NovelToon NovelToon
Dari Pecundang Jadi Legenda

Dari Pecundang Jadi Legenda

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di dunia tempat kekuatan adalah hukum dan kelemahan adalah dosa, Qiu Liong hanyalah sampah sekte murid buangan dengan akar spiritual retak, bahan ejekan, dan simbol kegagalan.
Ia dihina, dipermalukan, bahkan dikhianati oleh orang yang paling ia percaya.
Namun takdir berputar ketika ia menemukan Inti Kekosongan Tanpa Batas, warisan kuno dari dewa yang telah musnah. Kekuatan itu bukan sekadar energi… melainkan kemampuan untuk menembus hukum langit, menelan takdir, dan menciptakan ulang realitas.
Dari seorang pecundang yang diinjak-injak, Qiu Liong bangkit.
Ia akan merobek langit. Menghancurkan para dewa. Dan memahat namanya sebagai legenda yang tak akan pernah pudar.
Karena ketika dunia menertawakannya…
ia diam-diam sedang belajar menjadi tak terbatas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawa di Arena Ujian

Lapangan batu giok belum sepenuhnya sepi ketika ujian akar spiritual berakhir. Matahari sudah meninggi, menyinari wajah-wajah penuh kebanggaan… dan satu wajah yang berusaha tetap tenang di tengah sisa gema tawa.

Qiu Liong belum pergi.

Ia berdiri di tepi arena, di bawah bayangan tribun kayu tempat para tetua duduk tadi. Tangannya terlipat di dalam lengan jubah abu-abu lusuhnya. Ia tahu seharusnya ia kembali ke asrama murid luar. Menghilang. Menelan hinaan seperti biasa.

Namun ada sesuatu yang menahannya.

Arena itu bukan sekadar tempat ujian. Itu adalah panggung tempat harga diri ditimbang.

Dan harga dirinya baru saja diinjak-injak.

“Qiu Liong!”

Suara berat menggema dari tengah lapangan.

Zhao Wuchen melangkah masuk ke arena latihan, pedangnya tersampir di punggung. Beberapa murid inti berdiri di belakangnya, wajah mereka menyiratkan rasa ingin tahu yang bercampur hiburan.

“Masih berdiri di sana?” Zhao tersenyum tipis. “Atau kau ingin mencoba sesuatu yang lain hari ini?”

Beberapa murid tertawa.

Qiu Liong mengangkat pandangannya. Tatapan Zhao bukan sekadar ejekan. Ada api persaingan di sana meski tak seimbang. Seorang jenius menantang seorang pecundang. Itu bukan duel. Itu tontonan.

“Apa maksudmu?” tanya Qiu Liong pelan.

“Ujian akar spiritual memang membosankan,” Zhao berkata santai. “Bagaimana kalau kita adakan sedikit hiburan? Duel ringan. Tanpa energi penuh. Hanya teknik dasar.”

Kerumunan langsung membentuk lingkaran.

“Duel! Duel!”

Suara-suara itu seperti ombak, mendorong Qiu Liong ke tengah tanpa menyentuhnya.

Ia tahu ini jebakan harga diri. Jika menolak, ia akan dicap pengecut. Jika menerima, ia hampir pasti kalah.

Namun di antara pilihan yang menyakitkan, Qiu Liong memilih yang membuatnya tetap bisa menatap dirinya sendiri.

Ia melangkah masuk ke arena.

Desir angin menyapu debu halus di atas batu giok. Untuk sesaat, semuanya terasa sunyi.

Zhao mencabut pedangnya perlahan. Kilau bilahnya memantulkan cahaya matahari.

“Kita berhenti sebelum ada yang terluka parah,” katanya ringan.

Kalimat itu membuat beberapa orang tersenyum geli.

Qiu Liong tidak memiliki pedang mewah. Ia hanya mengambil pedang latihan kayu dari rak di pinggir arena. Gagangnya kasar, bekas retakan terlihat jelas.

“Mulai!”

Zhao bergerak lebih dulu.

Cepat.

Langkah kakinya ringan, teknik dasar Sekte Awan Biru mengalir rapi seperti air. Pedangnya menebas lurus, presisi, tanpa celah.

Qiu Liong mengangkat pedang kayunya untuk menangkis.

Benturan pertama mengguncang lengannya. Getaran menjalar hingga ke bahu. Ia hampir kehilangan pegangan.

Tawa kecil terdengar dari pinggir arena.

Zhao tak memberi waktu. Tebasan kedua datang dari samping, disusul dorongan ke arah dada.

Qiu Liong mundur dua langkah. Nafasnya terputus. Energi qi di dalam tubuhnya mencoba mengalir… namun meridiannya terasa seperti pipa retak, bocor di setiap simpul.

Ia menangkis lagi.

Dan lagi.

Setiap benturan terasa lebih berat.

“Ayolah!” seseorang berteriak. “Itu bahkan belum separuh kekuatannya!”

Zhao berputar, lalu melancarkan sapuan rendah. Qiu Liong terlambat sepersekian detik.

Kakinya tersapu.

Tubuhnya jatuh keras ke batu giok.

Debu beterbangan.

Tawa meledak.

Bukan satu atau dua orang seluruh lingkaran itu pecah dalam suara ejekan yang menusuk lebih tajam daripada pedang.

Qiu Liong berusaha bangkit. Telapak tangannya lecet. Lututnya terasa perih.

Zhao berdiri di atasnya, ujung pedang kayu mengarah ke tenggorokannya.

“Cukup?” tanya Zhao, nadanya tidak marah justru terlalu tenang.

Qiu Liong menatapnya.

Dalam sorot mata Zhao, ia melihat keyakinan mutlak. Keyakinan bahwa dunia memang sudah diatur demikian: yang kuat berdiri, yang lemah jatuh.

Dadanya naik turun cepat. Ia bisa menyerah sekarang. Mengangguk. Membiarkan semuanya selesai.

Namun di tengah tawa itu, ia mendengar sesuatu yang lain.

Detak jantungnya sendiri.

Keras.

Bertekad.

Ia menepis pedang kayu itu dengan gerakan mendadak dan berguling ke samping. Dengan sisa tenaga, ia menusuk lurus ke arah dada Zhao.

Serangan itu tidak sempurna. Lambat. Mudah ditebak.

Zhao menangkis dengan satu gerakan ringan, lalu memutar gagang pedangnya dan menghantam perut Qiu Liong.

Tubuh Qiu Liong terlempar satu meter ke belakang.

Ia terbatuk. Rasa pahit memenuhi tenggorokannya.

Tawa kembali pecah.

Namun kali ini… Qiu Liong tidak menunduk.

Ia bangkit perlahan. Wajahnya pucat, tapi matanya menyala.

Zhao mengerutkan alisnya tipis.

“Keras kepala,” gumamnya.

Qiu Liong tahu ia kalah. Semua orang tahu.

Tapi untuk pertama kalinya, ia tidak merasa hancur.

Karena di satu momen singkat tadi saat ia bangkit dan menyerang ia merasakan sesuatu.

Bukan kekuatan besar.

Bukan ledakan qi.

Melainkan keberanian untuk melawan meski tahu akan jatuh.

Dan di tengah tawa yang masih menggema, Qiu Liong menyadari satu hal:

Ia mungkin lemah sekarang.

Tapi selama ia masih bisa berdiri setelah dijatuhkan…

tawa mereka belum menjadi akhir ceritanya.

1
Saykoji
ilusi pasti bisa kamu hadapi qiuliong💪
riano
bala mereka qiu liong
riano
balas mereka. qiuliong
winda
sejauh ini alur nya sangat menarik dan bikin ketagihan banget novel yang Thor buat
christian Defit Karamoy: trimakasih 🙏
total 1 replies
Nia
mantap thor😍
Ardi
tambah menarik thor👍
meg4k
iya Thor lanjut dong terlalu asik bacanya😍
kurnia
tambah lagi thor updatenya👍
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
halo aku mampir lagi kak 🤗
christian Defit Karamoy: siap KAk trimakasih
total 1 replies
Stevanus
lanjut thor
buden
bagus thor👍
Nia
sangat menarik Thor aku sangat puas bacanya ,
jangan bikin kecewa ya🙏💪
Anonymous
thor pertahankan ya alurnya 👍
Anonymous
kamu sosok kuat 👍
itstime
aku penasaran banget ni thor
meg4k
menarik banget thor
kurnia
mantap
Karen
mantap thor
Serly
kasih alur yang bagus ya thor
itstime
semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!