NovelToon NovelToon
Dear Unforgettable Story

Dear Unforgettable Story

Status: tamat
Genre:Obsesi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Katarina Ayudia adalah siswi genius penerima beasiswa yang hidup sederhana, sementara Alarick Valerius adalah putra tunggal konglomerat sekaligus ketua geng motor yang ditakuti. Cinta mereka yang membara harus menghadapi tembok besar bernama Victoria Valerius, ibu Alarick, yang merancang fitnah keji untuk memisahkan mereka. Victoria mengancam masa depan Kate dan memanipulasi Alarick hingga pria itu percaya bahwa Kate adalah gadis oportunis yang telah mengkhianatinya dengan banyak pria.

Perpisahan pahit selama bertahun-tahun meninggalkan luka mendalam, Kate hidup dalam kemiskinan dan kerja keras demi bertahan hidup, sementara Alarick tumbuh menjadi CEO dingin yang menderita trauma psikologis berupa rasa mual hebat setiap kali menyentuh Kate karena bayangan fitnah masa lalu.

langsung baca aja dear😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Dibalik Tribun

Lapangan basket SMA Pelita penuh sesak. Di satu sisi, pendukung tuan rumah mengelu-elukan Bara Mahendra. Di sisi lain, sorakan histeris pecah saat tim SMA Garuda memasuki lapangan, dipimpin oleh Alarick Valerius. Alarick tidak memakai seragam basket, ia memakai kaus hitam polos yang melekat ketat di tubuh atletisnya, membuat para siswi SMA Pelita lupa cara bernapas.

Ketegangan antara dua sekolah itu akhirnya meledak di lapangan basket SMA Pelita. Hari ini adalah pertandingan persahabatan yang sudah lama dinantikan, namun atmosfernya terasa lebih seperti medan perang.

"Lihat itu, Kate! Alarick beneran datang!" Maya heboh sendiri, menarik-narik lengan seragam Kate. "Sumpah, auranya beda banget sama Bara. Dingin banget, kayak nggak butuh oksigen!"

Kate hanya tersenyum tipis. Ia teringat bagaimana dua jam lalu Alarick mengirim pesan singkat 'Tonton gue. Jangan kedip pas gue ngalahin pecundang itu.'

Di pinggir lapangan, tiba-tiba muncul seorang gadis cantik dengan rok sekolah yang dipendekkan dan rambut dicat pirang ash grey. Dia adalah Elara, ratu SMA Garuda yang terkenal terobsesi pada Alarick. Dengan percaya diri, Elara berjalan menghampiri Alarick yang sedang melakukan pemanasan dan memberikan botol minum.

"Semangat ya, Sayang! Habisin mereka semua!" seru Elara cukup keras agar didengar semua orang.

Alarick tidak menerima botol itu. Ia bahkan tidak menoleh, hanya terus melakukan dribble bola dengan wajah datar. Namun, Elara tidak menyerah, ia justru berbalik ke arah tribun dan mengedipkan mata seolah menegaskan pada semua orang bahwa Alarick adalah miliknya.

"Dih, Elara tuh ya," bisik Maya kesal. "Katanya sih mereka udah tunangan, makanya Elara berani klaim gitu. Cocok sih, sama-sama penguasa."

Kate yang mendengar itu justru hampir tertawa spontan. Tunangan? Jika mereka tunangan, kenapa Alarick lebih memilih menyelinap lewat pohon kamboja dan tidur di karpet kamarnya setiap malam dari pada menemui gadis sesempurna Elara? Rasa percaya diri Kate melambung, ia tahu persis siapa yang memegang kendali atas hati singa liar itu.

Pertandingan dimulai. Atmosfer memanas saat Bara dan Alarick berhadapan satu lawan satu di tengah lapangan.

"Gue denger lo sering keluyuran di daerah sini tiap malem, Valerius," bisik Bara saat mereka saling menjaga. "Nyari apa? Lawan? Atau... mangsa baru?"

Alarick menyeringai tipis, matanya melirik sekilas ke arah Kate di tribun sebelum kembali menatap tajam Bara. "Gue cuma ngambil apa yang emang ditakdirkan buat gue, Mahendra. Sesuatu yang nggak bakal bisa lo dapetin meskipun lo mohon-mohon."

Bugh!

Alarick melakukan crossover yang sangat cepat, melewati Bara dengan mudah dan melakukan slam dunk yang menggetarkan ring basket. Lapangan pecah dengan sorakan. Alarick mendarat dengan tenang, menatap Bara yang tersungkur dengan pandangan merendahkan.

Saat jeda pertandingan, Elara kembali mendekati Alarick, mencoba mengelap keringat di dahi cowok itu dengan tisu. Kali ini Alarick menepis tangan Elara dengan kasar.

"Jangan sentuh gue, El," desis Alarick dingin, cukup tajam hingga membuat Elara mematung di tempat.

Mata Alarick kemudian mencari sosok Kate di kerumunan. Saat mata mereka bertemu, Alarick memberikan satu kode kecil yang hanya dipahami oleh Kate, ia menyentuh bibir bawahnya sendiri dengan ibu jari, mengingatkan Kate pada cumbuan panas mereka semalam.

Wajah Kate memerah padam. Di sebelahnya, Maya masih sibuk mengutuk Elara, sementara di lapangan, Bara Mahendra menatap Alarick dengan penuh kecurigaan. Bara menyadari satu hal, Alarick tidak sedang bertanding untuk sekolahnya, dia sedang bertanding untuk memamerkan kekuasaannya di depan seseorang.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

happy reading😍😍😍

1
anggita
ikut ng👍like aja+iklan☝. moga novelnya lancar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!