NovelToon NovelToon
Hidup Kedua Sang Istri Teraniaya

Hidup Kedua Sang Istri Teraniaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Time Travel / Sci-Fi
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

"Kau pikir aku masih wanita lemah yang dulu?"

Dara Alvarino, dokter bedah kelompok mafia paling ditakuti mati ditikam dari belakang oleh sahabatnya sendiri. Saat membuka mata, ia terbangun dalam tubuh Kiara Adisaputra, istri lemah yang sedang hamil tiga bulan, dipukuli suaminya sendiri karena dituduh selingkuh.

PLAK!

Tamparan keras mendarat di pipinya. "Pelacur! Ngaku saja kalau anak itu bukan anakku!"

Arkan Adisaputra, suaminya berdiri dengan mata penuh kebencian. Di belakangnya, Lenna si adik angkat tersenyum tipis, pura-pura cemas. "Kak Arkan, jangan kasar... Kak Kiara kan sedang hamil..."

Dara yang sekarang Kiara menatap tajam. Tubuh ini lemah, tapi jiwanya adalah predator yang pernah membedah tubuh manusia tanpa berkedip.

"Kau mau bukti?" Kiara berdiri, mengusap darah di sudut bibirnya. "Aku akan tunjukkan siapa yang sebenarnya berbohong di rumah ini."

Pembalasan dimulai. Kali ini, ia tidak akan mati sia-sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5 - NYAWA DI UJUNG TANDUK

Pagi itu, Kiara terbangun dengan rasa mual yang luar biasa. Bukan morning sickness biasa... ini berbeda. Perutnya kram keras, kepalanya pusing berputar, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.

Tidak... Tidak... Ini tidak normal.

Dara langsung tahu. Dengan pengalaman medisnya, dia tahu ini bukan gejala kehamilan biasa.

Dia mencoba bangkit, tapi kakinya lemas. Tubuhnya jatuh kembali ke tempat tidur.

Kontraksi...

Usia kandungan baru tiga bulan, ini terlalu awal.

"Sari..." suaranya parau. "SARI!"

Tidak ada jawaban, kamarnya terlalu jauh dari area pelayan. Dara meraih ponselnya dengan tangan gemetar, mencoba menelpon tapi tangannya terlalu lemas. Ponsel jatuh ke lantai.

Sial... Sial... Sial...

Rasa sakit menusuk perutnya. Dia meringkuk, memeluk perutnya yang terasa seperti diremas. Anak ini... anak Kiara... anak yang tidak bersalah...

Rasa bersalah menghantamnya, ini bukan anaknya. Tapi dia yang sekarang menempati tubuh Kiara, jadi ini tanggung jawabnya. Dia tidak bisa membiarkan anak ini mati.

Tidak seperti dia yang mati sia-sia.

Dengan sisa tenaga, Dara berguling dari tempat tidur, merangkak ke pintu. Setiap gerakan terasa seperti pisau menusuk perutnya.

Bertahan... Kamu harus bertahan.

Tangannya meraih kenop pintu, memutarnya, membuka. Dan di luar pintu, berdiri Lenna. Dengan nampan berisi segelas susu dan obat.

Senyum manis di wajahnya. "Kak Kiara, aku bawa sarapan... oh, Kakak kenapa?"

Dara menatapnya... menatap wajah yang pura-pura khawatir itu. Dan dalam sekejap, semua ingatan terpasang di kepalanya.

Ya... Susu kemarin, susu yang disiapkan Lenna. Dia tidak meminumnya langsung. Tapi dia meminumnya di malam hari sebelum tidur. Dan sekarang, efeknya baru muncul.

Racun... Racun yang bekerja lambat.

"Ka... mu..." Dara mencoba bicara, tapi lidahnya kelu.

Lenna berjongkok, meletakkan nampan, menatap Dara dengan mata yang berubah tidak ada kehangatan lagi. Hanya dingin... Kalkulatif.

"Aku tidak menyangka kamu akan bertahan selama ini, Kak," bisik Lenna pelan. "Harusnya kamu sudah keguguran dari semalam."

Dara ingin mencakar wajah itu, tapi tubuhnya tidak kuat.

"Kenapa... kenapa kamu lakukan ini..."

"Karena kamu penghalang, Kak." Lenna tersenyum... senyum asli yang mengerikan. "Kak Arkan harusnya jadi milikku, rumah ini harusnya jadi milikku. Tapi kamu ada di tengah-tengah, jadi kamu harus pergi."

"Anak... ini... anak Arkan..."

"Aku tidak peduli. Lagian, kalau kamu keguguran, Kak Arkan akan semakin benci sama kamu. Dia akan berpikir kamu memang hamil anak orang lain dan tubuhmu menolaknya. Sempurna, kan?"

Dara merasakan amarah meledak, amarah yang sama saat Salma mengkhianatinya. Tapi kali ini dia tidak akan mati.

TIDAK AKAN.

Dengan gerakan tiba-tiba, Dara mencengkeram pergelangan tangan Lenna, menekan titik saraf dengan sisa kekuatannya.

Lenna menjerit, terjatuh.

"SARI! SARI!" teriak Dara sekeras yang dia bisa.

"Lepaskan aku!" Lenna meronta, mencoba melepaskan diri.

"SARIIII!"

Langkah kaki terburu-buru. Sari muncul di ujung koridor, matanya membelalak melihat pemandangan di depannya... Kiara meringkuk di lantai, memegang pergelangan Lenna yang mencoba kabur.

"Nyonya!"

"Panggil... ambulans... sekarang..." Dara melepaskan Lenna, tubuhnya tidak kuat lagi.

Lenna bangkit, wajahnya panik. "Sari, jangan! Kak Kiara hanya..."

"SEKARANG, SARI! Atau aku dan anak ini akan mati!"

Sesuatu dalam nada suara Kiara... otoritas, kepastian... membuat Sari langsung berlari mengambil telepon.

Lenna menatap Dara dengan mata penuh kebencian. "Kamu... kamu tidak akan menang..."

"Coba saja," Dara tersenyum meski rasa sakitnya luar biasa. "Kamu belum tahu siapa aku sebenarnya."

***

Rumah sakit, bau antiseptik, suara monitor jantung.

Dara atau Kiara terbangun di ruang rawat, infus menancap di tangannya. Perut masih terasa sakit, tapi tidak separah tadi.

"Nyonya Kiara, syukurlah sudah sadar."

Seorang dokter wanita paruh baya berdiri di samping ranjang. Namanya Dr. Susan, menurut name tag di jasnya.

"Anak saya..."

"Masih selamat, tapi kondisinya kritis. Nyonya mengalami ancaman keguguran akut. Kami harus memberi obat penguat kandungan dan Nyonya harus bed rest total minimal dua minggu."

"Apa yang menyebabkannya?"

Dr. Susan terlihat ragu. "Kami menemukan... jejak zat yang tidak seharusnya ada di dalam tubuh Nyonya. Semacam ramuan herbal yang bisa memicu kontraksi dini."

Bukti... Ini bukti...

"Saya mau... tes darah saya disimpan. Untuk... keperluan hukum."

Dr. Susan mengangguk perlahan. "Saya mengerti, kami akan menyimpan sampelnya."

Pintu ruangan terbuka. Arkan masuk wajahnya pucat, mata berkantung.

"Kiara..."

Dara menatapnya tanpa ekspresi.

"Kamu... kamu baik-baik saja?"

"Tanya pada adikmu."

Arkan mengerutkan kening. "Apa maksudmu?"

"Lenna yang memberi aku susu kemarin, dan sekarang aku hampir keguguran."

"Jangan menuduh sembarangan..."

"AKU TIDAK MENUDUH!" Dara bangkit, mengabaikan rasa sakit. "Aku MENYATAKAN FAKTA! Dokter bilang ada ramuan herbal di tubuhku yang bisa bikin keguguran! Aku tidak minum herbal apapun kecuali susu yang disiapkan Lenna!"

Dr. Susan berdehem. "Saya rasa Tuan dan Nyonya perlu bicara, saya keluar dulu."

Setelah dokter keluar, Arkan menatap Kiara dengan campuran emosi yang sulit dibaca.

"Kamu... kamu serius?"

"Kamu pikir aku main-main? Aku hampir mati, Arkan. Anak kita hampir mati, dan kamu masih tanya aku serius atau tidak?"

Untuk pertama kalinya, Dara melihat keraguan di mata Arkan.

"Lenna tidak mungkin..."

"Kenapa tidak mungkin? Karena dia manis? Karena dia lemah lembut? Karena dia selalu ada buat kamu?" Dara tertawa pahit. "Orang yang paling berbahaya itu yang terlihat paling tidak berbahaya."

"Tapi dia adikku..."

"Adikmu yang tidur di kamarmu semalam. Adikmu yang menciummu di depan mataku. Adikmu yang seharusnya jadi adik, tapi kamu perlakukan seperti kekasih."

Arkan tersentak. "Kamu... kamu lihat?"

"Aku lihat banyak hal, Arkan. Lebih banyak dari yang kamu kira."

Hening... Arkan terlihat seperti ditampar.

"Aku... kami tidak..."

"Tidak apa? Tidak selingkuh? Tapi kamu tidur di kamarnya, kamu menciumnya, kamu lebih mempercayainya daripada istri sahmu." Dara menatapnya tajam. "Kamu mau bilang itu bukan pengkhianatan?"

Arkan membuka mulut, tapi tidak ada kata yang keluar.

"Keluar," kata Dara dingin.

"Kiara..."

"KELUAR! Aku tidak mau lihat wajahmu sekarang!"

Arkan terdiam sebentar, lalu berbalik dan pergi. Begitu pintu tertutup, Dara merosot kembali ke ranjang. Tubuhnya gemetar bukan karena lemah, tapi karena amarah yang ditahan.

Lenna benar-benar mencoba membunuhnya, sama seperti Salma. Tapi bedanya kali ini Dara tidak mati, kali ini dia selamat. Dan sekarang dia punya bukti.

Pintu terbuka lagi, Dara siap membentak Arkan tapi yang masuk bukan Arkan.

Seorang pria muda kira-kira sebaya dengannya, tinggi, berjas rapi, wajah tajam dengan kacamata hitam.

"Nyonya Kiara Adisaputra?"

"Siapa kamu?"

Pria itu tersenyum tipis. "Nama saya Regan Adisaputra, adik Arkan. Adik kandung, bukan angkat."

Dara mengingat... ya, Arkan memang punya adik. Tapi jarang pulang karena kerja di luar kota.

"Kenapa kamu ada di sini?"

"Karena aku dengar kakak iparku hampir mati. Dan aku punya firasat ini ada hubungannya dengan 'adik angkat' kami yang manis itu."

Dara menatapnya tajam. "Kamu tahu sesuatu tentang Lenna?"

Regan melepas kacamatanya, menatap Kiara dengan mata yang serius. "Lebih dari yang Kakak kira. Dan aku rasa kita perlu bekerja sama."

Untuk pertama kalinya sejak terbangun di tubuh Kiara, Dara merasakan secercah harapan.

Sekutu... Sekarang dia dapat sekutu.

"Duduk," Ucap Dara. "Kita perlu bicara."

1
Dewi Sri
author nya jenius
asih
saya ikut tegang bacanya
Dewi Sri
ceritanya bagus tp masih sepi koment, semangat kak author
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
pilihan yang sulit tapi aq yakin dara pintar dan cerdas pasti ada jalan keluar nya tanpa harus membunuh keduanya
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
wow
Dew666
👍👍👍👍
asih
pilihan yg sangat sulit,harus pintar bermain licik Dara
Ma Em
Dara kamu wanita cerdas mantan dokter mafia , kalahkan Viktor juga Rendra dgn siasat licikmu Dara jgn sampai mau di perbudak lagi sama Rendra juga Viktor mereka pasti punya titik lemahnya .
Dew666
🌹🌹🌹🌹
Wulan Sari
ceritanya dari bab perbab semakin menarik dan selalu buat penasaran semoga cerita di akhir akan bahagia, trimakasih Thor semangat buat karya lain salam sukses selalu ya cip 👍❤️🙂🙏
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ . Incha
kira ada cakaran rambut atau apa kek
Erchapram: Puasa Kak, mode kalem. Pembalasam intelektual bukan kek preman 🤣🤣🤣
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
vj'z tri
Lo , w end 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 penipu yg tertipu
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
coba km hidup baik-baik len nasib km g bakalan sprti ini
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
lenna bilang cinta sama arka sekarang bilang cinta sama rio, jd sebenarnya yg mn nih lenna, wah pemain juga si lenna
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
lenna trlalu jahat sampe sampe nggak sadar kl dya di jahatin🤣🤭
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
author kapan penyelidikan calon istri regan di mulai? hehehe...
lupita namanya siapa ya
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉: lupita itu lupa thor aq plesetin🤭🤣
total 2 replies
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
tarik satu nafas... dan cuma satu kata wow 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!