Aneska Maheswari ratu bisnis kelas kakap yang di bunuh oleh rekan bisnisnya tapi dengan anehnya jiwanya masuk pada gadis desa yang di buang oleh keluarganya kemudian di paksa menikahi seorang pria lumpuh menggantikan adik tirinya .
Mampukah aneska membalaskan semua dendam dan menjalani kehidupan gadis buangan tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23.Mempercepat Pernikahan
Arumi, Maya, dan Hendra kini telah berada di dalam apartemen Kenzo dan Celine setelah para penghuni apartemen lain berkumpul dan menyaksikan keributan yang terjadi tadi. Tidak ingin malu dan skandalnya tersebar, Kenzo pun segera menarik seluruh keluarga Arumi masuk ke dalam apartemen untuk membicarakan permasalahan tersebut.
“Saya tidak mau tahu, kamu harus menikahi anak saya secepatnya,” tuntut Hendra kembali.
Celine menatap tajam ke arah Kenzo. Tatapannya begitu mematikan, membuat Kenzo dengan cepat mengangkat suara.
“Benarkah itu anakku? Bisa saja Arumi hanya mengaku-aku karena dia tidak ingin dicampakkan olehku,” ucap Kenzo, yang membuat ketiga orang di hadapannya naik pitam.
“Kamu tidak ingin bertanggung jawab setelah apa yang kamu lakukan kepada anakku?” ucap Hendra menatap Kenzo tajam.
“Dia mau melakukannya kepadaku. Tidak menutup kemungkinan jika dia juga melakukannya kepada orang lain, mengingat bagaimana liarnya anak bapak. Dia mengaku wanita terhormat, tapi kelakuannya sangat tidak mencerminkan wanita terhormat sama sekali.”
“Bapak tidak tahu, bukan? Dia sendiri yang datang kepadaku, menggodaku, dan menyerahkan kehormatannya kepadaku tanpa aku minta, dan itu dia lakukan berulang kali. Jadi jika bapak meminta pertanggungjawaban sekarang kepadaku, aku rasa itu sangat tidak tepat karena aku tidak pernah memintanya melakukannya kepadaku. Dia sendiri yang mau melakukannya bersamaku, berarti itu risiko dari keinginannya sendiri, bukan?” ucap Kenzo dengan tenang.
Arumi terbelalak mendengar kata-kata Kenzo. Ia tidak menyangka laki-laki yang ia cintai tega melakukan itu kepadanya.
Maya menguatkan pelukannya kepada Arumi, mencoba menenangkan anak kesayangannya itu.
“Kurang ajar! Jadi kamu hanya menginginkan kenikmatan saja dari anakku dan tidak ingin bertanggung jawab? Kamu tahu aku bisa memviralkan ini dan membuatmu dipecat dari pekerjaanmu.”
“Silakan. Lagi pula tidak ada satu bukti atau jejak pun jika aku dan Arumi memiliki hubungan. Bukan begitu, sayang?” ucap Kenzo, memamerkan deretan giginya sambil menatap Arumi.
Hendra menoleh ke arah Arumi yang gemetar.
“Arumi, apa benar apa yang dikatakan laki-laki itu?” tanya Maya.
“Dia melarangku menyimpan foto ataupun video, termasuk chat, untuk menjaga kerahasiaan hubungan aku dan dia, Ma,” jawab Arumi.
“Jadi benar apa yang dia katakan, kamu tidak memiliki bukti apa pun,” ucap Maya yang tak habis pikir dengan kebodohan anaknya itu.
“Maa… hik… hiks… hiks…” isak Arumi.
“Dengarkan, anak kalian tidak punya bukti apa pun keterlibatannya dengan Kenzo, jadi sekarang lebih baik kalian keluar dari apartemenku dan jangan pernah menunjukkan lagi wajah kalian di sini.”
“Tidak bisa seperti itu. Kenzo harus bertanggung jawab. Dia harus menikahiku,” Arumi berdiri dan berteriak ke arah Celine.
“Dia akan menikah denganku, bukan denganmu. Silakan jika kamu dan orang tuamu ini ingin berkoar-koar di media sosial tentang Kenzo, karena aku tidak segan untuk memenjarakan kalian semua,” ancam Celine sambil berdiri dan menatap Arumi tajam.
“Jadi sekarang cepat kalian semua KELUAR!” usir Celine sambil menunjuk pintu keluar.
Dengan perasaan terhina, Hendra bergegas keluar sambil menarik tangan Arumi, diikuti Maya keluar dari sana.
Celine duduk di sofanya, menghela napas dalam, lalu menatap Kenzo. “Percepat pernikahan kita. Atur semuanya menjadi besok. Aku tidak ingin ada drama lagi yang membuat kita gagal menikah.”
“Besok? Celine, ini terlalu terburu-buru.”
“Tidak usah banyak komentar, Kenzo. Jika kamu tidak ingin aku menyerahkan bukti keterlibatanmu soal kecelakaan Raka kepada keluarga Pranoto, lakukan sesuai keinginanku jika kamu masih ingin hidup enak!” tegas Celine, yang membuat Kenzo mengepal tangannya erat.
"Dia memperlakukanku layaknya budaknya sekarang hanya karena dia tahu rahasiaku, "batin Kenzo menggeram kuat." Sebenarnya bukti apa yang dia punya hingga dia begitu yakin dengan kata-katanya?" batinnya lagi, mengingat bagaimana ia mencelakai Raka waktu itu.
Flashback
“Tender besar sudah di depan mata dan saingan berat kita kali ini adalah Pranoto Corporation. Raka juga tidak kalah pintarnya dari Anes. Jika kamu tidak bisa memenangkan tender kali ini, jabatan Anes yang kosong sebagai kepala devisi pemasaran tidak akan aku berikan kepadamu meskipun kamu adalah wakil devisi saat ini,” jelas pimpinan perusahaan pada Kenzo.
“Buktikan kecakapanmu dengan memenangkan tender ini jika kamu memang ingin menduduki kursi Anes sebagai kepala devisi pemasaran,” sambungnya lagi, yang diangguki oleh Kenzo.
Sepanjang jalan menuju ruangannya, Kenzo berpikir keras untuk bisa menyingkirkan Raka dari persaingan tender besar kali ini. Namun, tidak satu pun cara terlintas di benaknya untuk menjatuhkan Raka kecuali mencelakainya, karena kehidupan Raka yang tertutup tidak memungkinkan untuk menyeretnya ke dalam skandal apa pun yang ia rencanakan untuk menjebaknya.
"Skandal tidak akan mengganggu Raka untuk terus ikut persaingan pemenangan tender ini. Aku benar-benar harus mencelakainya jika ingin menggagalkan Raka dari keikutsertaannya untuk bersaing memenangkan tender kali ini."
"Aku pernah membunuh Anes. Jika hanya mencelakai Raka kali ini, mungkin tidak akan semenakutkan Anes saat itu. Lagi pula aku juga tidak akan melakukannya sendiri."
Kenzo bergerak cepat masuk ke dalam ruangannya, lalu merogoh ponselnya dan menelepon seseorang.
📞“Halo, aku ingin kamu mencelakai Raka Mahesa Pranoto. Cukup buat dia cedera dan vakum dalam dunia kerja selama beberapa bulan. Pastikan semuanya berjalan rapi tanpa jejak apa pun,” jelas Kenzo menghubungi seorang pembunuh bayaran.
📞“Kamu yakin tidak ingin menghabisinya?”
📞“Aku hanya ingin dia tidak ikut tender perusahaan besar yang aku incar. Jadi buatlah dia sesuai perintahku. Aku akan membayarmu lebih nanti jika kamu bisa melakukannya dengan baik.”
📞“Oke, baiklah jika itu maumu,” ucap orang dari balik telepon yang kemudian menutup sambungan.
Malam harinya, berita tentang kecelakaan Raka tersebar luas di media sosial dan juga berita televisi. Kenzo segera menghidupkan TV di ruangannya untuk memastikan berita yang ia lihat di media sosial.
“Telah terjadi kecelakaan tunggal mobil pribadi yang begitu parah yang diduga anak sulung dari keluarga Pranoto, yaitu Raka Mahesa, mengalami luka yang cukup serius. Adapun kondisi sopir yang mengendarainya tewas setelah membanting setir dan mobil terguling beberapa kali. Saat ini korban sedang dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.”
Seketika tubuh Kenzo langsung bergetar melihat betapa tragisnya kecelakaan itu. Ia tidak pernah menyangka jika rencananya akan separah ini.
Drttt… drtttt…
Kenzo mengangkat telepon dari pembunuh bayaran yang ia sewa.
📞“Bagaimana? Dia cukup cedera, bukan? Rencanaku berjalan begitu mulus dan bagus.”
📞“Ini terlalu parah. Bagaimana jika dia mati?”
📞“Cup… cup… dia tidak akan mati. Tenang saja. Aku sudah memastikannya jika dia masih hidup. Jadi cepat kirimkan sisa uang yang kamu janjikan jika kamu masih ingin memenangkan tender perusahaan besarmu,” ucap pembunuh bayaran itu, lalu mematikan sambungan telepon.
Dadanya masih bergemuruh, tak tenang. Namun Kenzo berusaha keras untuk tetap tenang.
“Sadarlah, Kenzo. Ini sesuai dengan rencanamu. Sebentar lagi kamu akan menduduki singgasana Anes. Kamu dengar sendiri, bukan? Dia tidak akan mati. Pembunuh bayaran itu sudah memastikannya, jadi tenanglah,” gumam Kenzo sambil memukul-mukul pipinya, lalu bergerak cepat untuk mengirimkan uang yang sudah ia janjikan kepada pembunuh bayaran tersebut.
.
.
.
💐💐💐Bersambung💐💐💐
Beneran dong kenzo terlibat dalam kecelakaan Raka, dia sengaja nyuruh pembunuh bayaran buat celakain Raka. Benar - benar biadab orang- orang ini 🤧
Lanjut Next Bab ya guys😊
Lope lope jangan lupa ya❤❤
Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semuan ya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat aku nantikan 🥰❤