NovelToon NovelToon
Doa Kutukan Dari Istriku

Doa Kutukan Dari Istriku

Status: tamat
Genre:Kutukan / Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh / Romansa / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Vandra tidak menyangka kalau perselingkuhannya dengan Erika diketahui oleh Alya, istrinya.


Luka hati yang dalam dirasakan oleh Alya sampai mengucapakan kata-kata yang tidak pernah keluar dari mulutnya selama ini.


"Doa orang yang terzalimi pasti akan dikabulkan oleh Allah di dunia ini. Cepat atau lambat."


Vandra tidak menyangka kalau doa Alya untuknya sebelum perpisahan itu terkabul satu persatu.


Doa apakah yang diucapkan oleh Alya untuk Vandra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Bab 15

Mata Vandra membesar. "Erika ... itu gila! Harta itu untuk Vero dan Axel. Aku tidak bisa—"

"Diam!" Erika menuding wajah Vandra, penuh kebencian. "Kau sudah terlalu lembek sejak dulu! Kalau kau tidak bisa memikirkan cara merebutnya, aku yang akan rencanakan. Percaya padaku, aku tidak akan membiarkan kita jatuh miskin. Alya harus bayar mahal karena sudah merebut kebahagiaan kita!"

Pak Erwin menghela napas panjang, kepalanya tertunduk. Ia tidak bisa lagi membantah bahwa putrinya telah menjadi sosok egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Namun, kata-katanya tercekat di tenggorokan.

Setiap buka sosial media, berita perselingkuhan Vandra dan Erika memenuhi beranda. Pak Erwin begitu tertampar ketika membaca komentar yang ditulis oleh orang-orang yang mengenal Erika sejak zaman sekolah sampai rekan kerjanya. Sungguh pria parah baya itu tidak mengetahui hal ini sebelumnya.

Pak Erwin dan Bu Karin memang selalu memanjakan Erika sejak kecil sampai dewasa. Namun, bukan berarti akan membiarkan anaknya ketika jatuh ke dalam lubang dosa yang akan menghancurkan keluarganya.

Ketika terjadi penggerebekan di rumahnya, Pak Erwin dan Bu Kania juga shock. Namun, Erika mengatakan itu keinginannya dan menikah dengan Vandra adalah impiannya.

"Selama ini Mas yang bekerja keras, masa Alya yang menikmati hasilnya. Dia itu memang wanita tidak punya rasa malu. Kalau ingin punya banyak uang seharusnya bekerja. Bukan dengan menipu kamu, Mas!" ujar Erika masih ngomel-ngomel.

Vandra terdiam, dadanya sesak. Ia sadar, cintanya pada Erika telah membutakan hatinya. Kini ia berdiri di persimpangan antara mengikuti rencana busuk Erika atau melindungi sisa harga diri yang masih ia punya.

Pak Erwin yang sejak tadi diam, akhirnya berdiri dari kursi tunggu. Suaranya berat, bergetar oleh emosi yang ditahan-tahan.

"Erika Maharani!" panggilnya lantang, membuat Erika dan Vandra sama-sama terkejut.

"Papa." Erika menoleh, wajahnya sedikit pucat.

"Apa yang baru saja aku dengar dari mulutmu?" tatapan Pak Erwin menusuk, nadanya tegas penuh kekecewaan.

"Kau merencanakan untuk merebut harta Alya dan anak-anaknya? Itu yang kau pikirkan di saat ibumu masih terbaring stroke karena malu menanggung aibmu?"

Erika membuka mulut, tapi suaranya tercekat. "Papa, aku ... aku hanya—"

"Tidak ada alasan!" bentak Pak Erwin, nadanya membuat beberapa perawat menoleh.

"Kau sudah cukup membuat keluargamu hancur dengan perbuatan bejatmu. Sekarang kau ingin menyeret orang lain lebih jauh lagi ke dalam kehancuran? Kau tega, Erika? Kau benar-benar tega?" lanjut Pak Erwin.

Erika menggertakkan gigi, menahan air mata yang hampir jatuh, tapi egoisnya membuat ia tetap membela diri.

"Papa tidak mengerti! Aku melakukan ini semua demi ketenangan hidupku. Aku tidak mau jatuh miskin, aku tidak mau dipandang hina. Kalau aku harus mengambil bagian dari Alya untuk bisa bertahan, aku akan lakukan!"

Pak Erwin menatap putrinya dengan sorot mata penuh luka. "Kau pikir uang bisa membeli harga diri yang sudah kau jual sendiri? Kau pikir harta bisa menutup aib yang sudah kau sebarkan di depan orang banyak? Tidak, Erika! Semakin kau kejar harta itu, semakin dalam kau terpuruk."

Ia lalu menoleh ke Vandra dengan tajam. "Dan kau, Vandra! Lelaki macam apa kau ini? Sudah mengkhianati istrimu, merusak rumah tanggamu sendiri, sekarang kau hanya duduk diam mendengar rencana busuk ini? Kalau kau masih punya sedikit saja harga diri, kau hentikan semua ini sekarang juga!"

Vandra menunduk, wajahnya pucat pasi. Ia ingin menjawab, tetapi lidahnya kelu.

Erika menggertakkan gigi, merasa ayahnya berpihak pada semua orang kecuali dirinya. "Papa tidak pernah mau mengerti aku! Sejak dulu, Papa hanya peduli pada pandangan orang lain, pada reputasi keluarga. Tapi, siapa yang peduli dengan kebahagiaanku?"

Pak Erwin menutup mata sejenak, menahan amarahnya. Lalu dengan suara lirih namun tajam ia berkata, "Kau bahkan tidak tahu lagi apa arti kebahagiaan, Erika. Karena yang kau sebut bahagia hanyalah keserakahan."

Ruangan itu mendadak hening. Hanya suara monitor detak jantung ibunya yang terdengar dari dalam kamar. Erika tercekat, dadanya naik turun menahan perasaan campur aduk antara marah, malu, dan tertampar.

Vandra duduk terpaku. Kata-kata Pak Erwin seperti palu yang menghantam kesadarannya. Ia sadar, ia telah berjalan terlalu jauh di jalan yang salah.

Erika menunduk, jemarinya meremas tas tangan di pangkuannya. Kata-kata Pak Erwin terngiang keras di telinganya, membuat dadanya sesak. Ia tahu papanya benar dan semua yang ia lakukan hanya membuat luka makin dalam. Akan tetapi mulutnya tetap kaku, tak mau mengakui.

"Papa terlalu keras padaku," ucap Erika lirih, suaranya bergetar. "Aku memang salah, tapi aku hanya ingin hidup tenang. Salahkah kalau aku ingin bahagia?"

Pak Erwin menarik napas panjang, berusaha menahan amarah yang kembali menggelegak. "Bahagia yang kau maksud itu egois, Erika. Kau menghancurkan orang lain demi dirimu sendiri. Itu bukan bahagia, itu keserakahan. Masih banyak cara untuk mendapatkan kebahagiaan tanpa merusak kebahagiaan orang lain."

Erika menggigit bibir bawah dan mata berkaca-kaca. Untuk sesaat, wajah cantiknya tampak rapuh, seperti seorang anak kecil yang ketakutan dimarahi. Namun, detik berikutnya ia kembali mendongak, menutupi kelemahan dengan tameng kesombongan.

"Kalau Papa tidak bisa mendukung aku, biarlah. Aku tidak butuh restu siapa pun. Hidupku pilihanku sendiri," kata Erika dengan nada dingin, meski getar suaranya tak bisa disembunyikan.

Pak Erwin menghela napas, sorot matanya penuh getir. "Kau pikir dengan membentengi dirimu dengan kata-kata keras itu, kau terlihat kuat? Tidak, Erika. Kau hanya terlihat semakin kecil di mataku. Seorang anak yang tersesat dan menolak dituntun pulang."

Air mata Erika akhirnya jatuh, meski buru-buru ia usap dengan punggung tangannya. "Aku tidak bisa kembali, Ayah. Aku sudah terlanjur jauh. Semua orang sudah membenciku. Jadi biarkan aku melanjutkan hidupku dengan caraku."

Pak Erwin menatap putrinya lama sekali. Ada kesedihan yang dalam di sana, bercampur rasa pasrah. Ia tahu Erika mulai goyah, hatinya bergetar, tapi keras kepalanya membuat ia tetap berjalan di jalan gelap yang ia pilih sendiri.

Di sudut ruangan, Vandra hanya bisa terdiam. Mendengar percakapan itu membuat batinnya makin tercabik. Untuk pertama kalinya, ia merasa benar-benar menyesal telah menyeret dirinya dan Erika ke dalam kubangan dosa yang kini membuat semua orang menderita.

Sementara itu, Mama Vany dan Papa Indera mendatangi rumah Alya. Mereka ingin membicarakan tentang rencana sang menantu yang akan melaporkan Vandra ke polisi atas tuduhan kasus perzinaan.

"Papa ... Mama. Ayo, masuk!" Alya yang sedang menggendong Axel di ruang depan menyambut baik kedua mertuanya.

"Kamu di sini sama siapa?" tanya Mama Vany.

"Cuma sama anak-anak, Ma. Barusan Amira dan Zara pergi ke kampus," jawab Alya.

"Sebenarnya kedatangan kita ke sini mau membicarakan sesuatu kepada kamu, Alya," ucap Papa Indera.

"Apa itu, Pa?" tanya Alya penasaran.

1
Ayu
Aku byg kan jdi Vandra. hati nya psti remuk redam melihat mantan istri nya mwnikah. ohh.. kahn bgt thor🙏
🌸Santi Suki🌸: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Ayu
Vandra.. bilang aja ke Netizen klau Erika selingkuh am suami wanita lain. mk nya km ceraikan dia
biar Erika kapok💪🙏
Ayu
Kshn jg sm km Erika. tapi ya karma km lah. udah rebut Vandra dr Alya. tapi gk bersyukur. cr yg ada dwt bnyk dgn cr haram pun km lakukan. adh kn Grebek skrg br tau rasa ya🤭🙏
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
Ya Allah sakit banget jadi Alya 😭😭😭😭
Ayu
Kshn km Vandra.. dl km mengkhianati Alya. skeg km di khianati Erina. 🤭🙏
Ayu
Waduh.. ketahuan perselingkuhan mereka. kshn🤭🙏
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦ѕ⍣⃝✰เภє๓
kuat al demi anakmu,, kamu pasti bisa melewatkan yakin biarpun tidak mudah
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦ѕ⍣⃝✰เภє๓
bener² cwek murahan gak tau malu pasti milih jadi gundiknya lagi 😏
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦ѕ⍣⃝✰เภє๓
makanya sebelum melakukan sesuatu itu pikir pake otak bukan pake dengkul dudul
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦ѕ⍣⃝✰เภє๓
mamvus kalian, doa istri yang terdholimi cepet menembus langit tunggu saja waktu dimana kalian merasakan semua itu
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦ѕ⍣⃝✰เภє๓
Awal baca dah dibikin emosi aja
Alif
hah merusak anakmu apa, anakmu sdh rusak sejak awal
yughif🥰🥰
varo,Ali Axel Alisa dewasa dong squel gitu
🌸Santi Suki🌸: belum kepikiran, Kak
total 1 replies
Ayu
Akhir nya pilihan Alya si Biru. kshn Philip. smg Philip dpt jodoh yg lain ya. sabar ya Pak Philip😄🙏
Ayu
Ternyata Erika kluar mlm buat persiapan mau hancurkan usaha Alya. tk kirain lg ena2 sm pak Rudi😄🙏
Ayu
Yg ada nanti si Erika kena HIV. smg Vandra insaf bertobat. dan nanti dpt istri yg lbh baik dr Erika🙏
Ayu
Waduh Erika bebas. Alya hrs ht2 krn Erika dendam bgt sm dia🙏
Ayu
Hayo tebak.. siapa yg akan di piluh Alya untuk jdi pp sambung Vero sm Axel. psti Pp Biru ya😄🙏
Ayu
Erika2..gk tobat jg🙏
Ayu
Pilihan nya psti ttp jdi simpanan. drpd di pecat gk ada penghasilan. klau tau Vandra di pecat mk mereka akan bertengkar trs. kutukan Alya berlaku. mereka gk akan bs hidup tenang. kshn😄🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!