NovelToon NovelToon
Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / One Night Stand / Single Mom / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: sery

Cinta, bisa membutakan segalanya. Karena cinta.

Bianca menghalalkan segala cara, untuk memiliki seorang pemuda yang sangat di cintainya.

Bianca melakukan tindakan bodoh, yang menyebabkan dia mengandung anak dari pria yang di cintainya.

Apa yang terjadi pada Bianca??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu

Happy reading guys 🥰

👇👇👇

Bianca kaget, sontak tubuhnya tegak. Dan memutar kepalanya untuk melihat orang yang berbicara tadi.

Dalam hatinya, Bianca berharap. Pendengaran salah dengar, suara itu bukan suara yang ingin dihindarinya.

"Mas Joe...!" wajah Bianca panik, dia ingin lari masuk kedalam rumah. Tetapi Jonathan berdiri tepat depan pintu belakang rumahnya.

"Kau tidak akan bisa melarikan diri lagi Bianca! kau harus mengembalikan apa yang sudah kau curi dariku," kata Jonathan seraya berjalan tangan bersedekap didada, mendekati Bianca yang berdiri bagai patung.

"Kaki ayo bergerak.." gumam Bianca, karena merasa kakinya seperti ada ada yang menahannya. Hingga untuk diangkat saja, Bianca merasa sangat berat.

"Aku, apa yang aku curi?" bingung Bianca, karena merasa tidak mencuri apapun dari Jonathan.

"Kau sudah mencuri benihku, Elvan putraku. Itu hasil curian, Kembalikan..!"  seru Jonathan sambil mengadahkan satu tangannya, kearah Bianca.

Deg...

Tubuh Bianca lemas seketika, saat mendengar. Jonathan mengatakan mengenai Elvan.

"Apa yang harus aku lakukan." batin Bianca.

Pikiran Bianca bekerja cepat, walaupun tubuhnya lemas. Tapi, keinginan untuk lepas dari kejaran Jonathan membuat  ide konyol terbersit didalam otaknya.

Dan...

Telur bebek yang tadi baru dikutipnya, dilemparkannya kearah Jonathan.

"Bianca...!" teriak Jonathan dengan marah, karena telur bebek sudah menerpa tubuhnya. Bajunya kotor dan bau amis.

Sedangkan Bianca sudah lari menyelamatkan diri, menuju belakang kandang bebek, begitu Jonathan sibuk membersihkan telur bebek yang berada di bajunya.

"Aku harus kerumah mbak Ayu, untung Elvan lagi di rumah mbak Ayu," ujar Bianca seraya berlari melalui pematang sawah menuju rumah Ayu.

"Kau...!" kesal Jonathan.

"Mana dia?" begitu mengangkat kepalanya, Bianca tidak ada didepannya. Dan Jonathan melihat Bianca berlari di pematang sawah.

"Sial..! kenapa dia suka sekali melarikan diri? awas kau, aku akan menangkapmu Bianca..!" Jonathan berlari mengejar Bianca, dengan terlebih dahulu membuka sepatunya.

"Kau mau kemana?" tanya Kamal baru datang ke halaman belakang, saat melihat Jonathan membuka sepatunya. Kamal heran.

"Aku akan mengejar pencuri..!" seru Jonathan, kemudian berlari mengejar Bianca.

"Pencuri? rumah Bianca di masuki pencuri, apa perlu aku panggil polisi Joe..!" teriak Kamal, karena Jonathan sudah berlalu meninggalkannya.

"Panggil saja penghulu, aku akan menikahi pencuri itu saat ketemu. Tunggu di situ saja.." titah Jonathan pada Kamal.

"Menikahi pencuri? apa Jonathan sudah mulai tidak waras." gumam Kamal.

"Karena terlalu lama jomblo, pencuri juga ingin di nikahinya." sambung Kamal.

"Mau kemana dia? siapa yang dikejarnya?" Kamal berjalan menuju sawah dibelakang rumah Bianca, untuk melihat jelas. Siapa yang dikejar Jonathan.

"Apakah itu pencurinya, sepertinya itu seorang wanita? Bianca kemana?" Kamal semakin bingung.

Sedangkan Bianca terus berlari dengan hati-hati, Jonathan mengejarnya. Sembari berteriak memanggil namanya.

Bianca berlari dengan sangat hati-hati, karena pematang sawah yang licin, lengah sedikit. Dia akan berakhir didalam sawah yang berlumpur.

"Bianca...!" panggil Jonathan dengan berteriak sekeras mungkin.

"Aaahhh..! kenapa dia terus mengejarku...!" seru Bianca, saat mendengar suara Jonathan memanggil namanya.

"Berhenti Bianca Almira..!" teriak Jonathan, dengan menyebut nama Bianca dengan lengkap.

Suara Jonathan semakin terdengar dekat, membuat Bianca semakin panik.

"Kenapa dia cepat sekali larinya, apa dia terbang," ujar Bianca kesal.

"Bian..ca...!" seru Jonathan.

"Berhenti...!" sambung Jonathan lagi.

"Tidak..! aku tidak mau bertemu dan berbicara denganmu, kembali saja dari mana kau berasal..!" seru Bianca, yang tidak menyebut Jonathan dengan panggilan mas.

Karena Bianca ingat, Jonathan tidak menyukai dia menyebut namanya.

"Kau harus mengembalikan apa yang telah kau curi dariku, aku mau putraku..!" seru Jonathan.

"Elvan putraku..! aku tidak mencuri, aku hanya minta satu kenang-kenangan darimu. Sebelum kau menikah dengan Chelsea.." ucap Bianca dengan napas tersengal-sengal, dia menghentikan larinya.

"Aku letih." gumam Bianca.

"Kalau letih, untuk apa kau lari lagi..." suara Jonathan terdengar sangat dekat, Bianca menoleh.

Dan..

Jonathan sudah berada dibelakangnya.

"Aaarrgghhh..!" Bianca kaget, saat ingin kembali berlari. Kaki Bianca tergelincir.

Dan Bianca terjerembab kedalam sawah, dalam posisi tertelungkup.

Jonathan hanya memandang Bianca yang terjatuh kedalam sawah, tidak ada ekspresi dari raut wajahnya.

"Aaarrgghhh...!" teriak Bianca yang berusaha untuk bangkit.

Tapi lumpur sepertinya menahan kakinya.

Tangan Jonathan bersedekap didada, wajahnya tanpa ekspresi menatap Bianca yang kesulitan untuk berdiri dari dalam lumpur yang menenggelamkan ujung kakinya.

Karena kesal, Bianca duduk dilumpur. Dia mendongak menatap kearah Jonathan yang berdiri tegak dengan tangan bersedekap.

"Dia pasti bahagia, melihat badanku di penuhi lumpur. Sepertinya, dia jijik melihat tubuhku penuh lumpur. Satu kesempatan untuk melarikan diri, ternyata musibah membawa keselamatan untukku." batin Bianca yang kesal, bercampur senang.

"Sepertinya, ada rencana licik dalam otak kecilnya itu." batin Jonathan.

"Keluar! Apa kau ingin selamanya berada di situ?" tanya Jonathan.

"Iya, aku ingin main lumpur di sini. Kenapa? apa kau keberatan? Pergi saja..!" Bianca mencabut rumput yang ada didekatnya.

"Tetaplah di situ, aku akan mengambil apa yang telah kau curi," kata Jonathan.

Jonathan membalikkan badan, dan melangkah meninggalkan Bianca.

"Apa yang mau dia ambil, Elvan kan di rumah mbak Ayu," ucap Bianca senang.

"Apa mbak Ayu sudah mengantarkan Elvan, Tidak...!" teriak Bianca.

Entah datang kekuatan dari mana, Bianca berdiri dan mengangkat kakinya dari lumpur yang menahannya dengan mudahnya. Bianca naik keatas pematang sawah, dan berjalan dengan cepat mengejar Jonathan yang sudah jauh didepannya.

"Aku harus menyelamatkan Elvan, Mas Joe pasti akan membawa Elvan." gumam Bianca.

Bianca mempercepat langkahnya, apalagi saat melihat dari kejauhan Bianca melihat Elvan dan Ayu sedang berbicara dengan Kamal dan Zulham.

"Mbak Ayu sudah mengantarkan Elvan..! ayo mbak, bawa Elvan pergi," ucap Bianca seraya berjalan menuju rumahnya.

Elvan berlari mendekati Jonathan yang berjalan mendekatinya.

"Om..!" Elvan merentangkan kedua tangannya, menyambut kedatangan Jonathan.

Begitu tiba didekat Elvan, Jonathan jongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Elvan. Jonathan menarik tubuh Elvan kedalam pelukannya.

Perasaan Jonathan tidak bisa diucapkan dengan kata-kata, kesalahan satu malam antara dirinya dan Bianca. Menghasilkan anak kecil yang kini berada dalam pelukannya.

Ayu dan Kamal terenyuh, melihat Elvan menyambut kedatangan Jonathan.

"Apa Elvan tahu, siapa ayahnya?" tanya Kamal pada Ayu.

"Tidak, Bianca tidak pernah bercerita. Dan Elvan juga tidak pernah bertanya," kata Ayu

"Kenapa? apa dia tidak iri dengan teman-temannya yang mempunyai seorang Ayah?" tanya Kamal.

"Desa ini terkenal dengan desa janda, karena hampir 80 % penduduknya itu tidak mempunyai suami. Teman-teman Elvan lebih banyak tidak mempunyai ayah." cerita Ayu.

"Aaa...! desa janda..!" Kamal terperangah, mendengar cerita Ayu.

Ayu ngekeh, melihat Kamal terkejut.

Jonathan mengurai pelukannya, dan menatap wajah Elvan dengan tatapan mata yang terharu.

"Apa kabar boy?" tanya Jonathan sembari mengusap pucuk kepala Elvan.

"Sehat Om," sahut Elvan dengan senyum lebar menghiasi bibirnya.

Deg ..

"Om, anakku memanggil aku Om. Aku tidak akan membiarkan putraku *teru**s memanggilku dengan sebutan Om* ." batin Jonathan.

Bianca termangu berdiri dibalik kandang bebek, menatap dua laki-laki yang ada dalam hatinya.

Bersambung 👉👉👉

1
Jaya Purba
Luar biasa
Ran Aulia
ceritanya bagus. Romantis dan menghibur. suka sama karakter mama Maya dan papa Budi 💙 ❤️ ♥️ 💖 💕 💓

terima kasih ya kak 😍 😍😍😍
Safa Almira
bagus
Sony Sound
Luar biasa
Dewi Yanti
hah chelsea kurag apa suami dan anak mu, sungguh tdk bersyukur dg apa yg kau miliki.. yg akhir nya suami yg tulus mencintai pergi lelaki yg km idamkan jg tdk di dpt kan.akhirnya sendirian
Inez Silvia
ceritanya bagus
Ros Sitorus
Kecewa
Ros Sitorus
Buruk
Mama Muda
ceritanya bagus tapi saya gak setuju klo cewek perkosa cowok
Mama Muda
ceritanya 👍👍👍👍
Mama Muda
selamat ya atas kelahirannya sehat selalu
Mama Muda
cara cemburunya suka ☺☺☺☺☺
Mama Muda
ngidamnya 😁😁😁😁 aduh pala jadi pusing
Mama Muda
itu alat tes kehamilan pak joy
Mama Muda
pak joy ngidam ☺☺☺☺
Mama Muda
bian trimakasihlah pd pak joe karna melindungimu dari perbuatan jelekmu
Mama Muda
emang anak jo tapi bukan dengan chealsea ma mungkin
Mama Muda
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 aku bacanya bukannya sedih 💖💖💖💖💖💖bunda maya
Mama Muda
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 bude ngompol
Mama Muda
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻 bunda maya anak umur 30puluhan kok di bujuk untuk acara begituan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!