Elara Vance mengira hidupnya di London akan tenang setelah lulus kuliah seni. Namun, satu kesepakatan rahasia ayahnya menyeret Elara ke dunia Julian Moretti—pengusaha muda dengan pengaruh luar biasa yang gerak-geriknya selalu dipenuhi misteri. Demi melindungi keluarganya, Elara setuju untuk masuk ke dalam sebuah pernikahan kontrak.
Julian itu dingin dan penuh kendali, namun ia memiliki satu aturan: tidak boleh ada yang menyentuh Elara selain dirinya. Di balik kemewahan mansion Moretti, Elara harus mencari tahu siapa pria itu sebenarnya, sambil menyembunyikan cincin rahasia di jarinya yang menjadi tanda bahwa ia adalah milik sang penguasa bayangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerrys_Aram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14: LABIRIN KEBOHONGAN
Pesan di balik cincin itu seperti racun yang merambat pelan namun pasti ke jantung Elara. Jangan percaya pada Julian. Dia yang memesan chip itu sepuluh tahun lalu.
Kalimat itu terus bergema, menenggelamkan semua perhatian kecil yang Julian berikan selama ini. Jika Julian adalah orang di balik proyek ini, maka setiap sentuhannya, setiap kata-kata protektifnya, hanyalah bagian dari sandiwara panjang untuk menjaga "properti" miliknya tetap aman sampai waktunya tiba.
Pukul dua dini hari. Mansion Moretti tenggelam dalam kesunyian yang menakutkan. Elara keluar dari kamarnya dengan langkah tanpa suara, hanya mengenakan jubah tidur sutra tipis agar tidak menimbulkan bunyi gesekan pakaian yang mencurigakan.
Tujuannya satu: Ruang kerja Julian di lantai bawah.
Ia tahu Silas Vane mungkin sedang mengawasi melalui kamera pengawas, namun Julian pernah bilang bahwa sistem keamanan di sayap pribadi mansion ini hanya bisa diakses oleh Julian sendiri. Elara bertaruh pada ego Julian—pria itu pasti tidak ingin Silas melihat apa yang ia simpan.
Begitu sampai di depan pintu jati besar itu, Elara menahan napas. Ia menggunakan kunci kecil yang Julian berikan tempo hari—kunci yang Julian pikir hanya digunakan Elara untuk membuka laci dokumen ayahnya.
Ternyata, kunci itu juga membuka pintu utama ruang kerjanya.
Klik.
Pintu terbuka. Ruangan itu berbau maskulin—perpaduan antara tembakau mahal, kayu mahoni, dan sisa aroma parfum Julian. Elara segera menuju meja kerja besar di tengah ruangan. Ia menyalakan laptop Julian. Sesuai dugaannya, ada sistem pemindai biometrik.
Elara teringat cincin di jarinya. Jika cincin ini adalah "kunci akses" bagi sistem Moretti, mungkinkah ini juga kunci untuk perangkat pribadi Julian?
Ia mendekatkan cincin itu ke sensor di samping keyboard.
[ACCESS GRANTED. WELCOME, MR. MORETTI.]
Layar menyala. Jantung Elara berdegup kencang hingga telinganya berdenging. Ia dengan cepat mencari folder tersembunyi dengan kata kunci “SILK” atau “PROJECT 01”.
Setelah beberapa menit yang terasa seperti selamanya, ia menemukan sebuah folder terenkripsi berjudul “ARCHIVE 2016 - CONTRACTUAL PROCUREMENT”. Di dalamnya terdapat ribuan file, namun satu dokumen PDF menarik perhatiannya: “Order Specification: Bio-Biological Storage Unit 01”.
Ia membukanya. Tangannya gemetar hebat saat membaca baris pertama.
Buyer: Julian A. Moretti.
Date: 14 September 2016.
Subject: Extraction and Implantation Protocol for Minor Asset (E. Vance).
Di sana, tertera tanda tangan digital Julian. Jelas. Tegas. Tidak terbantahkan. Julian bukan hanya penjaganya; dia adalah orang yang membayar laboratorium militer untuk menjadikan Elara sebagai wadah data. Julian-lah yang merobek masa kecilnya.
"Mencari sesuatu, Elara?"
Suara itu datang dari kegelapan di sudut ruangan. Elara tersentak, hampir menjatuhkan laptop tersebut. Julian berdiri di sana, bersandar pada rak buku besar. Ia masih mengenakan kemeja hitam yang sama, namun matanya tampak lebih lelah dan lebih gelap dari biasanya.
Elara menatap layar laptop, lalu menatap Julian dengan kebencian yang murni. "Kau memesannya. Sepuluh tahun lalu, saat aku masih kecil... kau yang membayar mereka untuk menanamkan benda ini di tubuhku."
Julian tidak membantah. Ia melangkah perlahan mendekati meja kerja, bayangannya memanjang di bawah lampu meja yang redup. "Kau tidak seharusnya melihat file itu."
"Kenapa? Karena itu akan merusak citramu sebagai pahlawan yang menyelamatkanku dari utang Ayah?" Elara tertawa getir, air mata mulai menggenang. "Kau adalah monster yang sebenarnya, Julian. Kau menciptakan masalah ini, lalu kau berpura-pura menjadi solusinya agar aku bergantung padamu!"
Julian berhenti tepat di depan meja, hanya terpisahkan oleh laptop yang masih menampilkan bukti pengkhianatannya. "Kau hanya melihat satu sisi dari kontrak itu, Elara. Jika aku tidak memesannya, Dewan akan memesan ekstraksi yang jauh lebih mematikan dari pihak ketiga. Aku membelinya agar aku memiliki kontrol penuh atas prosedurnya. Agar kau tetap hidup."
"Kau membeli nyawaku!" teriak Elara.
"Aku membelikanmu waktu!" balas Julian, suaranya naik untuk pertama kalinya. "Sepuluh tahun aku memastikan tidak ada yang tahu di mana kau berada. Sepuluh tahun aku menyembunyikanmu dari faksi yang ingin membedahmu seperti binatang laboratorium. Ya, aku yang memesannya. Tapi aku juga satu-satunya orang yang memastikan kau tidak pernah diaktifkan sampai detik ini."
"Aku tidak peduli alasanmu," ucap Elara, suaranya kini dingin dan mati rasa. Ia menutup laptop itu dengan kasar. "Mulai detik ini, jangan pernah katakan kau melindung