NovelToon NovelToon
Mafia Kejam Jatuh Cinta

Mafia Kejam Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: erinaCalistaAzahra

Marvel Dewangsa sadar bahwa hatinya sudah lama mati. Mungkin dari pengkhianatan oleh wanita yang ia sayangi, ditambah ia yang berkecimpung di dunia bawah yang tidak memerlukan simpati untuk bertahan hidup. Ia akhirnya percaya bahwa hidupnya akan seallau gelap sampai mati.

Namun, entah keajaiban apa, di hari itu seorang wanita yang bernama Elara , datang dan perlahan selalau ada di kehidupannya. Apakah marvel Dewangsa akan menerima Elara di kehidupannya dan hatinya akan luluh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erinaCalistaAzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

happy ending

Helikopter meluncur rendah di atas permukaan laut Mediterania yang berkilau keemasan. Di dalamnya, Marvel menggenggam erat tangan Elara, sementara bayi rexil tertidur pulas dalam dekapan hangat ibunya, tidak terganggu oleh deru mesin yang konstan.

Perjalanan mereka menuju pengasingan dilakukan dengan kerahasiaan tingkat tinggi:

Rute Pelarian: Setelah lepas landas dari area kargo Jakarta di tengah kekacauan pembatalan penerbangan massal Maret 2020, mereka berpindah ke kapal pesiar pribadi di Maladewa sebelum akhirnya terbang menuju pelabuhan kecil di Yunani.

Identitas Baru: Marvel kini menggunakan nama Marcello, seorang investor properti yang memilih hidup tenang. Semua catatan kriminalnya telah terkubur bersama "kematian" resminya di database internasional.

Pulau Tersembunyi: Pulau itu adalah karang terisolasi yang tidak muncul di peta wisata umum. Hanya ada satu jalan masuk yang dijaga oleh sistem keamanan biometrik canggih—warisan terakhir dari teknologi Don Vieri untuk memastikan "anak emasnya" tidak diganggu oleh musuh lama.

Saat helikopter mendarat di helipad vila putih di atas tebing, Marvel turun pertama kali. Ia menghirup udara laut yang asin dan bersih, sangat kontras dengan bau mesiu Jakarta yang menyesakkan.

Ia membantu Elara turun, lalu menggendong Leo yang baru terbangun. Bayi itu mengerjap melihat hamparan biru laut yang tak berujung. Marvel menatap istrinya, lalu mencium keningnya lama.

"Kita sampai, Elara," bisik Marco. "Di sini, tidak ada yang akan memanggilku 'Penjagal'. Di sini, aku hanya milikmu."

Elara tersenyum, air mata haru jatuh di pipinya. Mereka melangkah masuk ke rumah baru mereka, meninggalkan semua kegelapan di belakang cakrawala.

Tiga tahun telah berlalu. Di sebuah vila putih yang bertengger di tebing terjal sebuah pulau kecil di Yunani, suara deburan ombak Laut Aegea menjadi satu-satunya musik yang terdengar setiap pagi.

Marvel berdiri di teras, memandangi matahari terbenam. Tangannya yang dulu hanya terbiasa menggenggam senjata, kini sedang memegang kuas cat—ia sedang membantu Elara menyelesaikan detail pada kanvas besar di ruang tengah. Tidak ada lagi bau mesiu, hanya aroma minyak cat dan udara laut yang segar.

rexil, yang kini sudah bisa berlari kecil, mengejar seekor anjing penyelamat yang mereka adopsi. Sesekali ia terjatuh, namun bukannya menangis, ia tertawa lepas—sebuah tawa yang murni, jauh dari bayang-bayang kekerasan masa lalu ayahnya.

Elara menghampiri Marvel, menyandarkan kepalanya di bahu pria itu. "Apa kau merindukannya?" tanyanya lembut, merujuk pada kehidupan lama Marvel di Jakarta.

Marvel menatap tangan Elara yang melingkar di pinggangnya, lalu menatap rexil yang sedang bermain di kejauhan. "Tidak semenit pun," jawabnya jujur.

Bagi dunia, Marvel sudah lama mati dalam ledakan di bandara tiga tahun lalu. Namun di sini, di bawah langit Yunani yang biru, ia baru saja benar-benar mulai hidup. Sang Penjagal telah tiada; yang tersisa hanyalah seorang pria yang akhirnya menemukan bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada seberapa banyak nyawa yang bisa ia ambil, melainkan pada seberapa besar cinta yang bisa ia berikan.

Kebahagiaan yang mereka rasakan di pulau itu adalah jenis ketenangan yang belum pernah Marvel bayangkan sebelumnya. Bukan lagi tentang tumpukan uang atau rasa takut dari musuh, melainkan hal-hal sederhana yang kini terasa sangat mewah.

Pagi yang Damai: Setiap pagi, Marvel terbangun bukan karena dering telepon darurat, melainkan karena tawa rexil yang mencoba memanjat tempat tidur. Ia kini bisa menikmati kopi di teras sambil melihat Elara melukis pemandangan laut yang biru jernih, pemandangan yang dulu hanya bisa ia lihat dari balik kaca mobil antipeluru.

Kebebasan Baru: Di pasar kecil desa terdekat, Marvel dikenal sebagai "Marcello," pria pendiam yang ramah dan selalu membeli bunga segar untuk istrinya. Tidak ada yang tahu bahwa tangan yang membantu lansia membawa belanjaan itu adalah tangan yang pernah mengguncang dunia bawah tanah Jakarta.

Masa Depan rexil: Marvel sering menghabiskan waktu sore dengan mengajari rexil berjalan di pasir pantai. Ia berjanji dalam hati bahwa rexil tidak akan pernah tahu dinginnya baja pistol atau pahitnya pengkhianatan. rexil akan tumbuh menjadi pria yang bebas memilih jalannya sendiri.

Malam itu, saat mereka duduk di api unggun kecil di pinggir pantai, Elara menyandarkan kepalanya di bahu Marvel.

"Apa kau bahagia, Marvel?" tanya Elara lirih.

Marvel menatap api yang menari, lalu menatap wanita di sampingnya dan anak yang terlelap dalam buaian. "Untuk pertama kalinya dalam hidupku, Elara... aku tidak merasa perlu melihat ke belakang bahuku lagi. Ya, aku sangat bahagia."

Bagi sang mantan mafia, kebahagiaan sejati bukanlah kemenangan dalam perang, melainkan kemampuan untuk tertidur lelap tanpa rasa bersalah, di samping orang-orang yang ia cintai.

TAMAT.

author cuma bilang karakter Ayah , aria , tangan kanan marvel cuma sedikit author ceritakan 🤗🤍

1
Dysha♡💕
bagus
Dysha♡💕
ceritanya bagus,tapi terlalu singkat dan cepat,,jadi kurang menghayati gitu,,,
erin
jangan bosan untuk membaca
erin
jangan lupa mampir🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!