[NAMA KARAKTER DALAM NOVEL INI SEDANG DALAM TAHAP REVISI, HARAP MEMAKLUMI NAMA NYELENEH DAN TERKESAN TIDAK BAGUS INI, TERIMAKASIH]
"Gue yang diperkodok, kok Om yang takut sih? Tapi gapapa Om gue seneng dan merasa tersanjung kok, soalnya Om bilang punya gue enak," ujar Nanas frontal.
"Kamu gila yah!" jawab Anthony meringkuk dengan menutupi badannya dengan selimut.
Hanya Sefruit kisah yang dialami oleh Nanas, karena sebuah tantangan konyol dengan iming-iming Aston Martin, Nanas harus tidur didalam kamar hotel selama dua puluh empat jam, tanpa mengunci pintunya.
Namun siapa sangka, kejadian taruhan itu benar-benar menjungkirbalikkan hidup Nanas dalam satu malam.
ANTHONY GILBERT CHOW x NANAS AMANDA AFDARIANTO
WARNING INI ADALAH AREA BEBAS TERTAWA😂
#SEFRUIT KISAH 01
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31 | Kejutan Yang Tertunda
Happy Reading!
•
•
"Ayo pulang, aku udah gapapa, lagian aku mau ajak kamu dinner malam ini," ujar Anthony yang kali ini membuat Nanas berbinar.
"Dalam rangka apa?" tanya Nanas.
Nanas merasa bahwa ini adalah kejutan yang disiapkan oleh Anthony untuknya, karena selama ini Feeling Nanas selalu benar karena dia memiliki kepercayaan diri diatas UMR.
"Tidak ada," jawab Anthony berbohong.
"Padahal berharap dikasih kejutan. Emang yah resiko nikah sama Duda kurang peka yah gini." batin Nanas yang bercampur aduk antara senang dan kesal.
Nanas yang sedikit kecewa hanya diam, namun hatinya senang, setidaknya Anthony ingin mengajaknya makan malam romantis.
Akhirnya Nanas dan Anthony bersiap untuk pulang, karena mereka tidak membawa apapun ke rumah sakit, jadi mereka tinggal langsung pulang tanpa harus beberes sebelum meninggalkan ruangan rawat itu.
Setelahnya Anthony dengan dibantu Nanas berjalan pelan keluar dari ruangan itu menuju resepsionis untuk melunasi pembayaran rumah sakit Anthony.
Nanas sendiri mencari keberadaan Faredian untuk pamit namun tidak menemukan sosok itu disana, akhirnya Nanas dan Anthony segera membayar biaya rumah sakit dan beranjak pulang.
Anthony dan Nanas pulang dengan menyewa Taksi online karena mobil Anthony masih berada di tempat reuni semalam, jarak antara rumah Anthony dan Nanas dengan rumah sakit yang lumayan jauh, membuat Anthony memilih tidur sejenak diatas paha Nanas.
Nanas yang mendapati kepala suaminya hanya mengelus rambut Anthony yang terpejam sembari menikmati angin yang masuk melalui jendela. "Kayaknya rambut Om Thon, harus dipotong."
Anthony membuka sebelah matanya dan menatap Nanas. "Yaudah kamu potongin,"
Nanas hanya mengangguk kemudian kembali diam sampai mereka tiba di rumah mereka, dengan dibantu Nanas, Anthony berjalan masuk kedalam rumah dengan keadaan sedikit pincang karena belum bisa berjalan sempurna.
•
•
Malam sudah tiba, ini adalah waktu Dinner yang dijanji-janjikan oleh Anthony untuk Nanas, Nanas kini siap dengan dress-nya walaupun dia tidak tau apakah Anthony tahu hari ini adalah ulang tahunnya, yang jelas Nanas berharap bahwa Anthony akan memberikannya kejutan disana.
Anthony sendiri juga sudah siap dengan kemeja putih dan celana hitamnya, ia menyemprot parfum ke badannya sebelum berjalan ke arah Nanas.
"Sudah siap?" tanya Anthony ikut menyemprotkan parfum ke badan Nanas. "Yuk berangkat,"
Mereka berdua memilih berangkat dengan mobil Anthony yang diantar pulang oleh Mangga, dengan dikendarai oleh Anthony sendiri, mereka berdua menjalankan mobil menuju sebuah restaurant yang telah Anthony reservasi terlebih dahulu.
Tak butuh waktu lama untuk sampai disana, dengan keadaan setengah pincang, Anthony dan Nanas kini sudah duduk di meja yang disediakan pelayan tersebut, suasana romantis mendukung makan malam mereka kali ini, apalagi Anthony sudah menyiapkan cincin untuk Nanas.
Anthony memesan makanan pada waiters dan setelahnya mengeluarkan cincin dari saku celananya, ia sudah mempersiapkan kalimatnya dan memberikan kejutan bahwa ia seratus persen mengingat ulang tahun Nanas.
Namun ketika Anthony hendak memberikan cincin tersebut, Nanas meminta izin ke toilet yang membuat Anthony mengangguk.
Nanas berjalan ke arah toilet yang berada disudut ruangan restaurant tersebut, setelah selesai dengan urusannya Nanas hendak kembali namun tertunda karena berpapasan dengan Faredian.
"Kak Faredian?" panggil Nanas. "Tadi aku cariin di rumah sakit gak ada, aku cuma mau bilang makasih yah udah bantuin Om Thony."
Faredian yang mendengar ucapan Nanas hanya mengangguk, sementara Anthony yang merasa Nanas cukup lama segera menyusul istrinya itu namun terhenti saat melihat istrinya bersama Faredian.
Nanas hendak kembali sebelum Faredian menahan tangannya yang membuat langkah Nanas terhenti. "Aku cuma mau bilang, kalau aku cinta sama kamu Nas, aku masih sayang sama kamu,"
Nanas yang mendengar itu hanya kaget dan menatap Faredian sekilas dan terdiam, sementara Anthony yang melihat dari kejauhan sontak merasa kesal dan memilih kembali ke meja tadi.
"Maaf kak, aku udah punya suami, dan aku cinta sama Om Thony," jawab Nanas melepas tangan Faredian.
"Tapi kamu cinta kan sama aku?" tanya Faredian pada Nanas.
Nanas menggeleng sekilas. "Gak."
"Aku nyaman sama Om Thon, kalau kita cinta sama seseorang belum tentu kita bisa nyaman, tapi kalau kita udah nyaman, itu bisa jadi pertanda bahwa kita benar-benar mencintainya," lanjut Nanas.
"Gila! baru kali ini gue bisa ngomong sebijak ini, Mak bapak gue pasti bangga," batin Nanas.
"Okey," jawab Faredian pasrah.
Setelahnya Nanas berjalan kembali ke meja dimana Anthony sudah menunggu, sementara itu Faredian hanya terdiam nista mendengar jawaban dari Nanas.
"Kok lama?" tanya Anthony berpura-pura tidak tahu.
"Gak lama kok," jawab Nanas.
Anthony melihat ke arah lain mendengar jawaban Nanas kemudian menggenggam erat cincin yang dia pegang.
"Ketemu siapa tadi?" tanya Anthony memastikan.
Nanas terdiam, bingung atau tidak, jika dia memberitahu bahwa ia bertemu dengan Faredian, tentu akan membuat Anthony cemburu.
"Gak ketemu siapa-siapa," jawab Nanas berbohong.
Anthony yang mengetahui Nanas berbohong merasa kesal namun tidak ditunjukkan secara langsung, Anthony berdiri dan berjalan meninggalkan Nanas disana.
"Ayok pulang, aku ngantuk." ujar Anthony yang membuat Nanas berdiri dan menyusulnya.
"Kok pulang sih?" tanya Nanas.
"Kalau kubilang pulang, yah pulang," jawab Anthony yang membuat Nanas terdiam.
•
•
TBC
Ada yang ngambek nih wkwkwkw
iya gk seehhh....???
kok iso yooo....😩😩😩
Mau nikahin seorang cowo yg belok? anjirrlah, (ga TW yah bisa atau ga berubahnnya) TPI kek dia udah pernah menikmati rasanya jadi Pria yg Aihh sudahlah. Intinya dia ga normal anjirrr emng bisa berubah TPI cowo yg prnah ga normal itu teruss tiba² berubah normal, itu kek ibaratnya gini (cowo kan harga dirinya tinggi apalagi soal kejantanan, dis udah prnah jdi pria ga normal aja kek aib ga sih+ga tau malu juga) masa jodohnya melon serandom ini sih😭 kenapa ga sama cowo bule Turki itu aja deh😭
THORRR KULIAH LOH INI, GA DI DROP OUT MAHASISWI MODELAN KEK GINI NIHP😭