NovelToon NovelToon
CINTA DUA DUNIA

CINTA DUA DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Romantis
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Deii Haqil

Samanta tidak menyangka,setelah ia bertemu dengan pria bernama Alfin ia meras hidup di antara dua alam, akankah tumbuh perasaan di antara mereka, bisakah hantu dan manusia bisa bersama.

Yuk ikuti kelanjutan ceritanya,,..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deii Haqil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CINTA DUA DUNIA

Bab 31

Setelah itu. Sam akhirnya dapat berkerja lagi dengan tenang, sampai perlahan waktu terus berjalan. Hingga saat ini ia sudah pulang kerja dan sedang berada di Kostannya.

Hari ini adalah hari yang panjang dan melelahkan bagi Sam. Dia telah berkerja keras sepanjang hari, mana lagi ketika kejadian di kantor tadi dengan bajunya yang kotor karena tersiram kopi...

Namun, Sam kini sudah tidak mempedulikan hal itu, dan sekarang ia cuma ingin beristirahat.

Setelah selesai makan malam, ia memutuskan untuk menonton drama favotitnya sebelum tidur.

Beberapa menit telah Sam lalui dengan hanya fokus menonton drama cinta yang akhir-akhirnya berujung sad ending, tapi untungnya Sam sudah menyediakan sekotak tisu untuk berjaga-jaga jika ia terbawa perasaan karena menonton drama itu dan malah membuatnya menangis.

Ketika film selesai, Sam merasa lelah dan memutuskan untuk tertidur. Dia mematikan lampu dan mulai berbaring di kasur empuk kesayangannya, setelah itu Sam perlahan memejamkan matanya, berharap bisa tidur dengan nyenyak.

.

.

.

Ketika dia terbangun, cahaya matahari yang cerah telah masuk melalui celah jendela. Sambil mengucek matanya ia bergumam dengan nada pelan.

"Sudah pagi?"

Sam begegas beranjak dari kasurnya dan bersiap-siap untuk segera pergi berkerja.

...

Dan kini Sam sudah berjalan memasuki kantornya, dengan biasa Sam selalu menyapa karyawan lain dengan senyuman ramahnya.

Ia terus berjalan ke arah meja kerjanya, Sam melirik sekitar sebelum ia mulai bersiap berkerja dengan semangat.

Tak lama, semua karyawan pun telah memulai aktivitasnya, mereka fokus dengan tugas masing-masing. Seperti biasa kantor hari ini selalu ramai oleh para customer yang datang.

Saat ini. Sam tengah berjalan menuju ruang cetak atau tempat memfotocopy. Sambil membawa beberapa berkas, ia tak sengaja berpapasan dengan Lisa.

"Hai.. Sam. Maaf atas kejadian kemarin ya, sungguh. Aku nggak sengaja" ucap Lisa. Lalu ia menambahkan "Oh iya, kamu mau ke fotocopi yah?" sambungnya.

"Iya. Nggak papa, santai aja" ucap Sam ramah, "Iya. Aku mau mengcofy ini, banyak banget." Sam sambil memperlihatkan berkas yang ia bawa kepada Lisa.

"Katanya fotocopy di ruang cetak lagi rusak Sam. Belom bisa di pakai, nanti sore baru bisa. Tapi kalo kamu buru-buru, di ruang gudang belakang juga ada. Tapi terserah kamu sih, kalo nggak mau ke belakang. Tunggu aja yang disini sampe sore."

Sam nampak berpikir sejenak, ia kembali melirik berkas yang ia bawa lumayan banyak. Kalau menunggu sampe sore, bisa-bisa ia lembur di kantor. Karena tugasnya harus cepat selesai hari ini juga.

"Ya udah deh. Aku mau kebelakang aja, thanks ya."

Setelah berpamitan. Tanpa pikir panjang, Sam pun melangkahkan kakinya menuju gudang yang ada di ruang belakang kantor.

Lisa yang melihat itu tersenyum sambil mengangkat sebelah alisnya.

Cepat-cepat ia menghubungi Nita untuk segera menemuinya.

Lisa menunggu tidak sampai satu menit, terlihat Nita dari jauh yang berjalan cepat kearahnya.

"Ayo! Cepet.." Lisa langsung saja menarik tangan Nisa untuk mengikutinya ke ruang belakang.

Setelah sampai, beberapa langkah dari sana terlihat Sam tengah memcoba membuka kunci pintu gudang tersebut.

"Nit, gue udah bohongin dia buat masuk ke gudang. Selanjutnya lo mau apain dia.?" ucap Lisa penasaran, ia melirik Nita di sebelahnya sambil terus mengawasi pergerakan Sam.

"Gue gak mau ngelabrak dia, gimana kalau kita kurung aja di sana. Kayaknya seru.." jawab Nita sambil menahan tawanya.

Dan setelah berhasil membuka pintu, Sam yang tidak terpikirkan apapun langsung saja masuk kedalam gudang tersebut.

Dari luar. Saat mereka melihat Sam telah masuk ke dalam sana, Nita dan Lisa pun bergegas menutup pintu gudang dari luar dan mengunci Sam yang masih berada di dalam.

Ketika tengah berjalan masuk, Sam melihat-lihat seisi ruangan dan mencari mesin Fotocopy yang di katakan Lisa. Tetapi saat beberapa langkah, ia di kejutkan dengan suara bantingan keras dari pintu yang di tutup rapat dari luar.

Sam yang melihat itu langsung berlari menuju pintu dan mencoba untuk membukanya kembali.

"Hey!! Siapa diluar... Tolong buka pintunya, jangan main-main ya!!" Sam berusaha menggerak-gerakan gagang pintu. Namun tetap pintu itu sangat kuat karena sudah terkunci, tidak ada suara apapun di luar sana. Hanya suara nya sendiri yang terdengar bergema di dalam ruangan gudang itu.

Nita dan Lisa yang berhasil mengurung Sam, terlihat mereka menahan senyum karena telah berhasil memberi pelajaran kepada Sam. Dengan cepat mereka pun meninggalkan tempat itu karena takut ada orang lain yang melihat aksi keduanya.

"Sumpah.. ini gila Nit," ucap Lisa saat mereka berjalan kembali menuju meja masing-masing.

"Biarin. Biar tau rasa tu anak, so kecakepan banget sih." Dengan senyum penuh kemenangan, Nita terlihat tidak ada penyesalan sedikit pun.

...

Sementara itu, Sam terus saja menggedor-gedor pintu agar ada seseorang yang mendengar teriakannya.

"TOLONG... SIAPA PUN,!! TOLONG BUKA PINTUNYA.." Sam terus saja berteriak sampai suaranya sedikit parau.

Karena lelah. Sam akhirnya hanya bersender dan terduduk di balik pintu, walau suaranya hampir habis, itu tidak membuat dirinya patah semangat.

Sam langsung berdiri kembali dan berusaha mencari sesuatu untuk bisa membuka pintu, ia masuk lebih dalam di ruangan gudang itu. Sampai ia sadari, ternyata tidak ada satupun mesin fotocopy di sana. Di dalam hanya ada beberapa rak yang di penuhi berkas lama, serta kursi-kursi besi berkarat yang sudah tidak terpakai.

"Apakah, Lisa telah membohongiku.." gumamnya. Sambil terus melihat-lihat keadaan sekitar, lalu matanya tertuju pada sepotong pipa besi yang seukuran kepalan tangan. Bergegas ia mengambilnya, berharap itu bisa membantunya menghancurkan gagang pintu, agar kuncinya bisa terlepas.

//DUK.. DUK..

Sekuat tenaga Sam terus memukul-mukul gagang pintu itu, tetapi usahanya tidak berhasil. Gagang pintu itu masih sangat kokoh dan kuat.

Sam yang putus asa juga kelelahan. Akhirnya ia hanya terduduk menunduk sambil menenggelamkan wajah di kedua lututnya.

Waktu terus berjalan sampai pukul 16:30 sore, Sam yang merasakan haus juga perutnya yang keroncongan tak, bisa berbuat apa-apa. Mau berteriak pun rasanya tenaganya telah habis.

"Sam"

Tiba-tiba ada tangan dingin yang menyentuh bahunya.

Sam mengangkat wajah dan terlihat Alfin sudah ada di hadapannya, Sam yang merasa lega pun reflek memeluk Alfin.

"Fin, tolongin aku.." bisik Sam sambil terisak karena merasa sedih, sekaligus bahagia karena Alfin sudah ada di hadapannya.

Alfin mengusap lembut rambut belakang Sam, berusaha untuk sedikit menenangkannya. Lalu ia melerai pelukannya sambil memegang wajah Sam dengan kedua tangannya.

Tetlihat wajah cantik dengan mata indah yang jernih itu sembab, karena mengeluarkan air mata.

"Udah. Jangan nangis, aku akan mencoba cari bantuan ya. Kamu sabar dulu disini, oke" ucapnya lembut.

Sam pun mengangguk sambil kembali duduk. Ia berharap bisa cepat keluar dari dalam sini. Apa lagi saat ini, waktu menjelang sore. Sebentar lagi matahari tenggelam, ia tak ingin berada terus terkurung di tempat yang gelap.

Sebelum Alfin benar-benar menghilang, Sam menahan lengan Alfin dan berkata.. "Fin. Jangan lama-lama, aku takut.." ucapnya lirih.

Alfin membalasnya dengan tersenyum hangat sambil mengelus tangan Sam.

Lalu beberapa detik kemudian ia pun menghilang bak asap yang terkena angin.

.

.

Ditempat lain. Radit sudah bersiap akan segera meninggalkan kantor, karena memang waktu bekerja telah usai.

Ia bergegas menuju lift untuk turun ke bawah, saat ini ia berencana mengajak Sam untuk pulang bersamanya. Ia masuk kedalam lalu menekan angka satu untuk turun kebawah, kebetulan hanya ada dirinya saja yang berada di sana.

Saat ia masih berada di dalam lift, Radit merasakan bulu kuduknya sedikit meremang. Ia menyentuh tengkuknya sesaat, dan melihat bayangannya di kaca lift seperti ada kabut tebal di belakangnya, lalu Radit pun menoleh dengan cepat ke arah belakang, namun tak nampak apa-apa disana.

Ia pun berbalik kembali dan mendapati tulisan tangan dalam embun di dinding besi di dalam lift.

"Tolong, Sam."

Sontak Radit terkejut dengan hal itu, ketika pintu lift mulai terbuka, Radit buru-buru pergi keluar dan berjalan menuju ruang pelayanan.

Setelah rasa takutnya mereda, Radit melangkah menuju meja dimana Sam bekerja. Namun ia tak melihatnya berada disana, tetapi ponsel serta tas juga komputer di depannya masih menyala. Itu menandakan bahwa Sam belum meninggalkan kantor.

Merasa penasaran dengan apa yang dilihatnya di lift, Radit pun mencari dan menanyakan ke beberapa pegawai lain tentang keberadaan Sam.

"Apa kalian melihat Sam..?" tanya Radit pada seseorang yang berada di ruangan yang sama dengan Sam.

"Tidak Pak. Karena sibuk, kami tidak terlalu memperhatikan. Sepertinya dari tadi siang kami tidak melihatnya, kami kira dia sudah meninggalkan kantor, tetapi barang-barangnya masih ada di meja." ucap para karyawan yang ada disana, mereka saling melirik satu sama lain.

"Ya sudah, saya minta. Untuk karyawan perempuan, kalian silahkan pulang. Dan untuk para laki-laki, tolong panggil security dan bantu saya mencari keberadaan Sam." Radit mulai khawatir, apa mungkin pesan yang ia lihat tadi memang pertanda kalau Sam sedang tidak baik-baik saja.

"Baik Pak." ucap mereka serentak.

Suasana kala itu tidak sampai menghebohkan satu kantor, karena separuh karyawan memang sudah pulang, termasuk Lisa dan Nita, dan hanya beberapa saja yang masih berada disana.

*Bersambung..*

1
◇HARJUANTO◇
Aku ikut mampir ya
Deii Haqil: terimakasih kak🙏🙏😁
total 1 replies
Deii Haqil
uiia
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Semangat terus kak🤗
Deii Haqil: Semangat juga ya😘😘💪
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
makin bagus ceritanya😍
Deii Haqil: makasih kak..🙏🙏🤗🤗😘😘
total 1 replies
Deii Haqil
hai.. jangan lupa mampir di karya baru Author yang berjudul " Peaceful Boarding House " 😊terimakasih🤗
◇HARJUANTO◇
ada juga hantu yang gabut
Deii Haqil: namanya juga hantu gen Z. kak🤭🤭
total 1 replies
◇HARJUANTO◇
salam kenal alfin
◇HARJUANTO◇
Alhamdulillah masih bisa terbangun🫣
◇HARJUANTO◇
mantap 👍
Deii Haqil: jadi punya semangat hidup lagi, setelah sekian lama. Terimakasih🙏🙏😊😊
total 1 replies
◇HARJUANTO◇
semangat 💪
Deii Haqil: Terimakasih kak.. aku jadi kembali semangat😊💪
total 1 replies
Chici👑👑
Aku mampir kak, mampir juga yak kak di Novelku Judul nya Menikahi Tuan Muda Kejam..
Deii Haqil: oke kak.. 👍 Terimakasih😊
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
halo kak maaf bru mampir lagi 🤗
Deii Haqil: terimakasih..💪💪 semangat berkarya
total 1 replies
Malisanovena
Hai, sukses dan semangat terus berkarya 💪
Deii Haqil: Terimakasih kak🙏🙏
total 1 replies
Deni Hamdani
👍💪💪
Deni Hamdani
semangat👍😄
Deni Hamdani: sama sama kak
total 2 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir lagi kak🤗
Deii Haqil: makasih/Smile/
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
emhh visualnya, guanteng🤭
Deii Haqil: diliatin mulu sama aku ge, kak.😅😅
total 3 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
maaf kak klo boleh kasih saran, jangan ada kata-kata yang disingkat, semangat terus kak🤗
Deii Haqil: 😭😭 haturnuhun, kak. makasih😅😅 ini juga lagi di benerin tapi baru separo😂 maklum kemaren belum tempe🙏🤭👍
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
halo kak aku mampir lagi🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!