NovelToon NovelToon
Hello Tenggara

Hello Tenggara

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Erna Lestari

Tentang Tenggara yang mencintai dalam diam
Tentang Khatulistiwa yang mencari sebuah perhatian

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

UJIAN NASIONAL YANG PENENTU

Hari Minggu pagi, tepat satu minggu sebelum Ujian Nasional dimulai, Khatulistiwa duduk di ruang tamu rumahnya yang penuh dengan buku-buku pelajaran dan catatan yang tersebar rapi di atas meja. Matanya terkadang berkedip lelah setelah menghabiskan malam sebelumnya untuk mengulang materi Matematika dan Bahasa Indonesia.

"Ibu sudah menyediakan sarapan untukmu, sayang," ucap Ibunda Senja sambil membawa mangkuk bubur ayam hangat dan secangkir teh jahe hangat. "Jangan terlalu memaksakan diri ya, istirahat juga diperlukan agar otakmu bisa menyerap pelajaran dengan baik."

"Terima kasih Bu," jawab Khatulistiwa dengan senyum lembut sambil mengambil sendok makan.

"Aku hanya ingin mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Ujian Nasional ini sangat penting untuk masa depan aku."

Ayah Arif yang sedang membaca koran mendekat dan menepuk bahunya dengan penuh dukungan. "Kamu sudah bekerja keras selama ini, Khatu. Percayalah bahwa semua usaha yang kamu lakukan akan membuahkan hasil yang baik. Jangan terlalu khawatir ya."

Setelah menyelesaikan sarapan, Khatulistiwa kembali fokus pada buku pelajarannya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi – pesan dari Tenggara datang: "Halo Khatulistiwa, bagaimana persiapanmu untuk UN? Jangan lupa untuk istirahat ya. Jika ada materi yang kamu tidak mengerti, jangan sungkan untuk menghubungiku. Aku siap membantumu kapan saja."

Pesan tersebut membuat hati Khatulistiwa terasa hangat. Dia cepat menjawab: "Halo Tenggara, aku sedang berusaha mengulang semua materi. Terima kasih sudah menawarkan bantuanmu. Mungkin besok aku akan bertanya tentang beberapa soal Sejarah yang masih membingungkanku."

 

Hari H Ujian Nasional tiba dengan cepat. Khatulistiwa bangun lebih awal dari biasanya, mempersiapkan perlengkapan ujian dengan hati-hati kartu peserta ujian yang diajarkan dengan aman di dalam map ujiannya. Ibunda membantunya menyusun pakaian seragam putih bersih dan memberikan doa yang penuh cinta sebelum dia berangkat.

"Semoga Tuhan memberimu keberuntungan dan kemudahan dalam menjawab setiap soal ujian," ucap Ibunda sambil mencium dahinya. "Kamu bisa lakukan yang terbaik ya, sayang."

Di sekolah, teman-temannya sudah berkumpul di halaman dengan wajah yang bercampur antara gugup dan antusias. Safira dan Rina segera mendekat padanya dengan senyum semangat.

"Kamu sudah siap belum, Khatu?" tanya Rina dengan suara yang sedikit gemetar karena gugup.

"Semoga saja ya," jawab Khatulistiwa dengan senyum yang penuh keyakinan. "Kita sudah belajar bersama-sama selama ini, pasti bisa mengatasinya."

Tenggara juga datang untuk memberikan semangat padanya. Dia membawa beberapa buah apel segar dan memberikan satu buah padanya. "Buah apel untukmu agar otakmu tetap segar dan bisa berpikir jernih," katanya dengan senyum hangat. "Aku akan menunggumu di luar setelah ujian selesai ya."

Khatulistiwa merasa sangat bersyukur memiliki orang-orang tersayang yang selalu mendukungnya. Dengan hati yang penuh semangat, dia memasuki ruangan ujian yang sudah disiapkan dengan rapi.

 

Proses ujian berjalan dengan lancar selama empat hari berturut-turut. Hari pertama ujian Bahasa Indonesia dan Matematika, hari kedua Sejarah dan Bahasa Inggris, hari ketiga Ilmu Pengetahuan Alam, dan hari terakhir Ilmu Pengetahuan Sosial. Setiap hari setelah ujian selesai, Tenggara selalu ada di luar sekolah untuk menemani dia pulang dan membicarakan soal-soal yang telah dikerjakan, namun tidak terlalu mendalam agar tidak mengganggu konsentrasi untuk ujian berikutnya.

Pada hari terakhir ujian, setelah mengumpulkan lembar jawaban untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, Khatulistiwa merasa tubuhnya rileks setelah beban yang selama ini mengikat hatinya akhirnya hilang. Dia keluar dari ruangan ujian dengan wajah yang penuh dengan kepuasan.

"Khatu" panggil Tenggara dengan suara ceria dari kejauhan. Di sisinya ada Safira, Rina, dan bahkan Jesika yang datang untuk menyambutnya.

"Kamu sudah selesai ya!" ucap Safira dengan pelukan yang erat. "Akhirnya ujian ini selesai juga!"

Jesika mendekat dengan senyum ramah. "Kita semua sudah melakukan yang terbaik. Semoga kita semua mendapatkan nilai yang baik ya, Khatu

Khatulistiwa tersenyum lebar dan mengangguk. "Tentu saja. Kita semua sudah bekerja keras selama ini."

Tenggara mengajak mereka untuk bersantai sebentar di taman dekat sekolah. Mereka duduk di atas rerumputan yang hijau dan berbagi cerita tentang pengalaman mereka selama ujian berlangsung. Khatulistiwa merasa sangat lega dan bahagia – semua beban yang selama ini dia pikul akhirnya usai.

Matahari mulai meredup menyapa langit sore. Mereka berpisah dengan janji untuk tetap saling berkomunikasi dan berkumpul lagi setelah hasil ujian keluar. Khatulistiwa pulang dengan hati yang penuh damai dan harapan – dia tahu bahwa dia telah melakukan yang terbaik, dan sekarang tinggal menunggu hasilnya dengan sabar.

Di rumah, keluarga sudah menunggunya dengan hidangan spesial – makanan kesukaannya yang dibuat dengan cinta oleh Ibunda. Mereka merayakan kelulusannya dalam ujian yang penting tersebut, tidak peduli hasil akhirnya nanti. Karena bagi mereka, usaha dan kerja keras yang dilakukan Khatulistiwa sudah lebih dari cukup untuk membuat mereka bangga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!