NovelToon NovelToon
Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Manusia Serigala / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

“Aku telah melihat masa depan kalian,” lanjutnya. “Dari abu pengorbanannya, jiwanya tidak hancur. Jiwa sang Ratu terlepas dari pusaran kehancuran dan ditakdirkan untuk terlahir kembali.”

“Sebagai apa?” suara Ragnar nyaris hanya bisikan.

“Sebagai manusia.”

“Manusia?” Ragnar tertawa pendek, pahit. “Makhluk fana, rapuh, dengan umur sekejap mata?”

“Justru karena itu,” jawab Holly. “Ia akan hidup jauh dari dunia kita, tanpa ingatan tentang perang, mahkota, atau pengorbanannya. Namun takdir tidak sepenuhnya kejam, bukan? Setidaknya dia terlahir kembali kali ini hanya untukmu.”

999 tahun pencarian....

“Akhirnya, aku menemukanmu, Ivory! Aku telah menepati janjiku untuk tidak melupakanmu dan datang menjemputmu.”

PLAK!

“Anda sudah keterlaluan! Dasar Bos Gila!” Kata Ivory penuh amarah.

Akankah takdir kali ini akan mempersatukan Ragnar dan Ivory kembali? Ataukah takdir sebelumnya akan terulang kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Mencoba Melawan Takdir

Suara Elena bergetar saat melanjutkan, “Pertempuran terakhir itu… langit terbelah oleh sihir hitamku dan darah vampirmu. Kita bertarung tanpa mundur, tanpa belas kasihan karena jika salah satu hidup dari kita tetap masih hidup, maka dunia akan runtuh.”

Ivory semakin terjatuh berlutut. Dadanya terasa kosong. “Kita membunuh satu sama lain,” bisiknya.

Elena mengeleng, air matanya terus berjatuhan. “Tidak, aku tidak bisa membunuh adikku sendiri baik dulu maupun sekarang. Aku mati di tanganmu, tapi pada akhirnya kita mati bersama.”

Keheningan menyelimuti mereka kini bukan lagi rahasia, melainkan duka yang tak pernah sembuh. Elena kembali menatap tanda di belakang telinga Ivory yang kini bersinar terang.

“Kalau begitu,” katanya pelan, penuh luka, “apakah aku… membawa kematian itu kembali bersamaku.”

Elena menatapnya dengan ketakutan dan cinta yang bercampur menjadi satu.

“Dan aku akan melakukan apa pun,” katanya lirih, “agar sejarah itu tidak terulang… bahkan jika aku harus kembali berdiri di hadapanmu sebagai musuh dari mereka semua.” Di antara mereka, masa lalu yang telah mati kini bernapas kembali.

Hujan turun tanpa suara keras, hanya rintik halus yang membasahi jendela kamar Ivory. Ivory masih duduk diam di kasurnya, kedua tangannya saling menggenggam, sementara Elena kini berdiri tak jauh darinya. Udara di antara mereka terasa berat, seolah setiap kata yang akan diucapkan memiliki bobot bertahun-tahun.

“Kau ingat aku pernah bilang,” ujar Elena akhirnya, suaranya tenang namun penuh kehati-hatian, “bahwa ada alasan kenapa aku selalu melarangmu mendekatinya? Dan inilah semua alasan itu, Ivory.”

Ivory lantas mengangguk pelan. Selama ini ia mengira itu hanya bentuk proteksi berlebihan. Kini, dari cara kakaknya menatap, ia tahu jawabannya jauh lebih dalam.

Elena mulai kembali bercerita. Tentang masa lalu yang bukan sekadar kenangan, melainkan kehidupan lain, nama lain, tubuh lain, dan cinta yang terikat pada seorang raja vampir. Tentang bagaimana ia pernah hidup berdampingan dengan makhluk abadi itu, dan bagaimana akhir dari kehidupan tersebut dipenuhi darah, perpisahan, dan penyesalan yang tak pernah benar-benar selesai.

Elena menceritakan semuanya menurut versinya, hanya tentang yang ia ketahui. Ia pun menjelaskan pada Ivory bahwa ceritanya mungkin tidak lengkap, karena yang ia ceritakan hanya tentang yang ia alami dan ia jalani.

“Sebenarnya aku tidak pernah ingin kau tahu,” kata Elena lirih. “Karena setiap kali aku mengingatnya… aku selalu merasa marah, kecewa dan bersalah.”

Ivory menelan ludah. Kepalanya kosong. Tidak ada kilatan memori, tidak ada bayangan masa lalu seperti dalam cerita-cerita. Namun entah kenapa, dadanya terasa nyeri, seolah hatinya memahami sesuatu, tapi pikirannya tidak.

“Aku tidak ingat apa pun,” katanya jujur. “Aku bahkan tidak merasa pernah hidup di masa itu.”

“Itu lebih baik, Ivory!” jawab Elena cepat. “Dan justru itu yang membuatku yakin keputusanku benar. Kau berhak hidup tanpa bayang-bayang dia. Dengan begitu kau bisa hidup sebagai manusia biasa tanpa terlibat lagi dengan mereka.”

Hening menyelimuti ruangan. Ia menatap hujan di balik kaca, lalu tersenyum kecil. Senyuman yang rapuh, tapi tulus.

“Meski aku tidak mengingatnya,” ucapnya pelan, “aku percaya padamu. Jika hidup kita dulu benar-benar berakhir seperti itu… maka menjauh darinya sekarang adalah pilihan yang tepat.”

Elena menghela napas panjang, seolah beban yang selama ini dipikul akhirnya retak. “Aku minta maaf jika caraku salah,” katanya.

Ivory lantas berdiri dan memeluk Elena dengan erat. “Tidak. Terima kasih sudah melindungiku,” bisiknya. “Aku mungkin tidak mengingat masa laluku, tapi aku masih bisa memilih masa depanku.”

Di luar, hujan terus turun. Dan untuk pertama kalinya, Ivory merasa tenang karena meski masa lalunya diselimuti misteri, ia tahu satu hal dengan pasti. Keputusan untuk menjauh dari Bos gilanya, sang raja vampir, adalah keputusan yang benar.

Pembicaraan selesai, sudah cukup bagi Ivory dengan kejujuran sang Kakak. Bahkan kini setiap keputusan sudah berada di tangannya. Elena berjanji akan menghargai apapun keputusan yang akan Ivory pilih nantinya. Memilih menjauh dan menjalani kehidupan layaknya manusia biasa sangat Elena harapkan Ivory akan mengambil keputusan tersebut.

Namun, jika Ivory memilih sebaliknya… memberitahu tanda itu kepada Ragnar dan membenarkan bahwa dirinya adalah reinkarnasi dari Ratu vampire. Elena juga tidak akan mempermasalahkannya, kali ini ia pastikan akan berdiri di sisi adiknya dan melindunginya.

...****************...

Cermin kamar mandi memantulkan wajahnya yang pucat. Lampu putih di atas kepalanya terasa terlalu terang, seolah menuntut kejujuran yang belum siap ia berikan. Perlahan, ia menyibakkan rambut ke samping.

Di belakang telinga kanannya, tanda itu terlihat jelas. Sebuah simbol samar yang seharusnya tidak ada, namun kini ada entah sejak kapan. Tanda reinkarnasi. Bukti bahwa cerita sang kakak bukan kebohongan.

“Kalau dia melihat ini… semuanya akan berakhir,” ucap Elena dari ambang pintu, suaranya tertahan.

Niatnya hanya ingin mengajak Ivory tidur bersama. Sebab ia tahu kebiasaan adiknya itu yang tidak akan bisa tidur setiap kali ada masalah yang menganggu pikirannya.

Dan masalah tentang kehidupan masa lalu mereka, jelas bukan masalah kecil yang akan dibiarkan oleh Ivory begitu saja. Namun, Elena malah melihat sang adik tengah menatap tanda reinkarnasi itu dengan tatapan dalam seolah sedang menimbang keputusan yang cukup sulit.

Ivory menatap pantulan matanya sendiri, lalu mengambil anting kecil dari meja wastafel. Gerakannya mantap saat ia memasangnya, menutup sebagian tanda itu. Setelah itu, rambutnya dibiarkan terurai, jatuh alami seolah tidak ada yang disembunyikan.

“Aku akan menyembunyikannya,” katanya akhirnya. “Aku tidak akan memberinya satu pun petunjuk.”

Elena mendekat. “Artinya kau juga harus berpura-pura tidak tahu apa-apa.”

Ivory tersenyum tipis. Senyum yang dingin, berbeda dari biasanya. “Itu bagian yang paling mudah.”

Ivory tahu bagaimana caranya bersandiwara. Hidup mengajarkannya banyak hal, termasuk menyembunyikan perasaan di balik wajah tenang.

“Dan bagaimana kau akan menghadapi dia besok?” tanya Elena pelan.

Ivory menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab. “Aku akan menjaga jarak mulai sekarang. Aku akan bersikap dingin. Jika dia bertanya… aku akan bilang aku masih marah.”

“Marah karena apa?”

“Karena merasa ditipu,” jawabnya tanpa ragu. “Dipermainkan semalam. Emosi manusia biasa itu tidak akan mencurigakan. Dia akan menganggapnya wajar.”

Hening menyelimuti ruangan. Ada ketakutan, tapi juga tekad. Elena menatapnya lama, lalu mengangguk. “Itu cukup berbahaya. Tapi mungkin itu satu-satunya cara.”

“Jika dia masih berusaha mendekat lagi,” katanya pelan, hampir seperti sumpah pada dirinya sendiri, “aku akan mengingatkan diriku bahwa aku bukan wanita yang pernah ia cintai. Aku hanya seseorang yang menolak untuk mengulang kesalahan yang sama.”

“Ivo, ingatlah! Apapun keputusanmu Kakak akan selalu berada di pihakmu. Jika kau ingin bersama lagi dengan—”

“Tidak, Kak! Kali ini tidak lagi, biarkan aku yang memutuskan takdir ini.” potong Ivory dengan mantap.

Bersambung ….

1
Fahmi Ardiansyah
ku tunggu kelanjutannya kak semangat terus ya
Desyi Alawiyah
Lanjut kak Author.. Semoga sehat selalu.. 🙏🥰
Fahmi Ardiansyah
iya terserah kmu ivori
Desyi Alawiyah
Sangat menarik dan luar biasa.. 😇
Desyi Alawiyah
Lanjut kak Author, makasih udah up.. 🙏
Desyi Alawiyah
Aku juga nurut kamu Ivory, terserah kamu mau melakukan apapun... Yang penting kamu dan Elena baik-baik saja...

Tapi, apakah Ragnar akan nyerah gitu aja? Pasti Ragnar akan semakin gencar mendekati Ivory dan terus mencari tanda itu..

Iya ngga sih... 😩
Desyi Alawiyah
Lanjut lagi dong kak...

Terus kapan nih, Ragnar lihat tanda dibelakang telinganya Ivory... Ngga sabar pengen lihat reaksinya... 😋

Meskipun Ragnar udah yakin kalo Ivory reinkarnasi Ratu nya, tapi Ragnar belum lihat tanda itu kan? 😌😌😌
Desyi Alawiyah
Oh, begitu ceritanya...

Penyihir hitam dan Ratu Vampir emang kakak beradik, tapi mereka terpisah. Gitu yah?
Fahmi Ardiansyah
lanjut kak.
Cindy
lanjut kak
Desyi Alawiyah
Update lagi dong Kak.. 🤭🙏
Fahmi Ardiansyah
tu ratumu LG marah Ragnar n susah di redamkan.
Desyi Alawiyah
Nggantung lagi ceritanya..

Ivory mau bilang apa yah ke Elena? Apa Ivory udah tahu, kalau dirinya adalah reinkarnasi dari Ratu Vampir? 🤔
Desyi Alawiyah
Nah loh Ragnar, reinkarnasi Ratu mu marah tuh... Kamu sih pake bohong segala... 🤭
Cindy
lanjutt kak
Cindy
lanjut kak
Fahmi Ardiansyah
ya tunggu aja bentar LG pulng kok adkmu.tpi jgn kaget entar klu nyampek rumah cemberut n marah.
Fahmi Ardiansyah
ya iyalah seharusnya lukanya yg lebih parah LG n pertahankan agar lukanya gak hilng Ragnar skrg ivory merasa tertipu aku pastikan besok ivory pasti masih kecewa n marah.
Fahmi Ardiansyah
yaelah Ragnar caper bisa2 ivory malah merasa bersalah tu.
Fahmi Ardiansyah
aku senang cerita nya tambah seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!