NovelToon NovelToon
Dahaga Sang Tuan

Dahaga Sang Tuan

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cerai / CEO / Duda / Pengasuh / Ibu susu / Tamat
Popularitas:13.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: your grace

Demi melunasi hutang keluarga, Amara (19) nekat merantau ke Jakarta dengan rahasia tubuh yang tak lazim: ia mampu menghasilkan ASI meski masih perawan. Keajaiban itu membawanya menjadi pengasuh bayi milik Arlan, pengusaha dingin yang dikhianati istrinya.

Saat bayi Arlan menolak segala jenis susu formula, hanya "anugerah" dari tubuh Amara yang mampu menenangkannya. Namun, rahasia itu terbongkar. Bukannya marah, Arlan justru terobsesi. Di balik pintu kamar yang tertutup, Arlan menyadari bahwa bukan hanya putranya yang haus akan kehangatan Amara—ia pun menginginkan "jatah" yang sama.

Antara pengabdian dan gairah terlarang, Amara terjebak dalam jerat cinta sang tuan yang posesif. Apakah ini jalan keluar bagi kemiskinannya, atau justru awal dari perbudakan nafsu yang manis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon your grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: Dahaga Sang Tuan (Revisi)

Keheningan malam di kamar bayi itu terasa kian mencekam dan intens. Kenzo, yang sudah merasa kenyang, perlahan melepaskan hisapannya dengan suara pelan. Bayi mungil itu mulai memejamkan mata, menyisakan keheningan yang justru membuat detak jantung Amara terdengar jelas di telinganya sendiri.

Amara masih terpaku, napasnya tersengal saat melihat Arlan tidak beranjak dari sisinya. Pria itu justru semakin mendekat, menunduk hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter. Jemari panjang Arlan bergerak perlahan, menyeka sisa ASI di sudut mulut Kenzo sebelum akhirnya tatapan tajam pria itu tertuju pada Amara yang masih berusaha merapikan pakaiannya.

"Kau tampak sangat kepayahan, Amara..." bisik Arlan dengan suara serak yang berat. Kehadirannya yang begitu dekat memberikan tekanan emosional yang kuat, membuat aliran listrik seolah menyengat tubuh Amara.

"T-tuan... a-apa yang Tuan lakukan?" Amara bertanya dengan suara yang bergetar hebat. Ia mencoba menarik diri, namun punggungnya sudah terdesak ke sandaran sofa.

Bukannya menjawab, Arlan justru menunjukkan dominasinya. Ia menahan gerakan tangan Amara yang hendak mengancingkan pakaian, sengaja mengulur waktu dan mengintimidasi akal sehat gadis itu. Sikapnya yang begitu dekat membuat Amara bisa merasakan kehangatan napas pria itu yang memburu.

Amara tersentak, rasa gugup bercampur sensasi asing yang belum pernah ia rasakan menjalar ke seluruh sarafnya. "Tuan, tolong... jangan..."

"Kondisimu sedang tidak baik, Amara," gumam Arlan, matanya kini berkilat dengan ambisi yang penuh tuntutan. Ia memperhatikan bagaimana dada itu naik-turun dengan cepat akibat napas Amara yang memburu. "Kalau dibiarkan, kau bisa sakit. Biarkan saya yang mengurus sisa tanggung jawab ini agar kau tidak tersiksa."

Wajah Amara memerah padam sampai ke leher. "Tidak perlu, Tuan! Saya... saya bisa mengurusnya sendiri nanti. Saya mohon, jangan begini."

Arlan adalah pria yang tidak terbiasa mendengar kata 'tidak'. Penolakan Amara justru memicu insting berburunya. Dengan gerakan yang cepat dan penuh kendali, Arlan mengambil Kenzo dari pangkuan Amara. Ia meletakkan bayinya ke dalam boks dengan hati-hati namun terburu-buru, tanpa melepaskan pandangan dari targetnya.

Melihat kesempatan itu, Amara yang didera kepanikan luar biasa segera mencoba membenarkan letak pakaian dalam dan seragamnya yang berantakan. Ia berusaha mengancingkan pakaiannya dengan tangan yang gemetar hebat, air mata mulai menggenang di sudut matanya karena merasa terpojok sekaligus takut.

Namun, sebelum kancing pertama berhasil dikaitkan, Arlan sudah berbalik. Ia berdiri menjulang di depan Amara, menatapnya dengan pandangan tajam yang seolah-olah bisa mengunci seluruh pergerakan gadis itu dalam sekejap.

"Apa yang kau lakukan, Amara?" tanya Arlan dengan nada rendah yang sangat mengancam. "Siapa yang mengizinkanmu bersembunyi?"

"T-Tuan, ini salah... saya hanya pengasuh Kenzo," lirih Amara sambil terus mencoba menutupi dirinya dengan kedua tangannya yang disilangkan.

Arlan melangkah maju, mencengkeram kedua pergelangan tangan Amara dan menariknya menjauh. Ia memaksa Amara untuk menghadapi kehadirannya sepenuhnya, meruntuhkan seluruh pertahanan diri yang dicoba dibangun oleh gadis itu.

"Kau sudah berjanji akan melakukan apa saja agar tidak dipecat, bukan?" Arlan menunduk, mendekatkan wajahnya ke ceruk leher Amara, membuat gadis itu membeku dalam kuasanya. "Dan tugasku adalah memastikan pengasuh anakku dalam kondisi terbaik. Sekarang, diam dan patuhi perintahku."

Udara di dalam kamar bayi itu seolah tersulut api, menjadi begitu pekat dan menyesakkan. Amara tidak lagi mampu melawan ketika Arlan perlahan mengklaim kedekatan mereka. Saat kehangatan pria itu menyelimuti seluruh inderanya, Amara merasakan sentakan emosional yang jauh lebih kuat dari apa pun yang pernah ia rasakan.

Ini bukan sekadar interaksi biasa; ini adalah bentuk penaklukan dari seorang pria dewasa yang penuh tuntutan dan ego yang besar.

"T-tuan..." Amara tak mampu menahan rintihan pasrah yang lolos dari bibirnya.

Tubuh Amara mendadak kaku, tangannya secara tidak sadar mencengkeram bahu kokoh Arlan untuk mencari pegangan. Sentuhan-sentuhan posesif Arlan yang menuntut kepatuhannya menciptakan gelombang kebingungan yang menjalar ke seluruh sarafnya. Rasanya begitu intens—keberadaan Arlan seolah menghisap hingga ke dasar jiwanya.

Arlan mendongak sejenak, menatap wajah Amara yang berantakan dengan mata yang sayu karena luapan emosi yang belum pernah dirasakan gadis itu sebelumnya. Sebuah senyum puas tersungging di bibir Arlan, merasa menang atas kendali yang berhasil ia rebut.

"Kau tidak bisa menolaknya, bukan? Tubuhmu tidak bisa berbohong," bisik Arlan serak.

Sambil terus mengunci pergerakan Amara, tangan Arlan yang satunya tidak tinggal diam. Ia memberikan usapan-usapan tegas yang menuntut di sekitar bahu dan pinggang Amara, menegaskan kekuasaannya atas raga yang tengah memproduksi kehidupan untuk anaknya itu. Tindakan itu membuat Amara semakin kehilangan daya untuk menghindar.

Arlan terus menghujani Amara dengan perhatian yang intimidatif namun memabukkan, memicu debaran jantung Amara yang kian tak terkendali. Amara merasa seluruh tenaganya terkuras, ia hanya bisa bersandar pasrah pada sofa sambil terus merasakan pesona sang tuan yang terus membelenggu dirinya.

Namun, dominasi Arlan tidak berhenti di situ. Dengan gerakan yang penuh kuasa, ia mengunci tubuh Amara dalam dekapannya yang erat, menyatukan seluruh kedekatan mereka hingga tidak ada lagi jarak yang tersisa di antara mereka.

"Tuan... tolong, hentikan..." Amara meracau, namun secara kontradiktif, jemarinya justru semakin erat mencengkeram pakaian Arlan.

Arlan terus memonopoli perhatian dan raga Amara malam itu, seolah-olah kehadiran gadis itu adalah penawar paling mujarab bagi jiwanya yang selama ini mati rasa. Kamar bayi yang seharusnya menjadi tempat yang tenang kini berubah menjadi saksi bisu sebuah batasan yang telah dilanggar secara sepihak namun penuh ketegangan.

Amara menyadari, mulai malam ini, ia bukan lagi sekadar pengasuh bagi Kenzo, melainkan juga sosok yang terikat dalam jerat kebutuhan sang tuan yang tak pernah terpuaskan.

1
wiwin winarti
ya ampun ini si arlan bener-bener ganggu kenzo
wiwin winarti
busui 2 grnerasi🤣
wiwin winarti
egois banget si arlan ini
wiwin winarti
ya ampyun arlan kamu beneran hyper atau kelamaan menduda
wiwin winarti
bagus cuma agak extrim
wiwin winarti
yg rugi amara
wiwin winarti
ya ampun Arlan kau benar seorang pedofil🤭
wiwin winarti
aduh jangan sampai ketauan
wiwin winarti
🤣
wiwin winarti
nikah arlan
wiwin winarti
Amara bentar lagi terkontaminasi
wiwin winarti
duda oleng🤣
wiwin winarti
aduh jadi punya 2 baby donk,, lanjutkan Arlan🤣
wiwin winarti
Arlan modus banget🤣
wiwin winarti
kuatin iman arlan🤣
wiwin winarti
marah taoi nanti tergoda
wiwin winarti
jangan lama menatapnya nnti jatuh cinta
wiwin winarti
emang benar adanya kelebihan hormon
wiwin winarti
ceritanya menyentuh banget
wiwin winarti
ceritanya bagus aku suka kaka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!