NovelToon NovelToon
Still You

Still You

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Agustin Hariyani

Tiga tahun lalu, Caliandra Adiyaksa memilih pergi.
Bukan karena ia tak lagi mencintai Arka Wiryamanta,
tapi karena cinta mereka berdiri di atas luka dan darah masa lalu.

Kini ia kembali, bukan sebagai gadis yang rapuh.
Ia hadir sebagai wanita mandiri dengan kerajaan bisnisnya sendiri.

Arka mengira waktu akan menghapus namanya.
Nyatanya, tidak ada satu hari pun ia berhenti mencintainya.

Ketika takdir mempertemukan mereka kembali dalam dunia bisnis,
gengsi, dendam lama, dan seorang pria bernama Kenzy Maheswara
berdiri di antara mereka.

Arka hanya tahu satu hal,
dari semua perempuan yang datang dan pergi,
hanya satu yang mampu mengacaukan hatinya.

Still you.

Tapi kali ini…
apakah Caliandra masih memilihnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustin Hariyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak yang Tidak Ditemukan

Sejak malam gala itu, Arka tidak pernah benar-benar melupakan wajah Aurora.

Bukan karena ia terpikat.

Melainkan karena ia merasa ada sesuatu yang tidak sinkron.

Surya Pradana.

 Pria itu tidak pernah menikah. Tidak pernah terlihat membawa wanita mana pun dalam hidupnya. Tidak pernah ada gosip tentang skandal atau hubungan tersembunyi.

Lalu tiba-tiba, dua puluh tahun lalu, ia memiliki seorang putri.

Arka tidak percaya pada kebetulan.

 “Pak Surya ingin joint venture untuk proyek kawasan pelabuhan timur,” lapor asistennya.

Arka mengangguk pelan. “Dan yang mewakili?”

“Putrinya. Aurora Salsabila Pradana.”

Tatapan Arka menajam.

“Jadwalkan.”

 Ruang rapat Wiryamanta Group pagi itu dipenuhi aroma kopi dan formalitas.

Aurora duduk di seberang Arka dengan tablet di tangannya. Gaun formal berwarna navy membuatnya terlihat profesional, jauh dari kesan gadis manja pewaris konglomerat.

“Proposal kami sederhana,” ucap Aurora tenang.

 “Kita berbagi lahan dan risiko. Tapi distribusi internasional tetap di bawah kendali Wiryamanta.”

 Arka menatapnya tanpa berkedip.

 Cara berpikirnya sistematis. Tajam. Tidak emosional.

Tidak seperti boneka cantik yang dipajang untuk kepentingan politik bisnis.

“Anda memahami struktur pasar dengan baik,” komentar Arka datar.

 Aurora tersenyum tipis. “Ayah saya mendidik saya untuk tidak hanya berdiri di belakang namanya.”

 Ayah saya.!!!

Arka memperhatikan cara ia menyebut Surya.

Tidak ada jeda. Tidak ada keraguan.

Terlalu natural.

Itu justru mencurigakan.

Malamnya, Arka duduk di ruang kerjanya sendiri, layar laptop menampilkan hasil penyelidikan pribadi.

Aurora Salsabila Pradana.

Diadopsi usia tiga tahun.

Data panti asuhan: bersih.

Catatan medis: lengkap.

Akte kelahiran baru: sah secara hukum.

Terlalu bersih.

“Seolah dibuat ulang,” gumam Arka.

 Ia memperbesar arsip digital lama—berita dua puluh tahun lalu tentang kebangkrutan keluarga Adiyaksa.

Tak ada catatan jelas tentang anak mereka.

Hanya satu kalimat kecil di artikel lama:

“Keluarga Adiyaksa menghilang dari sorotan publik setelah tragedi finansial tersebut.”

Menghilang.

 Arka bersandar.

Usia Aurora sekarang dua puluh tiga tahun.

Jika dua puluh tahun lalu ia berusia tiga…

Hitungannya cocok.

Itu hanya kebetulan, katanya pada diri sendiri.

Namun instingnya mengatakan sebaliknya.

Sementara itu, di rumah megah Surya Pradana.

“Arka menyelidikimu.”ucap surya.

Aurora terdiam.

Ia berdiri di depan jendela besar kamar kerjanya.

“Kenapa?” tanyanya pelan.

“Karena dia anak Wiryamanta,” jawab Surya tenang. “Dan anak itu terlalu mirip ayahnya. Tidak percaya pada siapa pun.”

Aurora berbalik. “Apa yang perlu saya khawatirkan?”

Surya berjalan mendekat. Tatapannya melembut.

“Kau tidak perlu khawatir tentang apa pun. Semua dokumenmu sah. Semua jejak masa lalumu sudah ditutup.”

“Sudah ditutup?”

Aurora mengerutkan keningnya, ingin bertanya lebih namun ia urungkan.

 Sejak bertemu Arka, mimpi-mimpi itu kembali muncul.

Seorang pria tertawa sambil menggendongnya.

Seorang wanita menangis.

Hujan deras.

Dan sebuah nama yang terus dipanggil—

 “Cali…”

 Ia tak pernah bisa mendengar jelas sisanya.

 “Ara.”

Panggilan Surya membuatnya tersadar.

Ya!!!

“Ara”

Itu Nama panggilannya

Aurora Salsabila Pradana.

Bukan siapa-siapa selain itu.

Bukan siapa-siapa… kan?

 Hari-hari berikutnya, kerja sama membuat Arka dan Aurora hampir setiap hari bertemu.

Di ruang rapat.

Di lokasi proyek.

Di makan siang formal bersama investor.

 Semakin sering Arka berbicara dengannya, semakin sulit ia mengabaikan dua hal:

Aurora bukan wanita yang lemah.

Dan ia tidak terlihat seperti seseorang yang menyimpan kebohongan.

Justru itu yang membuat Arka semakin terganggu.

 Suatu sore, setelah rapat panjang, Arka menahan langkah Aurora di koridor kantor.

“Aku ingin bertanya sesuatu.”

Aurora menatapnya tenang. “Tentang proyek?”

“Bukan.”

Hening sesaat.

“Kau benar-benar diadopsi dari panti asuhan?”

Pertanyaan itu langsung menusuk.

Aurora membeku sepersekian detik—sangat singkat, hampir tak terlihat.

“Ya,” jawabnya akhirnya. “Kenapa?”

Tatapan Arka tak berubah.

“Tidak ada alasan. Hanya penasaran.”

Aurora tersenyum tipis, tapi jantungnya berdetak lebih cepat.

Kenapa pertanyaan itu membuatnya merasa seperti sedang berdiri di tepi jurang?

 Di sisi lain kota, Wiryamanta berdiri memandangi langit malam dari balkon rumahnya.

“Arka terlalu dalam masuk ke keluarga Pradana,” gumamnya.

Ia tak menyukai kerja sama itu.

Setiap kali melihat Aurora, bayangan Adiyaksa muncul tanpa izin.

Dan ia membenci dirinya sendiri karena masih bisa mengingat sahabat yang pernah ia sebut saudara.

“Jika kau masih hidup, Adi…” bisiknya lirih. “Apa yang sebenarnya terjadi waktu itu?”

 Angin malam tak memberi jawaban.

Namun jauh di tempat lain, Surya Pradana tersenyum di balik gelas wine-nya.

Arka boleh menyelidik.

Ia boleh menggali.

Ia boleh curiga.

Namun ia tidak akan menemukan apa pun.

Karena identitas Caliandra Adiyaksa telah dikubur dalam-dalam.

Dan jika suatu hari kebenaran itu bangkit kembali,

Bukan hanya Arka yang akan terguncang.

Melainkan seluruh kerajaan Wiryamanta.

1
Azahra Wicaksono
👏👏 happy ending 🥰
Retno Isusiloningtyas
aaaaaaa.....
😭😭😭
Azahra Wicaksono
bagus banget thorr nangis aku tuh😭 kasian Aurora
Azahra Wicaksono
suka banget visualnya thorrr😍
Agustin Hariyani: terimakasih readers ku...
total 1 replies
Azahra Wicaksono
makin seru thorrr👍
Azahra Wicaksono
seru bangettt thorrr, lanjutttt
Azahra Wicaksono
suka bangetttt😍
Azahra Wicaksono
makin seru thorrr🫰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!