NovelToon NovelToon
Berjodoh Dengan CEO Cantik

Berjodoh Dengan CEO Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Romantis / Cintamanis
Popularitas:511
Nilai: 5
Nama Author: anjarthvk

Seorang wanita cantik memiliki jabatan CEO di Perusahaan Berlian milik Papahnya. Rania Queenzhi yang ceria memiliki ketertarikan dengan asisten juga merangkap sekaligus sekretarisnya, seorang pria tampan.

Boris William, Sekretaris sekaligus Asisten yang mengabdi di Perusahaan, karena membalas budi akan hidupnya. Diam-diam juga memiliki ketertarikan dengan Atasannya di Perusahaan. Tapi, dirinya masih mempertimbangkan segala hal yang membuatnya tidak percaya diri.

"Aku menjodohkan putriku denganmu, Boris. Tapi, aku tidak memaksa dan membuatmu terburu-buru. Santai dan belajarlah semua hal mengenai Perusahaan. Cari tahu sedikit demi sedikit dari Rania. Dia tahu sepenuhnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anjarthvk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 : Kepercayaan

...Selamat membaca semuanya......

Sebuah tempat yang belum pernah Boris kunjungi sama sekali. Dia mengikuti langkah atasannya dari belakang dengan mata yang menjelajahi sekitarnya. Gedung besar tampak biasa saja dari depan, tapi saat di dalam, terlihat penuh dengan berbagai macam aktifitas kerja. Dari bahan jadi awal sampai barang siap dipasarkan, proses yang sangat lengkap.

Steven anak buah Frederick berjalan menghampiri Rania memberi salam hormat padanya. Dia memberikan sebuah amplop coklat polos yang tampak mencurigakan. Rania perlahan membuka amplop tersebut, beberapa foto dia ambil dan diamati serius.

Satu lembar foto yang nampak dirinya sedang berciuman dengan Boris juga ikut ditangkap oleh anak buah Frederick. Boris sempat melirik ke arah foto itu, matanya membulat terkejut.

Dia mengambil empat lembar foto, dua lembar foto dirinya dan Boris, dan dua lembar yang lain yaitu foto sniper dan kejadian di dalam ruangan saat wawancaranya bersama Kim Do Woo.

Dia sodorkan dua lembar foto buruk itu ke Steven, "sudah siapkan rencana?"

"Sudah, Nona. Tuan meminta membereskan mereka perlahan" anggukan kecil Rania seakan sudah mengerti alur rencana Papahnya. Rania membalikkan badan menghadap ke Boris. Ekspresinya dari dingin berubah ceria saat bertatapan dengan pria di hadapannya sekarang.

Dia menyodorkan dua lembar foto yang dia pegang ke Boris, "tolong simpan dulu ya, Boris. Jangan sampai hilang! Awas aja kalau hilang!" ancamnya memperingati Boris agar menjaga baik-baik foto tersebut.

Pria itu meraih dua lembar foto dirinya bersama Rania, jantungnya berdegup kencang. Rasa malu karena ternyata dari saat mereka di Korea Selatan, mereka sedang dipantau oleh anak buah Frederick. Pasti Tuan pemilik perusahaan juga sudah melihat foto mesra mereka.

'Mati aku besok, aduh..' batin Boris cemas, melihat raut wajah gelisah Boris, wanita cantik itu menepuk pelan bahu lebarnya.

"Papah tidak akan pernah menyentuhmu, urusan menangkap pembunuh itu lebih penting daripada mengurusi urusan kita. Jadi tenang saja!" kedipan satu mata mampu membuat hatinya lebih tenang ditambah senyuman lebar Rania menghipnotis dirinya ikut mengangguk dan tersenyum tipis.

Mereka berjalan kembali masuk ke ruang pembentukan berlian menjadi perhiasan mewah. Mata Boris menatap kagum dengan berlian yang memancar, Rania mendekati satu karyawan yang sedang melakukan tahap akhir. Dia izin untuk mengambil cicin itu, semua tidak lepas dari mata Boris. Terlihat Rania yang sedang mengecek barang itu lalu mengatakan sesuatu pada karyawan tadi. Rania kembali mendekatinya, lalu tersenyum lebar.

"Ada apa Nona?" Rania menggeleng kecil, tapi raut wajahnya yang berubah senang dan terlihat malu membuat Boris penasaran apa yang dia bicarakan dengan karyawan tadi.

Terdapat satu pintu disudut ruangan, bertuliskan 'Dilarang masuk kecuali Owner' di tengahnya. Rania buka pintu tersebut dengan sebuah kartu yang dia miliki. Saat bunyi ting.. Dia menarik lengan Boris ikut serta dengannya.

Ruang penyimpanan barang jadi dan reject , dan itu semua milik Rania. Walau beberapa adalah barang reject , semua itu masih bernilai dan berharga jika dijual di luar. Berbagai perhiasan tersusun rapi, di lemari kaca. Mulut Boris terbuka dan matanya berbinar melihat itu semua.

"Semua ini milikku," sombongnya mengangkat kedua alisnya beberapa kali sambil tersenyum mengejek.

Boris terkekeh kecil menggelengkan kepala melihat tingkah menggemaskan wanita itu. Rania mendekatinya dan melingkarkan tangannya ke lengan Boris.

"Aku menunjukkan ini, karena kamu suatu saat akan menjadi pemilik ini semua Boris. Aku percaya kamu orang yang baik," pernyataan Rania membuat dirinya merasa segan menerima wanita itu.

"Saya masih belum pantas-" dengan cepat Rania memotong ucapan Boris menaruh telunjuknya di depan bibir pria itu.

"Boris, kamu menyukaiku kan?" anggukkan kecil dia lihat, "kalau begitu menikah denganku, terima aku jadi istrimu. Sudah cukup membalas perasaanmu, aku juga cantik tidak jelek," sekali lagi mengundang gelak tawa kecil Boris mendengar ucapan percaya diri dari Rania.

"Dasar.." colekan kecil pada hidung Rania membuat wanita itu tersipu malu.

"Tapi, aku punya syarat jika kamu ingin menikahiku, Boris," mereka saling berpandangan, "berjanjilah untuk tidak meninggalkanku dan menyakitiku."

Boris memberikan tatapan dalam pada manik yang memerah di depannya, senyuman tipis dia berikan. Tangannya membelai lembut kepala Rania, dengan anggukan kecil menjawab permintaan Rania tadi.

"Saya berjanji, bahkan nyawa pun akan rela saya korbankan demi, Nona" Rania tersenyum lebar senang mendengar ucapan Boris.

"Sebentar, tunggu di sini dulu ya," Rania melepaskan rengkuhannya dan berlari ke sebuah lemari kaca besar. Dia mengambil beberapa perhiasannya, dan dia taruh ke dalam kotak yang sudah berada di sana. Kotak kayu berukuran sedang, dia isi beberapa kalung, gelang, cincin, liontin, anting, dan dua jam tangan dilapisi berlian. Dia bawa kotak tersebut dan dia sodorkan ke Boris.

"Titip, Ris. Tolong berikan ini buat Jessy. Beberapa ada yang Reject sih, tidak terlalu parah, jika dipakai tidak akan terlalu mencolok. Untuk sementara ini dulu ya, lain kali aku akan memberikan Jessy barang baru yang lebih banyak lagi," Boris membulatkan matanya.

"Tidak perlu Nona, jangan terlalu memanjakan mereka. Astaga!"

"Sudah, ambil saja! Ambil atau aku akan mendiamkanmu?" ancamnya sambil memicingkan mata tajam. Mau tidak mau Boris menerima kotak tersebut.

"Terima kasih, Nona. Lain kali tidak perlu seperti ini," Rania menggelengkan kepala dengan senyuman manisnya yang tidak pernah dia lupa untuk di tunjukkan.

Boris tidak menyangka wanita di depannya sekarang sangat mempedulikan kedua adeknya. Saudara kembar itu memang satu-satunya keluarganya saat ini. Kedepannya, wanita di hadapannya sekarang akan masuk menjadi istrinya.

Wanita berparas cantik, berhati baik, sangat pintar, walau sering merajuk dan mengomel tidak membuat perasaannya berkurang. Dia merasa masih belum banyak yang dia ketahui mengenai Rania.

'aku pria yang sangat beruntung' batinnya diiringi senyuman tipis memandangi lekat wajah Rania yang sibuk melihat perhiasan di ruangan tersebut.

...Bersambung.. ...

Terima kasih yang sudah mampir di cerita aku, jangan lupa like dan komen ya.

•> Niatnya mau move on tapi dikasih liat story ignya, malah penyakit cocoklogi kumat lagi. Mungkin aku tidak bisa lupa, jika dia belum berganti status. Capek memiliki perasaan sendiri, bahkan hanya diam-diam, dan memendam ini selama bertahun-tahun..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!