NovelToon NovelToon
My Girl

My Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:801
Nilai: 5
Nama Author: Helena Fox

Anindira Cewek yang dikenal “bar-bar”. Ceplas-ceplos, berani ribut kalau diremehin, dan gak pernah mau kalah. Di balik kerasnya, Dira cuma capek terus disalahpahami. Ia takut jadi lemah—padahal yang ia butuhin cuma dimengerti. Meskipun bar-bar dia juga memiliki sisi rasa penakut , terlebih pada hal - hal yang berbau horor

Elvan Bagaskara

CEO muda yang dingin di cap ceo dingin , rapi, dan perfeksionis. Hidupnya dikontrol logika. Emosi dianggap gangguan. Terlihat kuat, padahal ia memikul tanggung jawab terlalu berat di usia muda.

Albian Bagaskara
Adik Elvan Satu sekolah dengan Dira . Pendiam dingin, dan tertutup. Tidak suka konflik, tapi selalu ada di saat orang lain diserang. Cara pedulinya sunyi, itu yang membuat tidak terlihat .

Bagaimana jadinya .Dira cewek bar -bar bertemu Ceo dingin dan terjebak dalam kisah yang rumit antara Elvan dan Albian .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Helena Fox, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 10

Dira masih duduk diam setelah pengakuan Albian. Otaknya belum bisa memproses semuanya. Rasanya begitu cepat.

Tiba-tiba suara langkah cepat terdengar.

“ Om Elvan?” gumamnya pelan saat melihat sosok tinggi itu berjalan mendekat.

Albian berdiri otomatis, seperti refleks melindungi.

“Kita perlu bicara,” suara Elvan lebih rendah dari biasanya. Tatapannya masih sama .Dingin

“Sudah cukup,” jawab Albian tenang.

Elvan menatap adiknya. “Ini urusanku.”

Dira berdiri. “Enggak. Ini urusanku juga.”

Hening.

Elvan menarik napas panjang. Untuk pertama kalinya, nada dinginnya retak.

“Aku tidak bermaksud menyakitimu tadi.”

“Ya tapi Om lakukan,” jawab Dira jujur.

Tatapan mereka bertemu. Lama.

“Saya hanya… tidak ingin kamu berada dalam risiko.”

“Risiko apa?” Dira mengernyit.

Elvan terdiam.

Albian menyadari ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar kecemburuan.

" Om gak bisa jawab" lirih dira

Elvan terdiam sebentar " Saya tak-.." belum sempat elvan selesai ngomong dira sudah memotong.

" Aku paham .Maaf" ucap dira yang kemudian langsung pergi tanpa menoleh lagi.

sedangkan albian hanya terdiam mendengarkan.

" Kalau kakak belum bisa penuhi janji mereka , Maka biar aku yang gantikan." ucap albian

" Kamu gak perlu ikut campur dengan urusan ku" balas tajam elvan " Jaga batasan mu. Atau aku bahkan bisa melupakan batasan ku untuk menghancurkan mu" ucapnya lagi . Kemudian pergi meninggal albian.

Albian hanya tersenyum miring..

" Jika kau bisa kak...." Batin albian

Tak seorang pun tahu bahwa kenyataannya hubungan mereka tidak sedekat itu untuk dikatakan sebuah. Keluarga

***

Beberapa hari setelah itu, Dira benar-benar menjauh.

Ia tidak lagi datang ke kantor Bagaskara Group.

Pesan Elvan hanya dibaca. Tidak dibalas panjang.

Albian tetap tenang, tapi ia tahu Dira sedang berusaha menenangkan diri.

Di sisi lain, Elvan seperti kehilangan sesuatu yang selama ini tidak ia akui penting.

Ruang kerjanya kembali sunyi.

Tidak ada suara gadis bar-bar yang mengeluh bosan.

Tidak ada langkah ribut masuk tanpa ketukan.

Kenzo akhirnya bicara pelan, “ El… Elvan kamu mau terus pura-pura?” Kenzo sudah mengetahui pertengkaran elvan dan dira kemarin.

Elvan menatap kosong ke luar jendela.

“Aku cuma takut sejarah terulang.”

“Jangan ingat kejadian itu lagi ?” Kenzo tahu Kejadian itu yang mengubah seorang elvan sekarang " Mau sampai kapan kamu terus bersembunyi?" tanya kenzo

Elvan tidak menjawab.

Melihat reaksi elvan hanya diam .Kenzo memutuskan keluar , ia tahu elvan masih butuh waktu .

***

Malam harinya , Annisa ibu Dira datang lagi ke rumah.

Kenzo dan Dira duduk berhadapan dengannya. Suasana berbeda dari biasanya.

“ Bagaimana kabar kalian ” suara ibunya pelan.

Dira Tersenyum sebentar . “ Kami baik-baik saja bu ”

“ Senang bisa melihat kalian lagi .” ucap annisa

Dira terpaku.

“Senang ” ulangnya pelan.

“Maaf kan ibu , selama ini belum bisa jadi ibu yang baik .”

Jantung Dira berdetak lebih cepat.

“ ibu tidak perlu khawatir tentang itu, aku sama dira sudah tidak mengharapkan hal itu .” balas kenzo setelah cukup lama terdiam.

Hening.

“Kalau kalian tahu alasan sebenarnya ibu pergi , apa kalian akan memaafkan ibu .”

Kenzo terdiam. Ini bahkan baru baginya. Apa yang sedang ibunya rencanakan, setelah sekian lama pergi meninggalkan. Kini datang kembali . Apakah ibunya benar-benar menyesal atau ada hal lain .

“Terus?” suara Dira mengecil.

Ibunya menelan ludah. “ Memberikan kesempatan.”

Ruangan terasa mengecil.

“Aku tidak tahu harus jawab apa bu ,ini terlalu cepat. Maaf.” Kenzo beranjak pergi meninggalkan ruangan

Dira membeku.

Napas Dira tercekat.

“Itu.... bagi ku juga terlalu cepat bu , aku masih butuh waktu .”

" Baik maaf ibu .kalau gitu ibu pulang dulu" ucap annisa

Dira tak menjawab. ia hanya menoleh sebentar .

Ia hanya gadis lemah , yang berpura-pura kuat diluar

nyatanya ia sendirian sekarang.

Air mata turun tanpa sadar.

***

Di tempat lain, Elvan berdiri di depan lemari lamanya.

Ia membuka kotak kecil yang selama ini tidak pernah ia sentuh.

Di dalamnya ada foto lama.

Seorang anak laki-laki berdiri di samping gadis kecil yang tertawa lepas.

Rambutnya berantakan.

Senyumnya cerah.

Dira kecil.

Dan di belakang foto tertulis dengan tulisan anak-anak:

"Elvan & Dira. Jangan pisah."

Tangannya gemetar.

Ia tidak menjauhkan Dira dari kantor karena tidak peduli.

Ia takut.

Takut jika kebenaran terungkap, Dira akan tahu bahwa kejadian masa lalu itu.

Takut Dira akan membencinya.

Ia hanya takut kehilangan kedua kalinya...

Bersambung......

1
Teh Sopiah
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!