NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:49.5k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Rania Wiratama seorang gadis yang dipaksa menikahi pembully-nya di Masa lalu atas keinginan terakhir Eyang Kartika, Rania bekerja sebagai Photography dan penjual foto lewat website.
Arga Prananda seorang pria yang bekerja di anjungan laut lepas, nampak menyesali perbuatannya pada Rania. Rasa bersalah selama bertahun-tahun mengubahnya menjadi obsesi sekaligus cinta. Rania yang sudah memendam rasa benci dan trauma tak mampu menatap apalagi bersama Arga. Tapi Arga selaku suami dan Imam bagi Rania berjanji untuk membimbing dan menuntun istrinya ke jalan agama, sekaligus mencintai Rania. Bagaimana akhir pernikahan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Rania duduk di ruang tamu duduk dengan peluh bercucuran, meski ruangan ini ber-AC duduk dengan punggung tegak.

Kedua tangannya terlipat di pangkuan dengan jemari yang mencengkram ujung kain batiknya.

Matanya menunduk, menatap motif karpet Persia di bawah kakinya---Seolah di sana satu-satunya tempat yang aman.

Di hadapannya, Arga Prananda duduk tenang dengan senyum mengembang.

Pria ini nampaknya sudah amat bahagia karena akan bertunangan dengan Rania---Gadis yang pertama kali mencekiknya.

Arga langsung jatuh cinta, ternyata di balik sosok polosnya---Rania ada sisi tangguhnya.

Tatapan Arga tak pernah lepas dari wajah Rania, dengan wajah yang kini di bingkai dengan senyum yang di paksakan.

Ada sesuatu yang bergetar di hatinya, sesudah bertahun-tahun dirinya tak bertemu Arga---sekarang malah menjadi calon suaminya.

"Bagaimana cara aku membatalkan pernikahan ini...," pikir Rania dalam hatinya.

Rania terlihat lebih dewasa, cantik, murni, dan nampak menarik.

"Rania, kamu semakin cantik," batin Arga menatap Rania.

Rania merasa tak nyaman saat Arga menatapnya seperti itu, jujur saja Rania akan berusaha menolak pernikahan ini.

"Ayo kalian mulai pertunangannya ini," pinta neneknya Rania---Eyang Kartika.

Mendengar itu napas Rania tercekat, menelan salivanya.

Tangannya bergetar hebat, kenangan lama terbayang kembali. Rania tak bisa membayangkan jika dirinya menikahi Arga.

Kenangan lama terbayang di memori kepalanya----tawa mengejek, hinaan, lantai dingin, dan air kotor yang di siram kepada Rania kembali terbayang.

Karto Wiratama---Ayah Rania berdiri tak jauh dari mereka.

Wajahnya tampak serius, seolah prosesi ini hanyalah urusan formal yang tak perlu di pertanyakan lagi.

Indah Wiratama berdiri menuntun keponakannya, sementara ibunya---Lena tangah mengarahkan video call saat Rania di pasangkan cincin.

Indah mendekat membawa kotak kecil berlapis beludru, cincin emas berkilau indah untuk ikatan sebuah luka.

Arga meraih tangan Rania, sentuhan itu seperti tusukan pisau di tangan Rania.

Gadis berambut ikal ini hanya tersenyum di paksakan, sentuhan itu terasa dingin, tubuhnya menolak.

Namun genggaman tangan Arga terasa lembut, Rania ingin menjerit ingin berusaha menolak Arga tapi posisinya disini seluruh keluarga menyaksikan.

"Saya akan pasang cincin ini sebagai tanda cinta saya, dan saya akan ikat Rania Wiratama binti Karto Wiratama sebagai calon istri saya," ujar Arga Prananda.

Saat cincin itu di pasangkan di jari tangan Rania, serasa seperti di pasangkan logam panas bagi Rania.

Sebaliknya, cincin di pasangkan oleh Rania di jari Arga, bagi Arga ini adalah kebahagian.

Sungguh setelah bertahun-tahun Arga bisa kembali melihat Rania, gadis yang dulu dia buat menderita. Sekarang bertransformasi menjadi gadis yang nampak cantik dengan rambut ikal.

Semua orang nampak bahagia, termasuk kakek Rania yang ada di Papua.

Segera Rania mendekati Eyang Kartika, dirinya ingin mengatakan satu hal tapi sang ibu segera menarik tangan Rania untuk bicara.

Para keluarga berkumpul, sedangkan Rania di tarik ke kamar sementara waktu.

"Loh Dek, itu Rania mau dibawa kemana?" tanya Karto.

"Ini Loh Mas, aku mau bawa anak kita ngomong, biasa ama Papaku yang dari Monokwari," ujar Lena menarik Rania menjauh.

Dan Karto hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, lalu mempersilahkan sang istri menarik Rania masuk kamar.

Di kamar.

Lena menatap putrinya dengan wajah tak nyaman tadi seolah ada yang di sembunyikan, panggilan video call juga sudah di matikan.

Lena yang seorang ibu bisa mengerti soal keadaan putrinya, setelah keduanya duduk di atas kasur Lena mulai membuka percakapan secara pribadi dengan Rania.

"Sayang ada apa? kenapa kamu ibu lihat kaya tak bahagia dengan pernikahan ini...," ujar Lena menatap putrinya.

Rania mengeluarkan air mata lalu memeluk ibunya dengan erat, dirinya mulai menceritakan apa yang terjadi.

"Bu...Arga dulu waktu masa sekolah yang bully aku...hiks...ibu ingat waktu Rania mencekik anak laki-laki...dan itu Arga Bu," jelas Rania memeluk sang ibu.

Sontak Lena yang mendengar itu membalas pelukan anak perempuannya, Lena amat marah mendengar hal ini, tapi bagaimana dirinya bicara pada sang suami untuk membatalkan pernikahan ini.

"Sayang..kamu tenang dulu, Ibu akan batalkan pernikahan ini, oke."

Lena mengusap lembut air mata putrinya, lalu Rania bisa bernapas lega dengan tersenyum.

"Kamu di kamar saja, ibu akan keluar kamar dan jangan keluar." Pinta Lena.

Lena yang terlahir di Manokwari apapun itu bicara secara langsung, hal yang membuat Rania merasa lega.

Tangannya memutar cincin yang di pasangkan Arga tadi, cincin ini tak bisa di lepas begitu saja lantaran Rania berharap menunggu persetujuan keluarga demi membatalkan pertunangan ini.

Hal yang tak terduga terjadi di ruang tamu terdengar Lena yang berteriak dengan nada tinggi khas orang timur, dirinya kekeh ingin membatalkan pertunangan ini.

Tapi beberapa pihak keluarga mengatakan jika masalah ini bisa dibicarakan baik-baik.

"Lena, yang berlalu biarlah berlalu," ujar Karto menenangkan istrinya.

"Mas! kamu nggak ngerti perasaan anak kita!" ujar Lena memarahi suaminya.

Rania hanya terdiam mendengarkan beberapa keluarga berdiskusi untuk jalan keluar ini, maskaranya sudah luntur dirinya berharap pertunangan ini batal saja.

Hal yang tak terduga terjadi, penyakit jantung Kartika Wiratama kembali kumat, wanita tua itu langsung memegang dadanya dan jatuh pingsan.

Semua keluarga berteriak panik, sedangkan Rania yang mendengar nama eyangnya di sebut dirinya segera berlari keluar.

Rania melihat sang eyang kembali sekarat.

"Astaghfirullah Eyang!!" teriak Rania yang keluar kamar, berlari mendekati Kartika.

Rania menggenggam tangan neneknya, lalu dengan napas tersengal-sengal Kartika berbicara.

"Rania...Tolong menikahlah dengan Arga...," ujar sang nenek.

"Eyang...," ucap Rania melihat sang nenek sudah memegang dadanya dan akan menghembuskan napas terakhir.

"Karto---karto...," panggil sang ibu.

"Iya bu ada apa?" tanya Karto memegang tangan sang ibu yang sudah tua.

"Tolong percepat pernikahan Rania...Aku ingin mati dengan damai...aku ingin melihat cucu pertamaku menikah...," ucap Kartika dengan napas tersengal.

"Mas aku udah telepon ambulance dan lagi di jalan," ujar Harry.

Setelah pertimbangan yang cukup panjang, akhirnya Rania akan di bawa ke psikiater demi menyembuhkan trauma masa lalunya.

Dan pernikahan akan di majukan menjadi seminggu lagi, karena mereka harus memerlukan persiapan termasuk mencetak undangan.

Hal ini demi memenuhi keinginan terakhir Kartika Wiratama.

*

*

*

1
Nany Susilowati
pemaksaan banget sih wahai kau eyang putri
Putri Sabina: namanya juga nenenk² kak
total 1 replies
Nany Susilowati
berarti eyang Rania egois donk
Putri Sabina: ya namanya nenek² kak, gampang emosi kalo di kerasin malah di kutuk jadi makin kundang🤣boomers
total 1 replies
falea sezi
😓moga aja selamat
Putri Sabina: amiin kak
total 1 replies
falea sezi
😒kayak g ada hotel aja lu berdua🤣 kere ya main nya di semak2
Putri Sabina: ngakak ya ampun kak🤣
total 1 replies
anak orang { Hiatus }
gemes banget ama mertua dan neneknya yang maksa
Putri Sabina: yah di kehidupan nyata banyak yang kaya gitu kak🤭
total 1 replies
falea sezi
rania gatel amat skg 🤣 meski suami tau tempat kali jangan di hutan pamali hadeh
Putri Sabina: nanti juga kena kak😩🤣
total 1 replies
falea sezi
Arga uda ahli banget jangan jangan tukang celup
Putri Sabina: tukang celup nggak tuhh🤣🤣 John sins aja kalah ya kak🤭🤭🤭
total 1 replies
sutiasih kasih
smoga karin cpt kena pnyakit kelamin😄😄
Putri Sabina: amiin🙏
total 1 replies
sutiasih kasih
udah g usah pke lm juna... lngsung seret ke jalur hukum serelah si bonar bonyokkk...
Putri Sabina: nanti juga kena kak🤭
total 1 replies
sutiasih kasih
apaan si bonar sihhh....
bner" g ada otaknya...🙄🙄
Putri Sabina: dokter tapi kagak ada otak yaa kakk🤭
total 1 replies
falea sezi
lanjuttt
Putri Sabina: besok lanjut kak
total 1 replies
falea sezi
dpet bekas kayak Arga hmmm
falea sezi
mukulin cewe sumpah banci lu Arga najis
Putri Sabina: pengaruh karin kak🥺
total 1 replies
falea sezi
suka deh novel ada visual gini jd halu nya bisa enak hehee
Putri Sabina: iya kak😉ide author🤙
total 1 replies
Aisyah Nabila
good kakkk
Putri Sabina: makasih udh mampir kak😉
total 1 replies
sutiasih kasih
di sini yg rugi rania lho arga...
dpt bekasan jalang...
sutiasih kasih: itu krna rania g tau aja klo sebrengsek itu suaminya...
total 2 replies
sutiasih kasih
mmipimu ktinggian karin...
msa iya arga mau dgnmu yg toilet umum... & bhkn udh g keitung sp aj yg udh nyelup km...
Putri Sabina: bener kak🥺, takut kena penyakit yaa kak
total 1 replies
Dias Larasss
kok lama bgt Thor up nya, kangen rania😌
Putri Sabina: maaf ya kemarin lagi renov rumah🤭 ttp komen ya kak biar author update sehari satu bab, janji dehh🙏
total 1 replies
DewiKar72501823
kak putri cerita mu bagus sekali..the best 👍🏻🥰
Putri Sabina: makasih kakak udah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!