NovelToon NovelToon
Masih Tentangmu Di Setiap Detikku

Masih Tentangmu Di Setiap Detikku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

Bagi Liana, mencintai Justin dimulai dari sebuah sore di lobi kampus. Hanya karena melihat Justin bermain basket di bawah hujan, Liana nekat mengejar pria dingin itu hingga mereka bersatu di tengah lapangan basket yang basah.

Namun, janji itu hancur saat Justin memutusnya secara sepihak di hari kelulusan Justin dan menghilang tanpa jejak.

Tiga tahun kemudian.
Liana terkejut saat harus berhadapan dengan CEO baru di kantor tempatnya melamar kerja. Justin kembali, namun ia kini asing, dingin, dan terjebak dalam pusaran perjodohan.

Meski waktu berlalu, Liana menyadari: "There was something about you that I can't forget." Hidupnya tetap terjebak pada melodi yang sama Lagu kesukaannya "About You" milik The 1975. Karena baginya, ini masih tentang Justin di setiap detiknya.

Apakah takdir memberi mereka kesempatan kedua, ataukah hujan kali ini benar-benar menghapus jejak mereka selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: latihan Gabungan di Lapangan Terbuka

Sinar matahari sore yang mulai meredup memberikan warna jingga yang dramatis di langit Universitas Cakrawala. Namun, keindahan langit itu sama sekali tidak berbanding lurus dengan atmosfer di lapangan basket terbuka. Sore ini adalah hari pertama latihan gabungan skala besar. Lapangan yang biasanya hanya diisi oleh satu tim, kini penuh sesak dengan anggota tim putra dan putri yang sedang melakukan pemanasan.

Dua sosok pemimpin berdiri di tengah lapangan dengan otoritas yang tak terbantahkan. Kaila, dengan rambut yang diikat tinggi dan peluit perak di lehernya, mengambil alih latihan tim putri. Sementara di sisi lain, Justin berdiri tegak dengan tatapan tajam yang menyapu seluruh barisan tim putra.

"Oke, semuanya! Fokus!" teriak Kaila, suaranya melengking tegas. "Dua minggu lagi turnamen. Gue nggak mau liat ada yang lembek. Tim putri, mulai dengan drills kelincahan sekarang!"

Di barisan tim putri, Liana tampak sangat serius. Kaus latihannya sudah mulai basah oleh keringat, namun matanya menatap tajam ke arah bola. Ia tidak ingin mengecewakan Justin, apalagi setelah kejadian di UKS dan kantin yang membuat namanya menjadi pusat perhatian. Ia ingin membuktikan bahwa ia berada di tim ini karena kemampuannya, bukan karena belas kasihan sang kapten.

Justin sedang memberikan instruksi strategi pada tim putra, namun fokusnya tidak sepenuhnya seratus persen. Berkali-kali, secara refleks, matanya mencuri pandang ke arah lapangan sebelah—tepatnya ke arah gadis mungil yang sedang berjuang melakukan dribble zig-zag melewati rintangan.

Justin melihat bagaimana Liana menyeka keringat di dahinya dengan punggung tangan, dan bagaimana seriusnya ekspresi gadis itu saat mendengarkan instruksi Kaila. Ada secercah rasa bangga yang menyelinap di hati Justin, sebuah perasaan yang jarang ia rasakan sebelumnya.

Raka, yang sedang berdiri di dekat speaker besar untuk mengatur musik latihan, menyadari tingkah sahabatnya itu. Ia tersenyum jahil, lalu menekan tombol play di ponselnya. Seketika, dentuman musik bertempo cepat dari lagu "Perfect Strangers" milik Jonas Blue menggema di seluruh lapangan.

“Maybe we’re perfect strangers... Maybe it’s not forever...”

Irama musik yang asyik itu membuat suasana latihan yang tadinya sangat tegang menjadi sedikit lebih bersemangat. Raka berjalan mendekati Justin, berpura-pura memeriksa catatan latihan, namun kemudian berbisik tepat di telinga Justin.

"Woi, Kapten. Mata lo mau copot tuh liatin maba terus," goda Raka sambil terkekeh.

Justin berdehem, mencoba kembali memasang wajah datarnya. "Gue cuma mastiin perkembangan maba kita. Jangan sok tahu."

Raka menepuk bahu Justin dengan keras. "Halah, alasan. Dengerin gue, Tin. Kalau suka itu ungkapin, jangan cuma dipandangi dari jauh. Keburu diambil orang, nyesel lo nanti. Lapangan ini luas, saingan lo bukan cuma bola basket, tapi banyak cowok lain yang juga ngincer dia."

Justin terdiam. Kata-kata Raka ada benarnya, namun ia hanya mendengus pelan dan kembali meniup peluitnya untuk mengalihkan pembicaraan. "Tim putra! Lari suicide sepuluh kali! Sekarang!"

Setelah dua jam latihan intensif yang menguras tenaga, Kaila akhirnya meniup peluit panjang tanda latihan berakhir. Para pemain langsung bertumbangan di pinggir lapangan, mencari air minum dan kipas angin portabel.

Liana duduk bersandar di tiang basket, napasnya masih menderu. Tiba-tiba, sebuah botol air mineral dingin menyentuh pipinya, membuatnya tersentak kecil. Ia mendongak dan mendapati Justin sudah berdiri di sampingnya.

"Minum," ucap Justin singkat sambil menyodorkan botol itu.

"Makasih, Kak," jawab Liana. Ia membuka tutup botol dan meminumnya dengan rakus. Air dingin itu terasa sangat melegakan tenggorokannya yang kering.

Justin ikut duduk di samping Liana, menjaga jarak yang sopan namun cukup dekat untuk mengobrol secara pribadi di tengah keramaian. "Besok lo free nggak?" tanya Justin tiba-tiba.

Liana menoleh, sedikit kaget dengan pertanyaan mendadak itu. "Free kok, Kak. Besok kan hari Sabtu, nggak ada kelas. Ada apa ya, Kak?"

Justin menatap lurus ke depan, ke arah ring basket yang mulai gelap. "Gue cuma mau ngomong... besok mau latihan basket bareng gue nggak? Di lapangan basket yang deket komplek perumahan lo."

Liana mengerjapkan mata. "Hah? Kakak tahu ada lapangan di sana?"

"Waktu itu pas gue antar lo pulang, gue lihat ada lapangan umum di blok sebelah rumah lo. Suasananya cukup sepi kalau pagi. Gue rasa bagus buat lo latihan tembakan luar tanpa gangguan mahasiswa lain," jelas Justin.

Liana tersenyum lebar, rasa lelahnya seolah menghilang. "Boleh banget, Kak! Kebetulan saya juga sering ke sana kalau lagi bosan. Jam berapa, Kak?"

"Jam tujuh pagi. Jangan telat, dan kali ini... sarapan dulu," ucap Justin dengan nada memerintah namun terdengar sangat perhatian.

"Siap, Kapten!" jawab Liana sambil tertawa kecil.

Di sisi lain kampus, tepatnya di dalam ruang latihan UKM Tari yang sudah sepi, Alena berdiri di depan cermin besar. Ia tidak sedang menari. Wajahnya tampak pucat dan penuh dengan amarah yang mengendap. Kata-kata Justin di UKS kemarin terus terngiang-ngiang di kepalanya, menghina harga dirinya sebagai seorang senior.

"Gue nggak akan biarin lo bahagia di atas penderitaan gue, Liana," desis Alena.

Ia mengeluarkan sebuah bungkusan kecil dari saku tasnya. Di dalamnya terdapat beberapa serpihan kecil benda tajam dan bubuk yang bisa menyebabkan iritasi kulit yang sangat parah jika terkena keringat. Alena tahu, Liana selalu meninggalkan sepatu basketnya di rak sepatu khusus anggota UKM di GOR setiap setelah latihan selesai.

"Turnamen nanti adalah hari terakhir lo bisa lari di lapangan itu," gumam Alena dengan senyum sinis yang mengerikan. "Satu langkah saja, dan lo akan merasakan apa artinya jatuh dari level yang lo paksakan."

Alena melangkah keluar dari ruang tari menuju GOR yang mulai gelap. Ia berencana melakukan sabotase malam ini, menaruh sesuatu di bagian dalam sepatu basket Liana agar saat turnamen berjalan nanti, Liana akan mengalami cedera serius atau setidaknya tidak bisa bergerak karena rasa sakit yang luar biasa.

Ia tidak sadar bahwa kebenciannya telah membawanya ke jalan yang sangat gelap, jalan yang mungkin akan menghancurkan masa depannya sendiri jika rencananya terungkap. Namun bagi Alena, melihat Liana menderita jauh lebih penting daripada apa pun saat ini.

1
Yoyoh Rokayah
lanjut thor
Kostum Unik
Justin Timberlake jealous /Slight/
Kostum Unik
Justin Timberlake.. Jgn cemburu kan kamu yg minta putus. Apapun alasannya ttp kalian sudah putus. Biarkan Liana memulai hidup baru. Dan buat Liana move on jgn naif jgn baper
Azalea Qziela
mulai muncul saingan justin😄
Reni Anjarwani
cemburu justin
Elprasco
😍💪
Widya Ekaputri
semangatttt!!!😍
SarSari_
iyaa...aku pun juga sama penasarannya sama liana🫣 halo kakak ..aku mampir di novelnya kakak ..mampir juga ya di novel aku. mkasih....🤗
Celine
Keren Author, lanjut thor
MayAyunda
keren👍👍
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Azalea Qziela
bagus KK,, ditunggu crazy up nya👍
Azalea Qziela
semangat kak😍💪
Veline: Terimakasih udah Mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!