku sudah kenyang kakak kembali lah sebelum Narendra pulang," titah Riana merasa sangat khawatir karena kalau Narendra sampai tau Helen akan mendapatkan penyiksaannya lagi.

"Kenan pasti datang dan ..."

"Nyonya sebentar lagi Tuan akan kembali mohon cepatlah," salah satu bodyguard berpihak pada Helen ia kasihan dengan wanita itu tapi juga tidak bisa menolongnya secara langsung.

"Pergilah, kak aku akan baik-baik saja," ujar Riana dan Helen pun beranjak pergi meninggalkan gudang itu.

Bodyguard itu hanya menatap kepergian Helen lalu ia masuk ke dalam pintu pun tertutup rapat, Riana panik matanya membulat melihat bodyguard tersebut membuka jasnya lalu dibukanya kancing kemejanya satu persatu mendekati Riana.

Riana yang takut ia mencoba menggerakkan kedua kakinya untuk mundur tapi sangat sulit saking paniknya ia terus berusaha karena bodyguard itu semakin mendekat membuat posisi kursi miring dan ingin jatuh.

"Kau sedang apa?" bodyguard itu langsung meraih kursi lalu membenarkan posisinya kembali. Riana menutup kedua matanya memalingkan wajah.

"Tolong jangan sakiti aku," Liri Riana.

"Buka matamu!" seru pria itu lalu Riana membuka matanya perlahan alisnya terangkat ketika yang ia lihat pertama kali adalah sebuah sendok yang berisi makanan disodorkan ke arah mulutnya.

Riana menatap pria itu seolah bertanya,"Buka mulut mu habiskan, kau butuh tenaga untuk melawannya bukan?" ujar Pria itu Riana tidak langsung percaya walaupun makanan yang sama diberikan oleh Helen, tetapi ia takut makanan itu sudah diberi sesuatu yang dapat membuat Riana tertidur atau apapun yang membahayakan dirinya.

Plak

"Akkhh ... Kau!" seru Riana melotot kan matanya pada pria itu.

Pria itu tersenyum melihat raut wajah Riana yang terlihat kesal,"Kau bisa marah juga ya," Riana lagi-lagi terkejut karena pria itu malah memakan nasi yang tadi ditujukan padanya.

"Aku tau isi kepala mu tapi lihat kan aku tidak menaruh racun di makanan mu ini," ujar sang pria ia menyendok kembali nasi tersebut lalu memberikannya pada Riana.

"Siapa kau? Bukan kah kau bekerja untuk Narendra. Mengapa kau baik padaku dan juga Helen?" tanya Riana penasaran.

Sendok itu di taruh kembali ia menatap lekat Riana membuat dirinya risih dengan tatapan yang entah apa itu yang jelas Riana tidak suka ia menatap nya dengan penuh nafsu.

"Kau tidak perlu tau," pria itu melihat ponselnya lalu langsung saja ia bergegas keluar Riana hanya menatapnya sekilas ia menyandarkan tubuhnya memejamkan kedua matanya kembali.

Ceklek

pintu terbuka kembali sontak Riana membuka matanya menatap ria itu kembali lagi mengambil jasnya sebelum pergi lagi pria itu berkata.

"Bersiaplah untuk nanti malam karena mungkin kakak mu akan datang dan membebaskan mu dan Helen tapi setelah kau bebas aku akan segera melamar mu dan kita akan menikah,"

"Apa?! Menikah?"

*

*

Bersambung.

1
Shōyō
uwwwww calon
Shōyō
hayolohh
Shōyō
njayyy sapa nichh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!