Rose baru sadar, ternyata selama ini dia hanya dijadikan Aurora sebagai alat untuk menghancurkan kehidupan keluarga Marcus.
Dan Sophia, anak yang selama ini dia rawat dengan cinta ternyata bukan anak kandungnya, melainkan anak kakak iparnya, wanita itu sengaja menukar anak mereka agar anaknya mendapatkan warisan keluarga Vale karena Aurora sendiri tidak memiliki hak di keluarga Vale. Sementara anak kandungnya Noah, di buang di panti asuhan oleh wanita itu, dan sialnya dia suka menyiksa anak itu karena anaknya yang diadopsi oleh keluarga kakak kandungnya.
Di ambang kematiannya dia baru tahu semua kebenaran itu, dia berdoa kepada Tuhan, meminta kesempatan kedua agar dia bisa memperbaiki semua kesalahan yang dia lakukan dan juga mencari Noah anak kandungnya dan dia berjanji untuk meninggalkan Marcus dan merawat anaknya sendiri.
Apakah Rose berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Marcus
Rose berlari kencang di sepanjang lorong rumah sakit, beberapa orang yang lewat langsung memandangnya heran. Di belakang wanita itu, Mia berusaha menggandeng tangan Noah, anak itu ikut berlari mengikuti Rose meskipun langkahnya terlalu jauh.
Mia heran dengan kecepatan lari wanita itu.
"Pergi!"
Rose mendengar teriakan Sophia, dia menoleh ke arah satu kamar, tanpa pikir panjang dia segera masuk.
Klek...
"Rose." Marcus terkejut saat melihat kedatangan istrinya dia ingin sekali memeluk wanita itu.
"Mama." Sophia langsung melepas selang infusnya lalu turun dari ranjang rumah sakit demi memeluk mama nya.
Grep....
"Mama aku merindukan mu." meskipun liburannya hanya dua Minggu, tapi rasanya seperti bertahun-tahun dia pergi.
Tangis Rose seketika pecah, dia benar-benar merindukan Sophia.
"Rose." panggil Marcus yang membuat wanita itu tersadar jika di dalam ruangan ini bukan hanya ada dirinya dan Sophia, melainkan ada keluarga suaminya.
"Maaf, bisa kalian keluar, anakku tidak nyaman jika ramai seperti ini." kata Rose yang sama sekali tidak menoleh dan menggubris suaminya.
Marcus tersenyum kecut, ini pertama kalinya dia diabaikan.
"Rose kau lari cepat sekali." gerutu Mia yang baru sampai, dia melepaskan genggamannya pada Noah lalu mengambil nafas dalam-dalam.
"Kakak, kemana saja kau selama ini." Emma spontan memeluk wanita itu. Mia melotot saat menyadari bahwa disini sangat ramai. Catherine langsung menghampirinya.
"Kemana saja kamu, ibu khawatir sekali." ucap wanita paruh baya itu yang membuat Rose bedecih, lagi-lagi perhatian wanita itu hanya pada Mia. Padahal disini dia yang menantunya.
Mengabaikan semuanya, Rose menuntun tubuh Sophia kembali ke atas ranjang lalu menekan tombol panggilan untuk perawat, karena Infus anaknya terlepas.
Jesper menatap Rose tidak enak. "Em kak aku hanya ingin meminta maaf karena aku tidak sengaja mendorong Sophia." meksipun dia membenci wanita didepannya, dia tetap merasa bersalah karena secara tidak langsung dirinya juga Emma mencelakai Sophia.
Rose menggenggam tangannya erat. Sejujurnya dia ingin marah tapi tidak ada gunanya untuk meledak saat ini. Wajah Sophia terlihat pucat dan dia sangat menghawatirkan anak ini.
"Iya. Berapa biaya perawatan anakku?" tanyanya pada Jesper.
kening Marcus mengerut. "Kau tidak perlu memikirkannya, aku sudah membayar semuanya." sebagai ayah yang baik, dia merasa bertanggung jawab untuk semua biaya yang di keluarkan keluarganya. Termasuk biaya perawatan Sophia.
"Baiklah." sahut Rose cepat.
"Ini siapa?" tanya Catherine yang melihat seorang anak laki-laki dibelakang tubuh Mia. Wanita itu menelan ludahnya susah payah. Dia harus jawab apa, dia menoleh ke arah Rose, dan wajah wanita itu sama tegangnya dengannya.
"Itu. Emm itu anak."
"Cucuku." sahut Sarah dan Hary yang baru datang. Mereka kehilangan jejak Rose dan Mia, jadi mereka bertanya dimana kamar Sophia pada petugas rumah sakit terlebih dulu.
Noah langsung mundur mendekati sosok Sarah yang langsung menggandengnya. Rose tersenyum lega melihatnya. Tapi Marcus menatap anak itu curiga, masalahnya dia terasa familiar dengan wajah kecil itu.
"Sarah, kenapa kau ada disini?" tanya Catherine yang terkejut dengan kedatangan temannya.
"Aku kesini ingin menjenguk karyawanku." ucapnya santai lalu berjalan masuk dan mendekati tubuh Rose lalu menepuk bahu wanita itu pelan.
"Apa kamu mau mengambil gaji di awal untuk membayar biaya rumah sakit anakmu?" tawarnya.
Rose mengangguk. "iya Bu Sarah." jawabnya cepat.
Sarah menatap suaminya dan Hary yang paham langsung mengambil sebuah amplop yang terlihat sangat tebal karena berisi uang lebih dari sepuluh juta lalu memberikannya pada Rose.
"Terimakasih banyak pak Bu."
Rose menatap lekat Marcus, dia berjalan mendekati pria itu. "Berapa biaya perawatan Sophia?" tanyanya cepat. Dia tidak ingin berhutang pada keluarga Vale.
"Tidak perlu, sudah tugasku sebagai ayah untuk membayarnya." jawab Marcus yang membuat Rose terkekeh.
"Ayah?, sejak kapan kau menganggap Sophia sebagai anak?" tatapan Rose menajam.
Pria itu menelan ludahnya susah payah, melihat tatapan Rose membuatnya tidak bisa berkata apa-apa.
"Cepat katakan, aku tidak ingin berhutang pada mu dan juga keluarga mu itu."
Catherine yang melihat keadaan menjadi tidak nyaman langsung menghampiri Rose. "Kau masih keluarga kami Rose, biarkan Marcus yang membayarnya." jelasnya yang membuat wanita itu mendelik.
"Maaf nyonya Catherine, sejak kapan anda menganggap aku dan Sophia sebagai keluarga, bukankah dia yang selalu anda anggap sebagai keluarga." tunjuknya pada Mia yang masih diam mematung.
Catherine langsung tersadar. melihat wajah keras Rose membuatnya merasa bersalah, "Bukan begitu Rose."
"Selama tiga belas tahun aku menyandang gelar sebagai istri dari anakmu, apa pernah anda menganggap kami ada?" Rose menahan rasa sesak di dadanya. Nyatanya hal yang paling menyakitkan dalam hidup ini adalah dianggap tidak ada.
Rose menyayangkan takdir yang diberikan Tuhan kepadanya, dimana dia tidak pernah merasakan kasih sayang mertuanya juga Sophia yang tidak pernah merasakan kehangatan kasih sayang kakek dan neneknya. sejak dia mengandung Sophia hingga detik ini, dia hanyalah bayangan di keluarga Vale.
"Rose." Marcus menarik bahu wanita itu. menatap Rose yang sekarang menatapnya dengan tatapan tajam.
"Jangan menyentuhku. Kita akan bercerai sesuai keinginan mu selama ini." Rose melepaskan tangan pria itu dari bahunya.
"Aku tidak ingin bercerai." ucap Marcus cepat yang membuat semua orang terdiam.
"Kenapa?" tanya Rose yang tidak mengerti dengan jalan pikiran pria itu.
"Aku mencintaimu Rose." ucap Marcus cepat lalu menarik Rose dan memeluk wanita itu erat.
"Maaf telat menyadarinya, tapi aku mencintaimu." bisik pria itu ditelinga sang istri. Rose terdiam, ini pertama kalinya dia mendapatkan pelukan hangat dari pria itu. dulu dia sangat menginginkannya tapi sekarang....
"Aku tidak menyukaimu lagi." dengan kasar Rose mendorong tubuh kekar itu dia menatap Marcus penuh kebencian.
Bertahun-tahun dia bertahan seorang diri, mencoba berbagi cara agar dia bisa mendapatkan hati pria itu tapi semuanya gagal, karena yang dia tahu, di dalam hati Marcus hanya ada Mia.
Marcus merasa kecewa karena Rose menolaknya. hatinya sakit saat wanita itu terang-terangan bilang bahwa dia tidak menyukainya.
Catherine kembali menghampiri Rose tapi wanita itu langsung mundur. "Berhenti disana ibu, maaf jika selama ini kehadiran ku membuatmu terluka karena aku bukanlah menantu idamanmu, ibu aku menyerah, aku akan menceraikan Marcus dan ibu bisa menikahkan Marcus dengan wanita yang ibu sukai." Rose melirik sekilas ke arah Mia yang menggelengkan kepalanya. Meskipun dia tahu Marcus tidak mungkin bersatu dengan Mia, tapi dia lega sudah menyampaikan apa yang dia simpan selama ini.
Catherine merasa hatinya nyeri saat ini. Kenapa dia merasa sangat bersalah.
"Aku mohon, tinggalkan aku dengan Sophia, hanya dia yang aku punya."