NovelToon NovelToon
Terikat Tanpa Pilihan

Terikat Tanpa Pilihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: ludiantie

Tessa hanyalah gadis biasa yang hidupnya digerakkan oleh takdir dan kesalahan orang lain. Pernikahan mendadak dengan Nickolas Adhitama, pria kaya dan dingin, bukanlah pilihannya, tapi kenyataan yang harus dihadapinya.

Nick, yang terbiasa menguasai segalanya, kini berhadapan dengan Tessa, wanita lembut, teguh, tapi menantang yang membuatnya kehilangan kendali.

Sementara Tessa berjuang menjaga harga diri dan kemandirian, Nick harus belajar bahwa hati manusia tak bisa diatur dengan kekuasaan atau uang.

Di dunia di mana satu keputusan bisa menjadi perang psikologis, akankah cinta tumbuh di antara ketegangan dan luka masa lalu, ataukah mereka hanya menjadi tawanan takdir yang kejam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ludiantie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 28

Koridor lantai eksekutif sudah mulai lebih sepi ketika Nick dan Tessa keluar dari kantornya.

Beberapa staf yang masih bekerja langsung berdiri sedikit lebih tegak saat Nick lewat.

“Selamat sore, Tuan.”

Nick hanya mengangguk singkat sebagai jawaban.

Tessa berjalan di sampingnya.

Langkahnya tidak terlalu cepat, tapi tetap berusaha menyesuaikan ritme Nick yang selalu terlihat mantap dan terarah.

Mereka memasuki lift pribadi.

Begitu pintu tertutup, suasana langsung berubah sunyi.

Lift bergerak turun dengan halus.

Tessa menatap pantulan dirinya di dinding lift yang berlapis kaca.

Hari ini terasa… aneh.

Pagi tadi ia hanya seorang wanita biasa.

Sekarang semua orang di gedung itu memanggilnya Nyonya.

Ia menghela napas pelan.

Nick meliriknya sekilas.

“Kau terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu yang berat.”

Tessa sedikit terkejut, Ia tidak menyangka Nick memperhatikan.

“Ah tidak, aku hanya sedang mencoba mencerna semuanya.”

Nick menatap angka lantai yang terus turun.

“Perusahaan ini besar, normal kalau terasa menekan di awal.” ucap nick datar,

Tessa menoleh padanya.

“Kau menghadapi semua itu setiap hari?”

"Hm," Nick mengangguk tanpa ragu.

Namun entah kenapa membuat Tessa semakin memahami dunia yang barusan ia lihat.

Lift akhirnya berhenti di lantai dasar.

Pintu terbuka.

Sopir sudah menunggu di depan pintu gedung.

Begitu melihat Nick keluar, ia langsung membuka pintu mobil belakang.

Nick memberi isyarat kecil pada Tessa untuk masuk lebih dulu.

Tessa duduk di dalam mobil, baru Nick masuk setelahnya.

Pintu tertutup.

Mobil perlahan meninggalkan area gedung perusahaan.

Beberapa menit pertama perjalanan berlangsung dalam keheningan.

Lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu di luar jendela.

Sore perlahan berubah menjadi malam.

Tessa bersandar pada kursinya, hari itu benar-benar melelahkan, namun anehnya, kelelahan itu terasa berbeda.

Nick tiba-tiba berkata,

“Kau lapar?”

Tessa menoleh.

“Sedikit.”

Nick mengangguk kecil.

“Kita makan di rumah.”

Ia mengambil ponselnya dan mengetik pesan singkat.

Mungkin pada staf rumah.

Mobil terus melaju melewati jalan kota yang mulai padat.

Tessa memperhatikan lampu jalan yang berkelebat di luar.

Lalu tanpa sadar ia berkata,

“Aku tidak menyangka kantormu sebesar itu.”

Nick meliriknya.

“Itu baru satu gedung.” ucap Nick seperti menyombongkan diri,

Tessa berkedip.

“Masih ada lagi?”

“Hanya... beberapa cabang.” jawaban Nick tetap singkat seperti biasa.

Tessa tertawa kecil.

“Sekarang aku mengerti kenapa semua orang terlihat sangat serius di sana.”

Nick tidak menjawab.

Namun beberapa detik kemudian ia berkata,

“Kalau mereka tidak serius, perusahaan itu tidak akan bertahan.” Nada suaranya tenang, namun jelas.

Tessa menatapnya.

Untuk pertama kalinya hari itu ia benar-benar melihat Nick sebagai seseorang yang memikul tanggung jawab besar, bukan hanya pria dingin yang menikahinya secara tiba-tiba.

Mobil akhirnya memasuki halaman rumah besar itu.

Gerbang terbuka otomatis.

Lampu taman menyala lembut di sepanjang jalan masuk.

Mobil berhenti di depan pintu utama, seorang pelayan sudah menunggu di sana.

Nick turun lebih dulu.

Lalu kembali membuka pintu untuk Tessa.

Mereka masuk ke dalam rumah.

Aroma makanan langsung terasa begitu mereka melewati ruang tamu.

Tessa sedikit terkejut.

“Mereka sudah menyiapkan makan malam?”

Nick berjalan menuju ruang makan.

“Aku memberi tahu mereka di jalan tadi.”

Ruang makan itu terang dengan lampu gantung besar di tengah langit-langit.

Meja panjang sudah tertata rapi.

Beberapa hidangan hangat tersusun di atasnya.

Sup, sayuran, ikan panggang, sate daging dan nasi hangat.

Tessa duduk di salah satu kursi, Nick duduk di seberangnya.

Beberapa pelayan membantu menyajikan makanan, lalu mundur meninggalkan ruangan.

Sekarang hanya mereka berdua.

Tessa mengambil sendoknya.

“Sepertinya aku benar-benar lapar sekarang.”

Nick menuangkan air ke gelasnya.

“Kau tidak makan siang tadi.”

Tessa menatapnya. “Kau memperhatikan?”

“Aku tidak buta.” Nick menjawab santai

Tessa tersenyum kecil.

Mereka mulai makan.

Suasana ruang makan itu tenang.

Tidak ada percakapan besar. Namun anehnya, keheningan itu tidak terasa canggung.

Setelah beberapa menit, Tessa berkata,

“Hari ini… terima kasih.”

Nick berhenti sebentar.

“Untuk apa?”

“Karena mengajakku ke kantor.”

Nick menatapnya.

“Aku hanya menunjukkan tempat kerjaku.”

Tessa menggeleng pelan.

“Tidak.”

Ia tersenyum sedikit.

“Itu lebih dari sekadar tempat kerja.”

Nick tidak menjawab.

Ia kembali memakan makanannya.

Namun beberapa detik kemudian ia berkata,

“Kau akan melihatnya lagi nanti.”

Tessa berkedip.

“Lagi?”

Nick menatapnya datar.

“Istriku tidak mungkin tidak pernah datang ke perusahaanku.”

Kalimat itu terdengar sangat sederhana.

Namun entah kenapa membuat pipi Tessa sedikit merona,

Mereka menyelesaikan makan malam beberapa menit kemudian.

Nick berdiri dari kursinya, Ia berjalan menuju ruang tamu.

Tessa mengikutinya.

Di ruang tamu, lampu hanya menyala setengah sehingga suasananya lebih hangat.

Nick membuka kancing jasnya dan meletakkannya di sandaran kursi.

Tessa berdiri beberapa langkah di belakangnya.

Ia tiba-tiba berkata,

“Nick.”

Nick menoleh, “Ada apa?”

Tessa terlihat sedikit ragu, namun akhirnya berkata,

“Terima kasih… karena tidak memarahiku hari ini.”

Nick mengangkat alis sedikit, “Memarahimu?”

“Karena aku tertidur di kantormu.” ucap tessa berusaha menyembunyikan rasa malu,

Nick menatapnya beberapa detik.

Lalu berkata datar,

“Kalau aku marah setiap kali seseorang tertidur, setengah stafku sudah kupecat.”

Tessa tertawa pelan.

Namun kemudian Nick melangkah sedikit lebih dekat.

Jarak mereka sekarang tidak terlalu jauh.

Ia berkata dengan nada tenang,

“Tapi lain kali…”

Tessa menatapnya.

Nick melanjutkan,

“Jangan tidur di sofa kantorku.”

Tessa berkedip.

“Kenapa?”

Nick menjawab tanpa ragu,

“Lehermu akan sakit.” Jawaban itu begitu sederhana.

Namun entah kenapa membuat Tessa terdiam beberapa detik.

Ia tidak menyangka itu alasan Nick.

Nick sudah berbalik hendak pergi.

Namun sebelum berjalan lebih jauh, ia berkata tanpa menoleh,

“Kalau kau lelah lagi…”

Ia berhenti sebentar.

“…katakan saja.”

Tessa menatap punggungnya.

Untuk pria yang terlihat begitu dingin, cara perhatiannya ternyata sangat… aneh.

Dan entah kenapa, cukup membuat hatinya sedikit lebih hangat malam itu.

1
Nur Halida
cieeee nick mulai romantis2an🤭🤭
itsmecancer: hihii... baru permulaan nihh, hati hati looh... nanti nick makin bikin hati meleleh 🤭❤️
total 1 replies
Nur Halida
ada ya anak dan ayah kek gitu kalo ketemu yg di bicaraka saham proyek bisnis dan persaingan .. ngeri2 sedap😁😁
Nur Halida
hufffttt😮‍💨
capek banget keknya jadi tessa
Nur Halida
repot banhet ya jadi horang kaya🤭🤭🤭
kalo aku jadi tessa keknya gak akan sanggup deh soalnya aku gtogian arangnya😁🤭
Nur Halida
semangat tessa😍😍😍
itsmecancer: makasih sudah semangatin tessa 💪❤️
total 1 replies
Nur Halida
tessa kamu harus belajar dan percaya diri berada sejajar dg nick. .dan kamu pasti bisa
Nur Halida
ternyata nick berwatak keras tapi aku suka😁
Nur Halida: pasti entar nick jadi bucin ke tessa dan aku gak sabar nunggu nick yg bucin .. pasti lucu🤭
total 2 replies
Nur Halida
nick baik banget sihh😍😍😍
sweet banget😍😍😍
padahal baru kenal tessa tapi di bertanggung jawab dengan statusnya sebagai suami dg begitu sempurna
itsmecancer: wahh ... nick tuh emang pinter bikin baper pembaca 🤭, ditunggu kelanjutannya ya 👌🏻
total 1 replies
Bunga
tegang
Bunga
rasanya dikit banget thor
Bunga
suka
itsmecancer: wah makasih kak, dukunganmu berharga buat author ☺️
total 1 replies
Bunga
lanjut thor😍
itsmecancer: ditunggu ya ☺️👌🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!