NovelToon NovelToon
Pangeran Tidur

Pangeran Tidur

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Mengubah Takdir / Romansa / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Azumi Senja

Elora tak pernah percaya dongeng. Hingga suatu malam, ia membacakan kisah Pangeran Tidur dan terbangun di dunia lain.
Sebuah taman cahaya tanpa matahari,tempat seorang laki-laki bernama Arelion.
Arelion bukan sekadar penghuni mimpi. Di dunia nyata, ia adalah pewaris keluarga besar yang terbaring koma, terjebak di antara hidup dan mati. Setiap pertemuan mereka membuat sunyi berubah menjadi harapan, namun juga menghadirkan dilema yang menyakitkan.
Jika Arelion terbangun,ia akan kehilangan semua ingatannya bersama Elora ,
Jika Arelion tetap tertidur, dunia nyata perlahan kehilangannya.

" Bangunlah Arelion..meski dalam ingatanmu, aku tak akan ada.." ~ Elora ~


"Aku terjebak dalam tidur panjang
sampai dia datang
dan membuat sunyiku bernama" ~Arelion~

Ini bukan kisah putri tidur.
Ini adalah kisah tentang dua hati
yang dipertemukan dalam mimpi.
Tentang cinta yang tumbuh diantara dua dunia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azumi Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa asing

VOP Arelion

Maaf aku harus pergi.

Semoga kau baik-baik saja.

~A

Aku melipat kertas itu, menyelipkannya di atas meja kecil di samping ranjangnya.

Apa yang ku lakukan ? Logikaku hanya menyuruhku mengantarkannya saja ,tapi berbeda dengan hatiku .

Sebelum benar-benar pergi, aku menoleh sekali lagi.

Ada rasa asing yang menekan dadaku.

Seperti meninggalkan sesuatu yang seharusnya tidak kutinggalkan.

Dan saat pintu klinik tertutup di belakangku, satu pikiran terus mengikutiku.

Siapa sebenarnya gadis itu… kenapa ada perasaan tak asing yang berdenyut tiba-tiba.

Panggil aku ..Elora .

Ucapannya masih terdengar jelas di telingaku ,meski sangat pelan dan lemah .

Bukan sekadar terdengar..nama itu seperti jatuh tepat ke dadaku.. meninggalkan getar yang tak biasa.

Apa gadis itu bernama Elora? nama yang sama yang keluar dari bibirku saat aku terbangun dari koma.

Ada sesuatu yang mengencang di balik tulang dadaku setiap kali nama itu terlintas. Bukan bahagia. Bukan sedih. Melainkan rindu..rindu yang datang tanpa wajah, tanpa alasan, tanpa ingatan yang bisa kujelaskan.

Aku memejamkan mata sejenak. Berharap ada ingatan sedikit saja . Potongan-potongan yang tak utuh berkelebat: cahaya hangat, sentuhan jemari, angin yang berkilau. Semua terasa dekat, namun tak bisa diraih.

Aku tak tahu siapa Elora. Aku bahkan tak yakin pernah bertemu dengannya sebelumnya. Namun hatiku berkata lain ..

****

Mobil melaju pelan di tengah lalu lintas pagi, namun pikiran Arelion tertinggal jauh di belakang.

Wajah itu kembali muncul.

Pucat. Rapuh. Dengan mata yang seolah menyimpan terlalu banyak hal yang tak sempat terucap.

Tiba-tiba ia teringat.

Toko buku tua itu.

Beberapa hari lalu,hari ketika ia meminta sopir menghentikan mobil tanpa alasan yang jelas. Hari ketika ia merasa ditarik oleh sesuatu yang tak bisa dijelaskan.

Gadis itu.

Pakaiannya sederhana. Wajahnya menunduk. Dan aku ingat, aku ingat perasaan aneh itu. Seperti melihat seseorang yang seharusnya kukenal, tapi tak bisa kuingat.

Arelion merasa asing dengan dirinya sendiri.

Dulu, ia tak pernah suka datang ke tempat sembarangan. Ia memilih ruang yang rapi, tenang, dan bisa ia kendalikan. Ia pun bukan tipe yang mudah berbincang dengan orang asing..terlalu banyak hal yang ia saring, terlalu sedikit yang ia izinkan masuk ke dunianya.

Namun kini… semua terasa berbeda.

Gadis itu, yang entah dari keluarga mana dengan pakaian sederhana yang bahkan nyaris menyerupai pelayan...justru menembus batas yang selama ini ia jaga rapat.

 dunianya yang rapi terasa retak… namun hangat.

Arelion menelan ludah.

Ia mulai menyadari satu hal yang mengganggunya lebih dari apa pun:

bukan gadis itu yang terasa asing—

melainkan dirinya sendiri.

Sesampainya Arlion dikantor ,ia langsung menuju ruang direksi.

Begitu laki-laki itu melangkah ke lantai direksi, jarum jam terasa bergerak terlalu cepat. Suasana kantor seperti biasa..dingin, teratur, penuh kendali.

“Arelion,” suara Tuan Arkaven memanggil. Tegas. “Kamu terlambat. Rapat direksi akan dimulai lima menit lagi.”

Arelion berhenti. Menatap ayahnya. Biasanya, ia akan meminta maaf singkat. Biasanya.

Namun kali ini, kata-kata itu keluar begitu saja, tanpa ragu.

“Aku habis mengantar seseorang ke klinik..ada yang pingsan tepat dihadakanku ."

Ruangan mendadak sunyi.

Tuan Arkaven menatapnya lama, jelas tercengang. Alisnya mengernyit tipis—bukan marah, melainkan heran.

“Kau… menolong orang yang tak kau kenal?” tanyanya pelan.

Arelion mengangguk. Baru saat itu kusadari betapa tidak biasanya pengakuan itu..bahkan baginya sendiri.

Tuan Arkaven menarik napas dalam. Ia tahu persis tabiat putranya . Arelion bukan orang yang mudah peduli, apalagi melibatkan diri pada urusan orang asing.

Rapat direksi akhirnya usai. Pintu ruang rapat terbuka, para eksekutif keluar satu per satu dengan wajah serius dan langkah cepat. Arelion masih berdiri di dekat jendela, menghela napas pelan, mencoba merapikan pikirannya yang sejak tadi tak sepenuhnya hadir.

Seseorang menghampirinya.

Pria itu seumuran dengan ayahnya,Tuan Arkaven . berpenampilan rapi dengan jas mahal dan sorot mata penuh perhitungan. Thomas.

Ayah Althea.

Salah satu pemegang saham terbesar kedua di perusahaan itu.

“Arelion,” ucapnya sambil tersenyum tipis, menepuk pelan bahu Arelion. “Om senang bisa melihatmu kembali di sini.”

Arelion membalas dengan anggukan sopan. “Terima kasih, Om Thomas.”

Thomas menarik napas, nada suaranya melunak. “Om tidak tega melihat Althea terus menangis waktu kamu koma. Hari demi hari dia datang ke rumah sakit. Menunggu. Berdoa. Seolah dunianya berhenti di sana.”

Ada jeda singkat.

“Sekarang kamu sudah sadar,” lanjutnya, menatap Arelion penuh arti, “Om harap semuanya bisa kembali seperti dulu.”

Kata-kata itu menggantung.

Seperti sebuah harapan… sekaligus tuntutan yang tak diucapkan.

Arelion menatap lurus ke depan. Di dadanya, tak ada gelombang hangat. Tak ada rasa lega. Hanya satu perasaan asing jauh, hampa, dan sedikit bersalah.

Ia tahu Althea telah menunggu.

Ia tahu banyak orang berharap ia kembali seperti semula.

1
Azumi Senja
Ashiapppp
Ziya Bandung
Lanjuuuut
Sybilla Naura
lanjuuuuttt 😍😍
Sybilla Naura
Semoga Arelion tak amnesia
Azumi Senja: Semoga 🤭🤭
total 1 replies
Sybilla Naura
lanjuuuuuttttt
Sybilla Naura
Tiap bab nya bikin pinisirin 👍
Azumi Senja
Kereenn
Ziya Bandung
Seruuuuu👍
Ziya Bandung
Suka bangett cerita fantasi kaya gini..🫰🏻🫰🏻
Ziya Bandung
seruuuu😍😍
Sybilla Naura
Sukaa banget cerita dua dunia kaya gini..😍😍
Sybilla Naura
Wahhh..karya baru nih Thor..lanjuuuuuuuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!