Di kota futuristik Astra City, manusia biasa dan mereka yang memiliki kekuatan super hidup berdampingan setelah munculnya fenomena langit merah misterius. Raka Mahendra, pemuda dengan energi kosmik yang tak terkendali, harus menghadapi takdirnya, menyelamatkan kota, dan mengungkap rahasia di balik kekuatannya. Bersama Kayla, pengendali gravitasi, dan Adrian, bayangan dari masa lalu, Raka akan menghadapi peperangan, pengkhianatan, dan takdir kosmik yang akan mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DragonLucifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 – Kota yang Terbelah
Kota masih hancur parah dari serangan Eclipse sebelumnya. Jalan-jalan retak, gedung-gedung sebagian runtuh, dan puing-puing bertebaran di mana-mana. Sirene meraung di kejauhan, menandakan darurat kota masih aktif.
Raka berdiri di atas reruntuhan gedung markas Helios cadangan. Cahaya biru Alpha menyelimuti tubuhnya, menyala stabil. Kayla dan Damar berada di sisi lain, memantau radar yang menandakan titik-titik serangan baru.
“Rak… laporan dari tim patroli,” Kayla memulai, suaranya tegang. “Musuh membelah kota menjadi dua sektor—utara dan selatan. Setiap sektor diserang bersamaan.”
Raka menatap kota dari ketinggian. “Jadi ini strategi Eclipse… memecah fokus kita. Kalau kita kehilangan satu sektor, mereka bisa menguasai kota sepenuhnya.”
Damar menghela napas. “Kita tidak punya cukup pasukan untuk menahan dua serangan sekaligus. Kita harus pintar menempatkan prioritas.”
Raka menutup mata sebentar, mengatur napasnya. Aura Alpha berdenyut cepat, memancar ke udara sekitarnya. “Kalau begitu… kita bagi tugas. Aku akan ke sektor utara, Kayla lindungi warga di selatan, Damar koordinasikan Helios dari markas pusat.”
Kayla menatapnya, matanya berkaca-kaca. “Rak… kamu tahu risiko sendirian di utara kan?”
Raka tersenyum tipis. “Aku sudah siap. Alpha-ku… tidak akan sia-sia.”
---
Sektor Utara – Pertempuran Dimulai
Raka mendarat di jalanan utara yang hancur. Makhluk-makhluk buatan Eclipse muncul dari reruntuhan, tubuh mereka memancarkan cahaya merah gelap. Suara logam beradu dan energi meledak di sekitar.
Raka segera memusatkan energi biru, membentuk tombak raksasa di tangannya. Ia menyerang satu makhluk dengan pukulan penuh, menghancurkannya menjadi serpihan energi.
Makhluk lain menyerbu dari samping. Raka menangkisnya dengan ledakan pusaran biru yang membuat jalanan bergetar. Warga yang panik berlarian, sebagian terluka, sebagian terpental oleh gelombang energi.
“Raka… hati-hati!” Kayla berteriak melalui komunikasi.
Raka menatap satu gedung yang nyaris roboh, di mana seorang anak kecil terjebak di reruntuhan. Energi Alpha di tubuhnya berdenyut lebih cepat. “Aku akan menyelamatkannya… sebelum menyerang makhluk ini.”
Ia mengumpulkan energi, membentuk perisai mini di sekitar reruntuhan, dan menarik anak itu keluar dengan aman. Makhluk-makhluk lain mencoba menyerang, tapi Raka membelah udara, menghancurkan mereka satu per satu.
---
Sektor Selatan – Kayla Terancam
Sementara itu, Kayla menghadapi serangan dari makhluk-makhluk yang lebih lincah. Beberapa makhluk berhasil menembus medan gravitasi yang ia buat, menyerang warga yang berlari mencari perlindungan.
Kayla memusatkan energi untuk menahan reruntuhan, tetapi satu serangan menghantamnya langsung, membuatnya terlempar ke sisi jalan. Darah mengalir dari bahunya, dan napasnya tersengal.
Damar segera menghubungi Raka. “Kayla terluka! Kita harus bantu dia!”
Raka menatap radar, kemudian mengangkat tangan, cahaya biru Alpha membesar, membentuk gelombang energi yang menembus antara utara dan selatan, menstabilkan medan. “Aku akan segera ke sana. Tahan diri!”
---
Kesadaran Raka
Saat bergerak ke selatan, Raka menyadari kota ini benar-benar terbelah—bukan hanya secara fisik, tapi juga moral dan psikologis. Warga takut, sebagian kehilangan harapan. Namun cahaya Alpha yang memancar darinya mulai memberi mereka keyakinan.
“Ini bukan hanya pertarungan fisik,” gumam Raka. “Ini pertarungan untuk hati dan jiwa kota ini. Kalau aku mundur sekarang… mereka akan kehilangan semua.”
Dengan energi Alpha yang stabil, Raka melompat melintasi reruntuhan, menghancurkan makhluk satu per satu. Cahaya biru membelah gelap kota, menandai kehadiran pahlawan yang akan menahan Eclipse.
---
Akhir Bab – Kota yang Masih Bertahan
Raka mencapai sisi selatan, di mana Kayla terbaring terluka. Ia memusatkan energi biru untuk menahan serangan yang masih muncul.
Kayla menatapnya, tersenyum meski sakit. “Rak… kau… bangkit…”
Raka membungkuk, menyalurkan energi untuk menyembuhkan luka ringan Kayla dan membentuk perisai besar di sekeliling mereka.
Damar memantau dari markas. “Raka… kota masih terbelah, tapi kalian berhasil menahan serangan utama. Ini kemenangan pertama di Arc 2.”
Raka menatap kota yang sebagian masih hancur, sebagian masih bertahan. Cahaya Alpha di tubuhnya berdenyut, menandakan tekadnya. “Kota ini… akan tetap berdiri. Aku akan pastikan Eclipse tidak menang di sini.”
Langit malam menyaksikan kota yang terbelah, namun masih memiliki harapan. Cahaya biru Alpha Raka menjadi simbol bahwa perlawanan baru saja dimulai.