NovelToon NovelToon
Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Status: tamat
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Obsesi / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:592
Nilai: 5
Nama Author: Alzahraira Nur

Di bawah kuasa Kaisar Jian Feng yang dingin dan tak terpuaskan, Mei Lin hanyalah pelayan jelata yang menyembunyikan kecantikannya di balik masker. Namun, satu pertemuan di ruang kerja sang Kaisar mengubah segalanya. Aroma jasmine dan tatapan lugu Mei Lin membangkitkan hasrat liar sang Penguasa yang selama ini mati rasa. Kini, Mei Lin terjebak dalam obsesi berbahaya pria yang paling ditakuti di seantero negeri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alzahraira Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

gema teriakan dalam Keheningan

Luka bakar berbentuk naga di dada atas Mei Lin sempat memerah dan membengkak hebat. Rasa panasnya menjalar hingga membuat seluruh tubuhnya menggigil karena demam tinggi selama beberapa hari. Namun, sebagai "Harta Karun Langit", Jian Feng tidak membiarkan satu kuman pun merusak miliknya. Tabib istana terbaik diperintahkan untuk mengobati luka itu dengan salep dari ekstrak tumbuhan langka dan bubuk mutiara. Dalam waktu singkat, infeksi itu mereda, luka itu mengering, namun meninggalkan bekas permanen yang menonjol—sebuah pengingat yang mengerikan akan kepemilikan mutlak Sang Kaisar.

​Secara fisik, Mei Lin pulih dengan cepat berkat ramuan istana. Namun, jiwanya tertinggal di aula berdarah malam itu.

​Mei Lin duduk di depan cermin besar di kamarnya, menatap pantulan dirinya dengan mata yang kosong dan redup. Ia tidak lagi mengenali wanita di dalam cermin itu. Tangannya yang gemetar perlahan naik, menyentuh kain sutra tipis yang menutupi luka bakarnya. Di balik kain itu, ada tanda naga yang seolah terus membakar kulitnya meski lukanya sudah kering.

​"Aku ini apa?" bisiknya dalam hati. Pertanyaan itu terus berputar seperti pusaran air yang menenggelamkannya. Ia bukan lagi manusia, bukan lagi Mei Lin sang tulang punggung keluarga yang jujur. Ia hanyalah sebuah benda—berhala yang disembah sekaligus dirusak oleh tangan yang sama.

​Setiap kali ia mencoba memejamkan mata, kegelapan tidak memberinya ketenangan. Sebaliknya, kegelapan membawa kembali mimpi buruk yang sangat nyata. Ia mendengar suara pedang yang membelah daging, bunyi cipratan darah di lantai marmer, dan yang paling menyiksa: teriakan-teriakan terakhir dari para korban yang tak bersalah. Ia melihat wajah pria malang yang dibantai hanya karena tipu muslihat para prajurit, dan ia mendengar gema suara Jian Feng yang menggelegar penuh amarah.

​"Kenapa..." isak Mei Lin dalam kesunyian malam yang mencekam. "Kenapa begitu banyak nyawa harus melayang hanya karena aku masih bernapas di tempat ini?"

​Rasa bersalah itu menghujamnya lebih dalam daripada besi panas Jian Feng. Ia merasa setiap tetes darah yang tumpah di istana ini adalah tanggung jawabnya. Ia merasa dirinya adalah pembawa sial, sebuah kutukan cantik yang menyebabkan kematian bagi siapa pun yang berada di dekatnya.

​"Sebenarnya di mana letak kesalahannya?" Mei Lin bertanya pada dinding-dinding kamar yang dingin. Apakah salahnya karena ia terlahir dengan kecantikan ini? Ataukah salahnya karena ia pernah bermimpi untuk memiliki sedikit kebebasan?

​Jian Feng sering datang di tengah malam, memeluknya dari belakang dan membisikkan kata-kata cinta yang terasa seperti racun yang mematikan. Bagi Jian Feng, Mei Lin adalah segalanya, mahkota dari segala pencapaiannya. Namun bagi Mei Lin, dekapan itu adalah jeruji besi yang tidak terlihat. Setiap sentuhan Jian Feng mengingatkannya pada malam terkutuk itu, pada rasa sakit yang luar biasa saat kulitnya ditembus besi panas, dan pada gairah sang Kaisar yang tidak mempedulikan hancurnya perasaan Mei Lin.

​Mei Lin terjebak dalam sangkar yang paling mewah sekaligus paling berdarah. Ia tidak boleh hidup dengan tenang, dan ia tidak diizinkan mati dengan damai karena Jian Feng telah mengancam akan menghancurkan seluruh dunianya jika ia pergi. Tatapan kosongnya kini menjadi satu-satunya pelarian; sebuah cara untuk memisahkan jiwanya yang hancur dari tubuhnya yang telah dicap sebagai milik abadi sang tiran.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!