Kania Wijaya atau sekarang dikenal dengan sebutan nyonya Kristian ingin menjodohkan putra sematawayangnya dengan seorang gadis kecil berusia 5 tahun yang ia temui sekitar 15 tahun yang lalu. Kania bahkan rela memberika liontin turun temurun keluarga Wijaya yang merupakan keluarganya sebegai tanda bahwa kania memilih gadis kecil itu sebagai calon menantunya kelak. Tapi apa boleh dikata, bahwa selama 15 tahun ini Kania masih belum bisa menemukan gadis yang ia pilih sebagai calon menantunya.
Hingga pada suatu hari Raihan Kristian yang merupakan Suami dari Kania, ingin menjodohkan putra semata wayangnya dengan sahabat baiknya sejak remaja yang bernama Bayu Anggara. Kania hanya bisa pasrah dan menerima bahwa calon mantunya bukanlah calon yang ia pilih.
Tapi saat keluarga Kristian ingin melamar putri bungsu Bayu yang bernama Mona. Tiba-tiba Mona melarikan diri kerumah neneknya bersama ibunya. Itu membuat Bayu Anggara pusing tidak tau apa yang akan dia katakan kepada keluarga sahabatnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sulis17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
Suara tangis itu sangatlah pilu sehingga membuat siapa saja yang mendengarnya menjadi terenyuh.
Key melangkahkan kakinya dengan cepat kearah rumah pohon tempatnya bermain dulu sebelum dia koma dan hilang ingatan sebagian.
Sungguh mendengar tangisan itu membuat Key sangat gelisah. Hatinya terasa tersayat oleh pisau yang sangat tajam.
Key menaiki tangga rumah pohon yang terlihat usang dimakan waktu.
Tubuhnya sangat lemas ketika melihat wanita yang sangat ia cintai sedang terduduk berurai air mata dengan memeluk kakinya dan membenamkan wajahnya yang dipenuhi air mata didalam lututnya.
Sekilas pemandangan yang sama terlintas didalam ingatannya. Key melihat seorang anak perembuan berusia 5 tahunan sedang duduk memeluk kakinya dan membenamkan wajahnya kedalam lututnya dengan berurai air mata ditempat yang sama dimana Biola saat ini sedang menangis.
Kepala Key tiba-tiba berdenyut. Dia merasakan sakit dibagian kepalanya. Tapi itu tak bertahan lama tatkala rasa khawatir yang sangat besar menghampirinya dan membuat rasa sakitnya hilang seketika. Ketika ia melihat istri tercintanya menangis dengan pilunya.
Key mendekap tubuh mungil istrinya yang sedang menangis. Dia membenamkan wajah istrinya kedalam dada bidangnya. Berusaha memberikan keyamanan kepada istrinya.
Biola yang sadar dipeluk oleh suaminya pun terkejut. Tapi tak lama kemudian ia melepas pelukannya kepada kakinya dan mulai memeluk suaminya erat. Ia menangis didalam pelukan suaminya.
Rasa khawatir Key masih terasa didalam hatinya. Jantungnya berdetak sangat cepat pada saat membayangkan Biola meninggalkannya. Seolah-olah Key pernah ditinggalkan oleh Biola untuk selama-lamanya.
Sungguh membayangkannya saja membuat hatinya tersayat. Apa lagi jika itu semua terjadi, mungkin Key tak mampu bertahan hidup lagi.
Key selalu tak menyangka kalau cintanya kepada istri patung es nya yang baru ia kenal sebulan lebih ternyata sangatlah besar. Sampai-sampai membuatnya merasa takut kehilangan Biola, bahkan rasa takutnya kehilangan Biola tidak semengerikan dari kematiannya.
"Ada apa? Kenapa menangis? Apa ada yang menyakitimu? Kalau ada bilang saja kepadaku, aku akan membuatnya hancur." Biola hanya menggeleng didalam pelukan suaminya. Air matanya tak berhenti mengalir.
"Lalu kenapa menangis?" Key melonggarkan pelukannya. Ia melihat wajah sembab istrinya yang berurai air mata.
Sungguh melihat keadaan istrinya yang seperti itu membuat jantungnya seperti ditusuk oleh pisau belati yang sangat tajam.
Sakit, itulah yang dirasakan Key saat ini. Ia bahkan merasakan sesak didadanya saat melihat istrinya dalam keadaan seperti ini.
Key menangkup kedua pipi istrinya dan menghapus air mata yang mengalir dari mata istrinya dengan kedua ibu jarinya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Key pilu. Sungguh ia tak sanggup melihat istrinya berurai air mata.
Biola yang ditanya hanya bisa menggeleng. Dia tidak mau memberi tahu suaminya tentang apa yang ia temukan. Biola masih ingin membuktikan kebenaran dari surat yang ia temukan dari kotak kecil berwarna hitam itu.
Dia masih ingin mengingat ingatan yang menurutnya terlupakan.
Key hanya bisa menghela nafasnya dengan berat. Ia membenamkan kembali wajah istrinya didalam dada bidang miliknya. Sambil mengelus rambut panjang dan hitam milik istrinya.
Key tidak memperdulikan dirinya yang basah kuyup. Yang dia pedulikan saat ini adalah bagai mana menenangkan istrinya. Membuatnya nyaman didekapannya, sehingga dia tidak menangis lagi.
"Key, apa kita pernah bertemu waktu kecil?" Lirihnya sambil sesenggukan didalam dada bidang suaminya.
"Tidak, aku tidak pernah bertemu dengan mu waktu aku kecil." Jawab Key masih memeluk Biola.
Biola merasa bimbang, dia bingung dengan perasaannya yang terasa sakit saat Key berkata tidak mengenalnya saat kecil. Lalu surat itu milik siapa? Itulah yang difikirkan Biola saat ini
"Tapi...." Ucap Key terhenti ketika melihat Biola mendonggakan kepalanya.
"Tapi apa?" Tanyanya menuntut jawaban dari suaminya.
Key yang melihat tingkah istrinya hanya bisa tersenyum. Karena Biola tadi sedang menangis dengan pilunya tapi sekarang dia terlihat baik-baik saja. Seolah-olah tidak ada yang terjadi.
"Tapi aku merasa pernah bertemu denganmu sebelumnya. Tapi aku tidak mengingatnya dimana dan kapan kita pernah bertemu." Jawab Key.
"Benarkah?" Tanya Biola tak percaya.
"Kau ingat saat kita pertama bertemu diacara lamaran dulu?" Biola mengangguk.
"Waktu itu aku merasa ada sesuatu diantara kita. Aku merasa kau adalah cinta pertama dan terakhirku. Aku merasakannya, meras kalau kita memang sudah ditakdirkan bersama, merasakan kalau kita pernah bertemu dan saling menyemangati, merasakan kalau kita pernah bermain bersama, merasakan kalau kita saling melengkapi, merasakan kalau kamu adalah orang yang selalu membuat hudupku hampa dan selalu membuatku mencari sesuatu yang bahkan aku sendiri tidak tahu harus mencari apa."
Mendengar ucapan Key membuat hati Biola terasa hangat dan tenang. Beban yang ada difikirannya pun terasa menghilang seketika.
"Apa ini takdirmu tuhan. Kau mempertemukan kita dalam keadaan beda dunia untuk saling melengkapi dan menyemangati. Kau membuat kami saling jatuh cinta tapi kau mengakhirinya dengan begitu cepat tanpa meninggalkan satu memoripun. Apakah duka yang kita alami dulu adalah awal dari kebahagiaan kita dimasa depan? Terus berapa banya lagi rahasia yang bahkan aku sendiri tidak mengetahuinya dari diriku sendiri." Ucap Biola didalam hati sambil memeluk Key erat dan membenamkan lagi kepalanya didada bidang Key.
"Jangan pernah tinggalkan aku." Ucap Biola lirih.
Key yang mendengar ucapan Biola tiba-tiba merasa tuli. Dia merasa kalau dia salah dengar karena hujan yang lebat disetai petir yang menyambar dengan kerasnya.
"Apa? Kau bilang sesuatu sayang?" Tanya Key sambil mendekatkan telinganya kearah Biola.
Biola mengerucutkan bibirnya. Sungguh dia ingin memukul suaminya itu. Karena bagi Biola mengucapkan kata-kata seperti itu sangatlah memalukan.
"JANGAN TINGGALKAN AKU." Ucap Biola dengan nada tinggi.
Key membulatkan matanya. Sungguh dia tidak pernah menyangka kalau istrinya akan berkata semanis itu. Bahkan lebih manis dari pada madu. Key menyunggingkan senyumannya saat melihat wajah istrinya yang ngambek.
"Aku tidak akan meninggalkanmu dan tidak akan melupakanmu untuk selama-lamanya. Kaulah satu-satunya dihatiku. Kau tak ternilai didunia ini. I Love You patung es burung Beo." Ucap Key sambil terkekeh mengucapkan kata-katanya. Entah kenapa sejak awal bertemu Biola Key jadi selalu memanggil Biola burung beo.
Biola tertegun mendengar ucapan Key, bukan karena ucapan cintanya melainkan kata burung beo yang sama seperti yang ada didalam surat yang ada dikotak hitam itu.
"Apa ini semua nyata? Lalu kenapa aku tidak bisa mengingat apapun. Bahkan kalau aku hilang ingatanpun. Pasti akan ada sekilas ingatan yang hinggap dimemoriku tapi aku tidak mengingat apapun." Biola menunduk saat mendengar ucapan Key sehingga membuat Key menyalah artikan sikap Biola.
"Apa kamu tidak suka dengan pengakuan cintaku?" Ucap Key sambil menatap wajah sendu istrinya.
Biola menggeleng, ia sangat bahagia mendengar pengakuan cinta dari suaminya meski dia tak tau arti perasaannya saat ini. Tapi perkataan Key yang mengatakannya burung Beo yang membuatnya teringat dengan surat yang ada didalam kotak itu.
"Jadi itu benar? Kalau aku dan Key pernah bertemu dulu tapi dalam keadaan kita yang sangat berbeda. Lalu kenapa Key melupakanku? Apa kami sama-sama tidak bisa mengingat kejadian waktu kita bertemu dulu? Dan Key juga pernah berkata kalau dia pernah mengalami amesia sebagian yang sampai saat ini ia sendiri tidak bisa mengingatnya. Kenapa takdir harus mempermainkan kehidupan kita. Aku tidak mau berpisah darimu lagi Keynan. Aku harap ini adalah jawaban dari semua yang aku cari difikiranku." Ucap Biola dalam hati sambil memeluk Key sangat erat. Seolah-olah dia takut akan kehilangan suaminya.
"Sebenarnya apa yang mengganggu pikiranmu sayang? Aku sangat sedih melihatmu seperti ini." Batin Key sambil membalas pelukan istrinya.
Cukup lama mereka berpelukan didalam rumah pohon sampai-sampai Biola tertidur dipelukan hangat suaminya.
______________________
**Terima kasih atas dukungannya guys.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian 😘**
bisa kebakaran jambang nih si Kenan meliharap para pria mengagumi sang istri tercinta
ketika umur 5 th sdh di tandai sang mama calon mertua buat mnjdi menantu ...
sungguh bener2 luar biasa ...
rupa ny memang hak paten sdh si Biola buat Kenan