NovelToon NovelToon
2 Hari 1 Malam

2 Hari 1 Malam

Status: tamat
Genre:Misteri / TKP / Kriminal / Tamat
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: M. A. K

Serangkaian pembunuhan berantai dengan pola nyaris sempurna mengguncang kota. Tidak ada motif jelas, tidak ada jejak berarti—hanya detail yang tersusun terlalu rapi untuk disebut kebetulan.

Karina, penyelidik muda dengan insting tajam, ditugaskan memimpin kasus tersebut. Ketika seorang tersangka berhasil ditangkap dan situasi kembali tenang, semua orang percaya permainan telah berakhir.

Kecuali Karina.

Ada celah kecil dalam pola yang mengganggunya. Sebuah kemungkinan bahwa kebenaran belum sepenuhnya terungkap. Semakin ia menyelidiki, semakin ia menyadari bahwa kasus ini bukan hanya tentang menemukan pelaku—melainkan tentang siapa yang sebenarnya mengendalikan permainan.

Dan dalam permainan yang dibangun dengan presisi seperti ini, kemenangan mungkin hanyalah awal dari sesuatu yang lebih besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M. A. K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23 - Titik Buta

Pukul 04.08 pagi.

Karina masih terjaga.

Bukan karena pesan.

Bukan karena ketukan misterius.

Tapi karena pikirannya sendiri tidak mau diam.

Nama itu masih terngiang.

Nama yang muncul dalam daftar mentor program dua puluh tahun lalu. Nama yang pernah ia hormati. Nama yang membentuk cara berpikirnya tentang logika, analisis, dan pola.

Ia berdiri di dapur rumahnya, menatap gelas berisi air yang tak disentuh. Lampu dapur yang redup menciptakan bayangan panjang di dinding.

Bagaimana jika semua ini bukan kebetulan?

Bagaimana jika ia memang sedang diarahkan sejak awal?

Karina memejamkan mata, mencoba memilah antara paranoia dan intuisi.

Perbedaan keduanya sangat tipis.

Dan orang yang cerdas sering kali gagal menyadari kapan ia telah melewati batas itu.

Pagi hari.

Karina memutuskan tidak langsung menuju kantor. Ia pergi ke arsip pusat, meminta akses fisik terhadap dokumen lama program tersebut.

Petugas arsip tampak heran.

“Program itu sudah lama dibubarkan,” katanya. “Kenapa tiba-tiba—”

“Penyelidikan lanjutan,” jawab Karina singkat.

Ia membawa tiga kotak arsip ke meja baca. Debu tipis menempel di permukaan kardus. Bau kertas lama memenuhi udara.

Ia membuka satu per satu.

Foto angkatan.

Struktur pelatihan.

Evaluasi peserta.

Dan di salah satu map, ia menemukan sesuatu yang membuat napasnya melambat.

Laporan insiden internal.

Tahun terakhir program itu berjalan.

Seorang peserta dilaporkan mengalami gangguan psikologis berat setelah metode evaluasi eksperimental yang diterapkan oleh salah satu mentor.

Metode yang menekan batas mental.

Metode yang dirancang untuk “mengasah ketahanan dalam situasi ekstrem.”

Karina membaca nama mentor yang tercantum di bawah laporan itu.

Nama yang sama.

Tangannya terasa dingin.

Ia melanjutkan membaca.

Peserta tersebut dikeluarkan secara diam-diam. Catatan medis disegel. Program berhenti setahun kemudian tanpa penjelasan publik.

Tidak ada tuntutan hukum.

Tidak ada pemberitaan.

Hanya pembubaran sunyi.

Karina duduk diam.

Kalau korban-korban sekarang pernah berada dalam lingkup program itu…

Apakah mereka terlibat dalam insiden tersebut?

Atau hanya saksi?

Atau… bagian dari eksperimen?

Sore hari.

Karina akhirnya masuk ke kantor. Ia tidak langsung berbicara pada siapa pun.

Ia menuju ruang interogasi.

Arga sudah menunggunya.

“Kali ini Anda terlihat seperti orang yang akhirnya menemukan sesuatu,” katanya pelan.

Karina tidak menjawab. Ia meletakkan salinan laporan di atas meja, cukup jauh dari jeruji agar Arga tidak bisa meraihnya.

“Program pelatihan. Dua puluh tahun lalu. Metode eksperimental. Seorang peserta rusak secara mental.”

Arga membaca sekilas dari kejauhan.

“Dan?”

“Semua korban pernah berada dalam lingkup itu.”

Arga terdiam lebih lama dari biasanya.

“Itu bukan kebetulan,” katanya akhirnya.

“Menurutmu ini balas dendam?”

Arga menggeleng pelan. “Kalau balas dendam, pola pembunuhannya akan emosional. Ini terlalu rapi.”

“Lalu apa?”

Arga menatapnya.

“Ini kelanjutan eksperimen.”

Karina merasakan denyut keras di pelipisnya.

“Eksperimen apa?”

“Eksperimen tentang batas manusia.”

Hening.

Arga melanjutkan, “Dan Anda adalah variabel terbaru.”

Malam itu, pesan kembali datang.

Kamu sudah membaca laporan itu.

Karina tidak lagi terkejut bagaimana orang ini tahu.

Yang lebih mengganggu adalah fakta bahwa ia tidak merasa marah.

Ia merasa… ditunggu.

Ia mengetik balasan.

Kamu mentor dalam program itu.

Beberapa detik.

Lalu balasan muncul.

Saya membentuk banyak orang.

Jawaban yang tidak membantah.

Tidak juga mengakui.

Karina berdiri dari kursinya. Ia berjalan mondar-mandir di ruangan.

Kamu membunuh mereka.

Balasan datang lebih lama kali ini.

Saya melanjutkan apa yang mereka mulai.

Darahnya terasa dingin.

Apa maksudmu?

Beberapa detik hening.

Lalu:

Mereka percaya manusia bisa ditempa melalui tekanan. Saya hanya menyempurnakan hipotesis itu.

Karina berhenti bergerak.

Ia membaca ulang pesan itu.

Hipotesis.

Disempurnakan.

Bahasa yang terlalu akademis untuk seorang pembunuh biasa.

...****************...

Di sisi lain kota, seorang pria duduk di ruang kerja yang rapi. Rak buku penuh jurnal psikologi, kriminologi, dan filsafat.

Ia menatap layar ponsel dengan tenang.

Di depannya terbuka buku catatan lama berisi tulisan tangan yang sangat rapi.

Judul halaman terbaru:

Fase Ketiga — Subjek Utama

Ia menulis perlahan.

Subjek menunjukkan pola pikir yang konsisten dengan prediksi awal. Resistensi emosional menurun. Rasa ingin tahu meningkat.

Ia berhenti sejenak.

Lalu menambahkan:

Kemungkinan keterikatan personal mulai terbentuk.

Ia menutup buku itu.

Bukan kebencian yang menggerakkannya.

Bukan dendam.

Tapi obsesi terhadap pola.

Dan Karina… adalah pola paling menarik yang pernah ia temui.

...****************...

Keesokan harinya, sesuatu berubah.

Bukan pembunuhan.

Bukan pesan baru.

Tapi kabar kecil yang masuk ke meja Karina.

Salah satu saksi lama program itu—orang yang sempat diwawancarai dalam penyelidikan awal—ditemukan meninggal di apartemennya.

Bukan karena kekerasan.

Serangan jantung.

Setidaknya itu laporan awal.

Karina membaca laporan medis dengan hati-hati.

Usia korban tidak terlalu tua. Riwayat jantung bersih.

Tidak ada tanda racun standar.

Tidak ada luka.

Tapi ada satu detail kecil.

Di meja ruang tamunya, ditemukan secarik kertas kosong.

Kosong.

Tanpa tulisan.

Tanpa simbol.

Kosong.

Karina memejamkan mata.

Ini bukan pembunuhan biasa.

Ini pesan.

Pesan bahwa pelaku bisa bergerak tanpa meninggalkan apa pun.

Pesan bahwa ia tidak membutuhkan darah untuk menciptakan ketakutan.

Pesan bahwa permainan bisa naik level kapan saja.

Malam kembali turun.

Karina duduk sendirian di ruangannya.

Ia menyusun ulang semua potongan.

Program lama.

Insiden psikologis.

Korban yang terhubung.

Eksperimen tentang tekanan.

Dirinya sebagai variabel.

Lalu satu kesadaran baru muncul.

Bagaimana jika Arga memang bagian dari eksperimen itu juga?

Bukan sebagai pelaku.

Tapi sebagai alat.

Sebagai variabel pengalih.

Ia merasakan jantungnya berdegup lebih keras.

Jika ini benar…

Maka ia tidak sedang menghadapi pembunuh.

Ia sedang menghadapi seseorang yang telah merancang semua ini selama puluhan tahun.

Dan yang lebih mengerikan—

Seseorang yang mengenalnya.

Mungkin lebih dari yang ia kenal tentang dirinya sendiri.

Ponselnya bergetar sekali lagi.

Hanya satu kalimat.

Apakah kamu sudah melihat titik butamu?

Karina menatap layar lama.

Titik buta.

Ia berdiri perlahan, menatap bayangannya sendiri di kaca jendela.

Apa titik butanya?

Kepercayaannya pada logika?

Keinginannya untuk selalu benar?

Atau… kebutuhannya untuk membuktikan diri pada orang yang dulu membentuknya?

Untuk pertama kalinya sejak kasus ini dimulai, Karina merasakan sesuatu yang lebih tajam dari ketakutan.

Ia merasakan kemungkinan bahwa semua langkahnya selama ini—

Sudah diperhitungkan.

Dan jika itu benar…

Maka langkah berikutnya harus menjadi satu-satunya hal yang tidak bisa diprediksi.

Ia mengambil ponsel.

Mengetik satu kalimat.

Lama.

Berhenti.

Menghapus.

Mengetik ulang.

Lalu akhirnya mengirim.

Di sisi lain kota, pria itu membaca pesan tersebut.

Untuk pertama kalinya, alisnya bergerak sedikit.

Karena pesan itu bukan pertanyaan.

Bukan tuduhan.

Bukan kemarahan.

Melainkan keputusan.

Dan keputusan yang tidak terduga…

Selalu menjadi variabel paling berbahaya dalam sebuah eksperimen.

Lampu di ruangannya masih menyala ketika ia menutup buku catatan.

Senyumnya tipis.

Permainan memasuki fase baru.

Dan kali ini—

Ia tidak sepenuhnya yakin siapa yang sedang mengendalikan papan.

1
Ira Resdiana
sebenarnya ada dendam apa Antononl sama keluarag Karina. suami Ibu Karina kah yg telah membuatnya masuk dlm skandal besar 20th lalu?
Ira Resdiana
sapertinya salah satu juniornya karina sdg berkhianat untuk menjadi informan bagi pelaku. karena posisi pelaku tidak dekat. dia berada di luar kota, hanya menerima infornasi² ...
Ira Resdiana
kenapa pelaku bs tau setiap detail langkah karina.. siapa yg udh bocorin setiap kegiatan yg terjadi di unit karina
Dinda Wei
Ceritanya bagus, seru. Kalau suka genre psikopat, novel ini recommended buat di baca👍👍👍
semangat thor, smg ada karya baru lagi.
Dinda Wei
😢😢😢
Dinda Wei
Tokoh Antono terlalu kuat karakternya. Hebat, msh santai gitu
Dinda Wei
Karina harus di jaga, pst Antono merencanakan sesuatu gimana caranya bunuh Karin
Dinda Wei
Kabur lagi ...lolos lagi😡😡😡😡
Dinda Wei
Lamban amat polisi nangkep Antono. Pelakunya msh santai nikmatin kopi🤔
Dinda Wei
Ini persis di konoha, saling menutupi 😂
Dinda Wei
Kasihan Karina, kehilangan teman baiknya kehilangan ibunya jg😢
Dinda Wei
🤔🤔🤔
Dinda Wei
Hukum mati Antono, masak msh melenggang gitu. Santuy amat😡😡😡
Dinda Wei
Antono kasih hukuman mati thor😡
Dinda Wei
Antono kasih hukuman mati thor
Dinda Wei
Kurang ajar Antono 😡😡😡
Eleanor
wahh bakal ada kejutan apalagi nihhh, makin penasaran
Dinda Wei
Ohh ternyata sakit hati, iri dengki, alasannya ngabisin orang2 itu. psikopat gila kamu Antono
Dinda Wei
Duh jgn ada yg mati lagi dah, udah terlalu byk korbannya 😱
Dinda Wei
Udah curiga dg anthono ini, sok2an jd mentor tenyata psikopat gila😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!