NovelToon NovelToon
Bangkitnya Tuan Muda Cacat

Bangkitnya Tuan Muda Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Fantasi Timur
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mukaram Umamit

Di dunia di mana kekuatan energi adalah segalanya, Zian lahir sebagai lelucon. Saluran energinya cacat total. Meski berstatus sebagai pewaris Keluarga Zian, semua orang di kota diam-diam memanggilnya "Tuan Muda Sampah".

Puncak kehinaannya terjadi di siang bolong. Tunangannya yang merupakan jenius dari Sekte Bintang Es datang membatalkan perjodohan secara sepihak. Saat Zian menolak harga diri keluarganya diinjak-injak, pengawal sang tunangan menghajarnya sampai nyaris mati, mematahkan tulang-tulangnya di depan tatapan meremehkan semua orang.

"Kodok bopeng tidak pantas memakan daging angsa," cibir mereka.

Namun, mereka tidak tahu bahwa darah Zian yang menetes di altar kuil malam itu justru membangunkan sesuatu yang sudah lama tertidur. Sebuah kekuatan kuno dari leluhur pertamanya: Warisan Tulang Asura.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mukaram Umamit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takhta Kota Baja

BUMMM!!!

Ledakan cahaya merah itu tertelan mentah-mentah.

Tinju sonik Zian merobek energi sihir pamungkas Kaelen layaknya merobek selembar kertas basah. Tidak ada api yang menjalar ke bangunan di sekitarnya. Tidak ada gelombang panas yang membakar kota.

Tekanan fisik murni dari pukulan Zian menciptakan ruang hampa sesaat di udara kosong. Badai angin padat itu memukul balik kekuatan ledakan sihir tersebut langsung ke dalam dada Golem Besi.

KRAAAK!

Zirah baja setebal lima meter itu hancur berantakan. Tangan kanan Zian menembus lurus tanpa hambatan, meremukkan tulang rusuk Kaelen dan menghancurkan inti kultivasinya seketika.

"Ugh..." Kaelen memuntahkan darah hitam dari balik zirah besinya yang berlubang.

Mata peraknya meredup cepat. Tubuh raksasa Golem Besi itu kehilangan tenaganya, lalu runtuh berkeping-keping menjadi rongsokan logam mati di tengah jalanan berbatu.

Zian mendarat santai di atas tumpukan puing besi tersebut. Uap panas mengepul dari lengan kanannya. Pemuda itu tidak terluka sedikit pun. Baju hitamnya yang robek justru memperlihatkan otot punggungnya yang semakin padat dan kokoh.

Jalanan Kota Baja mendadak sunyi senyap. Angin malam berhembus kencang membawa bau darah dan besi berkarat.

Kaelen sang Jagal tewas.

Ratusan anak buah Kaelen yang tersisa menjatuhkan senjata mereka serentak. Suara dentingan pedang dan kapak yang jatuh memecah keheningan malam.

Tanpa dikomando, mereka semua berlutut dan menempelkan dahi ke tanah berbatu. Tubuh mereka gemetar hebat melihat monster raksasa bos mereka mati dalam adu jotos.

"Ampun! Ampun, Tuan!" teriak salah satu preman dengan suara serak.

"Kami tunduk padamu! Kau adalah penguasa baru kami!" sambung preman lain dengan wajah pucat.

Bai Chen menutup kipasnya sambil menghela napas panjang. Utusan itu berjalan mendekati Zian melewati kerumunan preman yang bersujud ketakutan.

Jian menyusul dari belakang. Pemuda berpedang gila itu tertawa, matanya menatap Zian penuh rasa hormat yang buas.

"Satu pukulan untuk membunuh Kaisar Awal," kekeh Jian puas. "Mulai malam ini, aku yang akan menjaga pintu markasmu, Bos."

Zian tidak mempedulikan ocehan Jian. Dia menatap lurus ke arah Bai Chen.

"Di mana markas babi besi ini?" tanya Zian datar.

Bai Chen menunjuk sebuah bangunan batu besar berlapis logam hitam di ujung jalan. Bangunan itu dijaga ketat oleh pagar duri raksasa.

"Itu pasti gudang utamanya. Orang serakah seperti Kaelen pasti menyimpan semua Koin Kristal Darah dan informasi penting di sana," jawab Bai Chen.

Mereka bertiga melangkah maju. Ratusan preman di jalanan dengan cepat beringsut menyingkir, memberi jalan layaknya menyambut raja iblis yang baru turun tahta.

Di dalam markas utama Kaelen, ruangan itu terlihat sangat mewah dan luas. Tumpukan koin kristal merah berserakan di atas meja-meja besar. Ada juga gulungan peta, obat-obatan penyembuh tingkat rendah, dan beberapa rak berisi senjata pusaka.

Zian duduk di kursi kulit berukuran raksasa milik Kaelen. Dia menyandarkan punggungnya pelan, membiarkan otot-otot tubuhnya sedikit rileks setelah memanas.

"Hitung koinnya," perintah Zian singkat. "Kita butuh obat yang lebih keras lagi."

Bai Chen menggeleng pelan. Dia sama sekali tidak menyentuh koin-koin itu. Utusan Fraksi Langit itu justru berdiri di tengah ruangan, menatap seluruh tubuh Zian dengan sorot mata yang sangat serius.

"Obat biasa dari kota ini tidak akan berguna lagi untukmu sekarang, Zian," ucap Bai Chen tegas.

Zian mengerutkan kening. Dia melirik lengan kanannya yang masih memancarkan kilau halus.

"Lengan kananmu memang sudah gila. Kaelen bahkan tidak bisa melukainya dengan ledakan sihir pamungkas," lanjut Bai Chen. "Tapi bagaimana dengan dada, leher, dan kedua kakimu?"

Bai Chen berjalan mendekat, menunjuk dada kiri Zian yang memar karena menahan benturan puing batu tadi.

"Tulang Asuramu di bagian lain masih rapuh. Kalau kau bertemu petarung tingkat Kaisar Menengah dari Kuil Vexor, mereka tidak akan menyerang tanganmu. Mereka akan langsung meledakkan kepalamu dengan sihir ruang," jelas Bai Chen panjang lebar.

Zian terdiam. Sorot matanya menjadi dingin. Dia tahu perkataan Bai Chen sangat tepat. Penempaan neraka semalaman itu hanya terfokus pada lengan kanan yang hancur. Tubuhnya menjadi tidak seimbang.

"Berapa lama waktu kita sampai Turnamen Kematian dimulai?" tanya Zian pelan.

"Tiga puluh hari," jawab Bai Chen cepat. "Dan latihan memukuli preman berbadan besar di kota ini tidak akan cukup untuk menekan sisa tulangmu agar ikut berevolusi."

Jian yang berdiri bersandar di bingkai pintu markas mendengus pelan.

"Kalau begitu kita harus mencari samsak yang lebih keras dari besi rongsokan tadi," sahut Jian sambil mengusap mata pedangnya yang retak.

Bai Chen mengangguk setuju. Dia mengambil sebuah gulungan peta kulit tebal dari meja Kaelen dan membentangkannya lebar-lebar di depan Zian.

Jari Bai Chen menunjuk sebuah area hitam luas yang terletak jauh di luar batas wilayah Kota Baja.

"Ini tempatnya," kata Bai Chen dengan suara rendah. "Lembah Kematian Purba. Zona terlarang paling berbahaya di pinggiran Benua Tengah."

Zian melihat peta itu lekat-lekat. Titik hitam yang ditunjuk Bai Chen dikelilingi oleh banyak lambang tengkorak merah.

"Apa yang bagus dari tempat itu?" tanya Zian tertarik.

"Gravitasi di sana lima puluh kali lipat lebih berat dari kota ini," jelas Bai Chen. "Udara di sana sangat tipis dan beracun. Dan yang terburuk, tempat itu adalah sarang monster mutasi kuno yang kulitnya kebal terhadap semua jenis sihir elemen."

Bai Chen menatap mata Zian dalam-dalam, memastikan pemuda itu paham risikonya.

"Monster-monster di sana murni menggunakan tenaga fisik dan insting purba. Kalau kau mau sisa tulangmu berevolusi dengan cepat, kau harus bertarung di sana dan memakan sumsum mereka," pungkas Bai Chen.

Senyum iblis Zian perlahan terukir kembali di wajahnya. Darahnya yang baru saja tenang kini kembali mendidih liar.

Tarikan lima puluh kali lipat dan monster kebal sihir terdengar seperti taman bermain yang sangat sempurna untuk Tulang Asuranya.

"Siapkan perbekalannya," Zian langsung berdiri dari kursi kulit raksasa itu. "Kita berangkat malam ini juga."

Jian tertawa keras mendengar keputusan itu. Dia berbalik dan berjalan menuju sebuah pintu baja tebal yang tertutup rapat di ujung ruangan belakang markas.

"Biar aku yang mengambil uang di brankas pribadinya, Bos!" seru Jian antusias.

Jian mengangkat kakinya dan menendang pintu baja itu sekuat tenaga hingga engselnya lepas dan pintunya terbuka lebar.

Namun, tawa Jian mendadak berhenti. Senyum di wajah pemuda gila itu langsung lenyap. Dia mematung kaku di ambang pintu.

Bukan tumpukan koin emas yang ada di dalam sana.

Sebuah raungan binatang buas yang sangat memekakkan telinga meledak dari kedalaman brankas gelap tersebut. Gelombang suara murni dari raungan itu mementalkan tubuh Jian ke belakang hingga dia menabrak dinding batu dengan keras.

Dua mata merah raksasa menyala terang dari dalam kegelapan ruangan brankas. Hawa dingin purba menyebar sangat cepat, membekukan meja dan kursi kayu di sekitarnya. Suara rantai baja yang sangat tebal terdengar putus satu per satu.

"Kaelen... si bodoh itu menyembunyikan monster mutasi dari Lembah Kematian di ruang bawah tanahnya!" teriak Bai Chen panik.

Sebuah cakar hitam berbulu lebat yang ukurannya sebesar tubuh Golem Kaelen melangkah keluar dari kegelapan. Cakar itu meremukkan lantai batu di bawahnya menjadi pasir.

Monster itu mendengus marah. Mata merahnya langsung terkunci pada Zian, mencium bau daging Asura murni yang sangat manis dan baru saja berevolusi.

Zian tidak mundur. Dia justru mengepalkan tangan kanannya yang kembali memanas.

1
Dzul Karl
konyol sekali KO nie Thor ..
Dzul Karl
Thor knp nama hero semua nya sama bukan kah Tian ao sudah mati d bunuh ..c Lin Yue terluka parah..knp masih sihat lagi c Tian ao dan c Lin yue
Dzul Karl
bukan kah c aontian sudah mati dan c Lin Yue cederah parah
Vals
budayakn untuk slalu menyita harta korban thor,, syang bnget klo dianggurin, hidup jga butuh materi 😄😄
M. Zayden: hahaha siap bosku😅😅
total 1 replies
Samadi Kelana
ayo. jangan banyak berpikir. hancurkan saja.
M. Zayden: siap bosku😊😊
total 1 replies
M. Zayden
siap bosku setiap pagi akan ada 2 bab terus thor😊 klw ada yang kurang di beri masukan
alex kawun
mantaap .... làju n semangat thor
Dian Pravita Sari
hal fa satupun cerita yg tamat ini novel toon penipu aplikasinya abal. abal
Dian Pravita Sari
tolong pats pembaca kasih tshi says no yelp lembaga konsumen Indonesia brp mau laporkan len pulsanya dimakan to. penyajian ceritanya smbirsgdul gak da tanggung jawab hu least konyrsk
Bucek John
wadauuu.. kantong penyimpanan musuh.. sia sia gak dipunggut, harta buat mdp..
M. Zayden: hahaha iya bosku😅
total 1 replies
Joe Maggot Curvanord
ga adapake jurus apaaa tu thor
cuma tinju asal ajaaa
M. Zayden: iya bosku🙏
total 1 replies
Nanik S
Lasaanjuuuuut
M. Zayden: siap bosku kami akan up setiap hari 2 bab terimakasih🙏
total 2 replies
Nanik S
Hadir
M. Zayden
​"Halo semuanya! Terima kasih banyak ya buat yang sudah antusias minta update. Biar kualitas ceritanya tetap terjaga dan aku bisa rutin nemenin kalian, jadwal update-nya adalah 2 bab setiap hari. Selamat membaca dan jangan lupa dukungannya! ❤️"
Gege
mantabb
Gege
gasss thoor 10k kata tiap update
M. Zayden: siap bosku😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!