NovelToon NovelToon
Mas Dosen, Ayo Cerai!

Mas Dosen, Ayo Cerai!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: za.zhy

Nala Purnama Dirgantara, dipaksa menikah dengan Gaza Alindara, seorang Dosen tampan di kampusnya. Semua Nala lakukan, atas permintaan terakhir mendiang Ayahnya, Prabu Dirgantara.

Demi reputasi keluarga, Nala dan Gaza menjalani pernikahan sandiwara. Diluar, Gaza menjadi suami yang penuh cinta. Namun saat di rumah, ia menjadi sosok asing dan tak tersentuh. Cintanya hanya tertuju pada Anggia Purnama Dirgantara, kakak kandung Nala.

Setahun Nala berjuang dalam rumah tangganya yang terasa kosong, hingga ia memutuskan untuk menyerah, Ia meminta berpisah dari Gaza. Apakah Gaza setuju berpisah dan menikah dengan Anggia atau tetap mempertahankan Nala?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon za.zhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Sewajarnya Suami Saja

Gaza menggeram kesal, ia melempar asal pulpen yang digunakan untuk menandatangani selembar kertas  yang berisi pernyataan bahwa Nala ingin pindah kelompok KKN.

Beberapa kali Gaza membaca, ia bimbang akan melanjutkan atau tidak. 

“Ini gak benar,” gumam Gaza kesal. Tindakannya yang memanfaatkan status dirinya sangat tidak dibenarkan. Tapi membayangkan teman kelompok Nala, entah kenapa membuat Gaza kesal.

Pintu ruangan Gaza di ketuk, Surya muncul di dari balik pintu. Wajahnya memperlihatkan kelelahan yang tak bisa ia tutupi.

“Besok-besok, aku gak mau bantu lagi. Kamu silahkan cari Asdos yang bisa membantu kamu saat seperti ini.” Surya melempar kertas yang berisi tugas dari mahasiswa Gaza.

Gaza tak menjawab, ia melirik sekilas kertas yang memperlihatkan tulisan tangan yang cukup berantakan tersebut. Belum apa-apa, kepalanya sudah terasa pening.

“Kenapa? Nala tetap kekeh ingin pisah?” tanya Surya saat mengamati sahabatnya yang terlihat menanggung banyak beban.

“Iya dan ada masalah baru!” jawab Gaza lagi.

Surya menyandarkan tubuhnya, ia ingin tertawa melihat ekspresi Gaza. Ini kali pertama dirinya melihat Gaza dilanda kegelisahan hanya karena masalah perempuan.

“Masalah apa?” tanya Surya.

Ini menarik, sudah waktunya Gaza membayar semua perbuatannya terhadap Nala. Menurut Surya ini tak akan berakhir dengan mudah, Gaza mungkin sedikit menderita.

“Aku mau memindahkan kelompok KKN, Nala.” Gaza menjawab jujur, ia juga melempar selembar kertas yang berisi surat permohonan pemindahan atas nama Nala.

“Nala tau?” tanya Surya. 

Gaza menggeleng pelan. “Aku gak suka melihat teman-teman sekelompok Nala. Jelas mereka memperlihatkan ketertarikan pada Nala.”

Tawa Sutra pecah, sahabatnya memiliki otak yang cerdas dalam semua hal kecuali cinta.

“Kamu menyadari orang-orang tertarik dengan istrimu?” tanya Surya dengan nada suara di terkejut.

Gaza menangguk. “Iya, tatapan mereka jelas terlihat.” Gaza menjawab dengan sangat antusias, entah kemana ekspresi datarnya itu.

“Lalu kamu cemburu?” tanya Surya.

“Gak!” Gaza menjawab cepat.

Surya menatap Gaza kesal. Masih buta perasaan ternyata.

“Ini gak usah.” Surya melempar kembali kertas yang berisi surat permohonan tadi.

“Kenapa?” tanya Gaza, ia merapikan kertas yang mulai kusut tersebut.

Surya mengerutkan keningnya. Ingin rasanya ia mengumpat Gaza. 

“Berlebihan, Za. Sewajarnya seorang suami saja. Aku yang jelas cinta mati sama istri aja, gak membatasi pertemanan apalagi ini… ini jelas urusan kampus, Za. Jangan egois.” 

Gaza diam, ia kemudian menatap Surya penuh teliti. “Memangnya tindakan aku ini gak wajar? Memangnya seorang suami tidak menginginkan istrinya jadi pusat perhatian itu gak wajar?” tanya Gaza.

Surya kembali tertawa, melihat wajah kesal Gaza menjadi hiburan tersendiri untuk Gaza. 

“Wajar, tapi pada kasus ini kamu gak cinta sama Nala. Beda cerita kalo kamu cinta, kamu cemburu, itu wajar kok. Tapi kalau kamu percaya pada Nala, gak perlu takut. Masalahnya, Nala sudah berniat berpisah, sebelum berpisah cari calon pengganti dulu gak apa-apa.” 

Gaza mengeraskan rahangnya, ia tak percaya sahabatnya bisa berbicara seperti itu padanya.

“Sur, aku lagi berusaha untuk hubunganku dengan Nala, kamu jangan jadi kompor.” Gaza memperingati.

“Memangnya yang aku bicarakan salah?” 

Gaza diam, ia mencerna ucapan sahabatnya. Tak ada yang salah, semuanya benar. Ia mengaku tak cinta dan tak cemburu. Lalu apa yang harus dipermasalahkan?

“Aku hanya berusaha memperbaiki hubungan kami, Sur. Jadi aku gak mau dalam proses ini terganggu oleh orang luar.” Suara Gaza melemah.

“Biarkan Nala dengan dunianya saat ini, Za. Bukan berarti aku menyuruh kamu membebaskan dia. Selama ini dia sudah menjaga dirinya dengan baik sebagai seorang istri. Harusnya kali ini semua akan baik-baik saja.”

Gaza diam. Benar, selama ini Nala menghormatinya sebagai suami, meminta izin kemanapun wanita itu pergi. Tapi apa yang Gaza lakukan, tidak menanggapi semuanya dan membiarkan Nala melakukannya sendiri.

Tangan Gaza terulur, ia mengambil surat permohonan itu dan meremasnya dengan gerakan lambat, tak berapa lama, kertas iru berakhir di tempat sampah di sudut ruangan Gaza. 

“Awasi dia sewajarnya, ingatkan jika salah. Jangan terlalu mengekang, jangan terlalu berlebihan. Nala mungkin tidak terbiasa, biarkan saja dulu. Dekati pelan-pelan,” nasehat Surya panjang lebar.

Sepertinya kali ini Gaza mendengar semua nasehat Surya, tidak seperti sebelumnya. Setiap kali Surya menasehati, Gaza menganggap biasa saja bahkan berlalu tanpa peduli ucapan Surya.

“Jadi…? tanya Gaza bingung.

“Sadar dulu sama perasaan sendiri, biar tau apa yang akan kamu lakukan selanjutnya.” 

Gaza menatap Surya tak terima. “Memangnya aku belum sadar?” 

Surya beranjak dari duduknya, ia menatap Gaza yang jelas terlihat bingung.

“Susah ngomong sama orang yang buta cinta. Pikir baik-baik, yakin masih cinta sama Kakaknya Nala?” 

Setelah itu Saya keluar, bersyukur dirinya berhasil merubah niat Gaza yang ingin menarik Nala dari kelompok KKNnya.

Setidaknya dengan berjauhan dari Nala, Gaza akan cepat sadar, bahwa cinta itu sudah ada dari dulu.

***

Ditempat lain, Nala dan Zanna sedang duduk berdua di salah satu restoran. Keduanya istirahat setelah mengitari mall atas keinginan Zanna.

“Kamu yakin mau ikut aku KKN di desa suka hati? Udah tau belum desanya seperti apa?” tanya Nala saat melihat Zanna yang sedang menikmati es krim pesanannya.

Zanna menangguk yakin.

“Karna aku atau anggota KKNnya?” tanya Nala penuh selidik.

“Anggota KKNnya.” Zanna menjawab sambil tersenyum lebar. “Serius itu laki, gak ada yang gagal produksi, ganteng semua.”

Nala hanya menggelengkan kepala, wajar Zanna mengagumi banyak pria. Ia bebas, seorang perempuan tanpa suami. Kasih sayang yang berlimpah dari keluarga membuatnya mencari kasih sayang dari luar, tapi selalu tidak sesuai ekspektasi. Tak ada yang bisa menandingi rasa sayang yang ia peroleh di rumah.

“Takutnya suami orang aja,” celetuk Nala membuat Zanna matanya tajam.

“Gak ya. Aku sudah mencari tahu semuanya. Laki-laki, hanya Gerry yang lagi dekat dengan perempuan, untuk perempuan hanya putri yang punya pacar dan kamu, bersuami.” Zanna menjawab dengan Nada ketus.

Nala tersenyum, Zanna bahan sudah mencari tahu status semua anggota kelompoknya, sahabat sekaligus adik iparnya ini memang berniat mencari jodoh.

“Jadi, Na… bagaimana?” tanya Zanna setelah es krimnya habis.

“Apa?” tanya Nala pura-pura tak tau.

Adik iparnya ini pasti ingin menanyakan bagaimana pernikahan dirinya dan Gaza.

“Sudah baikan sama Kak Gaza,” tanya Zanna sembari menatap Nala serius 

“Makin aneh! sepertinya kita harus cepat ke tempat KKN. Kakakmu makin hari makin aneh,’’ ujar Nala sambil bergidik ngeri.

“Ih kok aneh?”

“Aku yang meminta agar pernikahan kami di perjelas. Mas Gaza perhatian, tapi kaku. Kamu paham gak? Sesuatu yang dipaksakan itu terkesan aneh dan gak nyaman.” 

Zanna tersenyum tipis, spertinya Kakaknya akan sulit untuk memperbaiki pernikahan mereka.

“Kak Anggia?” tanya Zanna pelan.

“Dia tetap Kakakku, tetap sayang dan baik sama aku. Gak ada yang berubah. Hanya jarak saja yang makin jauh, mungkin karena kami berdua sama-sama merasa bersalah.”

Nala menunduk, ia mengingat Kakaknya yang beberapa hari ini tak pernah menghubungiku. Bahkan saat ia keluar dari rumah sakit, ia tak melihat Angga lagi.

“Aku gak mau memaksa, Na. Kalau memang Mas Gaza gak bahagia harusnya gak perlu menghalangi niatku untuk berpisah. Tapi, mungkin Mas Gaza mempertimbangkan keluarga kami. Reputasi keluarga di letakkan di pundak kami, rasanya berat baget,” keluh Nala sembari memasang wajah yang menyedihkan.

Zanna tak lagi menganggap, ia berusaha memahami apa yang Nala ucapkan. Mungkin jika dirinya yang ada di posisi Nala, ia sudah pergi jauh, meninggalkan suami dan keluarganya. 

“Mengenai perceraian bagaimana? Aku tau kamu menemui pengacara.” Zanna mencoba mencari tahu.

“Kasus lemah di mata hukum, dasarnya gak cukup kuat.”

Entah kenapa mendengar itu Zanna sedikit senang. Ia melihat sedikit harapan.

“Oh iya, kalau nanti bukti sudah kuat. Mungkin aku butuh dirimu dan Kania untuk jadi saksi. Bagaimanapun kalian sahabat aku, kalian berdua yang tau sebenarnya mengenai kondisi pernikahan kami.”

Suara Nala terdengar pelan, ia sebenarnya belum ingin menceritakan menangani ini semua, tapi ia berharap Zanna bisa memberikannya solusi.

Zanna tak bisa menikmati makanannya dengan baik. Jadi saksi? Untuk sahabatnya, sementara di sana juga ada Kakaknya. Walaupun dia ingin Nala bahagai, tapi dia juga ingin Kakaknya bahagia. Zanna ingin keduanya bahagia tanpa berkorban banyak hal.

“Oh begitu…” Zanna kehabisan kata-kata. Otaknya Bekerja keras mencari solusi.

“Sebenarnya semua bisa jadi mudah, tapi Mas Gaza menolak berpisah. Dia juga punya kuasa buat melawanku nanti. Mungkin satu-satunya cara, membuktikan bahwa aku belum mendapatkan nafkah batin.”

Zanna hanya membolakan matanya, terkejut. Bukti yang sangat mudah didapat. Tapi juga tak bisa menjadi bukti yang kuat. Kembali Zanna diam, ia hanya mengangguk-angguk seolah mengerti apa yang Nala jelaskan.

“Sudahlah, sekarang aku masih mau memikirkan KKN dulu. Aku gak mau karena perceraian, kuliahku pun terganggu. Kan lebih bagus, cerai, lulus kuliah dan aku bebas…” Nala merentangkan tangannya sembari tersenyum hambar.

“Kamu gak cinta Mas Gaza lagi?” tanya Zanna hati-hati.

“Cinta, tapi gak harus memiliki ‘kan?” 

Zanna menangguk, tak lagi bertanya. Ia ingin mendengar dari sisi Gaza. Jika memang Kakaknya tidak mau berjuang, mungkin Zanna akan mendukung Nala sepenuhnya.

1
Fransisca Yohana Rien
Kak Othor....msh belum update lg ya ?
ollyooliver🍌🥒🍆
nala terlalu banyak pasrahnya..gk tegas makanya suka mudah masuk dekapan gaza
ollyooliver🍌🥒🍆
satu tahun lohhh...




segitu memprihatinkannya pesona pemain utama wanitanya🙃
ollyooliver🍌🥒🍆
ini lagi, dia bisa sadar karna anggia. buktinya dia B aja artimya emng manjur dari kata PERNAH JATUH CINTA, itu artinya ethan sadar tapi knp hanya berlaku diddpn anggia? seistimewa itu kh anggia, eh emng ..pesona nala aja yg pemain utama sangat memprihatinkan.





satu tahun loh dianggurin, tapi katanya gaza cintanya dah lama

🙃
ollyooliver🍌🥒🍆
masih aja kalimat pembodohan tercantum🙃 parahnya ditulis SDH LAMA? SDH LAMA WOIIIIIII 🤧 semakin memperjelas kebodohan dlm cerita🙂 sori menyori rasa stroberi ya thor, gw komentari yg SDH LAMANYA ini parah sumpah! ,gini ya... orng yg sdh lama jatuh cinta PASTI! dan bakal tau bahkan SADAR apa yg dirasakan, apalagi didukung dengan perasaan cintanya pd anggia...yg gk masuk akalnya gaza itu dibuat GK SADAR🙃 maaf aja ye thor, masalah sepeleh yg dibesarkan inilah, yg bikin greget dan jadi hilang mood buat baca..tapi gw tahan, semoga klarifikasinya masuk akal nanti dari pov gaza knp dia gk sadar"..semoga ada ya🙂
ollyooliver🍌🥒🍆
bukan nala yg salah, tapi gazanya yg plinplan
ollyooliver🍌🥒🍆
iya..karna karaktermu lemah.. mulut gk dipake untuk melawan. tubuh doang ogah"an ..tapi pasrah dengan alasan pelukan gaza terlalu eratlah..bla bla bla
ollyooliver🍌🥒🍆
itulah karaktermu..lemah. bukan merugikan tapi dasarmya emng lemah...makanya gaza pake sebagai kesempatan...so, perceraiann gk ada!





gk seruuuu🙃
ollyooliver🍌🥒🍆
mulutkan bisa dipake. ah dasarmya mmng lemah..tindakan doang seolah" gk kepincut tapi dlm hati kesenangan🙃
ollyooliver🍌🥒🍆
masuk akal kalau gk cinta dan tanda"nya mmng gk ada tapi beda cerita kalau tanda"nya ada tapi ceritanya gaza gk sadar pdhl ceritanya gaza pernah dan bahkan mungkin masih mencintai anggia so, harusnya tau dong perasaan cinta itu gmn😏 ini sdh setahun loooooh pernikahannya, kalau gw komenin karakter pemain utamanya itu lemah, dan gk ada pesonanya..
ollyooliver🍌🥒🍆
ya aneh, ceritanya yg aneh dan gk.masuk akal..masalah perasaan doang sejauh ini masih dibuat bodoh ceritanya.
ollyooliver🍌🥒🍆
nah kan dia saja tau dri orng lain..gk masuk akal kalau perasaanya sendiri gk tau😌
ollyooliver🍌🥒🍆
yoga cocok dengan nala
ollyooliver🍌🥒🍆
ini mah ciri" gk cerai..udah ketebak🙃
ollyooliver🍌🥒🍆
yup, setahun loohhhh..jadi cerai aja, biar tau rasa dia
ollyooliver🍌🥒🍆
bahagia ketika pernikahan baik" saja tapi liatlah bagaiman kakakmu..jangan egois😒
ollyooliver🍌🥒🍆
inilah kesalahan yg umum di novel. ketika membentuk karakter pemain pria sebagai orng yg mencintai masa lalunya lalu mereka tdk bisa berjodoh atau pernah berjodoh tapi bercerai setelah itu ketemu dengan masa depan lalu banyak drama yg dibuat secara tdk langsung mengarah pada pria yg jatuh cinta kembali tapi dibuat gk sadar..masuk akal gk? apalagi si pria itu pernah sangat mencintai masa lalunya..artinya dia tau betul jatuh cinta itu gmn..tapi lagi" malah dibuat tdk sadar, tdk sadar itu hanya berlaku pd orng yg gk pernah jatuh cinta😌
ollyooliver🍌🥒🍆
sayang sekali, gaza baru bergerak.ketika da yg menasehatu bukan karna emng hatinya yg memilih..yg model orng seperti ini kelak apapun yg dia lakukan akan terlihat tdk tulus karna selalu berbekal dri nasehat orng bukan atas kesadarannya sendiri..
ollyooliver🍌🥒🍆
kalau nala iya, tapi gaza? kan dia udah pernah jatih cinta gk mungkin gk sadar..kecuali emng gk cinta nala😌
Dian Fitriana
update...persatukan zanna dgn Dani thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!