NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Pernikahan Kilat / CEO / Tamat
Popularitas:7.5M
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kau pikir aku akan menyentuhmu? Aku lumpuh."

​Ucapan dingin Elzian Drystan di malam pertama mereka langsung dibalas senyum miring oleh istrinya.

​"Otot betis kencang, tidak ada atrofi, dan pupilmu melebar saat melihatku. Kau tidak lumpuh, Tuan. Kau hanya pembohong payah."

​Dalam detik itu, kedok Ziva Magdonia sebagai istri 'tumbal' runtuh. Dia adalah ahli bedah syaraf jenius yang mematikan. Rahasia Elzian terbongkar, dan kesepakatan pun dibuat: Elzian menghancurkan musuh yang mencoba membunuhnya, dan Ziva memastikan tidak ada racun medis yang bisa menyentuh suaminya.

​Namun, saat mantan kekasih Elzian datang menghina, Ziva tidak butuh bantuan.

​"Hidungmu miring dua mili, silikon dagumu kadaluarsa... mau kuperbaiki sekalian?"

​Bagi Ziva, membedah mental musuh jauh lebih mudah daripada membedah otak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Tangkap Basah

​"Keluar! Jangan sembunyi!"

​Rudi mengarahkan senternya ke sana ke mari dengan gerakan menyentak. Napasnya memburu, matanya liar seperti binatang terpojok.

​Ziva menahan napas di balik tumpukan kardus. Jantungnya berdetak kencang, seirama dengan tetesan keringat dingin yang mengalir di punggungnya.

​Sreeet...

​Seekor tikus got besar lari melintas di depan kaki Rudi, menyenggol kaleng kosong.

​"Bangsat!" umpat Rudi kaget. Dia menendang kaleng itu dengan kesal. "Cuma tikus. Bikin kaget saja."

​Rudi menurunkan senternya. Dia menghela napas kasar, lalu meletakkan jerigen bensin yang tadi dibawanya ke lantai. Dia merogoh saku celananya, mengeluarkan sebuah botol kaca kecil berisi cairan ungu pekat dan sebuah alat suntik medis.

​Ziva mengintip dari celah kardus. Matanya menyipit. Itu dia. Cairan Kalium Permanganat pekat.

​"Tanggung kalau cuma dibakar," gumam Rudi sambil menyedot cairan ungu itu ke dalam tabung suntik. Dia bicara sendiri, tanda kewarasannya mulai tergerus kepanikan. "Kalau apinya padam kena hujan, buktinya hilang. Aku harus pastikan racun ini masuk dulu. Biar kalau ada yang selamat dari api, tetap mampus keracunan."

​Rudi menusukkan jarum suntik itu menembus segel plastik botol vitamin anak-anak di kardus paling atas.

​"Rasakan ini, Elzian. Tamat riwayatmu," desis Rudi sambil menekan piston suntikan.

​Di balik persembunyiannya, Ziva mengangkat ponselnya perlahan. Cahaya layar dia rendahkan seminimal mungkin. Mode video aktif. Kamera ponsel itu menangkap dengan jelas wajah Rudi, jarum suntik, botol racun, dan logo Drystan di kardus itu. Bukti yang sempurna.

​"Kena kau," batin Ziva.

​Dia bersiap mundur perlahan untuk keluar dan memberi sinyal pada tim Elzian.

​Namun, nasib berkata lain.

​DRRT... DRRT...

​Ponsel di tangan Ziva bergetar panjang. Sebuah notifikasi peringatan baterai lemah muncul di layar. Suara getarannya terdengar sangat nyaring di gudang yang sunyi senyap itu.

​"Sial!" rutuk Ziva dalam hati.

​Rudi membeku. Kepalanya berputar cepat ke arah tumpukan kardus tempat Ziva bersembunyi. Kali ini, dia tahu itu bukan tikus.

​"Siapa di sana?!"

​Rudi membuang suntikannya dan mencabut pisau lipat dari pinggangnya. Dia menerjang maju, menendang tumpukan kardus yang menghalangi pandangannya.

​BRAK!

​Kardus-kardus itu runtuh, menampakkan sosok Ziva yang berbalut baju hazmat putih.

​"Kau!" mata Rudi membelalak mengenali mata tajam Ziva di balik kacamata pelindung. "Kau istri si lumpuh itu kan?! Sedang apa kau di sini?! Kau merekamku?!"

​"Menyerahlah, Rudi. Polisi sudah mengepung tempat ini," gertak Ziva, berusaha tetap tenang meski pisau berkilat di tangan pria itu.

​"Bohong! Kalian mau menjebakku!" Rudi yang sudah kalap tidak peduli lagi. Dia mengayunkan pisau lipatnya dengan membabi buta ke arah leher Ziva. "Mati kau! Mati!"

​Ziva mundur selangkah, menghindari sabetan pisau yang nyaris merobek baju pelindungnya.

​Pria itu menyerang lagi, kali ini menusuk lurus ke arah perut.

​Ziva tidak lari. Sebagai dokter bedah, dia hafal anatomi tubuh manusia lebih baik daripada siapapun. Dia tahu di mana letak titik lemah yang bisa melumpuhkan orang dalam sekejab tanpa perlu senjata.

​Saat Rudi menerjang dengan tubuh terbuka, Ziva melihat celah itu.

​Dia membuang ponselnya ke lantai, menangkap pergelangan tangan Rudi yang memegang pisau dengan tangan kirinya, lalu memutarnya kuat ke arah luar.

​"Argh!" Rudi menjerit saat sendi pergelangan tangannya dipelintir paksa.

​Ziva tidak berhenti. Dia mengepalkan tangan kanannya, menonjolkan buku jari tengahnya. Dengan presisi yang mengerikan, dia menghantamkan kepalan itu tepat ke Solar Plexus—ulu hati—Rudi.

​BUKK!

​Mata Rudi melotot sampai mau keluar. Mulutnya terbuka lebar tanpa suara. Pukulan itu menghantam diafragma dan kumpulan saraf celiac plexus, membuat paru-parunya kejang seketika. Oksigen di tubuhnya terhenti total.

​Rudi terhuyung ke belakang, memegangi dadanya, pisaunya jatuh berdenting ke lantai.

​"Sakit?" tanya Ziva dingin. "Itu belum seberapa."

​Saat Rudi mencoba menegakkan tubuhnya yang limbung, Ziva mengangkat kaki kanannya dan melepaskan tendangan samping yang keras. Sasaran: Patella alias tempurung lutut.

​KRAK!

​Bunyi tulang beradu terdengar ngilu.

​"AAAAKH!!!"

​Jeritan Rudi menggema memilukan. Kakinya menekuk ke arah yang salah. Tubuh besarnya ambruk ke lantai semen seperti karung beras, berguling-guling memegangi lututnya yang hancur.

​"Itu namanya ligamen cruciatum robek," jelas Ziva datar sambil memungut ponselnya kembali. "Kau tidak akan bisa lari ke mana-mana sekarang."

​BAM!

​Pintu samping gudang didobrak paksa hingga engselnya lepas.

​"Ziva!"

​Elzian muncul di sana, wajahnya pucat pasi karena panik. Raka dan tiga orang pengawal bersenjata lengkap berlari mendahuluinya, langsung mengamankan area.

​Elzian tidak mempedulikan Rudi yang meraung-raung di lantai. Dia memacu kursi rodanya mendekati Ziva dengan kecepatan penuh.

​"Ziva!" panggil Elzian lagi, suaranya bergetar.

​Di belakang mereka, sirine polisi mulai terdengar mendekat. Raka segera memborgol Rudi yang sudah tidak berdaya.

​"Amankan barang bukti! Suntikan itu dan botol racunnya!" perintah Raka pada anak buahnya.

​Elzian sampai di depan Ziva. Tangan pria itu gemetar saat meraih bahu istrinya, memutar tubuh Ziva ke kanan dan ke kiri, memeriksa setiap inci tubuh wanita itu dengan panik.

​"Kau tidak apa-apa? Dia melukaimu? Jawab aku!" cecar Elzian. Matanya menatap ngeri pada pisau lipat yang tergeletak di dekat kaki Ziva. "Aku dengar suara benturan lewat earpiece. Aku pikir kau..."

​Elzian tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. Napasnya tercekat.

​Ziva membuka masker respiratornya, menampilkan wajahnya yang berkeringat tapi tersenyum lebar. Pipi merahnya terlihat segar, matanya berbinar penuh kemenangan.

​"Tenanglah, Suamiku. Aku baik-baik saja," kata Ziva sambil menepuk pipi Elzian yang tegang.

​"Tapi tadi kau..." Elzian menunjuk Rudi yang sedang diseret polisi sambil menangis kesakitan. "Bagaimana bisa?"

​Ziva tertawa kecil, melirik Rudi yang kakinya diseret pincang.

​"Kau tanya aku terluka?" Ziva menggeleng, lalu menunjuk Rudi dengan dagunya.

​"Simpan kekhawatiranmu, Elzian. Justru dia yang butuh dokter tulang sekarang, bukan aku. Lututnya geser lima senti."

1
Irawati Danubrata
ziva berubah profesi dr dkte bedah saraf ke detektif 👍💪
Irawati Danubrata
memang klo org pinter ilmu psti krgbpinter dlm membaca perasaan org lain😄😄
Irawati Danubrata
sdh ada tnda bucin nich elizan
Irawati Danubrata
🤭🤭🤭
Anik Setyowati
aku suka ziva,sangat blak - blakang,nggak ada rasa takut2nya tidak menye2 seperti wanita2 biasanya sok kemayu sukses ziva
Anik Setyowati
kkerrenn aku suka istri yg tegar tidak punya rasa takut,dengan suami yg dingin sedingin es di kutub utara semoga sukses ziva aku mendukungmu 😍💪👍
Irawati Danubrata
itu wanita berkelas,pk elizen👍🤭
Ayunindya Humaira
authornya dokter apa bagimana sih ini?bagus bangeeret 👍👍👍👍
endah setyowati
ceritanya tokohnya berkualitas & bagus suka banget💞
Winda Milasari
bayanginnya lucu naik kursi roda jalan sambil mangku🤣🤣🤣🤣
Winda Milasari
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
C2nunik987
novel keren thorr cerdas pokok nya top markotop baca kisah mereka ziva dokter genius keras kepala berdedikasi tinggi...elzian CEO gilaaaa yg punya kekuasaan dan harta yg luberrr tapi kurang ksh sayang .... akhirnya mrk saling bucin dgn berjalan nya waktu buat mrk jd pasangan yg sempurna 👍😍🙏🫰sukses buat thorr nya 💪🔥♥️
C2nunik987
tamat ini jgn dulu ia thorrr kasih bonus sampai ziva lahiran 😍😍😍
C2nunik987
kok ia dibiarin dokter ga mkn gainum operasi continued sister atau asisten pribadi mang ga ada utk ziva ?
C2nunik987
ziva kelelahan dan kurang istirahat mkn minum ....mungkin juga hamil 🙈🙈
C2nunik987
perpaduan yg sempurna tenang cerdas berani dan support suami yg lbh ugal ugalan 😂😂😂😍😍😍
C2nunik987
tanpa kekuasaan suami ziva bisa memukul.tekak lawan dgn tenang dan kecerdasan otaknya 😡😡
C2nunik987
ziva dokter cantik kesayangan CEO jgn diganggu klo mau umur panjang
C2nunik987
Ayo ziva jd mafia sesaat semua keadaan yg ekstrim susah pernah km lslui semangat ziva 😍😍
C2nunik987
nah gitu kan kita seneng liatnya klo CEO konyoll jatuh cinta bukan jatuh tempo 😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!