NovelToon NovelToon
Universe Network

Universe Network

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Zombie / Fantasi
Popularitas:638
Nilai: 5
Nama Author: Candra S

Beberapa bulan setelah Leon lulus dari SMA, gurunya menawarkan Leon untuk bekerja di villa sang guru. Setahun setelah itu, Leon berhasil menembus tahap pemurnian qi level satu, dan secara resmi dijadikan murid oleh sang guru. Pada malam peresmian murid, gurunya memberikan sebuah bola hitam misterius kepada Leon. Keesokan harinya, kehidupan Leon mulai berubah secara drastis!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reruntuhan Kota Bardio 1

Pada siang hari, Leon telah mencapai sebuah reruntuhan kota bernama Bardio. Perjalanan yang dia tempuh adalah sekitar 50 kilometer. Namun jika ditarik dalam garis lurus, jarak antara reruntuhan kota Bardio dengan kota Erulean adalah sekitar 30 kilometer.

Lalu mengapa Leon tiba pada siang hari? Tentu saja hal ini dikarenakan jalan aspal sudah tidak terawat selama 50 tahun!

Meskipun motor listrik Raptor GX-500 diklasifikasikan sebagai motor off-road, ada juga banyak puing-puing yang berserakan di jalan. Kecuali hal itu perlu, Leon lebih memilih menghindari puing-puing yang berserakan daripada menerobosnya begitu saja.

"Sepanjang perjalanan aku hanya bertemu lima zombie. Semoga ada banyak zombie di reruntuhan ini."

Mungkin Leon bertemu lebih banyak jika dia memasuki setiap reruntuhan bangunan di sepanjang jalan. Tapi karena tidak ingin membuang banyak waktu, belum lagi itu hanya kemungkinan, Leon langsung melaju menghiraukannya.

Bardio masih diklasifikasikan sebagai zona merah. Ini karena guild besar sudah memiliki pangkalan di wilayah lain. Juga, guild-guild kecil lainnya hanya berani menjelajahi area tepi kota.

"Lebih baik aku mengisi perutku dulu."

Memasuki rumah kosong di tepi jalan, Leon membuka folder makanan jadi di menu inventory. Kali ini, Leon memutuskan untuk makan rawon.

"Ahh... Itu sangat enak."

Ketika Leon sedang beristirahat, perkataan tentara di gerbang luar terlintas di pikiran Leon. Dia kini berada di zona tanpa hukum. Selain zombie, dia juga harus mewaspadai manusia lainnya!

Leon membuka layar sistem dan memasukkan pencarian obat-obatan. Setelah melihat-lihat untuk sementara waktu, sebuah item menarik minatnya.

"Ramuan pemulihan?"

Ramuan pemulihan berasal dari dunia peradaban sihir. Ramuan pemulihan terbagi menjadi tiga jenis. Ramuan pemulihan kecil, besar, dan penuh.

Ramuan pemulihan kecil dapat meregenerasi luka daging. Sementara itu, ramuan pemulihan besar dapat meregenerasi daging, tulang, saraf, dan memulihkan organ dalam. Selama luka itu masih segar, bahkan jika kaki seseorang terputus, kakinya dapat kembali beregenerasi.

Sedangkan untuk ramuan pemulihan penuh, selama seseorang masih bernafas, mereka akan kembali pulih dalam waktu singkat. Berbeda dengan ramuan pemulihan besar, ramuan pemulihan penuh juga dapat meregenerasi cacat tubuh yang sudah lama terjadi.

"Barang-barang ini sangat dibutuhkan!"

Leon memutuskan membeli 10 ramuan pemulihan kecil, 3 besar, dan 1 penuh. Harga masing-masing ramuan pemulihan kecil adalah 50 koin merah, ramuan pemulihan besar 1 koin jingga, dan ramuan pemulihan penuh 100 koin jingga.

Namun Leon merasa hal ini masih belum cukup. Dalam tahap kultivasinya saat ini, tubuh Leon belum bertransformasi. Dagingnya hanya sedikit lebih kuat berkat basuhan konstan mana yang mengalir di dalam tubuhnya. Jika dia terkena peluru, itu masih akan melukai dirinya!

"Kalau begitu lebih baik aku berlatih sebelum menjelajahi Bardio."

Dalam posisi meditasi, Leon mengalirkan mana di sekujur tubuh secara bebas. Kemudian dia berusaha memadatkan mana setipis mungkin hingga menempel di kulit.

1 jam...

2 jam...

4 jam...

Setelah lima jam berlatih, Leon akhirnya berhasil memadatkan mana setebal satu milimeter. Namun ketika dia mulai bergerak, fokusnya hancur dan aliran mananya kembali meluap.

"Sial, energiku sudah hampir habis."

Demi pelatihan, Leon mengeluarkan kristal merah dan menyerap mana. Bukan untuk meningkatkan kultivasinya, melainkan untuk mengisi ulang mana di dalam tubuhnya. Meskipun cukup boros, sekitar 10 gram kristal merah sudah cukup untuk mengisi kembali energinya.

Waktu demi waktu berlalu di dalam rumah tersebut. Hingga pada hari ketiga, Leon akhirnya dapat mengaktifkannya secara instan dan bergerak dengan bebas.

Gurunya pernah berkata bahwa nama itu penting. Karena dia mempelajari teknik ini secara otodidak, Leon memutuskan untuk menamainya teknik full body armor.

*****

Tidak jauh dari lokasi rumah kosong tempat Leon berlatih, tujuh pria sedang beristirahat di atas sebuah bangunan.

"Bos, seseorang mendekat dari arah Selatan."

"Seseorang? Apa dia sendirian?"

Pria berkepala botak yang disebut sebagai bos menanggapi perkataan bawahannya.

"Benar bos. Dan lagi, motornya... Ck, ck, ck, lihat sendiri bos."

Pria itu tidak tahu jenis motor yang dikendarai Leon. Tapi itu memang terlihat mahal. Bos botak mengambil alih teropong dan melihat ke arah kedatangan jalan raya.

"Itu adalah motor Raptor GX-500!"

Bos botak meneriakkan jenis motor yang dikendarai pria itu.

"Berapa harganya bos?"

"Sekitar lima puluh ribu!"

Mendengar pertukaran bos dan pria pertama, lima pria lain dalam kelompok itu menyeringai senang.

"Oh, dia memperhatikan kelompok kita. Jangan tunjukkan permusuhan. Dia memiliki senjata di punggungnya."

Perintah bos botak kepada enam yang lain.

"""Oke bos."""

Kembali ke Leon, begitu dia mulai memasuki reruntuhan kota, Leon memperhatikan sekelompok orang di atas sebuah gedung dua lantai.

"Mungkinkah mereka baru selesai menjelajah?"

Leon berusaha mengabaikan kelompok orang tersebut. Namun ketika dia mulai mendekati gedung, seorang pria melambaikan tangan dan berteriak kepadanya.

"Hei kawan. Apakah kamu memiliki suplemen gado? Kami bersedia membelinya dengan harga satu dollar."

Leon memang memiliki stok suplemen gado di dalam inventory. Jika dia bertemu kelompok lain di luar kota, dia membutuhkannya sebagai alasan "persediaan makanan" miliknya.

"Baik. Aku memang punya cukup banyak. Kalian bisa memiliki sebagian."

"Kalau begitu tunggu di sana. Kami akan turun ke bawah."

Karena mereka kekurangan makanan, Leon bersedia menjualnya dengan harga yang mereka sebutkan.

Setelah menunggu beberapa saat, ekspresi Leon berubah menjadi muram.

"Apa maksudnya ini?"

Dari dalam gedung, tujuh orang pria berjalan keluar sambil menodongkan senjata ke arah Leon.

"Xixixixi, buang senjata di punggungmu. Jangan coba-coba melawan."

Pria berkepala botak di tengah kelompok tertawa mengejek.

"Apa yang kalian inginkan?"

"Apa yang kami inginkan? Xixixixi..... Apa yang kita inginkan anak-anak?"

"Serahkan semua milikmu!"

"Senjatanya terlihat bagus."

"Aku menginginkan motornya."

Ternyata pria berkepala botak adalah pemimpin kelompok tersebut.

"Kamu dengar itu bocah? Jangan berusaha melawan. Transfer seluruh uangmu kepadaku. Kemudian, alihkan master key motor milikmu juga!"

Leon turun dari motor dan mengangkat tatapan tajam.

"Letakkan senjata kalian, dan aku akan mengabaikan hal ini."

"Hah? Apa kamu sudah buta? Brother six, tembak kaki kirinya."

Leon tidak ingin motornya terkena peluru nyasar. Dia segera memasukkan motor ke dalam penyimpanan bersamaan dengan suara tembakan.

"Sepertinya aku akan melakukan pembunuhan pertamaku hari ini."

"Hah? Kemana motornya menghilang?"

"Itu tiba-tiba menghilang!"

"Bagaimana bisa?"

Kelompok itu gagal menyadari peluru yang ditembakkan tidak berhasil menembus kaki Leon. Perhatian mereka dialihkan oleh pemandangan hilangnya motor Leon secara tiba-tiba.

Shiiing.....

Ketika Leon menghunuskan pedang, sang pemimpin memberikan perintah.

"Jangan serang titik vitalnya! Kita harus mengambil uang dan motor bocah ini sebelum membunuhnya."

Dar...

Dar...

Dar...

Dar...

Di tengah hujan peluru, walaupun dia aman dengan full body armor, Leon belajar menghindari beberapa peluru demi meningkatkan refleksnya.

Slash!!!

"Ahhh..... Tanganku..."

"""Bos."""

Splash!

Splash!

"Brother two... Brother five... Dasar keparat!

Splash!

Kemudian pria yang baru saja berteriak dipertemukan Leon dengan dua pria sebelumnya.

"Se-senjata sama sekali tidak mempan! Apakah dia pejuang bintang tiga?"

Splash!

Splash!

Splash!

Melihat keenam bawahannya mati dalam waktu singkat, bos botak itu tahu kali ini dia sudah menabrak sebuah gunung besar.

"Ada kata-kata terakhir?"

Leon memandang bos botak dengan dingin.

"To-tolong ampuni nyawaku. Aku bersedia me...."

Splash!

Melihat tujuh tubuh tak bernyawa, Leon menahan rasa mual dan berjalan melintasi mayat.

Benar, dia pada akhirnya harus mulai terbiasa dengan hal-hal seperti ini mulai sekarang!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!