NovelToon NovelToon
Lupa Bahwa Kau Milikku

Lupa Bahwa Kau Milikku

Status: tamat
Genre:CEO / Perjodohan / Tamat
Popularitas:121.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Menikah tanpa kehadiran suami bukanlah impian Sheena. Ia terpaksa menandatangani dokumen pernikahan di catatan sipil hanya didampingi oleh ibu mertuanya, sementara Mark Smith—sang suami—lebih memilih merayakan kelulusan S2-nya di Universitas of Oxford tanpa sedikit pun memberi kabar.

Tiga bulan penuh pengabaian membuat hati Sheena mendingin. Saat Mark pulang dengan aura black flag yang kaku dan dingin, Sheena dipaksa pindah ke mansion pribadi pria itu. Mark bersikap seolah Sheena hanyalah orang asing yang menumpang hidup, karena hatinya masih tertahan pada sosok gadis kecil di halte bus bertahun-tahun lalu—satu-satunya orang yang membolehkannya menangis.

Mark tidak sadar, sapu tangan yang ia simpan bagai nyawa adalah milik wanita yang kini ia abaikan di rumahnya sendiri. Saat kebenaran terungkap, apakah Sheena masih mau menunggu pria yang sudah membuang waktunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aturan Baru di Sayap Kanan

Pukul empat tepat, mobil Mark sudah terparkir manis di depan fakultas. Sepanjang jalan pulang, Mark bersikap seolah semuanya normal, meski Sheena terus-menerus meremas ujung cardigan kremnya karena gugup.

Begitu mereka menginjakkan kaki di dalam mansion, Sheena bermaksud langsung lari ke kamarnya di sayap kiri untuk menenangkan jantungnya. Namun, ia melihat beberapa pelayan sedang sibuk membawa tumpukan buku kedokterannya dan beberapa koper pakaian miliknya keluar dari kamar itu.

"Eh? Tunggu! Mau dibawa ke mana barang-barangku?" Seru Sheena panik. Ia segera menoleh ke arah Mark yang sedang melepas jam tangan mahalnya dengan santai. "Mark, apa yang terjadi? Kenapa mereka mengosongkan kamarku?"

Mark tidak langsung menjawab. Ia menyerahkan tas kerjanya pada pelayan lain, lalu menatap Sheena dengan tatapan yang sangat tenang namun tidak menerima bantahan.

"Kamar itu akan direnovasi," jawab Mark pendek.

"Direnovasi? Kenapa mendadak sekali? Lalu aku tidur di mana malam ini? Di sofa?" Tanya Sheena bertubi-tubi.

Mark melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka hingga Sheena harus mendongak. Ia meletakkan kedua tangannya di saku celana, menatap Sheena lurus-lurus.

"Kau akan tidur di kamarku. Mulai malam ini, dan malam-malam seterusnya," ucap Mark tanpa beban, seolah ia baru saja membicarakan jadwal cuaca.

Mata Sheena membelalak sempurna. "A-apa? Satu kamar? Denganmu?!"

"Kita sudah menikah, Sheena. Secara hukum dan agama, itu hal yang wajar. Lagi pula..." Mark sedikit menunduk, membisikkan kata-kata yang membuat bulu kuduk Sheena berdiri. "...aku tidak suka harus berjalan jauh ke kamarmu setiap kali aku ingin memastikan kau baik-baik saja. Lebih mudah jika kau berada dalam jangkauan tanganku."

"Tapi... tapi aku punya kebiasaan merapikan barang! Aku bisa mengganggu kenyamananmu!" Sheena mencoba mencari alasan terakhir untuk menyelamatkan harga dirinya yang mulai goyah.

Mark justru tersenyum tipis—senyum yang sangat mematikan. "Aku sudah menyiapkan satu meja khusus untukmu di sana. Kau boleh menyusun pulpenmu se-simetris mungkin, aku tidak keberatan. Sekarang, naiklah. Kamar sudah disiapkan."

Sheena berjalan menaiki tangga dengan lutut yang terasa lemas. Begitu masuk ke kamar Mark yang luas dan maskulin itu, ia melihat ranjang king size yang semalam menjadi saksi bisu mereka berpelukan. Sekarang, bantal milik Sheena sudah bersanding rapi dengan bantal Mark.

Sheena berdiri kaku di depan lemari besar yang kini terbagi dua: setelan jas gelap Mark dan baju-baju santai milik Sheena di sisi lainnya.

Mark masuk ke dalam kamar, menutup pintu dengan bunyi klik yang pelan namun terdengar sangat final di telinga Sheena. Pria itu melepas dasinya, membiarkan kancing kemeja teratasnya terbuka, memperlihatkan sedikit tulang selangkanya yang kokoh.

"Kenapa diam saja? Masuklah. Ini kamarmu juga sekarang," ucap Mark sambil berjalan menuju kamar mandi.

Namun sebelum menghilang di balik pintu, Mark berhenti sejenak dan menoleh. "Dan satu lagi, Sheena. Di kamar ini, tidak ada aturan 'dilarang menyentuh'. Aku harap kau sudah siap dengan itu."

Blam.

Pintu kamar mandi tertutup, meninggalkan Sheena yang jatuh terduduk di tepi ranjang sambil memegangi pipinya yang terasa terbakar. Satu kamar dengan raksasa seperti Mark Smith? Sheena merasa ujian kedokterannya jauh lebih mudah daripada harus menghadapi malam-malam yang akan datang di ruangan ini.

"Siapa pun, tolong aku."

1
Edel1215
Saran thor: umur mark 34 tahunan, kalo 24 tu berasa masih mudah bgt, org umum kalo tamat kuliah itu 21 atau 22. Jd berasa bocah sm bocah
W.s • Bae: no sayang, ini sudah segala perhitungan. usia 24 itu lulusan S2. sesuai perhitungan angka usia^^😍
total 1 replies
Fajar Mulia Fitri Maharani
keren cerita nya thor😍
Witha.tarti
Telat ...untuk membaca ini...
Dara Fitriani
seru ceritanya
Inarrr Ulfah
monyat gak tuh🤣🤣🤣
destiana
keren🥰🥰
destiana
aaaaaaaaaa🤗🤗🤗 keren banget ceritanya Thor😘😘😘
W.s • Bae: makasih ya kak 😍
total 1 replies
Sri Menanti
mantap thorrrr... 🥰🥰😍keren karya mu.
W.s • Bae: makasih ya kak 😍
total 1 replies
Ira Nadira
astga nagaaaaaaaa bagus bgt thorrrr😍😍😍 aku padamu pokoknya mah😍
W.s • Bae: makasih ya kak 😍
total 1 replies
Ira Nadira
baper bgt kalo punya laki model gini nih🤭, kira2 ada g yah di dunia nyata😁
Ira Nadira
mampus lu rasain😒
Ira Nadira
tp di awal td ada kata2 kalo si mathiass tau Senna pemilik sapu tangan itu kan??
Ira Nadira
yahhh pecah perawan dah😁
Ira Nadira
duh thorrrr🤣kan gw yg salting ihhh malu ahh🤭
bagus, ceritanya ringan dan manis. gak ada konflik. tapi panjangkan lah lain kali ceritanya hahah🤣
Ira Nadira
wahhh salut sama si othorrr keren bgt penulisannya😍😍 hampir g ada typo samsek😍😍
Ira Nadira
astaga astagaaaaaaaa😍😍😍 manis bgt sih akhhh🤣🤣
Ira Nadira
dari awal bab g pernah komen karna saking serunya😍😍
W.s • Bae: makasih ya kak😍
total 1 replies
Naufal hanifah
keren /Good//Good//Good/
Sari Purnama
Hmm..saya suka saya suka saya sukaaaaaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!