NovelToon NovelToon
Ambisi, Cinta, Dan Ulah Si Kembar

Ambisi, Cinta, Dan Ulah Si Kembar

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:554
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Valentine dan Valerie, si Twins V, telah tumbuh menjadi dua wanita dewasa dengan kepribadian unik yang selalu membuat orang-orang di sekitar mereka geleng-geleng kepala. Kepolosan, keberanian, dan cara berpikir mereka yang di luar nalar kerap menghadirkan tawa sekaligus kekacauan, terutama bagi kedua orang tua mereka.

Di tengah candaan tentang keinginan cepat menikah, mimpi-mimpi aneh, dan celetukan tak terduga, Twins V terus membawa kejutan baru. Lalu, keseruan dan kekacauan apa lagi yang akan mereka ciptakan selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jamin Semua

Dean yang mendapat laporan jika Valen dan Ale di buntuti oleh mobil yang tak di kenalpun segera memeriksa semua CCTV di sepanjang jalan yangdi lalui si kembar untuk pergi ke mall tempat tujuan mereka berdua. Dean mengerutkan keningnya karena tak mengenal pemilik mobil itu.

Tutt,,,tut....

Dean memilih menghubungi Valen dan bertanya langsung dengan kejadian yang di alami tunangannya itu.

"Sayang, siapa yang mau bikin masalah sama kamu?" tanya Dean langsung setelah Valen mengangkat telfon Dean.

Valen menjauhkan ponselnya dari sebelah telinganya karena berdengung mendengar suara Dean yang keras.

"Astaga kak Dean, bisa nggak tanyanya pelan, ini telingaku sakit loh," omel Valen pada Dean.

Dean yang ada di ujung telfon pun menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Heheh, maaf sayang, kan tadi aku panik.

Mereka laporan kalau kamu di kejar orang nggak di kenal. Terus tadi pas aku lihat CCTV juga aku nggak kenal mobilnya tapi emang ngejar kamu dari lampu merah sayang," ucap Dean lagi.

Valen menaikkan sebelah alisnya mendengar apa yang Dean katakan dan jika benar mereka di buntuti tapi siapa mereka. Valen dan Ale tak kenal dengan mereka.

"Tapi aku beneran nggak kenal mereka, apa mungkin karena mobil mereka hampir mirip dengan mobil ku jadi mereka ingin menyoba kecepatannya?" tanya Valen lagi.

Dean terdiam, dan mungkin apa yang di katakan Valen ada benarnya. Dean menghela napasnya lega, tapi dia tak ingin membiarkan apa yang terjadi itu akan membahayakan Valen dan Ale nantinya.

"Baiklah, yang penting kalian tidak apa apa, aku matikan dulu sayang telfonnya. Mau ada meting dengan papi dan ayah, ingat jaga diri kalian, jika ada apa apa segera kabari aku," pesan Dean pada Valen.

Bip...

Dean mematikan ponselnya setelah mendengar jawaban dari Valen kemudian dia segera masuk kembali ke dalam ruang meting yang ada Altezza dan juga Roy sang ayah. Mereka berdua menatap aneh pada Dean yang nampak berwajah datar saat masuk ke ruangan itu. Hawa di dalam ruangan itu langsung terasa dingin mengingat suasana hati Dean tak baik kali ini.

Glek...

Semua anggota meting itu meneguk ludahnya kasar karena mereka tahu siapa Dean, pewaris tunggal dari Roy dan juga calon menantu Altezza serta Zurra yang sudah bisa di pastikan jika dia juga memiliki sifat yang hampir sama dengan semua tetua itu.

"Kenapa wajahmu di tekuk gitu?" tanya Roy yang sudah penasaran dengan apa yang terjadi pada Dean putranya.

"Valen dan Ale di ikuti mobil tak di kenal, tapi tadi sudah di bereskan oleh anggota Dean," jelas Dean singkat.

Roy mengangguk mengerti begitu juga dengan Altezza yang kembali fokus dengan tablet miliknya, tapi meskipun Altezza fokus dengan tabletnya dia tetap memantau kemana kedua putrinya pergi. Saat sudah memastikan kedua putrinya aman Altezza barulah memeriksa pekerjaannya kembali dan meting pun di mulainya.

Sementara itu, di mall, Valen dan Ale sudah berjalan jalan dengan tenang santai. Mereka sudah keluar masuk toko toko yang ada di sana dan membeli apapun yang mereka mau. Bahkan beberapa orang yang berpapasan dengan mereka berdua sampai heran di buatnya. Bagaimana tidak mereka membeli tanpa melihat harga ataupun warna yang terpenting mereka suka karena lucu atau warnanya menarik bagi mereka.

Valen dan Ale menjadi pusat perhatian karena wajahnya yang hampir sama tapi tidak identik dan itu membuat mereka terlihat mempesona bagi siapa saja yang melihat mereka.

Jangan tanya di mana barang mereka berada, barang barang mereka sudah di ambil oleh anggota Dean yang sejak tadi mengikuti mereka dari kejauhan.

Di lain tempat Zurra hanya melongo melihat ponselnya yang terus berbunyi karena notif pembayaran dari black Card milik Valen dan Ale secara bergantian.

Bukan Zurra tak suka si kembar menghabiskan uang mereka tapi Zurra syok dengan banyaknya item yang di beli si kembar.

"Astaga, apa saja yang mereka beli sebenarnya? Kenapa dari tadi notifnya tak berhenti,"

Zurra menatap layar ponselnya yang menunjukkan barang apa saja yang di beli si kembar dan mulutnya menganga melihat salah satu daftar belanjaan milik Ale dan juga Valen.

"Apa mereka berdua gila? Kenapa beli pembalut dua kardus sekaligus? Apa yang ada di pikiran mereka! Astaga!!!"

Kepala Zurra seketika berdenyut melihat daftar itu, bagiamana tidak, putrinya membeli pembalut bisa langsung dua kardus dengan harga yang menurutnya di luar perkiraan. Dan Zurra langsung memeriksa bagaimana bentuk pembalut itu dan dia di buat melongo melihat gambar yang ada di kemasan itu.

Puk....

Zurra menepuk keningnya saat sudah tahu kenapa si kembar membeli itu.

"Pantas saja langsung di beli, kemasannya gambar yang mereka sukai," eluh Zurra pelan.

"Hah, Altezza bisa syok nanti ketika pulang sudah penuh dengan belanjaan kedua putrinya, dan ini kenapa mereka juga seperti orang kesetanan sekali belanja," gumam Zurra lemas.

Meskipun begitu Zurr tak berniat menegur dengan menelfon kedua putrinya. Dia akan menanyai putrinya nanti ketika mereka sudah bertemu di mansion. Saat ini Zurra membiarkan si kembar V bermain dan belanja sesuka hati mereka karena bagi Zurra selama anak anaknya tidak mengganggu yang lainnya dia akan membiarkannya saja.

Kembali kepada si kembar yang saat ini sudah berada di sebuah Cafe di seberang jalan dan nampak juga mereka kalap saat memesan makanan.

Itu semua Ale yang melakukannya, sementara Valen hanya menghela napas panjang melihat ulah adik kembarnya itu.

"Al, lo yakin bisa menghabiskan ini semua??"

tanya Valen pada sang adik.

Ale yang sedang mengunyah makanannya pun menghentikan apa yang sedang dia lakukan dan menganggukkan kepalanya.

Valen menggeleng heran dengan sang adik yang akan selalu kalap jika melihat makanan terlebih jika di sana ada makanan favorit mereka cokelat dan strawberry.

Valen membiarkan Ale menikmati makanannya, sementara dia mengedarkan pandangannya pada sekeliling dan matanya menyipit saat melihat sebuah mobil yang tak asing di ingatannnya.

"Mobil itu 'kan?"batin Valen sambil terus mengamati siapa pemilik mobil itu.

Valen terus melihat dua orang yang sedang turun dari mobil itu tapi dia juga melihat di sana ketika mereka berdua nampak memandangi mobil miliknya dengan tatapan aneh. Valen yang melihat dari kejauhan masih menunggu apa yang akan di lakukan kedua sejoli itu pada mobilnya.

Dan.... Duk Dukk...

Tulit.. tulit....

Suara alarm mobil milik Valen menyala dan membuat kedua orang itu kebingungan. Ale yang masih menikmati makanannya segera meraih kunci mobil itu dan ingin mematikan alarm mobilnya tapi di cegah oleh Valen. Ale menatap aneh pada sang kakak yang malah mencegahnya.

"Lah itu bunyi loh, kenapa nggak boleh di matikan?" tanya Ale bingung.

Valen memberi kode dengan dagunya dan Ale sontak menoleh ke arah luar. Di sana dia melihat dua orang yang sedang di marahi oleh tukang parkir di sana karena membuat ke onaran dan Ale pun bingung dengan apa yang di lihat nya saat ini. Dia kembali menoleh pada sang kakak untuk mencari tahu apa yang terjadi.

"Kak, lo kenal mereka?" tanya Ale pada Valen.

Valen menggelengkan kepalanya, "Mereka berdua yang ngikutin kita tadi pagi, tapi gue nggak tahu kenapa mereka malah ngisengin mobil gue dengan menendangnya," jelas Valen.

Ale manggut manggut mengerti, dia kembali memerhatikan apa yang dua orang itu lakukan saat ini. Terlihat di sana mereka berdebat dengan banyak orang karena mobil Valen tak kunjung berhenti alarmnya.

Klik...

Akhirnya Valen mematikan alarm itu dan dia menyuruh Ale melanjutkan acara makannya. Valen sendiri juga menikmati apa yang di hidangkan pelayan restauran yang baru saja mengantarkan pesanan Valen yang terakhir.

"Iseng banget lo kak," tegur Ale pada Valen.

Pelayan yang baru saja menghidangkan makanan itu melihat dua orang yang baru masuk ke dalam restauran dengan pandangan tak sukanya.

"Ck, kenapa mereka kesini lagi sih? Padahal yang kemarin aja nggak mau bayar, bilangnya nanti mau di bayar papanya yang katanya teman pemilik restauran ini. Padahal mereka cuma ngaku ngaku aja dan manager di sini malah percaya aja." omel pelayan itu di sebelah Valen dan Ale.

Valen dan Ale saling pandang mendengar itu tapi kemudian pelayan itu tersadar jika dia masih ada di dekat seorang tamu.

"Ah, maafkan saya, tadi saya tak sengaja mengomel," ucap pelayan itu dengan sopan.

"Jadi kalian yang mengganti makanan mereka semua dengan uang kalian?" tanya Valen lagi.

Reflek pelayan itu mengangguk dan tak lama wajahnya sendu karena dia termasuk salah satu yang terkena imbasnya.

"Iya, uang itu seharusnya saya pakai untuk berobat ibu kemarin tapi karena terpakai untuk mengganti rugi akhirnya saya belum sempat membelikan obat untuk ibu," jawab pelayan itu sedih.

Valen dan Ale sontak saling mengkode karena merasa mendapat mainan yang baru sekalian memberi pelajaran kepada mereka berdua karena sudah membuat gara gara dengan mereka tadi pagi.

"Pergilah ke belakang dan lakuin tugas lo kayak biasanya, biar mereka berdua jadi urusan kami," ucap Valen tenang.

"Tapi...?"

Pelayan itu ragu dan bingung bagaimana harus menjawabnya.

"Tenanglah, kami berdua jamin semua akan baik baik aja,"

to be continued...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!