NovelToon NovelToon
ASLAN VALERION

ASLAN VALERION

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Penyelamat / Sistem
Popularitas:94
Nilai: 5
Nama Author: HUUAALAAA

Dua puluh kavaleri elit musuh terus bergerak mendekati lokasi persembunyian Aslan tanpa menyadari maut yang menanti. Pangeran itu telah menyiapkan jebakan mematikan melalui perhitungan sistem yang menjamin kemenangan mutlak bagi dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HUUAALAAA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Debu hasil pertempuran baru saja mereda ketika Aslan melangkah masuk ke jantung fasilitas Tambang Barat. Para prajurit Serigala Perak bergerak dengan sigap mengamankan sisa-asisa pasukan Zarek yang menyerah tanpa syarat. Di tengah hiruk-pikuk pengamanan area tersebut, Aslan berdiri tegak mengamati deretan panel kendali kuno yang kini telah berpindah tangan sepenuhnya ke bawah pengawasannya.

"Si Tangan Besi, segera koordinasikan unit teknis untuk memindahkan kristal grade murni ke Benteng Inti," perintah Aslan dengan suara yang mantap.

"Siap, Pangeran. Saya sudah menyiapkan kereta uap khusus agar energi kristal tidak menguap selama perjalanan," jawab Si Tangan Besi sambil mengusap peluh di dahinya.

Elara berjalan mendekati Aslan setelah memastikan para tawanan telah dimasukkan ke dalam sel sementara. "Zarek adalah pria yang keras kepala. Dia menolak untuk memberikan kode akses ke gudang penyimpanan cadangan."

Aslan menoleh ke arah Elara dengan tatapan yang sangat tenang. "Dia tidak perlu memberikannya. Aku sudah mendapatkan semua informasi yang aku butuhkan dari sistem kendali ini."

[Sistem: Dekripsi paksa gudang cadangan selesai. Lokasi: 15 meter di bawah lantai ruang kontrol. Status: Terkunci dengan segel sihir Kael.]

"Bawa aku ke sana. Aku akan menunjukkan padamu bahwa rahasia Zarek tidak lagi berguna bagi Kael," ucap Aslan sambil melangkah menuju pintu rahasia yang tersembunyi di balik dinding kristal.

Elara mengikuti Aslan dengan rasa kagum yang sulit disembunyikan. "Bagaimana kau bisa tahu ada ruang bawah tanah di sini? Bahkan peta resmi kerajaan tidak mencantumkannya."

"Beberapa hal bisa terlihat jika kau tahu cara membaca aliran energi di dalam bangunan ini," balas Aslan tanpa memberikan detail lebih lanjut mengenai sistem di sarafnya.

Mereka menuruni tangga batu yang sempit hingga sampai di depan sebuah pintu besi raksasa yang memancarkan aura kemerahan. Aslan meletakkan telapak tangannya di permukaan pintu tersebut, membiarkan sistemnya menetralisir segel sihir milik paman Kael.

[Sistem: Menghancurkan struktur sihir 'Taring Merah'. Proses sinkronisasi energi dimulai. Sabotase berhasil.]

Pintu besi itu terbuka dengan suara dentuman yang cukup keras. Di dalamnya terdapat ratusan kristal merah yang jauh lebih kuat daripada kristal biru biasa. Ini adalah bahan baku utama untuk membuat senjata penghancur massal milik Kael.

"Ini adalah harta karun yang sangat berbahaya," bisik Elara saat melihat pendaran warna merah yang memenuhi ruangan. "Jika Kael kehilangan ini, dia tidak akan bisa menggerakkan pasukan artileri beratnya untuk waktu yang sangat lama."

"Itulah rencanaku sejak awal. Kita tidak hanya merebut tambang, tapi kita melumpuhkan potensi perang mereka secara keseluruhan," sahut Aslan dengan nada bicara yang sangat dingin.

Tiba-tiba, suara derap kaki kuda terdengar dari arah terowongan masuk utama. Jax muncul dengan napas yang terengah-engah dan wajah yang tampak sangat cemas.

"Pangeran, ada pesan darurat dari Bayangan Merah di ibu kota!" seru Jax sambil menyerahkan gulungan kertas kecil.

Aslan membaca surat itu dengan cepat. Matanya sedikit menyipit saat melihat isi pesan tersebut. "Kael telah mengumumkan status darurat nasional. Dia menyandera keluarga para bangsawan yang dia curigai berpihak padaku."

"Itu adalah tindakan yang sangat putus asa," komentar Elara dengan geram. "Dia mencoba menekan moral para loyalis agar mereka tidak berani bergerak membantu kita."

"Dia sedang menggali kuburannya sendiri dengan cara itu. Rakyat tidak akan menyukai pemimpin yang menyandera keluarganya sendiri," jawab Aslan sambil melipat kembali surat tersebut.

[Sistem: Menganalisis dampak politik. Rekomendasi: Kirim agen propaganda ke wilayah pinggiran untuk menyebarkan berita tentang kekejaman Kael.]

"Jax, perintahkan unitmu untuk menyebarkan berita ini ke seluruh desa di wilayah Barat dan Timur. Biarkan rakyat tahu bahwa pangeran mereka sedang berjuang untuk membebaskan keluarga yang disandera," perintah Aslan.

"Baik, Pangeran. Saya akan memastikan setiap mulut di pasar membicarakan hal ini sebelum fajar menyingsing," jawab Jax sebelum kembali menghilang ke dalam kegelapan terowongan.

Aslan kembali menatap Elara yang tampak sangat tegang. Ia menyentuh tangan Elara dengan lembut, memberikan sedikit ketenangan di tengah situasi yang mulai memanas ini.

"Kita tidak akan membiarkan Kael menyakiti mereka. Setiap langkah yang kita ambil sekarang adalah untuk mempercepat kejatuhannya," ucap Aslan dengan penuh keyakinan.

"Aku tahu, Aslan. Hanya saja aku tidak menyangka dia akan bertindak sekejam itu kepada orang-orangnya sendiri," balas Elara sambil membalas genggaman tangan Aslan.

"Kekuasaan seringkali membuat orang menjadi buta. Tapi bagi kita, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa ada cara memimpin yang lebih baik," kata Aslan.

Malam itu, Tambang Barat berubah menjadi pusat aktivitas yang sangat padat. Si Tangan Besi mulai memodifikasi peralatan tambang menjadi mesin perang yang bisa digunakan untuk mempertahankan wilayah tersebut jika ada serangan balik.

Aslan duduk di ruang kerja Zarek yang kini telah ia ambil alih. Ia sedang mempelajari peta pertahanan ibu kota yang diproyeksikan oleh sistem sarafnya.

[Sistem: Simulasi pengepungan ibu kota memerlukan waktu persiapan minimal tiga bulan. Kelemahan utama: Gerbang Air di sisi selatan.]

"Gerbang Air ya? Itu adalah tempat yang sangat sulit ditembus karena arus sungainya yang sangat deras," gumam Aslan pada dirinya sendiri.

Elara masuk ke ruangan membawa dua cangkir kopi hangat. Ia meletakkannya di atas meja strategi yang penuh dengan dokumen. "Kau masih belum mau tidur? Tubuhmu butuh istirahat setelah pertempuran tadi."

"Aku sedang memikirkan cara untuk masuk ke ibu kota tanpa harus mengorbankan banyak nyawa prajurit kita," jawab Aslan sambil menyeruput kopinya.

Elara duduk di kursi di seberang Aslan. "Kau selalu memikirkan keselamatan orang lain. Terkadang aku merasa kau terlalu berat memikul beban ini sendirian."

"Aku tidak sendirian, Elara. Aku punya kau, Si Tangan Besi, Jax, dan semua orang yang percaya padaku," balas Aslan dengan senyum yang sangat tulus.

"Dan kami akan selalu ada di sana, bahkan jika kau harus menghadapi naga sekalipun," canda Elara untuk mencairkan suasana.

Aslan tertawa kecil. "Naga mungkin lebih mudah dihadapi daripada kelicikan paman Kael. Tapi aku berjanji, takhta itu akan kembali ke tangan yang seharusnya."

Momen kebersamaan mereka terinterupsi saat Kiko masuk dengan laporan logistik terbaru. "Tuan, warga lokal di sekitar tambang mulai berdatangan. Mereka menawarkan bantuan tenaga kerja sebagai bentuk rasa syukur karena kita telah mengusir Zarek."

Aslan berdiri dengan semangat. "Ini adalah awal yang bagus. Berikan mereka upah yang layak dan pastikan mereka mendapatkan perlindungan keamanan. Kita harus membangun kepercayaan rakyat mulai dari sini."

"Baik, Tuan. Saya akan segera mengatur pembagian tugas untuk mereka," jawab Kiko dengan wajah yang ceria.

[Sistem: Tingkat dukungan rakyat di wilayah Barat meningkat menjadi 60%. Bonus stabilitas wilayah diperoleh.]

Aslan menatap ke luar jendela, melihat lampu-lampu di pemukiman warga yang mulai menyala satu per satu. Ia tahu bahwa kemenangan ini hanyalah satu kepingan dari teka-teki besar untuk merebut kembali kerajaannya.

"Besok kita akan mulai melatih milisi lokal. Kita harus memastikan setiap wilayah yang kita ambil bisa mempertahankan dirinya sendiri," ucap Aslan kepada Elara.

"Aku setuju. Aku akan memimpin pelatihan kavaleri ringan untuk mereka," sahut Elara dengan penuh semangat juang.

Perang ini masih panjang, tapi Aslan merasa jauh lebih siap daripada sebelumnya. Dengan kekuatan sistem di sarafnya dan loyalitas orang-orang di sekitarnya, ia yakin bahwa cahaya keadilan akan segera kembali menyinari Valerion.

1
anggita
mampir like👍aja Thor.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!