NovelToon NovelToon
GAURI, PENGANTIN PILIHAN DEVAN

GAURI, PENGANTIN PILIHAN DEVAN

Status: tamat
Genre:Dokter / Anak Yatim Piatu / Teen School/College / Romantis / Cintamanis / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:886.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Devan kaget saat tiba-tiba seseorang masuk seenaknya ke dalam mobilnya, bahkan dengan berani duduk di pangkuannya. Ia bertekad untuk mengusir gadis itu, tapi... gadis itu tampak tidak normal. Lebih parah lagi, ciuman pertamanya malah di ambil oleh gadis aneh itu.

"Aku akan menikahi Gauri."

~ Devan Valtor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Susu, Gauri suka

Agam akhirnya mendorong segelas air putih ke hadapan Devan.

"Minum. Kau kelihatan kayak mau nyundul tembok."

Devan mengambil gelas itu tanpa protes. Tenggorokannya terasa kering sejak keluar dari rumah tadi, tapi ia terlalu sibuk memikirkan wajah kosong Gauri untuk sadar kalau ia haus.

"Jadi, kenapa tiba-tiba jadi guru?"

Agam duduk di sofa seberang. Ia pikir Devan akan jadi pengusaha perfume karena bakatnya kuat sekali di bidang itu. Ternyata ... Guru adalah sesuatu yang di luar espektasi dia dan Gino, sebagai sahabat sehidup sematinya.

Devan mengangkat gelas, meneguk air itu perlahan. Ia butuh beberapa detik sebelum mengalihkan pandangan pada Agam.

"Karena aku bosan." sahutnya asal. Padahal ia tahu benar kenapa dia memutuskan jadi guru.

Devan memutar gelas di tangannya, tapi matanya tak benar-benar melihat ke arah siapa pun. Jawabannya terdengar ringan, tapi gestur kecilnya, bahu yang menegang, jari yang mengetuk kaca, mengatakan hal sebaliknya.

Gino yang tadinya asyik memainkan ponselnya langsung mendongak.

"Bosan? Kau serius? Kau tidak lihat kakekmu hampir membagi warisanmu pada aku dan Agam karena tindakan tidak masuk akalmu itu?"

Devan tertawa kecil.

"Setidaknya kakek tidak memberikannya secara cuma-cuma pada orang lain."

Agam dan Gino menghela nafas panjang. Dari semua tingkah Devan yang aneh, ini yang paling jauh. Gak ada angin gak ada ujan, tiba-tiba jadi guru. S3 bisnis, teknik informatika AI , Sains data, kerjanya malah jadi guru SMA swasta. Bukannya profesi guru itu tidak baik, hanya saja untuk seorang Devan yang dulu bercita-cita lain ...

Agak aneh.

"Selain bosan, apalagi alasannya?" tanya Agam lagi. Ia belum puas.

"Guru itu tenang."

Agam menaikkan satu alis.

"Tenang? Murid SMA? Kau lagi mabuk air putih?"

Devan menahan senyum tipis, tapi tak bertahan lama. Wajahnya kembali datar. Pandangannya menoleh ke pintu kamar Agam yang tiba-tiba terbuka.

Gino dan Agam juga melihat ke arah yang sama. Lalu seorang gadis keluar dari dalam kamar itu. Rambutnya acak-acakan, matanya di kucek-kucek. Wajahnya tidak begitu jelas dari tempat ketiga laki-laki itu, terhalang tangannya yang mengucek-ngucek matanya juga.

Gino yang melihat ada perempuan di apartemen Agam segera melirik sahabatnya itu dengan wajah penuh arti.

"Waaah, kamu hebat juga Gam. Menyembunyikan seorang wanita dalam rumah?"

"Itu adikku."

Perkataan Agam justru membuat Gino makin tersenyum lebar.

"Sejak kapan kau punya adik perempuan? Adikmu cuma ada satu, Ares. Jangan mengada-ngada."

Agam menghela nafas panjang dan menggeleng. Biar saja si Gino gak percaya. Sementara Devan, ia terus menatap ke gadis itu. Matanya menyipit seperti mengenalinya. Perawakannya familiar. Saat gadis itu berjalan makin dekat, Devan langsung mengenalinya.

Gauri?

Lagi? Sudah tiga kali dalam sehari ia melihat gadis itu. Gauri masih mengucek matanya. Dan Devan menggunakan kesempatan itu menghadap ke arah lain, jangan sampai terlihat oleh gadis itu. Bisa-bisa ia naik ke pangkuannya lagi, seperti biasanya.

Gadis itu dekat dengan Ares, Ares adik Agam, wajar dia ada di sini. Tapi kenapa harus bertemu lagi?

Ini pertama kalinya Devan dikacaukan oleh seorang perempuan. Bahkan ia tidak bisa mengendalikannya.

"Gauri, kamu kenapa bangun sayang? Haus? Mau kakak ambilin minum?" suara lembut Agam yang tidak pernah Gino dan Devan dengar membuat Gino tertawa geli.

"Kau memanggilnya sayang dan masih mengelak dia bukan pacarmu?"

Agam menghela nafas panjang, merasa lucu karena perkataan Gino yang salah besar mengira dia pacar Gauri, masih menggoda pula. Agam memang selalu membawa Gauri pulang bersama dia kalau lelaki itu tidak sedang kerja di rumah sakit. Gauri akan tantrum kalau tidak melihatnya terlalu lama. Dan kalau sudah tantrum parah, bahkan Ares tidak bisa menenangkan dia.

"Mata Gauri gatel kakaaak ..." Gauri berhenti di depan Agam, duduk di samping pria itu dan merengek seperti anak kecil. Matanya masih di kucek-kucek.

Devan sesekali melihat ke arah depan, tapi dengan cepat membuang muka ke samping lagi. Dia tidak percaya akan ada hari di mana dirinya akan bersikap bodoh seperti ini.

Agam langsung meraih kepala Gauri dan memiringkannya sedikit.

"Jangan dikucek terus. Nanti iritasi," gumamnya sambil meniup pelan kelopak mata gadis itu, gestur yang spontan, lembut, dan sepenuhnya bukan gaya Agam yang biasanya keras seperti batu.

Gino menutup mulutnya, tak mampu menahan tawa.

"Bro … kau meniup mata perempuan sambil manggil sayang. Itu level pacar, bukan level kakak angkat."

Agam memelototi Gino.

"Diem."

Namun Gauri tak memberikan perhatian pada perdebatan mereka. Ia menyandarkan kepalanya ke bahu Agam, masih merengek kecil.

"Matanya gatel banget …"

Gino masih menahan tawa. Tetapi ia memperhatikan tingkah laku gadis itu mirip anak kecil. Gino merasa wajah gadis itu familiar. Ia terus menatapnya dan mengingat-ingat di mana ia pernah lihat sebelumnya.

"Udah gak gatel?" Agam bertanya lagi dengan nada yang lembut sekali. Gauri mengangguk.

"Nanti kalo gatel lagi jangan di kucek ya. Bilang ke kakak." Gauri mengangguk patuh. Lalu ia mengendus-endus, seperti mencium bau yang familiar sebelum suara Gino membuatnya kaget.

"Ah! Aku ingat sekarang!" Gino berseru kencang.

Gauri kaget sekali dan Agam langsung menarik gadis itu ke dalam pelukannya, menepuk-nepuk punggungnya sambil memberikan tatapan membunuhnya ke Gino. Dia pikir nenangin Gauri yang tantrum gampang apa?"

Gino mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi sebagai tanda menyerah.

"Oke, oke! Sorry! Tapi serius, aku inget dia!"

Agam mendesis,

"Pelan kan suara, idiot."

Namun Gino tidak bisa menahan diri. Ia mencondongkan tubuh, memicingkan mata ke arah Gauri yang kini meringkuk di pelukan Agam seperti anak kucing ketakutan.

"Jangan deket-deket, dia takut sama orang asing." Agam menendang Gino yang justru tertawa kecil.

"Van, coba lihat. Bukankah dia adalah gadis yang masuk ke mobil kamu kemaren, dan tiba-tiba ambil ciuman pertama kamu? Ya, benar dia."

Agam kaget mendengar itu. Devan menutup matanya dalam-dalam. Gino sialan.

"Apa katamu?" Agam menatap Gino seolah tidak yakin dengan apa yang baru dia dengar.

Ketika Gino hendak bicara lagi, Gauri melepaskan diri dari pelukan Agam dan menatap ke depan. Ke Devan yang terus menatap ke arah lain. Tapi percuma, Gauri sudah mengenalnya. Mata gadis itu berbinar.

Sebelum Devan berdiri hendak kabur dari sana, Gauri pun sudah berdiri dari sofa seberang dan kembali duduk di pangkuannya seperti siang tadi. Kali ini langsung mengendus-endus kulit lehernya lalu menyandarkan kepalanya di sana.

"Susu... Suuu-su ... Gauri suka ..."

Agam melongo. Gino hampir tersedak napas sendiri menahan tawa. Dan Devan ingin memaki saat itu juga pada Gino.

1
Linda Othman
😭
Neng Tuti
aah jd pengeen🤭
Neng Tuti
iih gauri mah kaya aku suka mainin burung🤭🤭
Neng Tuti
naha ari si diana bet panas da lain kabogoh mas devan manehna teh sok aneh aneh wae
Ayiek Sundoro
Setiap cerita yang bagus selalu ga rela ketika udah tamat
Semangat berkarya Mae, semoga makin banyak lagi kisah² bagus & seru yang diciptakan.
🥰🥰🥰💕💕💕
Siti Nurjanah
Luar biasa
Ayiek Sundoro
Devan pernah memberikan parfum pada wanita yang menolongnya dan wanita itu adlh mama Gauri 🤔🤔
Anonim
Gauri senang melihat Agam mulai bisa tersenyum lagi. Menurut Gauri, Agam cocok dengan Sari yang bisa bikin suasana hidup.

Gauri mau kasih kejutan romatis untuk Devan - sambil memberitahu kalau dirinya hamil.

Tak tahunya Devan menemukan test hasil tes kehamilan Gauri.

Agam, Gino, dan Sari mendekati mereka berdua. Ikut senang dan bahagia.

Gino kapan melepas masa jomblonya, kalau sebentar lagi giliran Agam dan Sari.

Kebahagiaan untuk Devan dan Gauri bertambah dengan kedatangan Papa Devan dan mama tirinya. Keluarga besar Agam datang bersama Ares.

Gino selalu paling heboh berseru Gauri hamil ketika ada yang bertanya ada apa.

Semua bahagia.

Terima kasih Author ceritanya bagus. Sehat selalu dan Berkat melimpah dariNya.
Anonim
Gauri mau jagung yang agak hangus, tidak boleh sama Devan.

Sari yang sejak tadi menunduk terkejut sampai tersedak ludah sendiri ketika Agam bertanya - kamu suka yang hangus juga.

Gino yang menjawab seperti menggoda Sari. Sari malu dan kesal dengan Gino.

Agam sepertinya juga ikut menggoda Sari.

Jagung sudah mateng, Devan memberikan jangung untuk istri tercinta.

Sari yang baru melihat keromantisan Devan untuk istrinya, kaget ketika Agam menyodorkan jagung bakar yang sudah matang.
Anonim
Sampai di rumah Devan dan Gauri, Gino menarik tangan Sari untuk di bawa ke taman belakang. Disambut teriakan Gauri menyebut nama Sari.

Ternyata Agam ada, sedang duduk di dekat bakaran jagung. Bersama Devan membakar jagung.

Gauri menarik Sari duduk di dekat bakaran. Menunggu suaminya dan Agam selesai membakar jagung.

Gino menikmati kekesalan Sari yang merasa dibohongi. Sambil merekam diam-diam.
Anonim
Gino ke rumah Sari mau di ajak ke rumah Gauri dan Devan yang akan BBQ an.

Gino punya rencana untuk mendekatkan Sari dan Agam. Sari selalu curhat sama Gino kalau suka Agam.

Gauri pasti senang Sari datang.

Sari menolak diajak Gino - malu kalau ada Agam. Padahal Sari ingin sekali bertemu Gauri.

Gino heran Sari malu sama Agam.

Sari menceritakan kejadian yang memalukan semalam.

Gino tertawa keras sampai Sari kesal. Sudah pernah dibilangin Gino, kalau mabuk jangan sampai mabuk di depan laki-laki yang kau sukai.

Sari akhirnya mau dipaksa ikut Gino yang mengatakan Agam gak ada, lagi sibuk operasi.
Gheya Giyani
babang Agam gmn ini Mae,,,
Anonim
Jadi Sari minum sama teman kantornya sehabis mendengar cerita dari Nino.

Jadi berakhir mabuk, ngoceh fakta dirinya yang menyukai Agam. Lalu konser di depan Agam - menyanyi, lalu ngoceh yang bikin Agam tertawa lebih keras.

Sari benar-benar tak sadar sampai tidur di atas batu.

Cinta Sari terhadap Agam - cinta terpendam.
Sari senang ketika melihat Agam bahagia. Ikut sedih ketika melihat Agam sedih.

Sari diantar Agam pulang ke rumahnya.

Agam merasa terhibur - oleh ulah Sari yang mabuk.
Anonim
Agam dalam perjalanan usai mengunjungi makam Irina - ketemu seorang perempuan yang sedang ngomel sambil menunjuk-nunjuk kucing yang duduk santai.

Agam ketawa melihat adegan itu walau tak tahu perempuan itu bicara apa pada kucing.

Agam menepikan mobil - pintu di buka, suara perempuan itu makin jelas. Baru tahu perempuan itu Sari.

Sari berteriak melengking suaranya sebut nama Agam. Sampai kucing kabur.

Melihat Sari berjalan sempoyongan ke arahnya, Agam tahu Sari mabuk.

Dalam kondisi mabuk, Sari jujur bicaranya di depan Agam. Ada kata-kata yang bikin Agam tertawa kecil.

Sari mendengar dari Nino tentang penyebab kecelakaan keluarga Gauri, Sari jadi sedih. Sari merasa malu dan merasa bersalah.
Anonim
Gauri dalam pelukan Devan mengungkapan perasaannya - senang karena bisa sembuh dan ungkapin semuanya

Gauri resmi ambil alih perusahaan. Gauri merasa masih muda, menyerahkan pada Devan untuk ambil alih.

Rena tak mau jatuh miskin, dia kini berada di ruangan Gauri dan Devan. Memohon untuk dikasihani.

Enak saja - Rena minta Ibnu tidak di penjara, jangan ambil sahamnya. Widiiiih nglunjak ini Rena, maunya saham diberikan dirinya dan mamanya.

Rena diingatkan Devan - masih punya hutang maaf pada istrinya.

Bagi Gauri maafnya Rena terlambat.

Saham itu milik ayah Gauri, jadi sekarang milik Gauri.

Rena di tarik keluar dua bodyguard keluar ruangan.
Anonim
Ibnu Pratama saudara tiri papanya Gauri mengaku pemilik perusahaan orangtua Gauri.

Bukti-bukti kejahatan Ibnu sudah berada di tangan kuasa hukum Gauri - Andra Pradipta. Andra sudah membuat laporan resmi.

Ibnu masih saja menyalahkan Gauri. Menghina Gauri pula.

Setelah semua keluar ruangan, kini tinggal Gauri dan Devan.

Gauri tak kuasa membendung air matanya - menangis.

Betapa sedihnya Gauri ketika melihat video - Ibnu sengaja memotong rem mobil yang akan di kendarai papa, mama, kakak, juga dirinya. Kecelakaan terjadi, Gauri sendiri yang masih hidup.
astr.id_est 🌻
akhirnya selesai juga kisah gauri dan devan 😍😍😍
Vie
ih aku baru baca lagi karena banyak hal... eh kaget pas baca the end.... gak berasa banget udahan aja kak....
RiriChiew🌺
eh udh tamat aja inii , pdahal Agam dan sari belum tuntass kak maeee
Delfi Antonius Gulo
lanjut tor suru dan lucu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!