NovelToon NovelToon
Ambisi, Cinta, Dan Ulah Si Kembar

Ambisi, Cinta, Dan Ulah Si Kembar

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:856
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Valentine dan Valerie, si Twins V, telah tumbuh menjadi dua wanita dewasa dengan kepribadian unik yang selalu membuat orang-orang di sekitar mereka geleng-geleng kepala. Kepolosan, keberanian, dan cara berpikir mereka yang di luar nalar kerap menghadirkan tawa sekaligus kekacauan, terutama bagi kedua orang tua mereka.

Di tengah candaan tentang keinginan cepat menikah, mimpi-mimpi aneh, dan celetukan tak terduga, Twins V terus membawa kejutan baru. Lalu, keseruan dan kekacauan apa lagi yang akan mereka ciptakan selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Kamu?

Valen sudah berjalan terlebih dahulu mencari jalan agar dia bisa menemukan kembaran Pablo yang tengah bersembunyi itu. Mereka semua mengikuti kemana Valen pergi berjalan ke tengah hutan itu.

Sedangkan para laki laki yang berjalan di belakang untuk berjaga jaga tapi Valen terhenti di tengah jalan saat menginjak sesuatu di bawah kakinya. Valen sudah mengangkat tangannya untuk menyuruh mereka berhenti.

"Sayang ada apa?" tanya Dean bingung.

"Berhenti di sana kak, ada ranjau di bawah kakiku." sahut Valen tenang.

"Apppa?"

Lagi lagi mereka spot jantung mendengar perkataan Valen kali ini, mereka khawatir dengan keadaan Valen.

Altezza dengan tenang mendatangi perlahan tempat Valen berdiri.

"Apa yang kamu butuhkan baby?" tanya Altezza pada putrinya.

Valen nampak diam sambil berpikir apa yang dia butuhkan saat ini untuk menghalau ranjau yang akan memicu ledakan yang lainnya.

"Papi, jika ini meledak apa yang lain akan ikut meledak juga?" tanya Valen lagi.

"Tidak jika di dekat sini tidak ada yang dekat dengan ranjau yang kamu injak ini. Tapi apa kamu tahu cara berpindah tanpa meledakannya?"

"Ale yang tahu pi," sahut Valen cepat.

Ale terlihat mendekat dan membawa sebuah benda berbentuk kotak yang dia ambil dari dalam tas ransel yang dia bawa. Ale nampak berjongkok di dekat Valen dan mengamati tanah sekitar Valen.

"Kak, lo angkat pelan pelan dan gue langsung taruh ini, dan ingat dalam hitungan ketiga," ucap Ale terus fokus pada kaki Valen.

Valen mengangguk dan mengikuti arahan Ale, sementara yang lain sudah menahan napas mereka karena takut jika Valen dan Ale salah langkah kali ini.

"Tiga....." seru Ale.

Dan... puk....

Ale berhasil mengganti kaki Valen yang terangkat dengan benda yang di ambilnya dari dalam tas ranselnya dan berhasil. Ranjau itu sudah bisa di jinakkan secara langsung oleh Ale, dan membuat semua orang bernapas lega. Dean yang melihat Valen sudah terbebas dari ranjau itu langsung memeluknya erat.

Grebbb....

"Sayang, jangan bikin aku khawatir," ucap Dean lirih.

Valen memeluk Dean balik dan menepuk punggung Dean erat.

"Aku nggak apa apa kak, semua aman," balas Valen.

Setelah itu Valen melepaskan pelukannya pada Dean dan mengamati Ale yang masih jongkok di bawah. Ale juga sempat melempar beberapa barang seperti kelereng dengan jumlah yang agak banyak dan di depan mereka nampak keluar beberapa asap di berbagai tempat.

"Itu apa?" tanya Zurra yang sudah penasaran dengan kedua putri kembarnya ini.

"Hanya pendeteksi semua ranjau dan jebakan lainnya mi, kebetulan aja tempo hari aku iseng sama kakak mainan di lab ku dan ternyata pas jadi malah berguna," sahut Ale sambil menunjukkan deretan giginya yang rapi.

Roy menggelengkan kepalanya pelan mendengar kemampuan kedua putri kembar Altezza dan juga Zurra yang sudah memikirkan apapun kemungkinan yang akan terjadi bahkan mereka juga bisa membuat berbagai macam senjata yang berbahaya dan tak terlihat seperti senjata melainkan seperti sebuah mainan yang lucu dan bisa di kenakan sebagai aksesoris.

"Anak anak lo emang lebih menakutkan dari pada lo dan Zurra dan beruntungnya gue karena salah satu dari mereka akan jadi menantu gue nantinya," celetuk Roy pada Altezza.

Altezza masih diam takjub pada kerja sama kedua putrinya yang sampai sejauh itu.

"Ayo jalan lagi, kayaknya masih ada yang lebih menarik dari pada ini," ucap Valen lagi.

Tapi kali ini dia menggandeng tangan Dean agar Dean tak lagi khawatir kepadanya dan itu membuat Dean merasa lega dan tentu saja merasa lebih di anggap lagi.

Mereka terus berjalan kembali lebih masuk ke dalam dan akhirnya mereka melihat sebuat tempat yang tertutup semak semak yang di percaya mereka adalah tempat persembunyian kembaran Pablo saat ini.

Altezza dan yang lain memutuskan untuk berhenti sebelum memutuskan menyerangnya langsung karena mereka harus mengamati keadaan sekitarnya mengingat tadi ada ranjau yang hampir saja membuat nyawa Valen melayang.

"Papi, di sini memang terlihat sepi tapi bukannya anak buah Pablo juga jadi anak buah nya?" tanya Ale pada Altezza.

"Hmm, kamu benar dan itu akan jadi urusan para orang tua karena mereka sudah melanggar aturan yang selama ini papi buat untuk menjaga kedamaian dunia bawah setelah kalian lahir," sahut Altezza lagi.

"Tapi hati manusia tidak bisa papi dan mami atur. Dan terbukti sebagaimana papi dan mami mengatur mereka akan selalu ada kejadian yang tak bisa papi dan mami cegah," sahut Valen.

Altezza dan Zurra menganggk setuju dengan apa yang di katakan Valen saat ini. Lalu mereka segera menyusun rencana agar mereka bisa segera menangkap kembaran Pablo.

"Baiklah sudah di putuskan jika para anak anak yang akan masuk ke dalam dan kita semua para orang tua akan menyelesaikan para anak buahnya," putus Altezza akhirnya.

Mereka segera berpencar dan melakukan semua intruksi Altezza. Saat Vaen masuk ke dalam ternyata di sana ada beberapa orang yang sedang berjaga jaga. Tapi mereka mulai berhamburan saat mendengar suara baku hantam dari arah luar yang membuat mereka menjadi berpencar dan ada yang langsung naik ke atas untuk memberi tahu kembaran Pablo itu.

"Ck, para orang tua itu apa tidak bisa tenang sedikit saja? Kenapa malah ribut sendiri?" omel Valen pelan.

"Heiii, hei mau kemana kalian?"

Semua anak buah itu langsung berbalik saat mendengar sebuah suara di balik badan mereka. Mereka nampak saling pandang saat melihat Ale dan

Arlo serta Gerald dan Keiko ada di sana.

"Siapa kalian?" gertak salah satu dari orang itu.

"Bukan siapa siapa."

Dan tepat setelahnya Ale sudah melesat cepat ke depan dan menghajar mereka satu persatu. Kejadian cepat itu membuat Arlo serta kedua orang yang lain langsung melongo.

"Hei, hei sayang... astaga!" teriak Arlo gemas.

Tapi setelahnya Arlo segera melesat membantu Ale yang sudah bertarung dengan banyak anak buah Paulo.

Begitu juga dengan Gerald dan Keiko yang juga tak tinggal diam lagi. Mereka bertiga dan musuh beberapa orang di sana yang terhitung juga sama terlatihnya dengan Ale serta yang lainnya.

Bagaimana tidak mereka juga anak buah dari dunia bawah tentu saja mereka juga bukan orang sembarangan.

Bughh... Duakkkk... Brak....

Kreteeekkkk.... Kreakkkk...

Suara baku hantam dan berbagai tulang yang retak terdengar di sana tak lupa juga dengan jeritan kesakitan dari anak buah Paulo. Mereka mulai tumbang satu persatu di tangan Ale dan yang lainnya.

Sedangkan di lantai atas tempat itu Valen dan Dean sedang mencari kamar yang di tempati oleh Paulo dan saat mereka berdua sudah menemukan kamarnya mereka mendengar suara menjijikan dari dalam. Belum lagi jeritan dari wanita yang berbeda setiap detiknya dan itu membuat Valen dan Dean bergidik ngeri.

"Cih udah tua bangka tapi masih menjijikkan!" umpat Valen kesal.

Brakkkk...

Dean yang sudah tak sabar segera menendang pintu itu dengan keras dan membuat beberapa orang yang di sana menjerit ketakutan dan kaget. Tapi Dean langsung memalingkan wajahnya saat melihat beberapa perempuan yang tak memakai pakaian sedang berdiri ketakutan.

"Pakai baju kalian!" ucap Dean dingin.

Mereka segera memungut pakaian mereka dan berhamburan keluar dari kamar itu tapi naas saat sampai di luar mereka semua langsung di buat tak sadarkan diri oleh Valen. Sementara Paulo sudah meradang dan mengambil senapan nya yang ada di sana.

"Siapa kamu?" tanya Paulo dengan marah.

"Gue?" tunjuk Dean pada dirinya sendiri.

"Bukan orang penting tapi gue jelas ada di sini buat ambil kepala botak lo itu karena udah berani bikin tunangan gue terluka!!!" sahut Dean cepat.

Paulo tak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Dean tapi otaknya langsung mencerna dengan baik jika saat ini nyawanya juga tengah terancam karena tak ada yang bisa menembus tempatnya ini kecuali memang dia benar benar orang yang hebar.

Dor...

Paulo menarik pelatuk senapannya dan isi senapa itu langsung melesat ke arah Dean tapi Dean berhasil menghindar dan Valen yang baru saja masuk ke dalam segera melempar pisau miliknya.

Jleb....

"Arghhhhhh......"

Pisau itu mengenai tangan Paulo dan membuatnya menjerit kesakitan. Paulo menatap nyalang ke arah Valen tapi sedetik kemudian matanya membola saat melihat wajah Valen yang mirip dengan Zurra serta Altezza.

"Kamu?" tunjuk Paulo pada Valen.

Valen menaikkan sebelah alisnya bingung tapi sedetik kemudian Valen menyeringai saat melihat wajah Paulo yang nampak memucat. Valen tahu yang ada di pikiran Paulo pasti dia mengingat kedua orang tuanya yang wajahnya sangat mirip dengan Valen dan Ale tentu saja.

"Sudah tahu siapa gue? Atau familiar dengan wajah gue?" ejek Valen pada Paulo.

"Nggak mungkin," gumam Paulo lirih.

Tapi sesaat kemudian Valen sudah menyerang Paulo membabi buta karena dia sudah sangat kesal dengannya dan tak ingin bermain main lagi dengannya lebih lama lagi.

Bruakkkk...

Bughhh....

Duakkk...

Kretekkkk....

"Arghhh..... uhukkkkk..."

Paulo memuntahkan cairan kental berwarna merah dari dalam mulutnya tapi Valen masih tak membiarkannya lagi. Valen menarik pisau satu lagi yang masih dia simpan dan dia arahkan pada Paulo dan selanjutnya Paulo hanya bisa berteriak kesakitan dan lolongan panjang dari Paulo terdengar sampai ke tempat Altezza dan yang lainnya yang masih bertarung di bawah.

Dean yang melihat Paulo sudah tiada segera menarik tangan Valen agar berhenti karena keadaan Paulo yang sudah tak berbentuk dan bahkan sudah tak ada di tempatnya lagi.

"Sayang, udah yuk.... semua udah selesai,"

to be continued...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!