NovelToon NovelToon
Aturan Main Sang CEO

Aturan Main Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / CEO / Office Romance / Balas Dendam
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Lyra Graceva hanyalah seorang sekretaris teliti yang hidup dalam bayang-bayang trauma ibunya dan status "anak haram". Namun, dunianya runtuh sekaligus bangkit saat bosnya yang obsesif, Sean Nathaniel Elgar, menjeratnya dalam sebuah pernikahan kontrak yang berubah menjadi kepemilikan mutlak. Di balik gairah panas dan sikap posesif Sean, tersembunyi rahasia kelam masa lalu yang melibatkan kedua orang tua mereka. Lyra yang awalnya rapuh, bertransformasi menjadi "Ratu" yang dingin demi membalaskan dendam ibunya dan mengungkap kebenaran tentang asal-usulnya, sementara Sean bersumpah akan menghancurkan siapa pun—termasuk keluarganya sendiri—demi menjaga Lyra tetap di sisinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Jerat di Balik Koma

Lampu kristal di kantor Elgar Group masih menyala terang, meski jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Lyra Graceva menatap tumpukan berkas di mejanya dengan mata panas.

​"Pak Sean, ini berkas terakhir. Saya benar-benar harus pergi sekarang," ujar Lyra sambil mengetuk pintu ruang kerja atasannya.

​Sean Nathaniel Elgar tidak mendongak dari tabletnya. "Revisi laporan keuangan vendor cabang Surabaya. Ada kesalahan penulisan koma di halaman empat puluh."

​"Hanya koma? Saya bisa memperbaikinya besok pagi, Pak."

​"Ketelitian adalah napas perusahaan ini, Lyra. Atau kau lebih memilih kencan buta payah yang diatur ibumu itu daripada masa depan kariermu?"

​Lyra mengepalkan tangan. "Bagaimana Bapak tahu saya ada kencan malam ini?"

​"Aku bosmu. Aku tahu segalanya," jawab Sean dingin. "Selesaikan, atau kau tidak usah pulang."

​Dua jam kemudian, Lyra tidak pulang ke rumah. Ia berada di sebuah klub malam yang bising, meneguk gelas ketiga vodka lime-nya. Di sampingnya, Maya, sahabatnya, menggelengkan kepala.

​"Si bos gila itu benar-benar keterlaluan. Kau sudah dua puluh delapan, Lyra! Kau bukan budaknya!" teriak Maya di tengah dentuman musik.

​"Dia... dia itu monster, May. Monster tampan yang hobi menyiksaku," gumam Lyra, suaranya sudah mulai melantur.

​"Sudahlah, lupakan Sean. Lihat itu, Deryl sudah datang. Dia pengusaha muda, pintar, dan yang paling penting... dia bukan bosmu."

​Seorang pria tampan bernama Deryl mendekat, tersenyum ramah. "Lyra? Maya bilang kau butuh teman bicara malam ini."

​Lyra tertawa kecil, kepalanya terasa ringan. "Teman bicara? Tidak, aku butuh teman berdansa! Ayo!"

​Sementara itu, di dalam mobil Mercedes hitam yang melaju kencang, Sean menatap layar ponselnya. Sebuah foto kiriman informannya menunjukkan Lyra yang sedang tertawa sambil merangkul bahu seorang pria di lantai dansa.

​"Sialan," desis Sean. "Cari tahu siapa pria itu dan beli klubnya kalau perlu."

​"Kita sudah sampai, Pak," ujar sopirnya gemetar.

​Sean keluar dari mobil dengan langkah lebar. Aura dinginnya seolah membekukan musik di dalam klub saat ia masuk. Ia melihat Lyra—sekretarisnya yang biasanya rapi dan kaku—kini sedang meliuk mengikuti irama musik, tangannya berada di leher pria asing.

​Sean merangsek maju, menarik lengan Lyra dengan kasar hingga gadis itu berputar menabrak dadanya yang bidang.

​"Permainan selesai, Lyra Graceva. Pulang."

​Lyra mengerjapkan mata, menatap wajah kaku Sean yang hanya berjarak beberapa senti. "Eh? Pak... Pak Koma? Kenapa Bapak ada di sini? Mau revisi dansa saya juga?"

​"Siapa kau?" tanya Deryl, mencoba menengahi.

​Sean menatap Deryl dengan pandangan yang bisa membunuh. "Aku adalah alasan kenapa kau harus pergi dari sini sekarang juga jika masih ingin bisnismu selamat besok pagi."

​"Pak Sean... lepaskan. Sakit," rintih Lyra, mencoba melepaskan diri.

​"Sakit? Lebih sakit mana dengan melihatmu disentuh pria asing di tempat sampah ini?" Sean membentak, lalu tanpa peringatan, ia mengangkat Lyra ke atas bahunya seperti karung beras.

​"Turunkan aku! Aku mau menikah! Ibuku bilang aku sudah tua!" teriak Lyra sambil memukul-mukul punggung Sean.

​"Kau tidak akan menikah dengan siapa pun kecuali aku yang mengizinkannya," ujar Sean sambil terus melangkah keluar menuju parkiran.

​"Tapi Bapak selalu memberiku pekerjaan! Kapan aku bisa cari suami?!"

​Sean berhenti di depan pintu mobilnya, menurunkan Lyra namun tetap menguncinya di antara kedua lengannya dan badan mobil.

​"Kau mau suami?" bisik Sean, suaranya kini rendah dan berbahaya. "Kenapa kau mencari jauh-jauh kalau kau sudah punya pria yang membayarmu setiap bulan untuk tetap berada di sisinya?"

​Lyra terdiam, cegukannya berhenti seketika. Tatapannya yang berkabut karena alkohol kini terpaku pada bibir Sean yang tipis dan tegas. Keberanian yang tidak masuk akal tiba-tiba merasuki kepalanya.

​"Kalau begitu... buktikan kalau Bapak memang lebih baik dari pria-pria kencan butaku," tantang Lyra dengan suara serak.

​Tanpa menunggu jawaban, Lyra merangkul leher Sean, menarik wajah pria itu turun, dan menyatukan bibir mereka.

​Sean membeku sesaat. Namun, rasa hangat dan aroma alkohol dari napas Lyra justru memicu sesuatu yang gelap di dalam dirinya. Sean membalas ciuman itu dengan kasar, tangannya mencengkeram pinggang Lyra seolah takut gadis itu akan lari. Ciuman itu tidak lagi lembut; itu adalah luapan amarah, kecemburuan, dan keinginan yang ia pendam selama bertahun-tahun.

​"Masuk ke dalam," perintah Sean dengan suara parau saat ia melepaskan pagutan mereka sejenak.

​Ia menyentakkan pintu mobil, mendorong Lyra ke kursi belakang, dan ikut masuk. "Apartemenku. Cepat!" bentaknya pada sopir yang langsung memacu kendaraan tanpa berani menoleh ke belakang.

​Di dalam mobil yang melaju membelah malam, Lyra tidak lagi bersikap pasif. Pengaruh vodka membuatnya menjadi sosok yang berbeda. Ia merangkak naik ke pangkuan Sean, mendominasi pria itu dengan kembali menciumnya secara liar.

​Sean mengerang, membiarkan Lyra mengambil kendali sejenak sebelum ia membalikkan keadaan. Ia menekan tengkuk Lyra, memperdalam ciuman mereka hingga napas keduanya memburu tak beraturan.

​"Kau tidak tahu seberapa besar keinginanku untuk menghancurkan pria di klub tadi, Lyra," bisik Sean di sela ciuman panas mereka. "Dan kau... kau dengan beraninya berdansa dengannya setelah menolak laporanku."

​"Bapak terlalu kaku... selalu soal pekerjaan..." gumam Lyra sambil menggigit kecil bibir bawah Sean.

​"Malam ini tidak ada pekerjaan, Lyra," Sean menarik napas tajam, tangannya mulai menjelajahi lekuk tubuh sekretarisnya itu dengan posesif. "Mulai detik ini, kau harus tahu satu aturan baru yang tidak tertulis di kontrakmu."

​"Apa?"

​"Kau milikku. Sepenuhnya. Dan aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi, bahkan jika ibumu memohon sekalipun."

​Malam itu, di dalam kemewahan Mercedes yang bergerak cepat, Sean Nathaniel Elgar memastikan bahwa jerat yang ia buat untuk Lyra bukan lagi sekadar tumpukan dokumen, melainkan sebuah ikatan yang tidak akan bisa diputuskan oleh siapa pun.

1
aditya rian
sean punya sodara nih pasti...
umie chaby_ba
😍😍😍😍
Ariska Kamisa
semoga para pembaca menikmatinya ,
aditya rian
😍😍😍😍😍
Uthie
bakal nyesel gak tuhhh 😁
Uthie
coba mampir 👍
umie chaby_ba
ini penjahat bersahabat dengan penjahat..🫣🫣
umie chaby_ba
what? /Sob/
umie chaby_ba
lalu anak siapa??
umie chaby_ba
what??? apa jangan-jangan Lyra.... anak Edward?🫣
umie chaby_ba
waduh...
umie chaby_ba
oh... cinta pada pandang pertama 🤭
umie chaby_ba
🫣
umie chaby_ba
ulasan pertama /Good/
Rame sih ....
shack... shick.... shock..
cepet terungkapnya ... jebreet jebret...
umie chaby_ba
waah waah udah ada yang baru lagi ... tema posesif posesif gitu aku suka.... 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!