NovelToon NovelToon
Ustadz, I’M In Love

Ustadz, I’M In Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa / Tamat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

di bawah umur di larang membaca.

Rina adalah definisi dari "anak muda zaman now"—ekspresif, jahil, dan sedikit re-og. Baginya, dunia sosial adalah tempat bermain untuk menggoda siapa saja, termasuk seorang pria misterius di aplikasi HelloTalk yang ia panggil dengan sebutan "Mas Arab". Rina mengira ia sedang memegang kendali, sampai akhirnya takdir membawanya bertemu langsung dengan sosok tersebut.
​Ternyata, "Mas Arab" adalah Rohman, seorang Ustadz muda yang kaku, alim, namun memiliki tingkat kesabaran setebal kamus bahasa Arab. Pertemuan pertama mereka langsung meledak dengan kekonyolan Rina yang mencoba mengetes iman sang Ustadz.
​Namun, Rina salah besar. Di balik sikap tenangnya, Rohman adalah tipe pria "sat-set" yang tidak suka membuang waktu. Saat Rina terus-menerus menguji batasan kesabarannya, Rohman justru membalas dengan sebuah langkah skakmat: Mempercepat akad nikah sore itu juga!
​Kini, Rina terjebak dalam status sebagai istri sah. Niat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17

Setelah hampir tiga jam berkutat dengan tumpukan kain brokat, sutra, dan perdebatan kecil mengenai model kerudung, akhirnya urusan butik selesai. Rina keluar dengan wajah berseri-seri, membayangkan dirinya dalam balutan gaun putih yang baru saja dipilihkan Rohman—yang ternyata seleranya sangat elegan.

​Begitu pintu mobil tertutup dan mesin mulai menderu halus, suasana kembali menjadi milik mereka berdua. Rina menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi, menatap Rohman yang sedang memasang sabuk pengaman dengan gerakan maskulin yang selalu berhasil membuat jantung Rina berdegup tidak keruan.

​"Sayang... boleh tidak kita pelukan?" tanya Rina lembut, suaranya terdengar sangat manis, kontras dengan sifat singa betinanya tadi pagi.

​Rohman menghentikan gerakannya sejenak. Ia menoleh, menatap mata Rina yang tampak sayu dan penuh harap. Sebuah senyuman kecil namun penuh keteguhan muncul di bibirnya.

​"Kita belum sah, Rina," jawab Rohman tenang. "Pelukan itu salah satu bentuk kemesraan yang paling dalam. Saya mau pelukan pertama kita nanti diberkahi malaikat, bukan digoda setan."

​Rina mendengus kencang, ia melipat tangannya di dada dengan wajah cemberut. "Ya sudah! Aku peluk tiang listrik saja kalau gitu! Biar kena setrum sekalian! Tapi kamu juga kan sebenarnya tiang listrik, tinggi banget!"

​Rohman tertawa renyah. "Kalau kamu peluk tiang listrik yang di jalan, saya yang repot harus membawamu ke rumah sakit. Sabar sedikit, calon istri."

​"Sabar, sabar terus!" keluh Rina. "Cium nggak boleh, peluk juga nggak boleh. Kalau ke hotel boleh gak?? Biar langsung emm..." Rina menggantung kalimatnya sambil menaikkan alisnya dengan tatapan nakal yang sangat provokatif.

​Rohman mematikan kembali mesin mobil yang baru saja menyala. Ia memutar tubuhnya, menatap Rina dengan tatapan yang mendadak sangat dalam dan intens, membuat Rina refleks menahan napas.

​"Ke hotel?" ulang Rohman dengan suara bariton yang rendah. "Rina, kamu benar-benar sedang hobi bermain api ya? Kamu tahu apa yang terjadi kalau laki-laki dan perempuan yang sedang saling mencintai masuk ke hotel berdua saja?"

​Rina menelan ludah, nyalinya mendadak menciut melihat mode "serius" Rohman keluar lagi. "Ya... ya kan biar kita bisa ngobrol lebih privat, Mas Arab. Nggak usah mikir yang aneh-aneh!"

​"Mikir yang aneh-aneh itu wajar untuk laki-laki normal yang ditantang terus oleh calon istrinya," sahut Rohman sambil memajukan wajahnya hingga hanya berjarak beberapa senti dari wajah Rina. "Kita bisa ke hotel nanti, setelah akad. Saya akan pesan kamar paling bagus, dan saat itu kamu tidak akan bisa kabur lagi dengan alasan 'belum mau'. Bagaimana? Masih berani menantang saya?"

​Wajah Rina memerah sempurna. Ia langsung memundurkan kepalanya sampai mentok ke jendela mobil. "E-eh... n-nggak jadi! Aku baru ingat kalau aku belum packing buat pindahan rumah! Ayo jalan, Mas Arab! Cepetan!"

​Rohman terkekeh puas, ia kembali menyalakan mesin mobil. "Makanya, jangan suka memancing kalau tidak siap ditarik kailnya. Kita pulang sekarang ya? Kasihan Ayah nungguin, nanti dikira saya benar-benar membawa kabur putrinya ke hotel."

​Rina hanya bisa terdiam dengan wajah yang masih panas, merutuki bibirnya yang lagi-lagi kalah telak oleh ketenangan Rohman. Sialan, niatnya mau ngerjain dia, malah gue yang mau pingsan sendiri, batin Rina sambil memeluk tasnya erat-erat.

1
Putri Lauren
lanjuttt thor KLO bisa double
Putri Lauren
lanjut thor
Moza Tri Utami: lanjut dong thorr
total 2 replies
Putri Lauren
mantap
Putri Lauren
aku suka Thor lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!