NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Bocah

Transmigrasi Menjadi Bocah

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:36k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Alena Alexandria, sang hacker jenius yang ditakuti dunia bawah tanah, tewas mengenaskan dalam pengejaran maut.

Bukannya menuju keabadian, jiwanya justru terlempar ke dalam tubuh mungil seorang bocah terlantar berusia lima tahun.

​Sialnya, yang menemukan Alena adalah Luca, remaja 17 tahun berhati es, putra dari seorang mafia dari klan Frederick.

​"Jangan bergerak atau aku akan menembakmu," desis Luca dingin sambil menodongkan senjata ke arah bocah itu.

"Ampun, Om. Maafkan Queen," ucapnya, mendongak dengan mata berkaca-kaca.

"Om?"

Dapatkah Alena bertahan hidup sebagai bocah kesayangan di sarang mafia, ataukah Luca akan menyadari bahwa bocah di pelukannya adalah ancaman terbesar yang pernah masuk ke kediaman Frederick?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4

"Turun!"

Luca meletakkan tubuh Queen yang sudah terbangun di atas tempat tidur king size miliknya. Kasur berbahan sutra itu tampak tenggelam saat menopang tubuh mungil sang bocah.

Luca berdiri tegak, melipat tangan di depan dada sambil menatap Queen dengan tatapan yang sulit dibaca. Biasanya, ia akan langsung menyuruh pelayan mengganti sprei jika ada debu sedikit saja yang menempel.

Tapi sekarang? Ia bahkan membiarkan bocah yang mengompol itu duduk di atas kasur mahalnya.

Alena, yang masih berada dalam tubuh Queen, mengerjapkan mata. Ia menatap sekeliling kamar yang luasnya hampir menyamai lapangan futsal itu.

"Interior yang sangat maskulin, sangat mahal, dan sangat... membosankan," pikirnya.

"Sekarang mandi!" perintah Luca dingin.

"Hah? Mandi, Om?" Queen mendongak, matanya yang bulat mengedip polos.

"Jangan panggil aku Om. Dan ya, mandi. Kau bau seperti tangki sepitakk yang bocor. Aku tidak mau kamarku terkontaminasi bakteri dari tubuhmu."

"Wah, sombong sekali remaja ini." Alena mendengus dalam hati. "Tapi... Queen capek, Om Galak. Mau tidur saja."

"Tidak ada tidur sebelum kau bersih. Mandi, atau aku sendiri yang akan melempar mu ke dalam bathtub?" ancam Luca dengan wajah datar.

Queen terdiam. Ia baru sadar sesuatu yang sangat krusial. Jika ia mandi, berarti seseorang harus memandikannya. Ia menatap tangannya yang pendek dan mungil. Tidak mungkin ia bisa menjangkau punggungnya sendiri, apalagi menggunakan shower yang tingginya dua kali lipat tubuhnya.

"Lalu... siapa yang memandikan Queen?" tanya Queen dengan hati-hati. Mata mungilnya melirik ke arah pintu, berharap ada pelayan wanita atau setidaknya seorang nenek pengasuh yang muncul. "Apa tidak ada bibi atau kakak perempuan di rumah ini?"

Luca mengangkat sebelah alisnya. "Rumah ini isinya laki-laki semua. Ayahku, aku, Bobby, dan para pengawal. Tidak ada wanita."

"Lalu ibumu?"

"Dia sedang ke luar kota!"

Jantung Alena hampir copot. "Jadi tidak ada pelayan wanita sama sekali?"

"Ada pelayan yang datang pagi hari untuk bersih-bersih, tapi mereka sudah pulang. Sudahlah, tidak ada pilihan lain." Luca mulai menyingsingkan lengan kaus hitamnya sampai ke siku, memperlihatkan ototnya yang kokoh. "Aku yang akan memandikan mu."

APA?!

Mata Queen membelalak sempurna. Jiwa Alena di dalam sana menjerit histeris.

TIDAK! TIDAK BOLEH! Aku ini wanita dewasa berumur 24 tahun! Meskipun sekarang aku di tubuh bocah lima tahun, harga diriku sebagai hacker elit tidak akan membiarkan remaja bau kencur ini melihatku tanpa busana!"

"T-tidak mau! Queen bisa mandi sendiri!" teriaknya sambil mundur ke tengah kasur.

"Jangan membantah. Kau bahkan tidak bisa menyalakan keran airnya yang otomatis," kata Luca sambil melangkah maju dan menyambar tubuh Queen dengan satu tangan.

"Lepaskan! Queen tidak mau! Om mesum! Om mau lihat apa, hah?!" Queen berteriak sekencang mungkin, kakinya menendang-nendang udara.

Luca mengernyit, benar-benar bingung dengan reaksi berlebihan bocah ini.

"Mesum? Apa yang kau bicarakan, Bocah? Aku hanya mau memandikan mu dengan air sabun supaya baumu hilang. Memangnya apa yang mau kulihat dari tubuh yang mirip karung beras ini?"

Luca membawa Queen masuk ke dalam kamar mandi mewah yang dindingnya dilapisi marmer hitam. Ia mendudukkan Queen di pinggir bathtub yang sudah terisi air hangat.

Luca berjongkok di depan Queen, tangannya bergerak hendak membuka kancing baju lusuh yang dikenakan bocah itu.

"Diam lah, jangan banyak bergerak," gumam Luca.

Saat kancing pertama terbuka, Alena merasa jiwanya hampir terbang ke langit. Ia melihat Luca menatap ke arah dadanya, padahal Luca sebenarnya hanya sedang berusaha fokus membuka kancing yang tersangkut karena kainnya yang kaku.

Tapi bagi Alena yang sedang dilanda panik dan rasa malu luar biasa, tatapan Luca itu terlihat sangat mencurigakan.

PLAK!

Satu pukulan kecil mendarat tepat di hidung mancung Luca.

"Aduh!" Luca memegangi hidungnya, matanya berair karena rasa sakit yang tiba-tiba. "Apa yang kau lakukan, hah?!"

"DASAR OM JAHAT! JANGAN LIHAT-LIHAT!" teriak Queen dengan wajah yang memerah padam sampai ke telinga. Ia menutupi dadanya dengan kedua tangan mungilnya, menatap Luca dengan tatapan benci yang sangat dalam.

Luca tertegun. Ia mengusap hidungnya yang terasa sedikit berdenyut.

"Apa kau bilang? Kau pikir aku tertarik padamu? Kau itu masih bocah, gigimu saja mungkin belum lengkap! Dan lihat dadamu itu, masih belum ada isinya!"

Queen semakin melotot. Isi? Isi apa yang dia bicarakan?

"Tetap saja! Queen punya privasi! Om tidak boleh lihat! Pergi! Keluar!"

"Bocah gila," desis Luca kesal. "Aku mencoba membantumu supaya tidak gatal-gatal dan kau malah memukul hidungku? Kau tahu berapa banyak orang yang ingin menyentuh wajah tampanku ini hah?!"

"Bodo amat! Keluar! Biar Queen mandi sendiri!"

Luca berdiri, menatap Queen dengan pandangan tidak percaya. "Baik! Mandilah sendiri! Jika kau tenggelam atau terpeleset di sana, jangan harap aku akan menolong mu. Aku akan membiarkanmu jadi mayat di dalam kamar mandi ini!"

Luca berbalik dan keluar dari kamar mandi, membanting pintu dengan keras.

Di dalam, Alena menghela napas lega yang sangat panjang. Bahunya merosot lemas ke bawah.

"Hampir saja, harga diriku akhirnya selamat," gumamnya dengan suara cempreng. Ia menatap bayangannya di cermin besar. Tubuh kecil, pipi gembul, dan mata bulat.

"Tapi jujur saja... dia tadi benar-benar terlihat seperti sedang meneliti dadaku. Dasar remaja hormon tidak stabil!"

Sementara itu, di luar kamar mandi, Luca duduk di pinggir tempat tidur sambil terus memegangi hidungnya.

"Mesum katanya?" Luca mendengus pendek. "Bocah itu benar-benar punya nyali. Kenapa dia bersikap seperti wanita dewasa yang sedang digoda? Benar-benar aneh."

Bobby masuk ke kamar membawa plastik perlengkapan mandi yang tertinggal. Ia melihat Luca yang sedang cemberut sambil memegangi hidung.

"Ada apa, Luc? Hidungmu kenapa merah begitu?" tanya Bobby sembari menahan tawa.

"Bocah di dalam sana itu bukan manusia biasa. Dia itu titisan kucing garong," jawab Luca ketus.

"Kucing garong?" gumam Bobby sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

1
tinie
ditunggu kabar baiknya
lelaki remaja dgn anak balita 😁😁😁
Senja: Siappppp🤭
total 1 replies
partini
luca dah bangun dari semedi udah dapat Ilham 🤣🤣🤣
Tiara Bella
wow Luca KY anak remaja lg LG jatuh cinta ya.....makasih Thor up nya triple.....
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Maria Hedwig Roning
thnks thor ceritanya sangat menarik...
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ: Lanjut thor, seru and semangat ya💪
total 2 replies
Murni Dewita
double up donk thor
Senja: Heheh, udah triple up hari ini kak🤭 besok ya up seperti biasa 3bab
total 1 replies
partini
good
partini
luca lagi semedi kah Thor
Senja: Hooohh
total 1 replies
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Senja: Siappp
total 1 replies
Ita Xiaomi
Aku jg mau kue gosongnya 😁
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣.
Evi Marena
wkwkwkwwkk
ternyata Sean juga manusia biasa😌
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Kinara Widya
atau jangan2 Edgar dulu yg mencelakai orang tua queen....bakal ribet ni klo benar Edgar...
Ita Xiaomi: Berharap bukan Edgar. Kasihan nanti Sean, Queen ama Luca.
total 1 replies
Tiara Bella
wow Sean sangat mengharukan ...
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
tinie
mulut naga katanya🥺😁😄
Ita Xiaomi
Sama aja kalian berdua tuh kan sama-sama baru belajar tentang kehangatan 😁.
Ita Xiaomi
Sabar Luca. Ini Sean lg belajar menjd hangat😁. Ndak boleh panas.
Ita Xiaomi
Msh mencerna😁
Senja: Wkwkw😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!