NovelToon NovelToon
Kontrak Rahim Sang CEO Miliarder

Kontrak Rahim Sang CEO Miliarder

Status: tamat
Genre:CEO / Showbiz / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

"Di dunia para penguasa, segalanya bisa dibeli—termasuk keturunan. Namun, apa jadinya jika rahim yang disewa justru membawa cinta yang tak terduga?"

Adrian Ardilwilaga adalah definisi sempurna dari kekuasaan dan kekayaan. Sebagai CEO Miliarder dari Ardilwilaga Group, ia memiliki segalanya, kecuali satu hal yang sangat dituntut oleh dinasti keluarganya: seorang pewaris. Pernikahannya dengan Maya Zieliński, wanita sosialita kelas atas yang anggun namun menyimpan rahasia kelam tentang kesehatannya, berada di ambang kehancuran karena tekanan sang mertua yang otoriter.

Demi menjaga status dan cinta Adrian, Maya merancang sebuah rencana nekat—sebuah kontrak rahim ilegal. Pilihan jatuh kepada Sasha Vukoja, seorang mahasiswi seni berbakat asal Polandia yang sedang terdesak kesulitan ekonomi. Sasha setuju untuk menjadi ibu pengganti, tanpa pernah menyangka bahwa ia akan jatuh hati pada sang pemberi kontrak.
Ketegangan memuncak saat Arthur, sang pangeran mahkota, lahir.Bagaimana kelanjutannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengadilan Dari Darah Zieliński

Badai yang menghantam kediaman Ardilwilaga ternyata hanyalah permulaan. Kabar mengenai kepalsuan kehamilan Maya menyebar seperti api di atas tumpahan bensin, menembus dinding-dinding eksklusif hingga ke telinga Helena Zieliński dan suaminya, Stanisław Zieliński. Bagi Helena, yang memiliki kebanggaan darah Eropa Timur yang kental, berita ini bukan sekadar skandal; ini adalah penghinaan terhadap martabat keluarga mereka.

Pagi itu, The Obsidian Towers berubah menjadi medan laga. Helena dan Stanisław tiba tanpa pemberitahuan, wajah mereka merah padam, membawa aura dingin yang sanggup membekukan ruangan. Begitu pintu apartemen terbuka, Helena tidak menunggu lama. Ia langsung melayangkan tamparan keras ke pipi Maya, membuat putri tunggalnya itu tersungkur di atas karpet Persia.

"Kau pembohong besar, Maya!" teriak Helena dengan suara melengking dalam bahasa Polandia yang campur aduk. "Selama ini aku menangisi perutmu yang buncit, aku membawakanmu pusaka leluhur untuk menjaga janinmu, dan ternyata semua itu hanya bantal karet?!"

Stanisław berdiri di samping istrinya, menatap Adrian dengan kebencian yang mendalam. "Dan kau, Adrian... kau membiarkan putriku melakukan hal sehina ini? Kau menyewa wanita dari bangsaku, seorang gadis Polandia, untuk menjadi mesin pembuat anak karena kau terlalu gengsi memiliki istri yang tidak bisa hamil?"

"Papa, ini keputusanku sendiri! Adrian hanya menyetujuinya karena dia mencintaiku!" teriak Maya sambil memegangi pipinya yang panas.

"Cinta?!" Helena tertawa histeris, air mata kemarahan mengalir di wajahnya yang mulai keriput. "Cinta tidak dibangun di atas penipuan, Maya! Kau telah membuat kami menjadi bahan tertawaan. Papa Haryo sudah menelepon kami, dia menceritakan semuanya. Dia ingin kalian berpisah, dan kali ini, Mama setuju! Kamu harus ceraikan Adrian sekarang juga!"

Adrian melangkah maju, mencoba menengahi. "Nyonya Helena, Tuan Stanisław, saya mohon tenanglah. Arthur tetap memiliki darah saya, dan bagi saya, Maya adalah ibunya."

"Diam kau, Ardilwilaga!" bentak Stanisław. "Darahmu tidak ada artinya jika rahim yang melahirkannya adalah rahim sewaan. Di Polandia, keluarga adalah tentang kesucian. Jika Maya tidak bisa memberimu anak, seharusnya kau jujur. Sekarang, putriku telah kehilangan kehormatannya sebagai seorang wanita di mata publik. Dia terlihat seperti wanita gila yang terobsesi pada tahta!"

Helena mendekati boks bayi tempat Arthur sedang terbangun karena kebisingan. Ia menatap bayi itu dengan tatapan yang sangat kompleks—antara benci karena itu bukan cucu kandungnya, dan perih karena ia tahu bayi itu membawa wajah gadis dari tanah airnya. "Anak ini... dia adalah monumen dari kegagalanmu, Maya. Setiap kali kau melihatnya, kau akan diingatkan bahwa kau adalah wanita cacat yang mencuri anak orang lain."

"Cukup, Ma!" Maya bangkit, suaranya bergetar namun tajam. "Jangan sebut aku cacat! Arthur adalah hidupku! Aku tidak akan menceraikan Adrian hanya karena kalian merasa malu. Aku sudah kehilangan rahimku, aku tidak mau kehilangan suamiku dan anakku juga!"

"Kau akan kehilangan semuanya jika kau tetap bersamanya!" Helena mencengkeram bahu Maya. "Keluarga Ardilwilaga akan menghancurkanmu. Haryo tidak akan pernah membiarkanmu membesarkan bayi itu. Jika kau tidak menceraikannya dan ikut kami pulang ke Warsawa, kami akan memutus semua hubungan keluarga dengamu. Kau bukan lagi seorang Zieliński!"

Stanisław menatap Adrian dengan dingin. "Kami akan menuntut pembatalan pernikahan ini secara hukum. Kau telah menipu kami tentang kondisi kesehatanmu dan istrimu. Kami akan membawa Maya pulang, dan biarkan kau membusuk di istanamu ini bersama bayi sewaanmu itu."

Adrian merasakan kepalanya berdenyut. Tekanan dari kedua belah pihak keluarga—Ardilwilaga yang menuntut pewaris murni dan Zieliński yang menuntut harga diri—membuatnya merasa benar-benar terkepung. Namun, di tengah kekacauan itu, Adrian meraih tangan Maya, menggenggamnya begitu kuat seolah-olah dunia akan kiamat jika ia melepaskannya.

"Tuan dan Nyonya Zieliński," ucap Adrian dengan wibawa yang luar biasa tenang. "Kalian bisa memutus hubungan dengan Maya, kalian bisa membawa koper-kopernya pergi. Tapi Maya tetap istri saya. Dan mengenai Arthur... siapa pun yang mencoba membawanya pergi, baik itu Papa Haryo atau kalian, akan berhadapan dengan seluruh kekuatan yang saya miliki. Kami tidak akan bercerai. Kami akan menghadapi badai ini sebagai orang tua Arthur."

Helena meludah ke lantai, sebuah tanda penghinaan tertinggi. "Kita lihat seberapa kuat kau bertahan, Adrian, saat seluruh Jakarta tahu bahwa pangeran mahkotamu adalah anak dari seorang mahasiswi seni yang kau bayar untuk tidur dengan alat medis."

Kedua orang tua Maya itu pergi dengan bantingan pintu yang mengguncang apartemen. Maya ambruk di pelukan Adrian, menangis sejadi-jadinya. Ia telah kehilangan orang tuanya, ia telah kehilangan kehormatannya di mata mertuanya, dan kini ia hanya memiliki Adrian dan seorang bayi yang bahkan tidak memiliki satu pun sel DNA darinya.

Di tengah isak tangis itu, Adrian hanya menatap kosong ke arah jendela. Ia tahu, di Warsawa, Sasha mungkin adalah satu-satunya orang yang benar-benar memiliki hak atas bayi ini. Dan dengan terbongkarnya rahasia ini, ia sadar bahwa jarak antara Jakarta dan Warsawa kini terasa semakin dekat, karena cepat atau lambat, sang ibu kandung akan terseret kembali ke tengah pertempuran berdarah ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!