NovelToon NovelToon
Aku Bukan Milik Langit

Aku Bukan Milik Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang / Budidaya dan Peningkatan / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:982
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

Di dunia yang tunduk pada Mandat Langit, kultivasi bukan sekadar kekuatan, melainkan belenggu. Setiap embusan qi dikenakan pajak oleh langit, dan mereka yang membangkang akan dikutuk dalam kehancuran. Di tengah tatanan tiran ini, hiduplah Li Shen, seorang yatim piatu fana dengan meridian cacat yang dianggap sampah oleh dunia.

Namun, penolakannya terhadap anugerah langit justru menarik perhatian Dewa Xuan Taiyi.

Selama seratus tahun, Li Shen ditempa dalam isolasi dimensi Taixu Shengjing, mengasah Kehendak Murni yang tidak mampu diintervensi oleh dewa mana pun. Ia bangkit kembali bukan sebagai pahlawan, melainkan sebagai Penolak Takdir.

Perjalanan panjangnya di mulai dari Perkumpulan Tanpa Mandat, sebuah gerakan revolusi rakyat kecil Lianzhou yang muak dengan penindasan langit. Bersama Yan Shuhua (Hua'er), gadis pembunuh bayaran yang setia, dan Ru Jiaying, penjinak binatang roh misterius, Li Shen memulai perang mustahil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 : Di Antara Pedang dan Manusia

Matahari telah mencapai puncaknya ketika Li Shen melangkah kembali ke Selendang Merah. Langit Hongluo membentang cerah tanpa penghalang, namun teriknya terasa menggigit kulit. Melalui pintu samping losmen, ia masuk dengan langkah yang tetap tenang meski jubah hitamnya telah berselimut debu jalanan. Di punggungnya, Pedang Langit terikat erat, terbungkus kain yang menyamarkan bentuk aslinya.

Di halaman depan, kesibukan pagi masih menyisakan beberapa tumpukan peti kayu dari karavan dagang. Sosok Luo Pang terlihat sedang bergelut mengangkat salah satu peti itu. Tubuhnya basah oleh peluh, wajahnya merah padam akibat pengerahan tenaga fisik, bukan lagi karena pengaruh arak. Begitu penglihatannya menangkap sosok Li Shen, wajahnya seketika berseri.

“Tuan! Kau kembali!”

Peti itu dijatuhkannya dengan bunyi gedebuk yang berat. Ia menghampiri Li Shen dengan langkah lebar dan antusiasme yang meluap. “Aku dengar kau mendatangi cabang Paviliun Tianlu sendirian! Gila! Tapi hebat! Seluruh Hongluo membicarakanmu tentang bagaimana kau menghajar dua murid Paviliun demi seorang pedagang miskin!”

Li Shen tertegun sejenak. Luo Pang tampak seperti manusia yang berbeda dari yang ia temui tadi pagi. Meskipun aura qi-nya masih terasa lemah, ada kejernihan di matanya. Li Shen membatin, apakah tendangan telak Hua’er pagi tadi benar-benar sanggup menggeser letak kewarasan di otak pria ini?

Luo Pang kini mengenakan pakaian kerja kasar, serupa dengan pekerja laki-laki lain di Selendang Merah. Rambutnya terikat rapi ke belakang dan wajahnya tampak lebih bersih. Bahkan Madam Luo tidak pernah memberinya seragam semacam itu meski Li Shen telah cukup lama membantu di sana.

“Kau… diterima di sini?” tanya Li Shen sambil menyipitkan mata.

Luo Pang mengangguk penuh semangat. “Benar, Tuan! Madam Luo menerimaku. Aku mulai mengangkut barang, menjaga gudang, dan mengurus hal-hal kecil. Katanya aku berguna untuk menebus kebodohan masa laluku.” Ia menggaruk pelipisnya sambil terkekeh canggung. “Meskipun aku sering hilang kesadaran saat mabuk, aku berjanji akan setia mulai sekarang, Tuan.”

Dari ambang pintu depan, Madam Luo berdiri bersedekap. Kipas di tangannya terbuka, sorot matanya yang tajam sempat memindai tubuh Li Shen sebelum akhirnya menyiratkan kelegaan karena tidak melihat luka sedikit pun.

“Masuklah,” ujarnya pelan. “Ceritakan semuanya.”

Li Shen mengangguk dan mengikutinya ke ruang kecil di belakang meja depan. Hua’er tidak terlihat, mungkin masih mencuci pakaian di sungai atau menjalankan tugas lain. Sementara Luo Pang kembali ke halaman, meski langkahnya sengaja diperlambat, telinganya condong ke arah pintu.

Di dalam ruangan, Li Shen menceritakan segalanya secara ringkas: kunjungannya ke Paviliun Tianlu, konfrontasinya dengan Han Qingshan, hingga bagaimana konflik terbuka berhasil dihindari. Han membiarkannya pergi, namun ancaman yang ditinggalkan birokrat itu terasa sangat nyata.

Madam Luo menutup mulutnya dengan kipas, lalu menghela napas panjang. “Syukurlah kau tidak terluka.” Wajahnya kembali serius. “Han Qingshan itu sama busuknya dengan pejabat Tianyuan lainnya. Namun, ketidakadaan qi dalam dirimu adalah pelindungmu hari ini; dia belum menganggapmu sebagai ancaman serius.”

Nada bicaranya mendadak menajam. “Tapi dengar, Li Shen. Jika kau bertindak nekat seperti tadi pagi lagi, mereka tidak akan ragu membantaimu sebagai peringatan bagi yang lain. Dan jika itu terjadi, Selendang Merah akan ikut terseret ke dalam lubang kematian.”

“Aku mengerti,” Li Shen mengangguk.

Sorot mata Madam Luo melembut saat ia menatap pemuda di hadapannya. “Kau nekat, tapi aku paham. Hatimu memang tidak diciptakan untuk diam melihat rakyat kecil diperas.”

Li Shen menunduk, menatap telapak tangannya sendiri. Kosong. Tanpa qi. Namun, getaran Kehendak Murni di dalam jiwanya justru berdenyut lebih kencang dari sebelumnya. Tekanan domain Han Qingshan tadi kembali terngiang dalam ingatannya, sebuah manifestasi kekuatan dari kultivator tingkat 7 Penguasa Domain tahap awal. Kekuatan yang sanggup memampatkan ruang dan memanipulasi realitas.

Jika pertarungan tadi pecah, Li Shen menyadari ia mungkin akan kalah, atau setidaknya menang dengan harga yang terlalu mahal. Untuk menghancurkan tirani Tianyuan, ia butuh kekuatan yang jauh melampaui ini. Namun, dunia fana tidak memiliki tempaan ekstrem seperti dimensi Taixu, kecuali jika ia terus-menerus bertaruh nyawa di medan laga.

Atau… apakah keberadaannya sekarang justru membuatnya lebih rentan? Selendang Merah, Hua’er, Madam Luo, bahkan Luo Pang. Apakah kepeduliannya pada mereka justru menjadi beban yang melemahkan langkahnya?

“Madam,” panggil Li Shen memecah keheningan.

Madam Luo yang sedang memeriksa catatan akuntansi menoleh. “Apa?”

“Berikan aku misi,” ujar Li Shen tegas. “Sesuatu yang jauh dari losmen ini. Jauh dari Hongluo.”

Gerakan tangan Madam Luo terhenti. Kipasnya diletakkan di atas meja. “Jauh? Kenapa?”

“Aku harus menjadi lebih kuat,” jawab Li Shen tanpa ragu. “Aku tidak bisa mencapainya dengan menetap di sini. Jika aku tetap di Hongluo, Han Qingshan atau Zhao Tianlong akan datang mencari masalah cepat atau lambat. Aku tidak ingin Selendang Merah menjadi pelampiasan kemarahan mereka.”

Madam Luo menatapnya dalam diam, mencoba menyelami pemikiran Li Shen. “Kau takut menjadi lemah karena kini kau tidak lagi sendiri?”

Li Shen tidak menjawab, namun diamnya adalah sebuah pembenaran.

Madam Luo menghela napas panjang. “Bodoh. Sendirian mungkin membuatmu lebih kuat, tapi itu juga jalan tercepat menuju liang lahat.” Ia menggeleng pelan. “Di sini kau punya sekutu. Hua’er. Aku. Bahkan si pemabuk konyol itu.”

Melihat raut wajah Li Shen yang tetap teguh, Madam Luo akhirnya melunak dan menghela napas kedua kalinya. “Tapi aku juga mengerti ambisimu untuk melatih kekuatan.”

Mereka berbicara cukup lama, menimbang risiko dan rencana ke depan. Akhirnya, Madam Luo mengangguk setuju.

“Makanlah dulu,” tegasnya. “Selesaikan tugasmu hari ini dan istirahatlah. Malam nanti, aku akan memberimu sebuah misi. Jauh dan berbahaya, tapi kurasa sangat cocok untuk menempa seseorang sepertimu.”

Li Shen bangkit dan membungkuk hormat. “Terima kasih.”

“Jangan mati, Li Shen,” gumam Madam Luo pelan. “Kau berjanji melindungi kami, tapi jangan lupa bahwa kami pun ingin kau tetap hidup.”

Li Shen tersenyum tipis, sebuah ekspresi langka yang menyiratkan ketulusan. “Aku tahu.”

Hari berlalu dengan rutinitas yang biasa. Li Shen kembali mengangkat peti dan menjaga gerbang. Luo Pang tetap berisik seperti biasanya, namun bicaranya kini lebih terjaga. Sore harinya, Hua’er kembali. Langkahnya sempat terhenti saat melewati Li Shen, ia memberikan sebuah anggukan singkat yang dingin sebelum berlalu pergi, menyisakan kesunyian yang sarat makna di koridor losmen.

1
yuzuuu ✌
bau2 istri MC 🤭
yuzuuu ✌
lanjut lanjutt lanjut thor..... suka bngtt 😍
MuhFaza
lanjutt
yuzuuu ✌
wkakaka mampus
yuzuuu ✌
bakal se op apa beliau2 ini 👀
MuhFaza
baguss
MuhFaza
tpikal novel zero to hero
yuzuuu ✌
wakakak 🤣👍
yuzuuu ✌
meskipun menolak pemberian langit tapi nggak mulai dari nol yh,. si Xuan yg kasi secara cuma2 atw karena li Shen membunuh bayangan2 di taixu jadi naik tingkat?
yuzuuu ✌
apakah nanti jadi jodohnya huaer? 👀🤭
DanaBrekker: /Doge/
total 1 replies
yuzuuu ✌
🤣/Sob/
yuzuuu ✌
jarang nemu novel yang pembukaannya rapi begini thor. semangat 👍
DanaBrekker: /Good/
total 1 replies
yuzuuu ✌
suka tipe MC sampah begini di awalnya. tinggal jejak dulu thor, lanjutkan 👍
DanaBrekker: /Good/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!