terinspirasi dari film: Takut Gak Sih.
menceritakan seorang You Tuber dengan nama Chanel Takut Gak Sih yang membuat konten untuk membongkar kasus kematian para arwah gentayangan dari berbagai daerah dan pulau.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
misteri rumah gantung part 6
"GITA..!!!!" Atmo, Bima, dan Nino yang baru saja sampai kaget bukan main, melihat Galang yang sedang memegangi Gita.
Atmo langsung mengambil kursi dan naik ke atasnya kemudian melepaskan tali tambang yang menjerat leher Gita.
Setelah tali tambang itu lepas Gita langsung lemas dan jatuh lunglai.
"Gita bangun, kamu tidak kenapa kenapa kan?" Ucap Cahaya yang berusaha menggoyang goyangkan tubuh Gita tetapi Gita sudah pingsan.
Galang tolah toleh di sekitar kamar ini, tidak ada arwah melody di sini dan sudah tidak ada pocong pocong itu entah mereka pergi kemana.
"Sebaiknya kita segera pergi dari rumah ini sekarang, aku takut kita akan kenapa napa.." ucap Galang yang merasakan perasaan tidak enak, seolah arwah Melody tidak menerima kehadiran mereka di sini.
"Kalau begitu ayo cepat kita bawa Gita.." sahut Vina.
Nino dan Bima langsung membawa Gita, mereka kemudian secara bersama sama hendak keluar dari rumah Gantung ini.
"Dengarkan aku, tolong pikiran kalian jangan ada yang kosong..." ucap Galang.
Semuanya mengangguk tidak berani mempertanyakan ucapan Galang. Akhirnya mereka berhasil membawa Gita keluar dari rumah gantung itu mereka langsung membawanya ke rumah Santi.
Gita di baringkan di kamarnya, tampak Santi menangis sesenggukan memeluk Gita yang sudah sadarkan diri namun tatapan matanya kosong seolah tidak ada jiwa di dalam tubuhnya.
"Gita kamu kenapa! Gita.!!! Hiks.." Santi mencoba membangunkan Gita.
Nino dan Bima hanya bisa menunduk mereka sudah menjelaskan semuanya kepada Santi, namun Santi hanya diam dan tidak menjawab sama sekali.
Sementara semua Tim Takut Gak sih duduk di ruang tamu membahas masalah ini.
"Sebenarnya hanya ada satu cara untuk menyelamatkan Gita..." bisik Galang tidak ingin di dengar oleh Santi.
"Gimana caranya?" Tanya Atmo penasaran..
"Kamu lihat tadi Ngat? Walaupun Gita udah sadar tapi tatapan dia kosong, seolah bgga punya Jiwa. Itu semua karena jiwanya sedang di tahan, kemungkinan yang menahannya adalah arwah Melody.. aku tidak tahu mengapa arwah Melody sangat benci kepada Gita... satu satunya cara agar Gita bisa selamat adalah dengan aku masuk ke alam bawah sadarnya.."
"Hmmm... tapi artinya itu sangat berbahaya Lang.." sahut Cahaya.
"Nggak apa apa, Ay. Lagian yang bisa nolong Gita cuma aku. Aku juga mau minta tolong kepada kalian, tolong ketika aku tidak sadar tolong bacakan ayat kursi dan jangan terputus sebelum aku sadar.. apa kalian paham?"
Semuanya mengangguk...
Galang dan yang lainnya masuk ke kamar, setelah izin dan menjelaskan semuaya kepada Santi akhinya Galang duduk bersila di samping Gita yang berbaring dengan tatapan kosong menatap platfrom.
Setelah membaca bismillah Galang memejamkan matanya dan dia sudah berpindah ke alam bawah sadar Gita.
Jiwa Galang kini berada di rumah gantung itu, Galang mulai berkeliaran di situ mencari di mana Jiwa Gita di tahan oleh arwah Melody.
Galang menyusuri rumah itu, namun keanhean tiba tiba terjadi suasana yang awalnya sangat sepi mendadak ramai seperti ada acara pernikahan di rumah itu. Galang berfikir mungkin Melody ingin menunjukan hari pernikhannya kepada dirinya.
Galang berdiri diam di pinggir meja kecil menatap ruang tamu yang kini tampak sudah sangat ramai dengan orang orang yang memakai pakaian batik dan gamis layaknya orang orang kondangan.
Pemandangan berubah, Galang kini berada di kamar Melody ia melihat Melody dan kedua orang tuanya berdebat.
"Aku tidak mau menikah dengan Rendi Ayah ibu, apalagi menjadi istri ketiganya. mengapa ayah dan ibu selalu memaksaku!" Ucap Melody dengan suara sesenggukan menahan isak tangis.
"Kamu harus tetap menikah dengan Rendi! Karena ayah dan ibu tidak bisa membayar hutang ayah dan ibu kepada dia!" Jawab ibu Melody tegas.
"Ibu dan ayah yang berhutang kepada Rendi! Kenapa hatus Melody yang menjadi korbannya? Kenapa tidak ibu saja yang menikah dengan buaya darat itu!"
"Melody!!!"
Plak!
Terdengar syara tamparan keras di pipi Melody.
"Memangnya kamu mau menjadi anak durhaka, hah?!!"
"Tapi bukan dengan cara begini untuk menunjukan baktiku kepada ibu dan ayah.. Melody juga berhak memilih calon suami Melody sendiri, kalau masalah hutang nanti kita bisa pikirkan sama sama.."
"Nak, tolong pahami posisi ayah dan ibumu. Kamu tahukan kalau ayah dan ibu tidak bisa membayar hari ini maka ayah dan ibu akan masuk ke penjara dan rumah ini satu satunya harta kita akan di sita oleh Rendi, tolong bantu ayah dan ibu nak.."
"Tapi bu, aku sudah punya pacar. Dan kita sudah berjanji akan menikah.."
"Tidak, ayah tidak setuju pokoknya kamu harus menikah dengan Rendi titik!"
"Tapi pak.." belum sempat Melody menyelesaikan kalimatnya Ayah dan ibu Melody sudah terlebih dahulu melenggang pergi dan mengunci pintu kamar Melody dari luar.
Melody hanya bisa duduk di pinggiran ranjang dan menangis sesenggukan.
Galang masih di situ. ia kini paham ternyata Melody di paksa menikah dengan laki laki yang tidak ia sukai.
Pemandangan kembali berubah, masih di kamar Melody saat ini tampak Melody sedang di rias oleh MUA.
Air mata Melody terus mentes di pipinya, hati Galang terasa tersentuh melihat itu.
"Tolong mbak, jangan menangis lagi. Inikan hari pernikahan Mbak, seharusnya mbak Bahagia bukan justru menangis.." ucap MUA itu yang memang tidak mengetahui apapun.
Melody hanya diam tidak menjawab. Setelah semua selesai kini Melody tampak sangat cantik dengan baju pengantin jawa.
Setelah semua siap MUA dan yang lainnya meninggalkan Melody di kamar. Sampai menunggu sang mempelai pria datang Melody harus menunggu di kamarnya.
Tampak Melody terus memperhatikan layar ponselnya seperti menunggu telephone dari seseorang, "kenapa kamu tidak datang datang sih Ben?" Gumam Melody.
Ternyata Melody sedang menunggu kekasihnya.
Acara sudah akan di mulai tiba tiba ada seseorang yang masuk dengan memakai gamis dan cadar, orang itu langsung mengunci kamar Melody dari dalam.
"Siapa kamu? Kenapa kamu masuk kesini?" Tanya Melody panik.
"Tenang Melody, ini aku Benny.." ternyata orang itu adalah laki laki yang menyamar menjadi perempuan.
Melody langsung berlari dan memeluk kekasihnya, "aku tidak mau menikah dengan Rendi! Bawa aku pergi dari sini Benny!"
"Aku kesini memang karena ingin membawamu pergi dari sini, Mel. Bersiaplah kita akan pergi sekarang.." ucap Benny.
Benny membuka pintu secara perlahan, tetapi siapa sangka di depan pontu sudah ada Rendi yang memakai jas rapi berdiri di sana.
Melihat Benny dan Melody yang hendak melarikan diri, Rendi langsung mendorong mereka hingga masuk kembali ke dalam.
Rendi langsung menutup pintu kamar itu.
Bugh!
Ia kemudian menendang Benny, "beraninya kamu ingin membawa Melody!" Ucapnya.
Ia kemudian menarik tangan Melody, "kamu! Kamu sudah menjadi jaminan utang orang tuamu jadi jangan berusaha macam macam denganku!"