Tangisan bayi merah itu membuat Kiara menyerah dan menerima keinginan kedua orang tuanya. Menikah dengan ayah kandung dari bayi merah yang baru saja di tinggal kan ibu nya. Kiara mengorbankan cinta dan masa depan nya bersama kekasih hati untuk hidup dengan Bryan dan bayi yang baru saja hadir. Bagaimana kah kisah mereka???? Akankah Kiara kembali lagi ke kekasih nya, atau malah menjalankan rumah tangga bersama Bryan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yora Yul Martika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 5
Leo menepati janji nya , dia hadir bersama Anton sahabat nya . Mama papa pun tidak menghiraukan keberadaan Leo , mungkin karena mama atau pun papa sibuk dalam menyampaikan tamu maupun keluarga dan kerabat yang datang dari jauh.
Hingga di saat tentangga dan para tamu hampir semua meninggal kan rumah. Aku menangkap Leo yang di temani Anton berjalan menuju ke arah aku bersama mama papa beserta kedua orang tua mas Bryan. Sedang kan mas Bryan hanya diam mematung di sebelah papa nya , entah kenapa Aura dingin dari Kaka ipar ku itu membuat ku takut seperti tidak ada lagi gurauan dan candaan dalam hidup nya.
" Om Tante, kami turut berdukacita atas meninggalnya mbak Kinan, inshaAllah mbak Kinan di tempat kan di sisi terbaik Allah, aaaminn " ujar Leo kepada papa dan mama
" Terimakasih Leo " ucap mama sedikit menanggapi sedang kan papa hanya mengangguk saja
Selanjutnya Leo menyalami mas Bryan dan kedua orang tua nya. Ada yang aneh dari tatapan kedua orang tua mas Bryan kepada Leo, tapi apa ya? Entahlah mungkin hanya perasaan ku saja .
***
Huekk hukee huekkk tangis Alana kini telah menghiasi rumah kami. Kemarin Alana pulang di jemput oleh papa mama dan mas Bryan yang di temani oleh kedua orang tua nya.
Bayi cantik tersebut, di oper dari tangan ke tangan . Andai kamu ada disini mbak, pasti ini adalah hari bahagia nya kita bersama tapi sayang Tuhan berkehendak lain .
"Kiara , seperti nya Alana haus " ucap Tante Astrid membuyarkan lamunanku
" Iya Tante, sebentar Kiara bikin susu dulu " aku bergegas ke belakang, mbak anak mu haus, kenapa kau tak ada disini
" Ini Tante " tidak perlu waktu lama untuk aku membuat susu formula Alana
" Pak Roy, seperti nya kamu harus pulang ke Jakarta besok pagi. Malam ini adalah malam ketiga Kinan pergi meninggalkan kita, saya pikir kenapa tidak sekarang saja kita bicara kan " ujar om Bram berbicara kepada bapak namun kenapa melirik aku dan mas Bryan yang sedang melirik photo mbak Kinan
" Dan pas di hari ke tujuh, kami akan datang lagi sekali an untuk melaksanakan apa yang di inginkan oleh mendiang Kinan" ujar Tante Astrid, memang nya apa yang di inginkan msbk Kinan semasa dia hidup? Entah lah aku yang sedang memberi kan susu kepada Alana enggan untuk membuka suara meskipun rasa ingin tahu ku sangat kuat
" Baiklah pak Bram buk Astrid, kamu mengikut saja " jawab bapak menghirup nafas panjang
" Kiara sini Alana bersama mama dulu, kamu dan bryan ayo duduk dulu " ucap mama mengambil Alana di pangkuan ku
" Bryan papa mama mau bicara" dengan cepat lelaki yang masih menjadi Kaka ipar ku tersebut melangkah kaki nya ke tempat semua orang duduk
" Ada apa mah pah?" Tanya Bryan , yang juga kebingungan sama seperti aku
" Ekhm ini menyangkut Alana " ujar papa membuka pembicaraan nya
" Ada apa dengan Alana pa?" Tanya ku dengan mengernyitkan dahi kebingungan
" Hmm begini Kiara , om dan Tante melamar kamu untuk menjadi istri nya Bryan anak kandung om dan menjadi ibu sambung bagi cucu kami yaitu Alana yang tidak lain adalah keponakan kamu sendiri" tengggggg seperti ada bongkahan batu di dalam tenggorokan ku mendengar kan apa yang terucap dari bibir om Bram . Apa aku salah dengar?
" Pah, bahkan kuburan istri ku kinan masih basah dan papa mama dengan berani nya melamar Kiara yang jelas jelas adik kandung Kinan untuk di jadikan istri ku?" Amarah mas Bryan sangat jelas terpancar di dalam mata nya
" Apa yang di ucapkan mas Bryan benar , lagi pula aku adik nya mbak Kinan, tidak mungkin aku menjadi istri suami nya " jawab ku kemudian, apa mama papa lupa jika aku juga mempunyai dambaan hati? Leo adalah kekasih ku yang akan menjadi suami ku
" Karena kamu adik nya Kinan, Ki makanya kamu memilih untuk mewujudkan impian mbak mu, apa kamu lupa atas apa permintaan mbak mu di rumah sakit sebelum Kinan meninggal kan kita semua ?" Kini papa yang berbicara kepada ku, aku mengingat segala nya , dan semua itu masih terngiang-ngiang jelas di kepala ku
" Aku tidak lupa pah, tapi aku tidak menyangka jika mama papa , om dan Tante akan mewujudkan permintaan mbak Kinan tersebut " ujar ku dengan sedikit keras, bukan kah aku ber hak dengan hidup ku sendiri? Kenapa sekarang aku malah menjadi korban disini, mbak Kinan bantu aku hiks hiks
" Pelan kan suara mu nak, ini papa mu . Apa maksud kamu berbicara seperti itu, jadi kamu menganggap jika permintaan Kaka mu sebelum dia menghembuskan nafas terakhir hanya lah main Main semata, seperti itu?" Mama menghapus air mata yang jatuh sebelum mengenai Alana yang ada di pangkuan nya
" Bukan begitu mah, tapi..."
" Bryan dan Kiara akan menikah tepat pada hari ke tujuh kinan pergi meninggalkan kita semua , ini adalah keputusan mutlak dari kami ber empat. Maaf kami egois tapi ini adalah demi kebaikan bersama terutama untuk masa depan Alana dan tentu nya ini permintaan terakhir dari Kinan "
" Pak Roy , aku menganggap bapak dan ibuk menerima pinangan kami , Kiara untuk Bryan " sambung om Bram tanpa jedah sedikit pun
" Kalian semua benar banar keterlaluan" mas Bryan bangkit dan berlalu ke kamar dengan wajah merah padam
" Papa mama jahat, tidak sayang Kiara " ujar ku menangis sambil berlari ka dalam kamar , tidak aku hiraukan lagi mereka yang sedang menatap ku. Bodo amat tentang orang tua mas Bryan, biar mereka tahu bagaimana aku , alih alih mereka membatalkan rencana pernikahan ini
Entah dari kapan papa dan mama ada di dalam kamar ku, aku menyadari nya setelah bangkit dari tangis ku yang menutupi bantal
" Tidak pah, bagaimana bisa aku menikah dengan suami Kaka ku sendiri" ujarku menjawab permintaan papah
" kamu lihat itu, apa tidak ada rasa kasihan kepada nya " ucap papa menutup wajah nya karena air mata yang tumpah
" tentu aku menyayangi nya , mencintai nya pah mah, karena dia adalah anak dari Kaka ku" meskipun setelah melahirkan nya Kaka ku pergi untuk selamanya
" untuk itu menikah lah dengan Bryan, supaya bayi yang belum ada nama lengkap itu tetap merasakan kasih sayang yang tulus dari kedua orang tua nya, paling tidak aku dan mama mu tenang jika bayi itu bersama dengan mu bukan dengan wanita lain nanti nya " air mata papa semakin deras
" nak pikir kan lah ucapan dan permintaan papa mu" kini suara lembut mama yang aku dengar apa yang harus aku lakukan??